20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"

Anggi

Rangkaian kegiatan menuju hari H terus berlangsung. Deretan jadwal workshop, kelas materi, third gath, ToT, roleplay, pelatihan soft skill, dan printilan lain memenuhi hari-harinya.

Jika separuh waktu sebelumnya, Rendra hampir selalu menjadi pemateri di beberapa kelas. Di paruh kedua ini, ia bahkan tak pernah melihat batang hidung si mesum itu barang sekalipun. Rendra seolah hilang bagai ditelan bumi.

Terakhir, ia sempat melihat sekelebatan bayangan punggung Rendra yang pergi menjauh, keluar dari auditorium. Saat ia sedang mendapat bagian tampil di sesi workshop public speaking. Siapa yang merasa kehilangan? Tak lain tak bukan adalah para gadis ceriwis cofas.

"Bang Rendra kemana, ya? Workshop tanpa dia terasa hampa," Elva merengut. "Bosen diisi sama Pados, Budos terus."

Ia hanya mencibir. Justru merasa senang tak bertemu Rendra dalam jangka waktu lama. Karena kehadiran Rendra di sekitar, selalu membuatnya merasa kesal pada diri sendiri. Apalagi kalau bukan karena mengingatkannya pada kejadian menyebalkan di dapur Pitaloka.

"Bang Rendra kemana sih, Zak?" Elva tak tahan untuk tak bertanya pada koordinator.

"Kangen yaa ...." seloroh Zaki.

"Bukan aku aja yang nanya, tuh barisan ciwi ciwi pada gelisah."

"Jiah," Zaki mencibir. "Si Abang ngancel semua jadwal materi karena satu dan lain hal."

"Satu dan lain hal apakah itu?"

"Ada deh."

Bahkan hingga berlangsungnya four gath sebagai rakor terakhir keseluruhan panitia sebelum hari H, Rendra tetap tak terlihat. Good.

Malam ini, usai membereskan perlengkapan untuk gladi bersih besok dan bersiap tidur, ada kejutan menyenangkan di ponselnya.

Dio : 'Howdy?'

Huaaa ... dreams come true. Ini chat pribadi pertama Dio setelah chat terakhir beberapa waktu lalu yang belum sempat ia balas.

Anggi : 'Fine. U?'

Tanpa harus menunggu lama, ponselnya kembali bergetar tanda notifikasi masuk.

Dio. : 'Good.'

Dio. : 'Besok GR, ya?'

Anggi : 'Kok tahu?'

Dio. : -emoticon senyum lebar-

Dio. : 'Jaga kesehatan, semangat ya!'

Dudududu ....

Anggi. : 'Makasih. Kamu kapan?'

Dio. : 'Masih lama. 10 harian lagi.'

Anggi. : 'Lagi sibuk-sibuknya, dong?'

Dio. : ' Nih lagi tidur di sekre sama anak-anak.'

Anggi. : 'Walah.'

Dio. : 'Ok. G night, sweet dreams.'

Ia langsung tersedak, tangannya bahkan mendadak mengalami tremor sesaat ketika hendak mengetik balasan, duh!

Anggi. : 'U too.'

Ia pun tertidur dengan hati berbunga-bunga. Tubuhnya serasa melayang terbang ke awang-awang.

Esok hari tepat jam 7 pagi, seusai briefing panitia, ia dan teman-teman sesama cofas lain sudah stand by di halaman parkir gedung pusat teknik. Bersiap untuk menyambut para maba, yang akan menjalani technical meeting sebelum gladi bersih di lapangan GSD.

Sebelumnya, panitia cofas hanya mendapat daftar nama maba dari ditmawa (direktorat kemahasiswaan), tanpa nomor telepon seluler.

Sebagai usaha dari universitas, untuk meminimalisir tindak kejahatan kepada para maba. Karena, jika panita mendapatkan daftar nomor telepon seluler maba, sangat dimungkinkan nomor tersebut akan menyebar. Lalu ada kemungkinan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Seperti memawarkan MLM atau penipuan untuk mengirimkan sejumlah uang.

Sistem ini mendorong maba untuk bersikap proaktif dan penuh inisiatif, yaitu mengubungi cofas sesuai dengan gugus masing-masing.

Hingga kemarin sore, baru 38 maba yang menghubungi mereka, dari total 45 anggota gugus. Ia sangat berharap, hari ini seluruh maba bisa berkumpul tanpa kecuali.

Akhirnya pada pukul 07.45 WIB, hampir seluruh anggota gugus sudah berkumpul di halaman. Berjumlah 44 orang dari total 45 peserta. Bersama-sama dengan yang lain, mereka berjalan menuju auditorium untuk mengikuti technical meeting.

Tepat pukul 08.00 WIB, Elva dan Aiman membuka acara technical meeting. Dilanjutkan dengan sambutan dari pihak ditmawa, perkenalan seluruh panitia sub divisi teknik. Dan terakhir, Zaki tampil untuk mempresentasikan tugas-tugas ospek.

Presentasi ditutup dengan sesi tanya jawab. Yang disambut gembira, karena ternyata banyak maba yang belum memahami beberapa tugas. Meskipun sudah dijelaskan secara detail di situs resmi.

Technical meeting selesai tepat menjelang siang. Saat maba diberi kesempatan untuk ishoma, panitia melakukan briefing.

Ia baru saja hendak bergabung dengan teman cofas yang lain, ketika seorang maba mendatanginya dengan tergopoh-gopoh.

"Kak Anggi?"

"Ya."

"Sori ... telat."

Nezard beralasan, baru datang dari Jakarta subuh tadi, sehingga terlambat. Akhirnya lengkap sudah seluruh anggota gugusnya, yaitu 45 orang.

Karena Zaki harus memimpin briefing panitia, jadilah ia yang menjelaskan poin-poin yang telah dibahas di technical meeting tadi.

"Ini maksudnya gimana, Kak?"

Rupanya Nezard adalah maba yang sangat percaya diri. Nezard banyak bertanya, bahkan untuk hal remeh sekalipun. Namun karena waktu ishoma hampir habis, ia terpaksa segera menyudahi sesi 'menjelaskan'.

"Nanti ... kalau masih ada yang belum mengerti gimana, Kak?"

"Japri."

Nezard langsung sumringah. "Siap, Kak Anggi."

Ia bergegas menuju ruangan tempat panitia briefing. Begitu sampai, semua sudah berpencar di sudut masing-masing sedang menikmati makan siang. Yah, ternyata briefing panitia sudah selesai. Di salah satu sudut terlihat Zaki sedang berkoordinasi dengan Damas dan Faisal.

Akhirnya, ia memutuskan menghampiri Elva, Jihan, Dini, dan Ayu. Yang sedang menikmati makan siang bersama.

"Dari mana aja?"

"Ada maba telat."

"Kakak teladan."

Ia meringis. "Makanan ambil di mana?"

"Tuh," Elva menunjuk meja panjang di bagian depan ruangan. Yang ternyata sudah kosong melompong.

"Cari apa?" sapa Kurnia yang kebetulan lewat di depannya.

"Maksi ambil di mana?" ia balik bertanya pada Kurnia.

"Kamu belum dapet?" Kurnia keheranan.

"Belum," ia menggeleng. "Ambil di mana, sih?"

"Yah, telat," Kurnia menyayangkan. "Udah dibawa lagi sama anak konsumsi."

"Kok bisa?" ia mencoba memanjangkan leher untuk mencari letak konsumsi.

"Dikira udah dapat semua kali," Kurnia mengangkat bahu.

"Bukannya konsumsi udah dihitung sesuai dengan jumlah panitia?" tanyanya sambil celingukan ke kanan dan ke kiri. Berharap menemukan konsumsi yang dimaksud.

"Tahu," Kurnia kembali mengangkat bahu. "Protes noh ke Citra."

-Citra adalah koordinator konsumsi-.

"Beneran nggak dapet, nih?" ia mengembuskan napas.

Semalam, saking bahagianya mendapat chat dari Dio, ia jadi susah tidur. Alhasil membuatnya bangun kesiangan. Belum sempat sarapan, Nila sudah mengajaknya berangkat.

"Tapi udah sarapan, kan?" tanya Kurnia.

Ia menggeleng pasrah.

"Parah, sih," Kurnia mengernyit. "Habis ini lumayan movingnya, mana panas lagi."

Ia pun menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.

"Harus makan," ujar Kurnia serius. "Kecuali kamu mau dirawat sama medik."

"Jangan sampai," ia tertawa. "Eh, kantin paling deket, di mana ya?"

"Oh iya," Kurnia seperti teringat sesuatu. "Ke kantin TI aja. Lumayan lengkap."

"Di?"

"Dari sini belok kanan, ngikutin selasar, lewatin akademik, nyebrang dikit, kantin nyempil di sana."

"Oke deh, makasih Kur. Kalau ada yang nyariin ... tolong bilangin, kalau aku lagi cari makan."

"Siap!" Kurnia mengiyakan.

Ia pun keluar melalui pintu utama.

---------- 

Tanpa pernah menyadari, di waktu yang sama, Rendra justru masuk melalui pintu yang berbeda.

"Udah ngumpul semua?" tanya Rendra cepat ke arah Zaki.

"Udah, Bang," Zaki beranjak ke tengah ruangan.

"Temen-temen ... tolong perhatiannya sebentar. Kita briefing terakhir sebelum moving."

Semua sigap berkumpul mengelilingi Zaki dan Rendra.

"Udah semua, ya?" Zaki mengecek satu persatu.

"Anggi ijin, Zak," Kurnia mengangkat tangan.

"Kenapa?"

Bukan Zaki yang menjawab, tapi Rendra.

"Lagi ke kantin cari makan."

"Kok bisa?" lagi-lagi Rendra mendahului respon Zaki.

"Tanya lah ke konsumsi, kenapa belum semua panitia dapat makan siang, udah diambil lagi."

Rendra tak menggubris omelan Kurnia, matanya terlihat menyipit memikirkan sesuatu.

 ---------

Setelah mencari-cari sesuai petunjuk dari Kurnia. Akhirnya ia berhasil menemukan kantin yang dimaksud.

Ia langsung memesan nasi rames dan melahapnya dengan cepat. Begitu selesai, ia bergegas kembali ke ruang panitia. Di mana Zaki sudah menunggunya dengan gelisah.

"Waktunya moving."

Ia mengangguk, langsung menuju auditorium menemui para maba anggota gugus mereka yang telah menunggu.

Dan, keteledoran berikutnya setelah tak sempat sarapan pagi adalah ... lupa tak membawa topi. Padahal siang ini cuaca sangat terik, sinar matahari seolah setia mengiringi langkah mereka dari FT menuju lapangan GSD.

Sambil berlari-lari kecil, beberapa kali ia harus menyeka keringat yang mengalir di dahi. Saking panasnya cuaca, bahkan anggota gugusnya yang kesemuanya laki-laki juga terlihat kepayahan, meski mereka telah memakai caping sebagai penutup kepala.

Mereka menjadi gugus terakhir yang sampai di lapangan GSD.

Setelah memandu maba memasuki lapangan, ia dan Zaki pergi ke tempat teduh. Karena komando sudah diambil alih subdiv seremonial. Yang akan melatih para maba membuat beberapa formasi untuk upacara pembukaan sekaligus penutupan.

Ia memilih untuk bergabung dengan deretan para cofas. Menunggu di pinggir lapangan sambil mengawasi para maba. Berjaga-jaga jika ada yang memerlukan bantuan.

Saat tengah asyik memperhatikan para maba membuat formasi, tiba-tiba ada seseorang yang memakaikan topi ke kepalanya.

"Pakai topi ... nanti pingsan!"

Orang tersebut langsung berlalu. Sebelum ia sempat melihat siapa dia dan berterima kasih.

Beberapa panitia di sekitarnya terkejut demi melihat kejadian tersebut. Zaki yang pertama kali menyadari apa yang sedang terjadi, langsung tersenyum jahil.

Ia yang masih mengernyit heran, lalu menoleh ke arah samping kanan. Di mana orang yang baru saja memakaikan topi padanya melangkah pergi.

Dan di sana, dapat dilihat dengan sangat jelas, sebuah punggung berbalut jaket warna hijau -so familiar-, berjalan tegap menjauh. Dia?

Melalui gerak refleks, ia melepaskan topi dari atas kepala. Dengan masygul, dipandanginya topi berwarna putih berlogo merk ternama. Bergantian dengan punggung si pemilik yang semakin menjauh.

Samar-samar hidungnya mencium wangi buah-buahan yang berpadu dengan aroma kayu.

***

Terpopuler

Comments

adisty aulia

adisty aulia

Reread..
Anggi yg ditopiin, saya yg degdegan💓🤗

2025-01-20

1

mak iik

mak iik

hadehhh malah aku yg mau pingsan bang ren...

2024-11-18

2

novnov

novnov

anggi yg dikasi topii aq yg baperrrr..😭😭😭

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!