3. Mencari Kost Baru

Anggi

Ia menarik resleting jaket yang dipakai hingga menutupi leher. Jaket berwarna biru tua berbahan tebal namun halus, dengan logo timbul gambar Ganapati berukuran kecil, nyaris tak terlihat tepat di bawah kerah bagian belakang. Dengan inisial nama di dada sebelah kiri.

DK, pastinya inisial dari Dio Kamadibrata.

Kemarin sore sepulang dari pantai, di tengah jalan hujan turun dengan lebatnya. Dio terpaksa membelokkan motor ke sebuah restoran cepat saji.

"Besok kamu mau pindahan kan, harus jaga kondisi," ujar Dio yang tanpa meminta pendapatnya, telah memesan dua paket spesial.

Hampir satu jam hujan tak kunjung reda. Selama menunggu, mereka pun mengobrol ke sana kemari. Tentang kuliah, kampus, rencana masing-masing, teman-teman, Bandung, Jogja, dan hal remeh lain.

Dan selama mengobrol, ia tak pernah berhenti tersenyum. Ah, Dio memang selalu menyenangkan menjadi teman bicara. Karena Dio anaknya memang asyik, atau karena 'Dio' nya obrolan jadi semakin menyenangkan? Entahlah.

"Aku pingin komunikasi kita lebih lancar."

"Ini udah lancar."

"Lancar saat kamu di Jogja dan aku di Bandung."

"Ada Line, WA, telepon, Skype?" ia mencoba diplomatis, padahal hati berdebar tak karuan.

"Tapi aku nggak ada waktu. Nelpon orang rumah aja kadang suka lupa," Dio tertawa.

"Percaya ... percaya ... orang sibuk kayak kamu, mana ada waktu kosong. Memangnya aku kaum rebahan," ia mencoba melucu untuk menutupi nervous.

Tapi di antara mereka bahkan tak ada yang tertawa. Hanya bisa saling berpandangan dalam diam.

"Jaga diri, jaga kesehatan, makan yang teratur," Dio tersenyum sungguh-sungguh.

"Kalau badan udah ngerasa nggak enak, langsung istirahat. Jangan tunggu sakit dulu."

"Siap komandan!" ia memberi tanda hormat dengan tangan, seolah itu hal yang lucu. Padahal hati bersorak kegirangan.

Yes Yes Yes, dudududu segitu care nya Dio. Begini rasanya mendapat perhatian dari most wanted to die for.

Di tempat parkir sebelum menstater motor, tanpa diduga Dio melepas jaket yang sedang dipakai.

"Pakai ini ya, dingin," Dio meminta ijin.

Ia pun bingung harus menjawab apa, awkward time. Akhirnya tanpa menunggu jawaban terlontar dari mulutnya, Dio sudah memakaikan jaket biru yang hangat dan halus itu padanya.

"Masih gerimis, kamu gimana?"

"Ada jas hujan."

Dan tadi pagi mereka pergi ke Stasiun berdua. Dio menjemput ke rumahnya menggunakan Taxi. Jadwal keberangkatan kereta yang hampir bersamaan, jelas menjadi alasan paling make sense, kalau nggak mau dibilang sengaja biar bisa berduaan lagi.

Hanya berselisih waktu 30 menit. Keretanya menuju Jogja berangkat lebih dulu dibanding kereta Dio menuju ke Bandung. Dan dari balik jendela kereta, jelas terlihat Dio tersenyum sambil melambaikan tangan. See you again.

Ah, kini ia semakin mengeratkan pelukan ke tubuhnya sendiri. Kombinasi bahan halus jaket dan aroma Hugo Boss yang tertinggal berhasil membuatnya merasa hangat, nyaman dan terlindungi.

"Jaket buat kamu ... kalau mau," begitu Dio bilang saat mereka sampai di depan pagar rumahnya.

"Bandung dingin, pasti sering pakai jaket. Perlu banyak jaket," ia berniat melepas jaket hangat itu. "Kalau dibawa aku satu, kamu gimana?"

Dio tersenyum, "Jangan khawatir. Aku ada banyak."

"Koleksi jaket?" ia tertawa.

"Kalau semester awal koleksi id card panitia, terus meningkat jadi koleksi kaos kepanitiaan. Sekarang malah jaket yang numpuk."

Iya juga ya, lalu mereka berdua tertawa bersama. Belum Jakang (Jaket angkatan), Jahim (Jaket himpunan). Wah, banyak juga ternyata.

Kini matanya tak berhenti memandangi air hujan, yang mengalir deras melalui jendela kaca besar, tepat di samping tempat duduknya. Membuat matanya tak mampu melihat dengan jelas ke arah jalan raya. Hanya terlihat pendar cahaya berasal dari lampu kendaraan yang lalu lalang.

Sejak pukul 10 pagi saat pertama menginjakkan kaki di Stasiun Lempuyangan, hujan sudah mengguyur di hampir seluruh kota. Merata. Musim penghujan belum juga tiba, namun hujan sudah sering turun.

Tadi, setelah meminta maaf pada pemilik kost lama, karena salah mencatat jadwal pengosongan kamar di agendanya. Ia pun langsung memesan jasa pengangkutan barang.

"Aku titip barang di tempat kamu boleh, ya," pintanya pada Sinta, yang pindah tak jauh dari tempat kost lama.

"Barangku nggak banyak kok."

"Sampai aku dapat kost baru."

"Hari ini langsung nyari. Doain bisa nemu kost yang enak ya. Syukur-syukur deket sini."

"Iya nggak apa-apa," Sinta memang sebaik Dewi Sinta dalam kisah Ramayana. Selalu bersedia membantu siapapun tanpa pamrih. "Mau kutemenin nyari?"

"Nggak usah Sin, makasih banyak. Udah boleh nitip barang aja, aku udah seneng banget. Aku udah janjian sama Mala nyari kostnya."

"Iya deh. Semoga cepet nemu yang pas. Eh, Mas Kamto fotokopian depan biasanya tahu kost yang kosong di daerah sini."

"Iya, ntar aku tanyain."

"Kamu tenang aja. Barang di sini aman. Nggak usah buru-buru."

"Makasih banyak ya, Sin. Bilangin sori ke Ipras. Udah bikin kost an kamu jadi sempit." Ipras adalah pacar Sinta.

"Lagi sibuk ngurus ospek dia. Bakalan lama nggak ke sini," Sinta tersipu.

Dari kost Sinta, ia langsung pergi ke fotokopian depan gang. Tempat dimana Mas Kamto bekerja. Orang yang mengetahui hampir seluruh info penting di daerah sekitar sini.

"Yah, telat ... baru aja ada yang ngisi. Tuh barang-barangnya baru dateng."

"Yah, Mas ... kenapa nggak bilang-bilang?"

"Kamu nggak nanya."

"Iya juga sih," ia meringis.

"Ada juga di daerah sana tuh. Agak jauh memang. Rada mahal juga, bebas, campur cewek cowok."

"Yang penting dapet dulu, Mas. Masalah lainnya nomer sekian. Ntar kalau nggak betah, bisa nyari lagi. Nggak enak nitip barang lama-lama."

Kemudian Mas Kamto memberinya alamat beberapa tempat kost yang masih kosong. Namun begitu didatangi, ternyata semua telah terisi.

Dari tempat elite yang mahal dengan berbagai fasilitas tambahan, sampai kost alakadarnya di daerah pinggiran, semua penuh tak bersisa.

"Mba salah waktu nyarinya. Musim mahasiswa baru gini bakalan penuh semua," ujar seorang bapak di tempat terakhir yang ia datangi.

"Iya, Pak," ia hanya bisa meringis.

Akhirnya karena sudah lelah, ia pun memilih melipir ke restoran cepat saji. Sambil menunggu hujan reda dan Mala yang berjanji akan menemaninya mencari kost.

"Haiiii ...." Seseorang mengagetkannya dengan sebuah tepukan.

"Lama banget sih!" gerutunya begitu tahu itu adalah Mala.

"Macet tahu. Uh, Jogja sekarang di mana mana macet. Aku pesen makan dulu dong, laper nih."

"Ya udah, jangan lama-lama, habis makan langsung cabut."

"Sabi."

Saat pesanan Mala datang, ponsel di sakunya bergetar. Notifikasi Line masuk. Beberapa orang di Line Grup kelas dan HMJ memberinya informasi tempat kost yang kosong.

Ia pun langsung berusaha menghubungi contact person yang tercantum, menanyakan apakah masih ada tempat yang kosong. Namun tetap saja, hasilnya nihil.

"Gimana? Dapet?" Mala baru menyelesaikan suapan terakhir.

Ia menggeleng lemah.

"Hari gini ya pasti susah. Lagian kamu kenapa bisa lupa sih? Bukan 'Anggi banget' deh."

"Emang yang gimana 'Anggi banget' tuh?" ia mencibir.

"Ya jelas, langganan Sekum masa lupa nyatet tanggal. Aib."

"Tahu, ah. Habis ini temenin nyari langsung ya. Barusan dapet info dari Cahyo, deket kostnya ada yang kosong."

"Siap."

***

Catatan :

Jakang. : jaket angkatan

Jahim. : jaket himpunan

Sekum. : sekretaris umum, jabatan dalam organisasi kemahasiswaan

Ponsel. : telepon seluler, handphone

HMJ. : himpunan mahasiswa jurusan, salah satu bentuk organisasi di kampus

Terpopuler

Comments

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

ini mala mantannya yuri bukan ya?

2024-01-21

0

☠Arin_

☠Arin_

itulah manusia gak lepas dari lupa

2024-01-01

0

☠⏤͟͟͞R🎯™𝐀𝖙𝖎𝖓 𝐖❦︎ᵍᵇ𝐙⃝🦜

☠⏤͟͟͞R🎯™𝐀𝖙𝖎𝖓 𝐖❦︎ᵍᵇ𝐙⃝🦜

emang nya kost musim ajaran baru susah, pernah ngalamin sendiri seh

2023-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dio, The First Love Never Die
2 2. Di Pasir Putih
3 3. Mencari Kost Baru
4 4. How They Met
5 5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6 6. When It All Began
7 7. What A Morning!
8 8. Terrible Things
9 9. Deadly Nightmare
10 10. Rengganis, Girl From Nowhere
11 11. Their First Fight
12 12. Mba Suko
13 13. Salah Paham
14 14. Bad Senior, Ever
15 15. "Ketika Senyummu Hadir"
16 16. Bad Smoker, Ever
17 17. Mimisan di Depan Rendra
18 18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19 19. Welcome to Raudhah
20 20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21 21. Sekaleng Bear Brand
22 22. "Sleep Tight"
23 23. D-Day
24 24. Kiriman Makan Siang
25 25. End of Days
26 26. Eyes on You
27 27. "Maaf"
28 28. "I Just Simply Love You"
29 29. "You're Every Reason"
30 30. "Sorry, I Can't"
31 31. Kejutan di Akhir Pekan
32 32. Senja Yang Indah di Malioboro
33 33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34 34. Blue Night, Broken Heart
35 35. Tak Bisa ke Lain Hati
36 36. All is Well, Love You More
37 37. Iam A Fighter!
38 38. Senior's Eyes
39 39. Who's The Boss?
40 40. Indescribable Feeling
41 41. The Rising Star
42 42. Young and Dangerous
43 43. Deepest Pain
44 44. Deepest Sadness
45 45. Rapuh dalam Langkah
46 46. Pergilah Kasih
47 47. Always Here For You
48 48. Setelah Kau Pergi
49 49. Being Someone's 2nd
50 50. Really Deadly Disaster
51 51. Tell Me How To Win Your Heart
52 52. Kisah dari Masa Lalu
53 53. Family Portrait
54 54. The World We Have To Live In
55 55. Achilles Heel
56 56. Hi Heart, How Are You Today?
57 57. "Now You See Me?"
58 58. Trully, Madly, Deeply
59 59. Moshimo Mata Itsuka*
60 60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61 61. Boys Gonna Be Boys
62 62. River Flows in You
63 63. Tell Me We Belong Together
64 64. Kiss The Rain
65 65. Still Fall For You Everyday
66 66. Daun-Daun Gugur
67 67. Judgement Day
68 68. Loving Too Much Always Kills You
69 69. Berdiri di Tengah Badai
70 70. Luluh Lantak
71 71. Lemme be Yours
72 72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73 73. Don't Look Back In Anger
74 74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75 75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76 END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77 Teruntuk Readers Tersayang
78 From Author with Love
79 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Dio, The First Love Never Die
2
2. Di Pasir Putih
3
3. Mencari Kost Baru
4
4. How They Met
5
5. Beautiful Disaster, I'm Coming!
6
6. When It All Began
7
7. What A Morning!
8
8. Terrible Things
9
9. Deadly Nightmare
10
10. Rengganis, Girl From Nowhere
11
11. Their First Fight
12
12. Mba Suko
13
13. Salah Paham
14
14. Bad Senior, Ever
15
15. "Ketika Senyummu Hadir"
16
16. Bad Smoker, Ever
17
17. Mimisan di Depan Rendra
18
18. Bye, Pitaloka. Bye, Disaster.
19
19. Welcome to Raudhah
20
20. "Pakai Topi ... Nanti Pingsan!"
21
21. Sekaleng Bear Brand
22
22. "Sleep Tight"
23
23. D-Day
24
24. Kiriman Makan Siang
25
25. End of Days
26
26. Eyes on You
27
27. "Maaf"
28
28. "I Just Simply Love You"
29
29. "You're Every Reason"
30
30. "Sorry, I Can't"
31
31. Kejutan di Akhir Pekan
32
32. Senja Yang Indah di Malioboro
33
33. Lagu Cinta tentang Engkau dan Aku
34
34. Blue Night, Broken Heart
35
35. Tak Bisa ke Lain Hati
36
36. All is Well, Love You More
37
37. Iam A Fighter!
38
38. Senior's Eyes
39
39. Who's The Boss?
40
40. Indescribable Feeling
41
41. The Rising Star
42
42. Young and Dangerous
43
43. Deepest Pain
44
44. Deepest Sadness
45
45. Rapuh dalam Langkah
46
46. Pergilah Kasih
47
47. Always Here For You
48
48. Setelah Kau Pergi
49
49. Being Someone's 2nd
50
50. Really Deadly Disaster
51
51. Tell Me How To Win Your Heart
52
52. Kisah dari Masa Lalu
53
53. Family Portrait
54
54. The World We Have To Live In
55
55. Achilles Heel
56
56. Hi Heart, How Are You Today?
57
57. "Now You See Me?"
58
58. Trully, Madly, Deeply
59
59. Moshimo Mata Itsuka*
60
60. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino
61
61. Boys Gonna Be Boys
62
62. River Flows in You
63
63. Tell Me We Belong Together
64
64. Kiss The Rain
65
65. Still Fall For You Everyday
66
66. Daun-Daun Gugur
67
67. Judgement Day
68
68. Loving Too Much Always Kills You
69
69. Berdiri di Tengah Badai
70
70. Luluh Lantak
71
71. Lemme be Yours
72
72. "Jalanku Hampa, dan Kusentuh Dia"
73
73. Don't Look Back In Anger
74
74. Seberapa Pantaskah Kau untuk Kutunggu?
75
75. Hadirmu Tenangkan Diriku
76
END- Ini Aku, Kau Genggam Hatiku
77
Teruntuk Readers Tersayang
78
From Author with Love
79
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!