4. How They Met

How They Met

(Bagaimana mereka bertemu)

 ---------

Anggi

"Jadi gimana ... kamu tidur di tempat aku aja?" Mala menarik rem tangan usai parkir di depan sebuah gerai ATM. Sayup-sayup terdengar adzan Isya dari kejauhan.

"Lihat ntar," ia menjawab sambil membuka pintu mobil.

"Eh, tunggu sebentar, ya," ia langsung berlari berjingkat-jingkat menghindari genangan air di sepanjang jalan menuju ATM.

Sambil menunduk dan mengibas-ngibaskan jaket favorit yang terkena tetesan air hujan, ia berjalan menyeberangi tempat parkir menuju gerai ATM. Namun tiba-tiba ....

BUK!

"Aduh!" mulutnya refleks mengaduh. Karena kepalanya menabrak sesuatu yang keras dan liat. Membuatnya sontak mendongak.

"Jalan pakai mata!!!" gerutu si pemilik dada yang ditabraknya. Nadanya ketus campur songong.

Ia pun meringis sambil mengelus kening yang terasa pegal. Busyet, itu tadi dada apa batako, keras amat?

Orang tersebut masih sempat memelototinya kesal sebelum kembali melangkah.

Sebenarnya ia ingin meminta maaf, memang salahnya sendiri jalan sambil menunduk, jadi menabrak orang lain deh.

Namun orang yang ditabraknya sudah keburu pergi. Sekilas sudut matanya sempat menangkap, bayangan seorang cowok jangkung berbalut jaket hijau. Dengan cewek seksi yang menggelayut manja di lengan pemilik dada batako itu.

"Dih," ia yang sebenarnya masih beritikad baik ingin meminta maaf jadi mencibir. Sombong amat!

Setelah menarik sejumlah uang yang diperlukan, ia lebih dulu mampir ke Booth Donat dan Coffe Milk yang terletak persis di sebelah gerai ATM. Berkeliling mencari kost membuat perutnya cepat lapar.

"Mba, Oreo frappuccino dua. Saya tinggal ke sebelah dulu ya," ujarnya beranjak ke Booth Donat. Tapi baru juga berbalik seseorang menepuk bahunya.

"Anggi?!"

Ia tertegun sebentar, dan begitu menengok ke belakang seseorang sedang tersenyum lebar, "Ya ampuun, Niken?!" pekiknya antusias.

Mereka langsung cipika cipiki sambil berpelukan.

"Apa kabar? Lama nggak ketemu."

"Ya gini deh," Niken tertawa.

"Kamu nggak pulang?"

"Enggak, lagi banyak kerjaan disini."

"Ikut ngospek juga?"

"Enggak lah, kerajinan amat, ada kerjaan lain."

"Widih ... project gede nih kayaknya."

"Aku sekarang kerja di radio, Nggi. Lagi banyak program. Nggak bisa mudik, deh. Lagian Papi sama Mami kan di Bandung."

"Oya? Keren ... keren. Selamat ... selamat. Terus berlanjut nih ceritanya?" ia mengulurkan tangan mengajak bersalaman.

Niken memang selalu memiliki kesibukan di dunia showbiz. Sejak MOS SMA, sudah sering didaulat menjadi MC tiap kali ada event di sekolah mereka. Bahkan saat kelas XI, Niken sudah berhasil menjadi penyiar di salah satu radio hits anak muda di kota mereka.

"Apaan, sih," Niken merengut, tapi disambutnya juga uluran tangannya.

"Keren banget di radio, Nik. Minimal, ntar kalau ada konser, aku bisa beli tiket lagi ke kamu, ya. Diskon," ia tertawa senang.

Dulu jaman sekolah, Niken sering menjual tiket konser band-band yang sedang nge hits dengan harga khusus internal radio alias diskon. Yang langsung laris manis diserbu oleh anak-anak satu sekolah.

"Jiah," Niken ikut tertawa. "Eh, kamu ngapain disini? Ini jaket, kok kayak kenal?!"

Ia spontan langsung bersidekap, sambil tersipu malu mencoba menutupi inisial nama di dada sebelah kiri.

"Ini pesanannya," ujar Mba-mba Coffe Milk kearah Niken. Membuatnya semakin mengeratkan pelukan ke diri sendiri.

"Oya, makasih, Mba," Niken menerima sekresek penuh Coffe Milk berbagai rasa dari Mba-mba tersebut.

"Banyak amat, buat se RT, Nik?"

"Haha ... iya buat anak-anak di kostan. Hujan gini suka pada mager, males keluar."

"Mbanya dua, ya?" Mba-mba Coffe Milk kembali menginterupsi obrolan mereka.

"Iya, saya dua," ia mengangguk.

Akhirnya mba Coffe Milk mempunyai kesibukan sendiri. Yaitu menyiapkan orderannya.

"Eh, ngomong-ngomong, kamu kost di mana? Masih yang dulu?"

Dulu sekali, waktu awal kuliah jaman-jaman mau ospek. Ia pernah bertandang ke kostan Niken bersama Fira, Bayu, dan Dio. Ceritanya mereka bertiga sedang mengantar pindahan ke Jogja. Kebetulan bertemu dengan Niken. Jadi sekalian mampir deh.

"Udah pindah."

"Ada yang kosong nggak?"

"Buat siapa?"

"Aku."

"Kamu mau pindah kost?"

"Bukan mau pindah lagi, udah harus pindah malah. Aku salah nyatet tanggal di agenda, jadi ambyar semuanya. Nih barang-barang masih dititip di temen. Ini baruu aja habis dari keliling-keliling nyari kost sama Mala."

"Waduh, iya, aku sama Mala, bisa bete dia kelamaan nunggu. Bentar yak," ia menepuk jidat begitu teringat Mala. Buru-buru mengetik Line chat.

Anggi : 'Sori bentar yak, aku ketemu Niken.'

Sent

"Ada sih yang kosong."

"Hah? Serius? Aku mau, dong," matanya membelalak semangat.

"Ini Mba, pesanannya," Mba-mba Coffe Milk kembali berada diantara mereka.

"Makasih, Mba," ia menerima pesenan dan membayarnya dengan uang pas. "Eh, Nik, pindah ke sebelah, yuk. Aku mo beli donat. Kamu nggak lagi buru-buru kan?"

"Enggak, nyantai aja."

"Mba, donat satu lusin jadi dua ya. Yang oreo, almond, keju, sama taro."

Mba-mba di Booth Donat dengan cekatan menyiapkan pesanannya.

"Eh, gimana gimana? Ada kost yang kosong, aku mau, dong. Udah hopeless banget nih."

"Bukan kosong sih. Jadi ada temen aku lagi pulang kampung, katanya mau cuti semester ini. Baru balik akhir tahun ntar. Nih kuncinya ada di aku. Kata dia, boleh disewain. Bulanan tapinya. Sambil nunggu dia balik."

"Oya? Boleh deh Nik, boleh."

"Lihat dulu aja, siapa tahu nggak cocok."

"Cocok cocok. Udah malem gini mau nyari di mana lagi."

"Ini pesenannya," kini giliran mba-mba di Booth Donat yang menginterupsi mereka.

"Makasih, Mba," ia menerima dua kantong donat lalu membayarnya. "Kamu sekarang langsung pulang atau mau kemana dulu?"

"Langsung pulang, ntar malem aku mau pergi lagi ada acara."

"Oh ya udah, eh kamu bawa kendaraan?"

Niken mengangguk.

"Bentar bentar, aku bilang ke Mala dulu yak. Kalau mau pulang bareng sama kamu."

"Oke. Aku tunggu di sana, ya," Niken menunjuk sedan berwarna merah tak jauh dari tempat mereka berdiri. Hanya selisih 3 kendaraan dari tempat Mala parkir.

"Oke oke ... sip."

Niken pergi lebih dulu ke tempat parkir. Sementara ia masih menunggu uang kembalian dari Booth Donat. Setelah uang kembalian diterima, sambil setengah berlari ia pun menemui Mala.

"Reunian dulu bok?" Mala menggerutu.

"Iya sori ... sori ... barusan ketemu sama Niken. Kamu ingat sama Niken temen SMAku, kan?"

"Yang suka ikut lomba putri-putrian? Yang pacarnya basis The Crash kan?"

"Pinterr! Yang pertama 100. Kalau yang kedua ... tahu deh kabarnya mereka udah putus lama."

"Yah, jadi ghibah deh kita."

Ia hanya mencibir sambil tertawa.

"Mal, makasih banyak ya udah nemenin setengah harian ini. Sampai hujan-hujanan nyari kostan. Tengkiu ... tengkiu ... tengkiu," ujarnya sambil mengangsurkan sekantung donat. "Buat Noah."

Selama kuliah, Mala tinggal di rumah Abangnya yang sudah memiliki anak berumur 3 tahun. Mamaknya sama sekali tak memberi ijin Mala untuk ngekost. Terlalu riskan, kata Mamak. Dan Mala sebagai anak bungsu yang patuh san sayang orangtua, tentu tak bisa berkutik.

"Ish, pakai repot-repot segala."

"Sans. Eh, aku udah dapet kost."

"Hah? Serius? Di mana?"

"Niken. Di tempat dia ada yang kosong. Bukan kosong yang sesungguhnya sih. Lagi ditinggal mudik cuti katanya. Lumayan lah daripada lontang lantung nyari belum tentu dapet."

"Aku antar kamu ke Niken, ya."

"Eh, nggak usah. Aku bareng Niken aja. Kamu kan besok mesti ngumpul anak materi. Job desk udah selesai belum?"

"Ah, cincai, koor nya si Johan. Bisa dinego."

Ia mencibir. "Aku juga besok udah mulai ngumpul cofas. Makanya langsung mutusin ambil yang di Niken. Biar bisa lonjoran malem ini."

"Ya udah ... kalo keputusannya begitu. Aku sih asyik asyik aja. Eh tapi ... barang-barang kamu, gimana?"

"Masih di Sinta. Aku ngobrolnya target seminggu maksimal. Yang penting ada tempat buat tidur malam ini."

"Oke."

***

Catatan :

Anak materi : (disini artinya) panitia bidang materi

Job Desk : uraian pekerjaan / tugas

Koor. : koordinator

Cofas. : co fasilitator, pemandu kelompok kecil dalam ospek

Terpopuler

Comments

S𝟎➜ѵїёяяа

S𝟎➜ѵїёяяа

ngulang baca kisah Anggi dan Rendra, entah keberapa kali aku baca.
di antara Tama , Cakra , Dio atau Rendra .. paling favorit Rendra karena lebih sat set dari Dio, karakternya gk se sad Cakra, entah menurut ku Cakra ini selalu gk enakan, Rendra ini agak egois dikit tapi aku syuka /Drool/ , dan karakter Rendra ini hampir mirip karakter Tama tipe alpha male , tapi Rendra agak bad boy wkwkwk

2025-03-19

0

Ayodya

Ayodya

baca ulaanggg,maless cari othor yg bagus belom nemu

2024-11-18

2

Bebby_Q'noy

Bebby_Q'noy

aggghhhhhhh bang Rendra nih😍🤭

2024-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!