5. Beautiful Disaster, I'm Coming!

Beautiful Disaster, I'm Coming!

(Bencana yang indah, aku datang!)

---------- 

Anggi

"Kamu bisa pakai semua yang ada di kamar ini. Karena semua fasilitas dari pemilik kost. Tempat tidur, lemari, meja, kursi, sofa."

Ia pun memperhatikan seluruh isi kamar dengan takjub. Luas keseluruhan kamarnya bahkan tiga kali lipat lebih besar dibanding kost lamanya.

"Barang-barang temanku udah di rapihin kok. Udah di packing di gudang. Jadi ... kamar ini udah free and ready."

"Berapa duit, Nik?" ia menelusuri salur-salur halus di gorden warna kuning yang menutupi jendela berkaca lebar. Ketika melongokkan kepala keluar, jelas terlihat lampu taman di halaman kost yang asri.

"Dua setengah juta sebulan."

"Waduh."

"Santai aja. Ini kan hubungannya sama temenku yang punya kamar, bukan sama pemilik kost. Nggak harus bayar cash sekarang kok, kapan aja kamu ada uang."

"Iya ... tapi sama aja, Nik. Jauh melebihi budget," ia meringis sambil kepalanya menghitung dengan cepat. Apakah uang yang dimilikinya cukup untuk membayar sewa kost Niken. Dan masih ada sisa untuk membayar kost yang sesungguhnya nanti.

"Ya ... terserah kamu."

"Memang nyaman sih ... di sini ...." Ia kembali memperhatikan keseluruhan kamar yang rapi, bersih, cenderung mewah malahan.

"Bersih, asri, tempat parkir luas, nggak terlalu jauh dari kampus, fasilitas super lengkap," ia kembali melongokkan kepala keluar jendela.

Bertepatan dengan masuknya sebuah Rubicon warna hitam pekat ke halaman. Dan parkir tepat di bawah jendela kamar yang sedang sedang dilihatnya. "Wih, keren."

Membuat Niken tertarik ikut melongokkan kepala ke luar jendela. Di mana terlihat sesosok jangkung berjaket hijau keluar sambil melompat riang dari dalam Rubicon. Dengan mata memandang penuh rasa ingin tahu ke arah jendela kamar yang sedang mereka tempati.

Kening si jaket hijau terlihat mengernyit. Niken pun melempar senyum ke arah si jaket hijau. Namun ia tak melihat itu semua, karena sudah keburu beralih mengecek isi kamar mandi.

"Kamar mandinya bagus banget," ujarnya kagum. "Water heater, bath tub, shower kaca ...." Ia berusaha melihat lebih ke dalam.

"Oya, sori, khusus kamar mandi deretan sini, lagi mampet dan nggak ada air, Nggi. Udah lapor ke yang punya, semingguan lagi baru mau diperbaiki."

"Waduh."

"Tapi tenang aja, kamu bisa pakai kamar mandi umum, di ujung lorong. Ada empat kamar mandi di sana. Desainnya nggak jauh beda ama yang di sini kok."

"Oh, gitu ya."

"Gimana, jadi diambil?"

"Kalau seminggu dulu boleh nggak. Istilahnya trial kost gitu hehe ...."

"Boleh aja sih. Ntar aku bilangin ke temenku."

"Hah? Serius nih?"

"Dua rius. Biar sama sama enak. Kalo kamu nggak betah kan tinggal pindah, cuma ambil seminggu ini. Kalau kamu betah ... bisa lanjut kan?"

"Yang penting ... budget segitu. Dan sebetah-betahnya kamu di sini, maksimal enam bulan. Karena akhir taun ... temenku udah balik lagi ke sini."

"Deal," ia mengulurkan tangan mengajak Niken bersalaman.

"Sip!" Niken tersenyum.

"Oya, dapur ada di bawah. Turun tangga belok kanan."

"Rak punyaku yang warna ungu. Kamu boleh pakai semua yang ada di sana selama barang-barang kamu belum pindahan."

"Oke ... oke ...."

"Oya, aku jam sembilanan mau keluar. Ada acara yang mesti kudatangi."

"Siap."

"Jangan lupa kunci pintu. Trus ... jam sembilan ke atas kalau bisa ... kamu jangan keluar kamar."

"Kenapa?"

"Khawatir kamu jadi kurang nyaman. Penghuni kost di sini kan banyak, tipenya macem-macem, jaga-jaga aja kalau-kalau kamu belum terbiasa."

"Oke," ia mengangguk setuju.

Kostan ini berdiri megah setinggi 3 lantai. Di tiap lantai kurang lebih terdiri dari puluhan kamar. Lebih besar berkali lipat dibanding kost lamanya yang hanya satu lantai dengan 12 kamar.

"Kalau gitu ... aku bayar sekarang buat seminggu," ia hendak mengambil dompet yang ada di dalam tas.

"Cashless deh."

"Kirimin noreknya ya. Kamu masih punya Line id ku kan?"

"Oke. Iya, ada. Oya, aku udah bilang ke Mba Suko penjaga kost, kalau mulai malem ini .. kamu nempatin kamarnya Megis. Jadi ... kalau perlu apa-apa, bilang aja ke Mba Suko. Nanti aku kirimin nomer WAnya ke kamu."

Ia mengangguk-angguk mengerti.

"Aku tinggal dulu ya. Mesti siap-siap."

"Makasih banyak ya Nik," ia tersenyum.

"Sans," Niken balas tersenyum.

Setelah Niken pergi, ia pun langsung menjatuhkan diri ke atas kasur.

Capenyoo.

Hmmm, empuk banget kasurnya.

Sambil memandang langit-langit kamar, ia tersenyum sendiri. Demi merasakan betapa nikmatnya punggung yang lelah bertemu dengan kasur empuk nan wangi. Sementara di luar, suara hujan turun terdengar semakin deras. Menambah nikmat suasana. Membuat matanya otomatis terpejam.

Setelah sekitar 15 menit tidur-tidur ayam, ia mulai merasa lapar. Dengan malas ditegakkan tubuhnya, mengambil donat yang tersimpan di atas nakas.

Sambil makan, iseng-iseng diambilnya ponsel untuk merekam seisi kamar. Termasuk keluar jendela. Yang entah mengapa, mendadak halaman sudah penuh dengan deretan mobil merk prestisius. Padahal tadi baru terparkir satu Rubicon. Namun sekarang, tiba-tiba sudah berubah menjadi showroom mobil keren.

Usai merekam ia langsung mengirim ke Mala.

Anggi : 'Kost an baru.'

Mala. : 'Gileee ...kereeen ...."

Anggi : '2,5 jeti bo, sebulan.'

Mala. : 'APAH?! Ga salah?"

Anggi : 'Nasib. Hiks. Masih trial. Numpang bobo doang. Sementaun.'

Mala : 'Itu Rubicon?'

Anggi : 'Aselik.'

Mala : 'Parkiran fakultas sebelah pindah ke situ kali.'

Anggi : 'Parkiran sebelah paling banter Lexus.'

Mala : 'Jadi ... belom fixed?'

Anggi : 'Belum lah. Mau bayar pake daun? Besok bantuin nyari lagi yak, abis gathering.'

Mala : 'Oceh. Ntar ku tanyain anak-anak di sekber.'

Anggi: 'Siip.'

Baru selesai mengetik balasan untuk Mala dan berniat ke kamar mandi, ponselnya kembali bergetar.

Grup Romansa

Bayu : 'Woiii, sepi amat elah.'

Fira : 'Ko esih preian ya (kamu masih liburan ya)?"

Bayu : 'Ngesuk bali (besok pulang). Panggilan negara.'

Chris : 'Endi sing nembe pindahan (mana yang baru pindahan)?'

Anggi : 'Dih.'

Bayu : 'Enakeun panggonan anyar (tempat baru)?'

Chris : 'Selayang pandang, dong.'

Anggi : 'Maksa.'

Fira : 'Kasih dah tuh kriskros.'

Anggi membalas Bayu : '2,5 jeti bo. Dikira aku anak sultan.'

Bayu : 'Apartemen?'

Anggi : 'Rumah biasa, tapi baguuus. Ada lift.'

Chris : 'Woii, mana penampakan?'

Fira : 'Kasih Nggi, daripada ribut.'

Ia pun mengeshare video yang tadi direkamnya.

Chris : 'Hotel?'

Fira : 'RUBICON?!'

Chris : 'Endi ... endi (mana)?'

Bayu : 'Worth it.'

Anggi : '2,5 jeti?!'

Bayu : 'Yup. Fasilitas?'

Chris : 'Is dat min.' -stiker mobil-

Fira : 'Ngimpi.'

Anggi : 'Kamar isi lengkap, kamar mandi standar hotel, AC, laundry, free WiFi.'

Bayu : 'Ntaps.'

Anggi : 'Trial doang, gaes. Seminggu.'

Chris : 'Goks kostane ko (kamu), Nggi.'

Fira : 'Fotoin tampak depan-belakang-samping.'

Chris : 'Cah (anak) Arsi gatel lihat penampakan baru.'

Fira : 'Kamar mandi aja kelalen (jangan lupa).'

Anggi : 'Rebes.'

Bayu : 'Naruto Uzumaki kemana, woi?!'

-Maksudnya Dio, suka dipanggil Naruto oleh anak-anak yang lain. Karena Dio adalah hokage dari desa Konoha. Eh, maksudnya, Naruto mania.-

Fira : 'Paketos sibuk miting pastinya.'

Chris : 'Kena kutukan miting. HAHA.'

Bayu : 'Naik pangkat jadi Kahim.'

Chris : 'Anjay, ambis.'

Ia pun diam-diam keluar dari grup. Hanya untuk mengecek WA info di sudut kanan atas. Benar saja, Dio sedang tak aktif. Hmm.

Anggi : 'Sori gaes, nyong (aku) pamit. Ngantuk, lom Isya.'

Fira : 'Jangan lupa foto.'

Bayu : 'Ok.'

Chris : 'Dadah ... Anggi sayang.'

Fira : 'Dih. Pake sayang-sayangan.'

Kemudian ia menyimpan ponsel di atas nakas. Matanya sedikit berair karena mengantuk. Lalu diambilnya perlengkapan mandi dan handuk dari dalam tas.

Dengan langkah berat, diseretnya kaki menuju kamar mandi di luar. Sebelum membuka pintu kamar, getar notifikasi di ponselnya masih terus berbunyi. Tiga anak gokil itu pasti masih melanjutkan chat di grup.

Di luar ia harus celingak-celinguk guna mencari letak kamar mandi.

"Kamar mandi umum, di ujung lorong."

Begitu kalimat Niken masih terngiang.

Dengan langkah terseok diseretnya kaki menuju ujung lorong. Yang dari kamar Niken berjarak sekitar 8 pintu.

Baru juga berjalan melewati 2 pintu, ia melihat dua orang keluar dari lift yang terletak di tengah lorong. Seorang berjaket hijau dan cewek seksi yang menempel layaknya perangko.

'Jaket hijau?' ia mendadak teringat sesuatu, namun lupa itu apa.

Dan saat ia masih bingung, dua orang tersebut telah menghilang di balik salah satu pintu kamar.

Hmm, akhirnya ketemu juga kamar mandinya. Dan benar saja, sebagus kamar mandi yang ada di dalam. Lebih luas malah.

Ia pun menggosok gigi, mencuci muka, dan mengambil wudhu.

Setelah selesai, ia langsung kembali ke kamar. Dalam perjalanan menuju kamar, terdengar riuh rendah orang berbicara di lantai bawah. Beberapa tertawa dan ada yang mengobrol. Seseorang bahkan memainkan gitar. Nada yang tertangkap di telinga adalah reffrain Don't start now nya Dua Lipa.

'Don't show up

Don't come out

Don't start caring about me now

Walk away

You know how

Don't start caring about me now'

'Aren't you the guy who tried to

Hurt me with the word goodbye

Though it took some time to, survive you

I'm better on the other-side'

(Dua Lipa, Don't Start Now)

Membuatnya mempercepat langkah menuju ke kamar.

Selesai sholat Isya, suara-suara di luar semakin riuh rendah. Bahkan terdengar lebih jelas. Sepertinya ada banyak orang yang berjalan melewati lorong depan kamar.

Dengan mata berat, ia melemparkan diri ke atas tempat tidur. Dan langsung tertidur.

Tengah malam, ia sempat terbangun karena mendengar suara orang tertawa yang cukup keras. Sambil mengucek mata, ia meraih jam tangan yang sengaja disimpan di bawah bantal, 23.40 WIB.

Meski heran kenapa semakin malam justru semakin ramai, namun kantuk yang menggelayut lebih besar daripada hasrat memenuhi rasa keingintahuannya. Beberapa detik setelah menyimpan kembali jam tangan di bawah bantal, ia pun telah terlelap.

***

Catatan :

Sekber. : sekertaris bersama (disini artinya) tempat berkumpul beberapa organisasi kemahasiswaan

Rubicon. : merk mobil sejenis jeep

Worth it. : setimpal, sesuai

Is dat min : slank dari is that mine?

Ntaps. : mantap

Goks. : gokil

Anak arsi : anak jurusan arsitektur

Rebes. : beres

Paketos. : pak ketua OSIS

Miting : meeting, rapat

Kahim : ketua himpunan

Terpopuler

Comments

mak iik

mak iik

baca ulang entah yg keberapa...

2024-11-18

0

Ayodya

Ayodya

again

2024-11-18

0

Syarifah Ainun

Syarifah Ainun

yes!!!! Uda kesekian kalinya

2024-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!