Bab 11. Rencana Maharani

Simon yang sudah tersulut emosi beranjak dengan cepat. Ia melangkah panjang dengan botol di tangannya. Namun, tangan Leon tak kalah cepat untuk menahannya.

Simon menoleh, pandangannya turun pada genggaman erat Leon di lengannya, “Tunggu! Jangan gegabah,” sergah Leon dengan nada rendah.

Meskipun gemuruh di dadanya sudah meletup-letup. Rasanya ingin segera menarik Khansa dalam dekapannya saat itu juga. Namun, ia juga penasaran apa yang sedang dilakukan Khansa saat ini. Sebisa mungkin Leon menekan perasaannya.

“Kak! Dia istri Kakak, lho. Kenapa enggak langsung dilabrak aja sih? Biar aku yang kasih pelajaran mereka berdua kalau Kakak tidak mau!” sembur Simon yang masih diliputi emosi.

Persaudaraan mereka memang begitu erat. Saling melindungi, saling menjaga sejak kecil. Tidak membiarkan siapa pun bisa menyakiti salah satu di antara mereka. Apalagi Simon, sebagai Tuan Muda Kawindra yang berkuasa di area tersebut. Ia tidak terima jika Leon, kakak sepupunya dipermainkan oleh wanita seperti Khansa.

“Tenanglah, duduk dulu. Kita lihat apa yang akan mereka lakukan. Aku akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri kalau memang mereka berbuat sesuatu. Aku yakin, Khansa bukan perempuan seperti itu. Dia perempuan baik-baik,” bela Leon dengan tenang.

Tatapan mata elangnya memohon pada Simon agar mau mendengarkannya. Bahkan tangannya masih mencengkeram lengan Simon dengan eratnya. Karena bisa dipastikan, jika pria itu sudah mengamuk tidak pandang bulu, tidak peduli siapa pun itu akan dihajarnya tanpa ampun.

“Hhhh … masih saja dibela. Jangan-jangan Kakak sudah jatuh cinta sama dia,” dengus Simon menghela napas panjang, tak habis pikir dengan kakak sepupunya itu.

“Sssttt! Jangan berisik, duduk dengan tenang dan kita amati dari sini,” ucap Leon menarik lengan Simon agar kembali duduk di sampingnya.

Meski menggerutu pria itu akhirnya menurut. Sedangkan Hansen sedari tadi hanya mengamati interaksi dua saudaranya yang berseteru itu. Ia memang memiliki sifat yang lebih tenang di antara mereka bertiga. Menyesap anggur dengan santai, lalu beralih memperhatikan Khansa dari tempat duduk mereka.

Sebelumnya, pagi-pagi sekali Khansa datang ke rumah keluarga Isvara seorang diri. Ia pun hanya berpamitan pada kepala pelayan, karena Leon dan nenek masih tidur.  Tidak ingin mengganggu mereka.

Ia tidak menjelaskan ke mana akan pergi, saat itu ia sedang dalam keadaan terburu-buru. Tak lupa memakai cadar yang menutup sebagian mukanya. Namun rambutnya yang tergerai, melambai dengan indah seiring dengan hembusan angin pagi itu.

Sesampainya di sana, Fauzan dan Maharani sudah menunggu kedatangannya. Mereka memaksa Khansa untuk datang ke bar yang sudah dijanjikan dengan Pak Arman.

“Khansa, Ayah tidak mau tahu. Nanti malam kamu harus datang dan meminta maaf atas apa yang sudah kamu perbuat pada Pak Arman. Kamu tahu? Perusahaan Isvara akan mengalami kerugian yang sangat besar gara-gara kamu!” tegas Fauzan saat mereka duduk di ruang tamu.

Untunglah Jihan tidak ada di sana juga. Ia sangat malas jika harus kembali berseteru dengan saudara tirinya itu lagi. Hanya buang-buang tenaga saja, pikirnya.

“Iya, Yah.” Khansa mengangguk, tatapan matanya datar. Apalagi yang bisa dikatakannya selain mengiyakan. Karena percuma, penjelasan seperti apa pun juga tidak akan didengar.

“Biar aku nanti yang mengantarmu. Kamu sudah mengacaukan semuanya. Aku harus memastikannya sendiri, kalau kamu meminta maaf dengan benar,” sambung Maharani dengan angkuh. Menumpukan satu kaki dengan kaki lainnya. Wajah sinisnya meremehkan Khansa.

Khansa mengembuskan napas kasar, “Iya.” Singkat saja ia menjawab.

Kemudian ia beranjak ke kamar sang kakek setelah Fauzan berangkat ke kantor. Tanpa peduli dengan Maharani. Seperti biasa, Khansa akan melakukan pengobatan akupuntur pada tubuh renta yang masih terbaring lemah di atas kasur.

Seharian Khansa menghabiskan waktu untuk mengobati dan mengurus sang kakek. Fokusnya hanyalah untuk kesembuhannya. Khansa bahkan tidak menghubungi Leon sama sekali.

Hingga malam pun tiba, Maharani mengetuk pintu kamarnya dengan keras. “Khansa! Cepatlah, jangan sampai terlambat!” pekik Maharani tidak sabaran.

Khansa membuka pintu kamarnya, menatap tajam sang ibu tiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia lalu menutup pintu kamar dan berjalan mendahului Maharani dengan anggun.

Di depan, mobil sudah siap mengantarkan dua majikannya itu ke bar 1998. Sepanjang perjalanan Maharani terus menceramahi Khansa bagaimana nanti ia bersikap. Gadis itu tetap duduk dengan tenang. Melemparkan pandangan ke luar jendela, sesekali menanggapi cerocos Maharani dengan kata “iya”.

“Ayo turun! Aku akan mengawasimu, agar kau tidak mengacaukannya lagi,” seru Maharani mengacungkan jari telunjuknya untuk memperingatkan.

Khansa memutar bola matanya malas. Ia segera turun menjajakkan kedua kakinya di pelataran bar. Seumur hidupnya, ini adalah kali pertama Khansa menginjakkan kaki di tempat seperti ini.

Matanya menyelidik, lalu berjalan mengekori Maharani. Suasana  belum terlalu ramai, masih terlalu pagi bagi mereka para penikmat bar. Biasanya, semakin larut, akan semakin ramai.

Tak sulit menemukan pria berperut buncit itu. Aroma alkohol disertai asap rokok yang pekat mulai menembus cadar Khansa, menyeruak di indra penciumannya.

“Selamat malam Pak Arman, sudah menunggu lama?” Maharani berbasa basi sembari duduk di depan Pak Arman meski tanpa dipersilahkan.

“Khansa! Ayo duduk!” seru Maharani dengan sedikit penekanan. Khansa pun duduk tegak di samping Maharani.

“Hemmm … baru datang kalian?” ujar Pak Arman dengan suara beratnya.

Maharani menyenggol lengan Khansa, karena sedari tadi gadis itu hanya diam saja. Sesaat Khansa melirik ke arah ibu tirinya, Maharani mendelik.

“Langsung saja, Pak. Kedatangan kami ke sini untuk minta maaf pada Pak Arman atas kejadian tempo hari,” ucap Khansa tanpa basa-basi. Ia ingin segera pulang dan enggan berlama-lama di sana.

“Iya, Pak. Tolong maafkan kesalahan Khansa. Sebagai gantinya, Khansa akan menemani Pak Arman malam ini,” sambung Maharani memohon sambil menangkupkan kedua tangannya.

Khansa mendelikkan matanya. Bisa-bisanya wanita itu ingin kembali mengorbankan dirinya. Khansa segera menyusun rencana dengan cepat di otaknya, jika kemungkinan-kemungkinan buruk terjadi.

Pak Arman masih sangat kesal ketika teringat hampir diterkam anjing serigala gara-gara Khansa. Dia menyodorkan segelas wine ke hadapan Khansa. “Minumlah Khansa, setelah itu kita akan bersenang-senang. Hahaha!”

Khansa mendorong kembali gelas itu. “Maaf, saya tidak bisa minum wine,” tolak Khansa tegas.

“Ayolah, cicipi sedikit. Kau akan ketagihan setelahnya Khansa!” seru pria tua itu.

Khansa tetap kekeh pendiriannya. Ia menolak dengan tegas. Kemudian Maharani membisikkan sesuatu ke telinga Pak Arman.

“Pak Arman, pikirkan ide lain yang lebih menarik untuk membalas Khansa,” bisiknya. Khansa memicingkan mata.

Pak Arman berpikir sejenak, hingga beberapa saat kemudian tercetus ide di otaknya. Kepalanya mendongak, mengarah pada Khansa. “Kalau begitu, aku memintamu untuk menari di tiang pole, Khansa,” seru  Pak Arman menyeringai menunjuk tiang untuk menari yang ada di depan. Maharani menunggu untuk menyaksikan tontonan.

“Dengan senang hati,” ucap Khansa lalu beranjak menuju tiang pole yang ada di atas panggung dan segera memulainya.

Gaun putih yang saat ini dikenakan, sama sekali tidak mengganggunya. Setiap gerakan Khansa mampu menyihir semua penonton yang ada di sana. Semua pandangan seluruh orang di ruangan itu tertuju padanya. Mereka terpukau dengan tarian indah Khansa. Tak terkecuali Leon dan saudara-saudaranya.

“Ckckckck! Ternyata pengantin pengganti Kak Leon memiliki sejuta pesona, pantas saja Kakak selalu betah di rumah. Dan udah enggak doyan wanita di sini. Hahaha,” decak Simon kagum meledek Leon.

Leon tak menanggapi. Ia terus menatap pada Khansa yang memang memiliki daya pikat tersendiri untuknya.

Sebuah tepukan mendarat di bahu Leon, membuatnya sedikit terlonjak. “Bagaimana? Apa kau mau menghajar Pak Arman?” tanya Hansen. Leon hanya tersenyum smirk membalasnya.

****

Setelah melihat tarian itu, gairah Pak Arman kembali bergejolak. Ia pun segera memesan sebuah kamar di sebuah hotel yang ada di sana, lalu menarik Khansa ke dalam kamar itu.

Khansa setuju dan ikut ke dalam ruangan bersama pak Arman. Di depan pintu ruangan yang mewah, Maharani sudah menunggu mereka.

“Tunggu sebentar, Pak. Saya ingin bicara sesuatu dengan Khansa,” pinta Maharani. Pak Arman mempersilahkan. Ia segera masuk ke kamar terlebih dahulu.

“Ingat ya Khansa, jangan macam-macam lagi kali ini!” seru Maharani meremat lengan kurus Khansa. Gadis itu hanya menyorotkan tatapan tajam pada ibu tirinya. Bibirnya terkatup sempurna. Lalu Maharani sedikit mendorongnya masuk dan menutup pintunya.

Pak Arman sedikit buru-buru dan langsung menerjang begitu pintu ditutup, Khansa menahan dada pria itu dengan kedua tangannya. “Tunggu sebentar, saya ingin mandi dulu. Badanku lengket usai menari tadi,” ucap Khansa beralasan. Tangannya mendorong, hingga pria itu terpundur beberapa langkah.

Pak Arman sudah tidak sabar dan hampir menghimpitnya, “Cantik, ayo biarkan aku menciummu,” ucap Pak Arman dengan suara semakin berat.

Khansa berhasil menghindar, “Pak Arman, jangan buru-buru, lagian aku juga tidak bisa kabur. Aku mau mandi  dulu.” Ia segera melangkah ke kamar mandi.

“Mandi bersama, ya?” teriak Pak Arman mengikutinya dari belakang.

Namun, Khansa langsung mengunci pintu kamar mandi begitu masuk ke dalam. Ia merasa jijik dengan pria tua itu. Helaan napas lega ia hembuskan.

Tapi, sesaat kemudian Khansa bergerak dengan cepat karena merasa ada orang lain di dalam kamar mandi itu!

Khansa memegang sebuah jarum perak dan berbalik untuk menusukkannya ke badan orang itu.

Dengan cepat pula sebuah tangan besar yang otot-otot tangannya terlihat jelas langsung segera menahan pergelangan Khansa yang ramping, kemudian menekannya ke dinding, “Nyonya Sebastian, kamu sungguh ramah padaku.”

 

Bersambung~

Hai... aku kembali😄

novel ini akan up seminggu sekali ya. Tapi langsung boom up.hehe... jangan lupa tinggalin jejak, like komen di setiap bab. jan asal scroll yah sayang2ku... Favorit jangan lupa biar gak ketinggalan updatenya. 😘

Dan bolehlah vote dan gift seiklasnya.. agar bisa lanjutin cerita Leon~Khansa terus ampe pucuk. makasih banyak😘😘

 

Terpopuler

Comments

Eny Pangestu

Eny Pangestu

Ada ya orang tua macam itu,untung cuma dinovel 🫢🫢

2024-12-12

0

G** Bp

G** Bp

orang tua lacknut 😠😠

2024-06-15

0

Anonim

Anonim

ortu gila harta mau mengorbankan putrinya

2023-11-21

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Bertemu Kembali
3 Bab 3. Penyakit Tuan Muda
4 Bab 4. Ciuman?
5 Bab 5. Jebakan
6 Bab 6. Menyerang Balik
7 Bab 7. Sugar Daddy
8 Bab 8. Sugar Daddyku, Suamiku
9 Bab 9. Kita Impas
10 Bab 10. Anak Buangan
11 Bab 11. Rencana Maharani
12 Bab 12. Senjata Makan Tuan
13 Bab 13. Kejutan dari Khansa
14 Bab 14. Milik Sasa
15 Bab 15. Kamu Cemburu?
16 Bab 16. Peringatan Kecil
17 Bab 17. Terciduk
18 Bab 18. Pinggang Kuat
19 Bab 19. Undangan Pesta
20 Bab 20. Gaun Misterius
21 Bab 21. Tiruan Premium
22 Bab 22. Rencana yang Sempurna
23 Bab 23. Bertemu Mantan
24 Bab 24. Pasangan Serasi
25 Bab 25. Perintah Presdir
26 Bab 26. Tidak Bisa Melupakanmu
27 Bab 27. Negosiasi
28 Bab 28. Kekecewaan Khansa
29 Bab 29. Salah Paham
30 Bab 30. Flashback
31 Bab 31. Kepergok
32 Bab 32. Kedatangan Leon
33 Bab 33. Lepaskan atau Aku Patahkan Lenganmu!
34 Bab 34. Berubah-ubah
35 Bab 35. Perhatian
36 Bab 36. Perjanjian Batal!
37 Bab 37. Seperti Heroin
38 Bab 38. Hadiah dari Leon
39 Bab 39. Kecurigaan Nenek
40 Bab 40. Sengaja Menggodaku?
41 Bab 41. Kecewa
42 Bab 42. Pertengkaran Leon dan Khansa
43 Bab 43. Menghindar
44 Bab 44. Adu Domba
45 Bab 45. Mission Complete!
46 Bab 46. Ambisi Jane
47 Bab 47. Kenapa Sesakit Ini?
48 Bab 48. Mari Taruhan!
49 Bab 49. Leon VS Khansa
50 Bab 50. Dia Milikku!
51 Bab 51. Menyuapi Leon
52 Bab 52. Noda Merah
53 Bab 53. Mengejar Khansa
54 Bab 54. Terbuka
55 Bab 55. Pembalut
56 Bab 56. Ragu
57 Bab 57. Gara-gara Susan
58 Bab 58. Salah Asisten Gerry
59 Bab 59. Menggodanya
60 Bab 60. Pesta Pertunangan
61 Bab 61. Aku Bercanda
62 Bab 62. Hadiah Besar dari Khansa
63 Bab 63. Penyesalan
64 Bab 64. Harusnya Ayah Membunuhku!
65 Bab 65. Tamu VIP
66 Bab 66. Apa Posisiku di Hatinya?
67 Bab 67. Pelayan
68 Bab 68. Menginap
69 Bab 69. Kacau
70 Bab 70. Melabrak
71 Bab 71. Aku Menyukaimu!
72 Bab 72. Pacaran Setelah Menikah
73 Bab 73. Pengertian
74 Bab 74. Tabur Tuai
75 Bab 75. Kepuasan Maharani
76 Bab 76. Tidak Peduli
77 Bab 77. Konferensi Pers
78 Bab 78. Kemunculan Khansa
79 Bab 79. Bom untuk Maharani
80 Bab 80. Tidak Boleh Menyerah
81 Bab 81. Kebersamaan Khansa dan Emily
82 Bab 82. Oleh-oleh
83 Bab 83. Anniversary
84 Bab 84. Papa Angkat
85 Bab 85. Bukan Papa Angkat Biasa
86 Bab 86. Karma itu Nyata
87 Bab 87. Diambang Kehancuran
88 Bab 88. Cerai
89 Bab 89. Pengakuan Khansa
90 Bab 90. Pulang
91 Bab 91. Meet Up
92 Bab 92. Hadiah Spesial
93 Bab 93. Alasan
94 Bab 94. Mulai Berulah
95 Bab 95. Tetap Tenang
96 Bab 96. Satu Syarat
97 Bab 97. Permintaan Kedua
98 Bab 98. Masih Kilas Balik
99 Bab 99. Di atas Angin
100 Bab 100. Atur Strategi
101 Bab 101. Marah
102 Bab 102. Diduakan
103 Bab 103. Kambuh
104 Bab 104. Golden Card
105 Bab 105. Kemarahan Nenek Sebastian
106 Bab 106. Full Support
107 Bab 107. Emosi Emily
108 Bab 108. Misi Pertama
109 Bab 109. Ketahuan
110 Bab 110. Sebuah Ancaman
111 Bab 111. Kejutan untuk Yenny
112 Bab 112. Runtuh
113 Bab 113. Pencarian tak Berujung
114 Bab 114. Batu Giok Hijau
115 Bab 115. Penentuan sang Pemilik
116 Bab 116. Belum Seberapa
117 Bab 117. Serangan Misterius
118 Bab 118. Nyamuk yang Berguna
119 Bab 119. Tidak Mau Menjauh
120 Bab 120. Aku Mencintaimu
121 Bab 121. Kompak
122 Bab 122. Hancur dengan Perlahan
123 Bab 123. Terkuak
124 Bab 124. Hampir Terpecahkan
125 Bab 125. Eksekusi
126 Bab 126. Mendadak jadi Detektif
127 Bab 127. Kebetulan
128 Bab 128. Siasat
129 Bab 129. First Night
130 Bab 130. Malam yang Indah
131 Bab 131. Tempat Asing
132 Bab 132. Belajar Menembak
133 Bab 133. Mulai Mengerti
134 Bab134. Kehancuran Fauzan
135 Bab 135. Misteri Kematian Stefanny
136 Bab 136. Awal Mula
137 Bab 137. Kembalikan Ibuku!
138 Bab 138. Kamu Tidak Sendiri
139 Bab 139. Salah Tingkah
140 Bab 140. Laboratorium Raksasa
141 Bab 141. Satu Bukti
142 Bab 142. Bali's in Love
143 Bab 143. Bali's in Love part 2
144 Bab 144. Dibayar Tunai atau Nyicil?
145 Bab 145. Lepaskan dan Tinggalkan!
146 Bab 146. Jauhkan Pisau Itu!
147 Bab 147. Sebuah Kenyataan
148 Bab 148. Sakit yang Sesungguhnya
149 Bab 149. Benang Merah
150 Bab 150. Jumpa Virtual
151 Bab 151. Bunga Tidur
152 Bab 152. Kolaborasi
153 Bab 153. Menyusul Emily
154 Bab 154. Berikan Wanitamu!
155 Bab 155. Penyelamatan Asisten Gerry!
156 Bab 156. Penyelamatan Ass. Gerry part 2
157 Bab 157. Tiger Sebastian
158 Bab 158. Tanggung jawab
159 Bab 159. Lelaki Setengah Wanita
160 Bab 160. Pemakaman Kakek
161 Bab 161. Bucin sedari Kecil
162 Bab 162. Labil
163 Bab 163. Baru Permulaan
164 Bab 164. Pertolongan Pertama
165 Bab 165. Kabar Bahagia
166 Bab 166. Keinginan Khansa
167 Bab 167. Palembang, I'm Coming!
168 Bab 168. Jadi Diri Sendiri
169 Bab 169. Wedding Proposal
170 Bab 170. Rencana Selanjutnya
171 Bab 171. Terbongkar
172 Bab 172. Diam seperti Cupu, Bergerak menjadi Suhu
173 Bab 173. Muntah-muntah
174 Bab 174. Pertemuan tak disengaja
175 Bab 175. Pingsan
176 Bab 176. Kabar Mengejutkan
177 Bab 177. Calon Anak Kita
178 Bab 178. Post-Traumatic Stress Disorder
179 Bab 179. Wanita Kuat
180 Bab 180. Firasat
181 Bab 181. Kemarahan Leon
182 Bab 182. Tidak Pernah Main-main
183 Bab 183. Mood Swing
184 Bab 184. Mantan Sahabat
185 Bab 185. Kembali ke Desa
186 Bab 186. Dia Suamiku!
187 Bab 187. Pilihan
188 Bab 188. Pesan Tersirat
189 Bab 189. LEON vs TIGER
190 Bab 190. Ikatan Batin
191 Bab 191. Interogasi
192 Bab 192. Sang Penguasa
193 Bab 193. Kecolongan
194 Bab 194. Perkenalan yang Epic
195 Bab 195. Accident
196 Bab 196. Ledakan Amarah Khansa
197 Bab 197. Tiada Ampun!
198 Bab 198. Pamit
199 Bab 199. The Best Support System
200 Bab 200. Berdamai dengan Masa Lalu
201 GIVE AWAY
202 Bab 201. Tertampar
203 Bab 202. Pasangan yang Tegas
204 Bab 203. Aku akan Bertanggungjawab
205 Bab 204. Drama sebelum Terbang
206 Bab 205. Terlambat
207 Bab 206. Hatiku cuma Milikmu
208 Bab 207. Lembaran Baru
209 PENGUMUMAN GA
210 Bab 208. Overthinking
211 Bab 209. Ganti bajumu!
212 Bab 210. Wisuda
213 Bab 211. Big Surprise
214 Bab 212. My Amazing Wife
215 Bab 213. Simulasi saat punya baby
216 Bab 214. Dia selalu penuh kejutan
217 Bab 215. Go Public
218 Bab 216. Go Public part. 2
219 Bab 217. Gentlemen
220 Bab 218. ENDING ~ Bukan Akhir Segalanya
221 Season 2 ~ Bab 1 : Kamu Harus Siap!
222 Season 2 ~ Bab 2 : Kencan Luar Biasa
223 Season 2 ~ Bab 3 : Bertemu Rival
224 Season 2 ~ Bab 4 : Petarung Tangguh
225 Season 2 ~ Bab 5 : Hot News
226 Season 2 ~ Bab 6 : Gugup dan Panik
227 Season 2 ~ Bab 7 : Sambutan Menyakitkan
228 Season 2 ~ Bab 8 : Kecelakaan Beruntun
229 Season 2 ~ Bab 9 : Evakuasi
230 Season 2 ~ Bab 10 : Sama-sama Trauma
231 Season 2 ~ Bab 11 : Ibu adalah Garda Terdepan
232 Season 2 ~ Bab 12. Membuka Masa Lalu
233 Season 2 ~ Bab 13 : Darah Lebih Kental daripada Air
234 Season 2 ~ Bab 14 : Pembelaan
235 Season 2 ~ Bab 15 : Kakak?
236 Season 2 ~ Bab 16 : Dunia Begitu Sempit
237 Season 2 ~ Bab 17 : Keinginan Tak Wajar
238 Season 2 ~ Bab 18 : Apalagi ini, Sayang?
239 Season 2 ~ Bab 19 : Bukan Mimpi
240 Season 2 ~ Bab 20 : Hamil?
241 Season 2 ~ Bab 21 : Kehidupan Baru
242 Season 2 ~ Bab 22 : EXCITED
243 Season 2 ~ Bab 23 : Dua Pria Tangguh
244 Season 2 ~ Bab 24 : Di ambang Batas Kesabaran
245 Season 2 ~ Bab 25 : Han, Sadarlah!
246 Season 2 ~ Bab 26 : Sifat yang Sama
247 Season 2 ~ Bab 27 : Maaf
248 Season 2 ~ Bab 28 : Restu
249 Season 2 ~ Bab 29 : Kejutan
250 Season 2 ~ Bab 30 : Mundur Teratur
251 Season 2 ~ Bab 31 : Cantik Paras dan Hatinya
252 Season 2 ~ Bab 32 : Demi Istri Tercinta
253 Season 2 ~ Bab 33 : Dua Istri
254 Season 2 ~ Bab 34 : Mengurai Sabar
255 Season 2 ~ Bab 35 : Lebih Berhati-hati
256 Season 2 ~ Bab 36 : Couvade Syndrome
257 Season 2 ~ Bab 37 : Klien Kelas Kakap
258 Season 2 ~ Bab 38 : Sudah Sadar
259 Season 2 ~ Bab 39 : Salting ala Jennifer
260 Season 2 ~ Bab 40 : Fitting
261 Season 2 ~ Bab 41 : Last Me Time with Bestie
262 Season 2 ~ Bab 42 : Bulan Madu (lagi?)
263 Season 2 ~ Bab 43 : Undangan Spesial
264 Season 2 ~ Bab 44 : Harus Terapi
265 Season 2 ~ Bab 45 : Tidak Sesuai Ekspektasi
266 Season 2 ~ Bab 46 : Pisah Ranjang
267 Season 2 ~ Bab 47 : Sahabat Sejati
268 Season 2 ~ Bab 48 : Dua Peran dalam Satu Malam
269 Season 2 ~ Bab 49 : Wedding Hansen and Emily
270 Season 2 ~ Bab 50 : Keberanian Jennifer
271 Season 2 ~ Bab 51 : Suami Istri
272 Season 2 ~ Bab 52 : Kado Spesial
273 Season 2 ~ Bab 53 : Seperti Janda
274 Season 2 ~ Bab 54 : Elegan Sejak dalam Kandungan
275 Season 2 ~ Bab 55 : Spektakuler Reception
276 Season 2 ~ Bab 56 : Malam Pertama
277 Season 2 ~ Bab 57 : Jangan sampai Ternoda
278 Season 2 ~ Bab 58 : Honeymoon
279 Season 2 ~ Bab 59 : Siang Pertama
280 Season 2 ~ Bab 60 : Rembes
281 Season 2 ~ Bab 61 : Ketegangan Leon
282 Season 2 ~ Bab 62 : ENDING SEASON 2~
283 THE DEVIL HUSBAND
284 PRIA BAYARAN DAN GADIS MAFIA
285 MARRIED TO STRANGER
286 Mendadak jadi HOT DADDY
287 SQUEL Ke-2 : Terjerat Pesona Dokter Luna
Episodes

Updated 287 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Bertemu Kembali
3
Bab 3. Penyakit Tuan Muda
4
Bab 4. Ciuman?
5
Bab 5. Jebakan
6
Bab 6. Menyerang Balik
7
Bab 7. Sugar Daddy
8
Bab 8. Sugar Daddyku, Suamiku
9
Bab 9. Kita Impas
10
Bab 10. Anak Buangan
11
Bab 11. Rencana Maharani
12
Bab 12. Senjata Makan Tuan
13
Bab 13. Kejutan dari Khansa
14
Bab 14. Milik Sasa
15
Bab 15. Kamu Cemburu?
16
Bab 16. Peringatan Kecil
17
Bab 17. Terciduk
18
Bab 18. Pinggang Kuat
19
Bab 19. Undangan Pesta
20
Bab 20. Gaun Misterius
21
Bab 21. Tiruan Premium
22
Bab 22. Rencana yang Sempurna
23
Bab 23. Bertemu Mantan
24
Bab 24. Pasangan Serasi
25
Bab 25. Perintah Presdir
26
Bab 26. Tidak Bisa Melupakanmu
27
Bab 27. Negosiasi
28
Bab 28. Kekecewaan Khansa
29
Bab 29. Salah Paham
30
Bab 30. Flashback
31
Bab 31. Kepergok
32
Bab 32. Kedatangan Leon
33
Bab 33. Lepaskan atau Aku Patahkan Lenganmu!
34
Bab 34. Berubah-ubah
35
Bab 35. Perhatian
36
Bab 36. Perjanjian Batal!
37
Bab 37. Seperti Heroin
38
Bab 38. Hadiah dari Leon
39
Bab 39. Kecurigaan Nenek
40
Bab 40. Sengaja Menggodaku?
41
Bab 41. Kecewa
42
Bab 42. Pertengkaran Leon dan Khansa
43
Bab 43. Menghindar
44
Bab 44. Adu Domba
45
Bab 45. Mission Complete!
46
Bab 46. Ambisi Jane
47
Bab 47. Kenapa Sesakit Ini?
48
Bab 48. Mari Taruhan!
49
Bab 49. Leon VS Khansa
50
Bab 50. Dia Milikku!
51
Bab 51. Menyuapi Leon
52
Bab 52. Noda Merah
53
Bab 53. Mengejar Khansa
54
Bab 54. Terbuka
55
Bab 55. Pembalut
56
Bab 56. Ragu
57
Bab 57. Gara-gara Susan
58
Bab 58. Salah Asisten Gerry
59
Bab 59. Menggodanya
60
Bab 60. Pesta Pertunangan
61
Bab 61. Aku Bercanda
62
Bab 62. Hadiah Besar dari Khansa
63
Bab 63. Penyesalan
64
Bab 64. Harusnya Ayah Membunuhku!
65
Bab 65. Tamu VIP
66
Bab 66. Apa Posisiku di Hatinya?
67
Bab 67. Pelayan
68
Bab 68. Menginap
69
Bab 69. Kacau
70
Bab 70. Melabrak
71
Bab 71. Aku Menyukaimu!
72
Bab 72. Pacaran Setelah Menikah
73
Bab 73. Pengertian
74
Bab 74. Tabur Tuai
75
Bab 75. Kepuasan Maharani
76
Bab 76. Tidak Peduli
77
Bab 77. Konferensi Pers
78
Bab 78. Kemunculan Khansa
79
Bab 79. Bom untuk Maharani
80
Bab 80. Tidak Boleh Menyerah
81
Bab 81. Kebersamaan Khansa dan Emily
82
Bab 82. Oleh-oleh
83
Bab 83. Anniversary
84
Bab 84. Papa Angkat
85
Bab 85. Bukan Papa Angkat Biasa
86
Bab 86. Karma itu Nyata
87
Bab 87. Diambang Kehancuran
88
Bab 88. Cerai
89
Bab 89. Pengakuan Khansa
90
Bab 90. Pulang
91
Bab 91. Meet Up
92
Bab 92. Hadiah Spesial
93
Bab 93. Alasan
94
Bab 94. Mulai Berulah
95
Bab 95. Tetap Tenang
96
Bab 96. Satu Syarat
97
Bab 97. Permintaan Kedua
98
Bab 98. Masih Kilas Balik
99
Bab 99. Di atas Angin
100
Bab 100. Atur Strategi
101
Bab 101. Marah
102
Bab 102. Diduakan
103
Bab 103. Kambuh
104
Bab 104. Golden Card
105
Bab 105. Kemarahan Nenek Sebastian
106
Bab 106. Full Support
107
Bab 107. Emosi Emily
108
Bab 108. Misi Pertama
109
Bab 109. Ketahuan
110
Bab 110. Sebuah Ancaman
111
Bab 111. Kejutan untuk Yenny
112
Bab 112. Runtuh
113
Bab 113. Pencarian tak Berujung
114
Bab 114. Batu Giok Hijau
115
Bab 115. Penentuan sang Pemilik
116
Bab 116. Belum Seberapa
117
Bab 117. Serangan Misterius
118
Bab 118. Nyamuk yang Berguna
119
Bab 119. Tidak Mau Menjauh
120
Bab 120. Aku Mencintaimu
121
Bab 121. Kompak
122
Bab 122. Hancur dengan Perlahan
123
Bab 123. Terkuak
124
Bab 124. Hampir Terpecahkan
125
Bab 125. Eksekusi
126
Bab 126. Mendadak jadi Detektif
127
Bab 127. Kebetulan
128
Bab 128. Siasat
129
Bab 129. First Night
130
Bab 130. Malam yang Indah
131
Bab 131. Tempat Asing
132
Bab 132. Belajar Menembak
133
Bab 133. Mulai Mengerti
134
Bab134. Kehancuran Fauzan
135
Bab 135. Misteri Kematian Stefanny
136
Bab 136. Awal Mula
137
Bab 137. Kembalikan Ibuku!
138
Bab 138. Kamu Tidak Sendiri
139
Bab 139. Salah Tingkah
140
Bab 140. Laboratorium Raksasa
141
Bab 141. Satu Bukti
142
Bab 142. Bali's in Love
143
Bab 143. Bali's in Love part 2
144
Bab 144. Dibayar Tunai atau Nyicil?
145
Bab 145. Lepaskan dan Tinggalkan!
146
Bab 146. Jauhkan Pisau Itu!
147
Bab 147. Sebuah Kenyataan
148
Bab 148. Sakit yang Sesungguhnya
149
Bab 149. Benang Merah
150
Bab 150. Jumpa Virtual
151
Bab 151. Bunga Tidur
152
Bab 152. Kolaborasi
153
Bab 153. Menyusul Emily
154
Bab 154. Berikan Wanitamu!
155
Bab 155. Penyelamatan Asisten Gerry!
156
Bab 156. Penyelamatan Ass. Gerry part 2
157
Bab 157. Tiger Sebastian
158
Bab 158. Tanggung jawab
159
Bab 159. Lelaki Setengah Wanita
160
Bab 160. Pemakaman Kakek
161
Bab 161. Bucin sedari Kecil
162
Bab 162. Labil
163
Bab 163. Baru Permulaan
164
Bab 164. Pertolongan Pertama
165
Bab 165. Kabar Bahagia
166
Bab 166. Keinginan Khansa
167
Bab 167. Palembang, I'm Coming!
168
Bab 168. Jadi Diri Sendiri
169
Bab 169. Wedding Proposal
170
Bab 170. Rencana Selanjutnya
171
Bab 171. Terbongkar
172
Bab 172. Diam seperti Cupu, Bergerak menjadi Suhu
173
Bab 173. Muntah-muntah
174
Bab 174. Pertemuan tak disengaja
175
Bab 175. Pingsan
176
Bab 176. Kabar Mengejutkan
177
Bab 177. Calon Anak Kita
178
Bab 178. Post-Traumatic Stress Disorder
179
Bab 179. Wanita Kuat
180
Bab 180. Firasat
181
Bab 181. Kemarahan Leon
182
Bab 182. Tidak Pernah Main-main
183
Bab 183. Mood Swing
184
Bab 184. Mantan Sahabat
185
Bab 185. Kembali ke Desa
186
Bab 186. Dia Suamiku!
187
Bab 187. Pilihan
188
Bab 188. Pesan Tersirat
189
Bab 189. LEON vs TIGER
190
Bab 190. Ikatan Batin
191
Bab 191. Interogasi
192
Bab 192. Sang Penguasa
193
Bab 193. Kecolongan
194
Bab 194. Perkenalan yang Epic
195
Bab 195. Accident
196
Bab 196. Ledakan Amarah Khansa
197
Bab 197. Tiada Ampun!
198
Bab 198. Pamit
199
Bab 199. The Best Support System
200
Bab 200. Berdamai dengan Masa Lalu
201
GIVE AWAY
202
Bab 201. Tertampar
203
Bab 202. Pasangan yang Tegas
204
Bab 203. Aku akan Bertanggungjawab
205
Bab 204. Drama sebelum Terbang
206
Bab 205. Terlambat
207
Bab 206. Hatiku cuma Milikmu
208
Bab 207. Lembaran Baru
209
PENGUMUMAN GA
210
Bab 208. Overthinking
211
Bab 209. Ganti bajumu!
212
Bab 210. Wisuda
213
Bab 211. Big Surprise
214
Bab 212. My Amazing Wife
215
Bab 213. Simulasi saat punya baby
216
Bab 214. Dia selalu penuh kejutan
217
Bab 215. Go Public
218
Bab 216. Go Public part. 2
219
Bab 217. Gentlemen
220
Bab 218. ENDING ~ Bukan Akhir Segalanya
221
Season 2 ~ Bab 1 : Kamu Harus Siap!
222
Season 2 ~ Bab 2 : Kencan Luar Biasa
223
Season 2 ~ Bab 3 : Bertemu Rival
224
Season 2 ~ Bab 4 : Petarung Tangguh
225
Season 2 ~ Bab 5 : Hot News
226
Season 2 ~ Bab 6 : Gugup dan Panik
227
Season 2 ~ Bab 7 : Sambutan Menyakitkan
228
Season 2 ~ Bab 8 : Kecelakaan Beruntun
229
Season 2 ~ Bab 9 : Evakuasi
230
Season 2 ~ Bab 10 : Sama-sama Trauma
231
Season 2 ~ Bab 11 : Ibu adalah Garda Terdepan
232
Season 2 ~ Bab 12. Membuka Masa Lalu
233
Season 2 ~ Bab 13 : Darah Lebih Kental daripada Air
234
Season 2 ~ Bab 14 : Pembelaan
235
Season 2 ~ Bab 15 : Kakak?
236
Season 2 ~ Bab 16 : Dunia Begitu Sempit
237
Season 2 ~ Bab 17 : Keinginan Tak Wajar
238
Season 2 ~ Bab 18 : Apalagi ini, Sayang?
239
Season 2 ~ Bab 19 : Bukan Mimpi
240
Season 2 ~ Bab 20 : Hamil?
241
Season 2 ~ Bab 21 : Kehidupan Baru
242
Season 2 ~ Bab 22 : EXCITED
243
Season 2 ~ Bab 23 : Dua Pria Tangguh
244
Season 2 ~ Bab 24 : Di ambang Batas Kesabaran
245
Season 2 ~ Bab 25 : Han, Sadarlah!
246
Season 2 ~ Bab 26 : Sifat yang Sama
247
Season 2 ~ Bab 27 : Maaf
248
Season 2 ~ Bab 28 : Restu
249
Season 2 ~ Bab 29 : Kejutan
250
Season 2 ~ Bab 30 : Mundur Teratur
251
Season 2 ~ Bab 31 : Cantik Paras dan Hatinya
252
Season 2 ~ Bab 32 : Demi Istri Tercinta
253
Season 2 ~ Bab 33 : Dua Istri
254
Season 2 ~ Bab 34 : Mengurai Sabar
255
Season 2 ~ Bab 35 : Lebih Berhati-hati
256
Season 2 ~ Bab 36 : Couvade Syndrome
257
Season 2 ~ Bab 37 : Klien Kelas Kakap
258
Season 2 ~ Bab 38 : Sudah Sadar
259
Season 2 ~ Bab 39 : Salting ala Jennifer
260
Season 2 ~ Bab 40 : Fitting
261
Season 2 ~ Bab 41 : Last Me Time with Bestie
262
Season 2 ~ Bab 42 : Bulan Madu (lagi?)
263
Season 2 ~ Bab 43 : Undangan Spesial
264
Season 2 ~ Bab 44 : Harus Terapi
265
Season 2 ~ Bab 45 : Tidak Sesuai Ekspektasi
266
Season 2 ~ Bab 46 : Pisah Ranjang
267
Season 2 ~ Bab 47 : Sahabat Sejati
268
Season 2 ~ Bab 48 : Dua Peran dalam Satu Malam
269
Season 2 ~ Bab 49 : Wedding Hansen and Emily
270
Season 2 ~ Bab 50 : Keberanian Jennifer
271
Season 2 ~ Bab 51 : Suami Istri
272
Season 2 ~ Bab 52 : Kado Spesial
273
Season 2 ~ Bab 53 : Seperti Janda
274
Season 2 ~ Bab 54 : Elegan Sejak dalam Kandungan
275
Season 2 ~ Bab 55 : Spektakuler Reception
276
Season 2 ~ Bab 56 : Malam Pertama
277
Season 2 ~ Bab 57 : Jangan sampai Ternoda
278
Season 2 ~ Bab 58 : Honeymoon
279
Season 2 ~ Bab 59 : Siang Pertama
280
Season 2 ~ Bab 60 : Rembes
281
Season 2 ~ Bab 61 : Ketegangan Leon
282
Season 2 ~ Bab 62 : ENDING SEASON 2~
283
THE DEVIL HUSBAND
284
PRIA BAYARAN DAN GADIS MAFIA
285
MARRIED TO STRANGER
286
Mendadak jadi HOT DADDY
287
SQUEL Ke-2 : Terjerat Pesona Dokter Luna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!