Tapi kamu bagaimana lang??”
Tanya Ismira yang segera di tenangkan oleh Yukky dengan cara memeluknya.
“udah kak,”
ucapnya sambil memeluk serta mengelus kepala Ismira
“dah gih, besok perjalanan panjang. Kalian istirahat aja”
ucap Gilang sebari ikut membelai rambut Ismira.
Dengan berat hati Ismira mengikuti kemauan kekasihnya Gilang untuk meningalkan serta menguncinya dari luar, dan segera keluar serta meminta kunci kamar yang sebelumnya di bawa oleh Wildan.
“Sini aku yang pegang, besok pagi aku yang buka”
namun di tolak oleh Wildan, dengan alasan dia menghargai permintaan Gilang sebagai perintah mutlak.
“Gak, aku tahu Gilang ketakutan nyakitin orang lain. Terutama kamu sama Yukky.”
ucap wildan yang memasukan kunci itu kedalam saku bajunya. Lantas Ismira hanya bisa terdiam dan juga tertunduk sedih, namun yukky datang dan segera mengajaknya untuk istirahat.
“kak ayo istirahat dahulu, nanti malem kita harus beres beres barang buat pergi” ucap pinta gadis itu yang di tolak dengan halus. dengan jawaban bahwa dia tidak begitu cape dan ada hal yang ingin dia bicarakan dengan, Wildan tentang kedatangan mereka ke shelter yang di sebut wildan itu.
“duluan saja dek, nanti kakak nyusul."
" Wildan ada waktu??”
ucap singkatnya menolak ajakan yukky dan malah ingin mengobrol dengan wildan.
“napa,ada apa?”
tanya singkat wildan sebari mendudukan dirinya dan bersandar di tembok.
“Gilang bilang tadi kita mau ngikut kamu ke shelter, memang mereka bisa nerima kita ?”
Ucap pertanyaan ismira yang langsung membuat Wildan tertawa menyeringai.
“Tenang aja, selama mereka gak tahu kalian berdua setengah gagaran kalian aman. walaupun mereka tahu kalian gagaran.. aku rasa ‘beberapa’ orang bisa nerima kok”
jawab santai Wildan sebari menyalakan Rokok di mulutnya.
“sebenernya apa yang di lakuin dokter itu sama kamu??...mengapa Gilang ikut terpapar jadi setengah gagaran??..”
Tanya Wildan agak sensitif, yang membuat Ismira terdunduk dan terdengar isakan dari arah Ismira.
“Sebenernya aku juga ga tahu, tentang gagaran, ataupun proyek zero. Bahkan aku ga tahu Gilang bisa kepapar gitu”
ucap lirih Ismira sebari tentunduk menitikan air mata.
Melihat itu Wildan segera berhenti untuk menanyai seluk beluk tentang proyek zero, dan menarik kesimpulan jika terpaparnya Gilang kemungkinan dari darah monster yang sebelumnya mengenai wajahnya.
namun setelah dia pikir-pikir. Tidak mungkin secepat itu virus yang masuk ketubuh seseorang. dan bisa menyebar tetapi dia masih penasaran dengan Ismira.
“pertanyaan Gue terakhir kapan lu hubungan badan ama Gilang?”
ucapnya yang membuat Ismira segera menepis pertanyaan itu, dan menjawab belum pernah sekali pun melakukan hal tabu seperti itu.
”Mana mungkin!!.. walaupun aku sama Gilang deket bahkan pacaran, aku belum pernah ngelakuin hal gob#ok macam itu!!..”
bentak Ismira sebari mengeprak lantai.
“Berarti virus itu ada di cairan, kaya liur atau darah. Secara medis Cuma dua hal itu yang bisa ngebawa penyakit atau virus ke badan seseorang.”
Ucap wildan memberikan hipotesis, jika terpaparnya Gilang karena dia pernah mendapat tranfusi darah atau cairan yang keluar dari badan ismira
“Apa mungkin karena ciuman sama aku??..”
ucap kikuk wanita itu yang membuat Wildan sedikit tertawa dan juga membenarkan jika hipotesisnya terbukti bahwa terpaparnya Gilang karena air liur Ismira.
“sini aku buktiin”
ucap bercanda Wildan sambil berusaha mendekat, yang malah mendapat tamparan oleh ismira yang merasa risi oleh kelakuanya.
“Eh go#lok,!!.. mending aku harus mati daripada harus nyium kamu!!.., dasar mesum!..”
Ucap sebalnya sebari melihat Wildan yang tersungkur di lantai.
Lastas dia meningalkan Wildan sendirian dan menuju tempat Yukky sambil terus mengerutu.
“dasar laki-laki ganjen!!..”
gumanya sambil berjalan meningalnya.
“Asem kuat amet tenaga tuh cewe, hampir kepala gue copot!!..”
Gerutunya sebari memeganggi rahang dengan tangannya, dan segera pergi untuk mengistirahatkan badanya.
Tak terasa malam pun sudah menyelimuti, lantas Yukky mengajak Ismira untuk memasak sebagai santap malam mereka terakhir sebelum berangkat menuju shelter.
“kak masak yu!!.. Cuma ada sayuran sama beras sedikit”
ucapnya sebari memegangi perutnya tanda dia mulai lapar.
Lantas mereka langsung menuju dapur dan berpapasan dengan wildan, yang terlihat sedang menuruni tangga.
“Masak ya?? Nih kunci kamer!.”
ucap Wildan sebari merogoh sakunya dan memberikannya kepada Ismira.
Yang langsung mengambilnya dan segera berjalan menuju kamar dan segera membukanya, Terlihat Gilang sedang tidur sambil memakai headset yang menyambung menuju handphonenya. Terdengar alunan lagu dari arah kepala Gilang.
‘I know they say that no one is perfect,
But I swear she's perfect for me
dan that makes it so much harder to leave’.
Sepengal lirik lagu yang terdengar oleh Ismira yamg membuatnya tersenyum, dan membelai wajah Gilang.
“kamu memang bukan orang yang sempurna, tetapi buat aku kamu yang sempurna”
ucapnya sebari membelai wajah Gilang yang membangunkannya dari tidurnya “Mi??” ucapnya sambil membuka mata.
“Udah waktunya makan, makan bersama yuk!!.."
Ajak ismira sambil berdiri dan mejulurkan tanganya untuk mengajak Gilang keruang tengah, namun Wildan dan Yukky datang membawa semangkuk sop dan nasi untuk Gilang.
“nih lang.. makan di kamar kan??..”
ucap Wildan sebari menadahkan tangan untuk meminta kunci kamar .
“Ismi mana kunci biarin Gilang sendiri” ucapnya sebari menunggu di kosen pintu.
“belum puas di tabok tadi sore?? Mau nambah hah??”
ancam Ismira pada Wildan sebari mengepalkan tanganya.
“Udah Gapapa Mi, itu yang minta aku..”
ucap Gilang menengahi ketegangan di antara mereka berdua. Segera Ismira berdiri dan memberikan kunci kepada Wildan.
“Nih,...awas ya kalau besok telat ngebuka nih...”
ucapnya sambil memberikan kepalan tangan ke arah muka Wildan dan segera berlalu untuk makan.
“Lu dapet dari mana tuh cewek?? galak amet!!..”
tanya Wildan yang hanya di jawab oleh senyuman Gilang dan mengucapkan terima kasih karena mau menuruti perintahnya.
Lantas Wildan segera menutup pintu dan segera menguncinya, Dan mereka pun makan makan tanpa Gilang. Serta terlihat Ismira yang hanya beberapa kali menyuapkan makanan di piringnya karena tanpa kehadiran Gilang.
“kak Ismi pacaran tuh harus ciuman ya” ucap polos yang membuat Ismira tersedak nasi.
“uhuk,...
uhuk...
Siapa yang ngajarin begitu”
ucap beratnya sambil meminum air dibotol
“kak Wildan,”
ucap polosnya yang ng membuat kembali dia menyemburkan yang diminumnya.
“brhhhh...Wildan ******!!!”
Ucapnya karena malu kelakuanya, dengan Gilang saat mereka berciuman terlihat oleh gadis polos itu dan sebal karena telah mengajarkan hal tabu kepada anak kecil.
“Sumpah, bukan gue ismi suer!!..”
Sambil berlari ke arah dapur dan terdengar suara dia menaiki anak tangga agar tidak menjadi samsak untuk kedua kalinya.
“Gak.. gak begitu kak Wildan memang iseng orangnya, mending tidur yuk!!..”
Ucap terbata bata Ismira sambil berdiri menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah padam akibat malu.
Lantas dia dan Yukky masuk ke kamar untuk tidur, setelah memastikan Yukky tertidur pulas, Ismira keluar kamar dan berjalan menuju kamar Gilang dan mengetuknya.
Tok....
Tok...
Tok..
"Lang... udah tidur lagi??.."
Ucap tanyanya memastikan Gilang sudah tidur atau belum.
“Yo, mi. kenapa”
ucap Gilang di balik pintu.
“bisa bicara bentar,? Ada hal yang aku mau omongin”
ucapnya sambil berusaha untuk membuka paksa pintu itu, namun di larang oleh Gilang dengan alasan dia tak ingin Ismira masuk.
“jangan di paksa duduk aja di depan pintu, suara kamu jelas kok!! ”
ucap Gilang menenangkan Ismira yang seolah ingin merangsek masuk kedalam.
“yakin jelas?? Yaudah bagaimana keadaan kamu dah mendingan??”
tanya pembuka Ismira pada Gilang pasca tak sadarkan diri.
“Baik sih... kenapa tadi apa ribut - ribut??”
Tanya Gilang sambil menyalakan rokok di mulutnya.
“Itu si Wildan ngajarin yang ga bener ke Yukky..!! masa dia pacaran harus ciuman!!!”
ucapnya sambil mengerutu tak jelas terdengar.
Mendengar hal itu, Gilang sontak tersedak dan tertawa terbahak-bahak karena tahu akar masalah terjadinya keributan itu hanya hal biasa.
“kok tertawa sih??..”
Ucap marah Ismira sambil memukul pintu.
Bukanya berhenti Gilang justru makin tertawa karena baginya hal seperti itu adalah hal lumrah
“Bukan gitu, lagian kita juga yang salah.. dah tahu ada anak kecil malah ngelakuin hal gituan...”
Ucap Gilang santai sebari mengeluarkan asap rokok di mulutnya.
“Terus apa yang mau di omongin selain itu??.. ”
tambahnya sebari mehisap rokok di mulutnya.
“napa kamu keliatan santai?? padahal kamu udah jadi setengah gagaran gara-gara aku”
tanya Ismira sebari tertuduk di lututnya.
“Hemm apa ya??...”
ucap canda Gilang yang segera di marahi oleh Ismira dengan cara memukul pintu itu untuk kedua kalinya.
“Please serius!!..”
Ucapnya sebari menaikan nada bicaranya.
“Jawabanya aku udah jatuh cinta sama kamu!!.. ga peduli kamu manusia, setengah gagaran, atau apa pun yang mereka sebut. aku ga peduli!!! kalau ujung ujungnya aku berubah jadi kaya mereka, dan ngebuat kamu sama Yukky hidup sedikit lebih lama aku bakal terima kok."
sambil menaikan nada berbicaranya
"karena menurut aku, mati sebagai manusia atau sebagai gagaran itu ga ada bedanya!!... Selama itu ngebuat impian aku tetep berjalan dan hidup kenapa engga??...syukur syukur kalau bisa sembuh!!...”
ucap Gilang menuturkan alasanya mengapa dia terlihat menerima semua kejadian itu semua, karena ingin melihat Ismira dan dia hidup berdampingan bersama.
“Tapi kamu itu orang baik!!..Orang yang selalu berkorban buat orang lain... Aku gak sangup liat kamu menderita begini!!!”
ucapnya sebari terus menundukan kepalanya karena tak sangup lagi membayangkan, beban pikiran yang sekarang semuanya berpindah ke Gilang.
“Mi...aku udah nerima semua keadaan ini, sabar ya mungkin agak lama, tapi tetap percaya yah... Sampe kita berdua bisa bersama sebagai manusia. Aku sayang kamu love you Ismira”
ucap Gilang di balik Pintu yang sebenarnya sama merasakan hal yang sedemikian dengan Ismira, karena dia juga takut berubah atau harus mengakhiri Ismira sebagai setengah gagaran dengan tanganya.
“Aku sebenarnya, gak mau kamu mati atau berubah jadi seperti mereka. aku mau hidup bahagia sebagai manusia sama kamu. Love you to Gilang.”
Ucapnya sambil menghapus air matanya yang ada di wajahnya.
“kan sekarang resmi kita pacaran, boleh ya aku mangil ayang..”
goda Gilang sambil terdengar suara cengengesan nya..
“ganjen,..karena dari pertama kamu mangil aku Mi sekarang rasain aku pangil 'Gi' doang nanti mangil ayang pusing”
tuturnya sambil terdengar malu malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments