Terrible Things
(Hal-hal yang buruk/mengerikan)
-----------
Anggi
Suara obrolan ratusan panitia ospek tahun ini, terdengar menggema memenuhi balairung. Seperti suara dengungan lebah hendak membuat sarang.
Mereka semua sedang menanti dibukanya second gath.
Suasana liburan masih kental terasa. Ditandai dengan kapasitas balairung yang hanya terisi 50%. Tidak sepenuh saat first gath.
Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Dari pihak rektorat, kemahasiswaan, Presma BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa), dan terakhir ketua OC (Organizing Comitee, panitia pelaksana) sebagai koordinator umum.
Lalu dilanjutkan presentasi kinerja dari divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia).
Ia memperhatikan Rayyan sebagai koordinator PSDM, yang sedang berdiri di atas podium. Menjelaskan apa saja progress (kemajuan) yang telah mereka lakukan. Selama kurun waktu social project hingga second gath ini.
Dan ia pun mengambil kesimpulan, bahwa anak-anak PSDM bahkan tak mengambil jatah liburnya. Luar biasa.
Acara ditutup dengan pengumuman, agar seluruh panitia berkumpul sesuai subdiv (sub divisi) masing-masing.
Ia pun langsung bergabung dengan teman-teman cofas (co-fasilitator), di salah satu sudut balairung.
Di sana berkumpul sekitar 400an orang cofas. Rupanya cofas menjadi salah satu panitia paling rajin dan semangat. Terbukti, mereka tetap hadir tepat waktu meski harus memangkas jatah libur semester.
Dan salah satu agenda utama dari subdiv cofas hari ini adalah, penentuan cluster.
Jika ospek tahun sebelumnya, penentuan cluster dilakukan jauh sebelum first gath. Di tahun ini, panitia SC (Steering Comitee, panitia penggagas) membuat timeline yang sedikit berbeda. Yaitu penentuan cluster (gugus) dilakukan setelah second gath.
Sejak awal mengikuti proses oprec (open recruitment) cofas, ia sangat berharap mendapat cluster soshum. Tapi harapannya buyar dalam sekejap. Saat lembar fotokopian pembagian cluster beredar. Tak ada namanya di daftar cluster soshum. Rahayu Anggiantisa jelas-jelas tertulis di cluster ... teknik. Yah.
Ini jelas jauh dari harapan. Pertama, ia sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di area fakultas teknik. Kedua, fakultas teknik adalah salah satu fakultas yang letaknya paling jauh dari lapangan GSD (Grha Sabha Dharma). Bisa dibayangkan, tenaga ekstra yang diperlukan ketika moving dari fakultas ke lapangan GSD.
"Kamu dapat di mana?" Elva yang duduk di sebelahnya penasaran.
"Kamu?" ia balik bertanya.
"Teknik, euy."
"Wah, samaan," ia tertawa.
"Cari partner ganti cluster yuk."
"Bisa gitu?"
"Kalau ada penggantinya mah bisa. Aku tanya Madra coba. Dra ... Madra!" Elva memanggil Madra yang duduk tak jauh dari mereka.
"Apaan?" Madra mendekat.
"Dapat cluster mana?" Elva penasaran.
"Soshum."
"Tukeran dong."
"Ogah."
"Idih."
"Nggak bisa tuker," Damas, koordinator cofas mendadak sudah berdiri di sebelah Madra. Lalu menyerahkan lembar surat pernyataan pada mereka bertiga.
Ia akhirnya menerima dengan berat hati.
"Langsung kumpulin di depan, ya," tambah Damas sambil berlalu.
Elva mendecak, "Haduh, kebayang mesti sarapan yang banyak biar setrong."
"Hitung-hitung olahraga," Madra tertawa.
Akhirnya, meski berat hati dan merasa kurang yakin. Ia akhirnya membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan.
Bismillah, batinnya. Sayang kalau harus mundur karena sudah sejauh ini. Mungkin fakultas teknik bisa menjadi kenangan indah yang tak terlupakan baginya.
Setelah semua surat penyataan terkumpul, Damas menginstruksikan mereka untuk berkumpul sesuai dengan cluster masing-masing. Dan Zaki sebagai subkoor cluster teknik, terlihat gesit sekaligus tangkas. Dengan mengumpulkan mereka sekaligus membuat grup Line khusus cluster teknik.
"Anggi, komunikasi?" sapa Zaki to the point.
Ia mengangguk.
"Kenalin ... aku Zaki, sipil."
Mereka berdua berjabat tangan.
Ia bersyukur karena Zaki yang menjadi partner cofasnya. Sebagai anak teknik, Zaki pastinya paham betul dengan seluk beluk fakultas teknik. Dibanding dirinya, yang belum pernah sekalipun masuk ke fakultas teknik.
"Jam satu ... kita langsung first gath cluster," ujar Zaki sambil melihat jam tangan. Lalu mengetik sesuatu di ponsel.
Ia tersenyum melihat kesigapan Zaki. Terbukti, tak lama kemudian, ponselnya bergetar karena ada notifikasi masuk. Yup, jarkom dari Zaki di grup Line tentang first gath cluster jam 13.00. Itu berarti masih sejam lagi.
"Kamu mau bareng ke Satup?" tawar Zaki. "Aku mau ke sana sekarang."
"Boleh," ia mengangguk setuju.
Mereka pun mengobrol sepanjang perjalanan. Rupanya Zaki adalah kating (kakak tingkat), berbeda satu tahun di atasnya.
"Nggak usah Mas, panggil nama aja," seloroh Zaki, waktu ia meralat dengan memanggil Mas Zaki.
Dan Zaki berasal dari Bandung. Bandung?
"Tahu Sidag?" tanyanya spontan.
"Simpang Dago?" Zaki balik bertanya. "Yap. Kenapa?"
"Kalau dari Simpang Dago ... ke kampus Ganapati, jauh nggak?" pertanyaan spontan kedua membuatnya tersipu. Saat menyadari jika itu adalah hal pertama yang terlintas begitu mendengar kata Bandung.
"Deket banget."
"Oya?" ia tersenyum sendiri -membayangkan Dio-. Sepertinya Zaki bisa menjadi partner yang menyenangkan selama ospek. Huu, maunya.
"Siapa yang kuliah di Bandung?"
"Oh ... eh, ada ... temen ...." Ia meringis dan mendadak salah tingkah.
"Temen?" Zaki tertawa lebar sambil mengerling.
"Temen ...." Ia mengulangi jawaban sambil tersipu.
Dan sepanjang perjalanan, Zaki melempar bahan obrolan yang seru. Sesekali mereka bahkan tertawa bersama. Membuat perjalanan menuju FT jauh dari kata membosankan.
Akhirnya, sampailah mereka di depan tugu yang berdiri kokoh. Tugu yang sering dijadikan tempat mengabadikan memori. Populer dengan sebutan Tugu Teknik. Di mana di depannya terpasang tulisan putih berukuran besar, FAKULTAS TEKNIK.
Zaki pamit untuk sholat sesaat setelah adzan Dzuhur berkumandang. Hm, Zaki soleh juga sholat tepat waktu. Meskipun penampilan Zaki terkesan cuek, khas mahasiswa teknik yang belum mendapat kiriman selama enam bulan. Mereka pun berjanji untuk kembali bertemu di kantin selepas Dzuhur.
"Kantin di sini paling lengkap loh," ujar Zaki setelah mereka kembali bertemu. Promosi sambil berjalan menuju kantin.
"Oya? Asyik, dong," ia tertawa.
"Terjamin pastinya," Zaki mengangguk dengan mantap.
Suasana kantin terlihat sangat ramai. Maklum, sekarang sedang jam makan siang. Beberapa wajah dikenalnya sebagai sesama cofas. Termasuk Elva, yang sudah lebih dulu duduk di sana bersama partnernya.
Usai menghabiskan semangkok mie ayam yang lezat, ia pun kembali beranjak menuju lapangan Satup. Di mana first gath cluster teknik akan segera dimulai.
Rupanya keputusan Zaki mengadakan first gath siang bolong di lapangan Satup boleh juga, karena cuaca mendukung. Tidak panas bahkan sedikit teduh. Mungkin sebentar lagi malah mendung dan akan turun hujan.
Zaki membuka forum dengan memperkenalkan diri. Lalu menjelaskan secara umum gambaran kondisi fakultas teknik.
Sesi kedua diisi dengan saling memperkenalkan diri masing-masing. Beberapa ada yang sudah saling mengenal, namun sebagian lainnya belum.
Suasana perkenalan berlangsung seru dan heboh. Sepertinya akan menyenangkan bersama mereka di cluster teknik, batinnya mulai membiasakan diri.
Sesi ketiga diisi dengan pemberian materi oleh kating Zaki di fakultas teknik.
"Saya sudah menghubungi, dan beliau juga sudah konfirmasi ...."
"Apaan pakai beliau segala," seseorang yang entah muncul dari mana, tiba-tiba menyeruak di antara mereka.
"Nah, ini nih pemateri kita telah hadir. Pjs Presidium Senat KM."
Matanya melotot seperti mau keluar dari tempatnya. Begitu melihat orang yang baru saja datang.
Seraya menebar senyum ke seluruh peserta first gath cluster teknik, orang yang mengenakan kemeja putih bergaris biru itu langsung mendudukkan diri di sebelah Zaki.
Orang itu?!? gerutunya hampir tak percaya.
Terrible things ever (hal mengerikan yang pernah ada)!
***
Catatan :
Balairung. : sejenis tempat pertemuan yang luas dan menampung banyak orang
Second gath. : (disini artinya) pertemuan (seluruh panitia) yang kedua
First gath. : (disini artinya) pertemuan (seluruh panitia) yang pertama
Presma BEM KM : presiden mahasiswa badan eksekutif mahasiswa keluarga mahasiswa
Ketua OC. : ketua organising commitee, ketua pelaksana
Koor : koordinator
PSDM. : pengembangan sumber daya manusia
Cluster. : (disini artinya) gugus
Soshum. : sosial humaniora
Panitia SC. : (disini artinya) panitia steering commitee, panitia pengarah, penggagas
Lapangan GSD. : lapangan utama di kampus Anggi, singkatan dari Grha Sabha Dharma
Lapangan Satup. : lapangan di kampus teknik, singkatan dari satu pertiwi
Subkoor. : sub koordinator
Jarkom. : (disini artinya) jaringan komunikasi kelompok
Senat KM. : senat keluarga mahasiswa ( badan legislatif mahasiswa tingkat universitas)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
‼️n
Kalo utk anak kelahiran 80 an, " Cintaku di Kampus Biru" ini ....
2024-08-04
1
‼️n
Fakultas Teknik UGM.
2024-08-04
0
‼️n
Pertemuan ketiganya mb Anggi bang Rendra. Jodoh memang tak akan kemana......Batas antara benci dan cinta sngt tipis....🤭
2023-12-13
1