Setelah semalaman berjaga dan berfikir bagaimana agar bisa selamat dari bencana ini. Tak terasa pagi pun mulai datang,mentari pagi mulai menunjukan dirinya. yang di barengi dengan kesunyian menandakan bencana ini belum berakhir.
"arghh!!... ngantuknya, ampun!!.. gadang semaleman cuma ngabisin roko doang ma kopi... malah jadi catatan corat coret teori kaya di game!!..." gerang Gilang sambil mengakhiri menulisnya.
tentang apa saja yang harus di hindari saat bertemu dan apa saja yang menjadi penyebab manusia menjadi mahluk monster tersebut.
Tak lama berselang, saat ia akan merebahkan badanya. ia melihat ismira yang sudah bangun. dan juga keluar dari kamar yang ia tiduri, serta menyapa Gilang yang sedang rebahan di ruang tengah.
"Belum tidur Lang??... makasih ya udah ngejagain aku tidur,... mau aku bikinin kopi??..." Tawar ramah ismira, yang sudah mulai akrab dengan Gilang.
"makasih tawaranya,..tapi aku aku mau tidur dulu... tolong jaga ya selama aku tidur. Oh iya... kalo mau masak atau ke air mending pake air galon atau air mineral botolan!!...kita ga tau apa airnya aman atau engga!!.."
Tutur Gilang menjelaskan apa saja yang harus dan jangan di lakukan oleh Ismira selama ia tidur. Agar tidak membuat kebisingan yang bisa mengundang mahluk itu menyerang mereka.
"makasih ya... udah merhatiin sedetail ini,.. gih tidur!!... kasian kamu pasti udah kelelahan dari kemarin ga tidur!!.." titahnya dengan senyum manis yang tergambar di muka cantiknya itu.
Gilang pun langsung memasuki kamar yang sebelumnya di tempati Ismira. karena kamar itu dirasa cukup aman, dan tidak lupa mengunci pintu dan segera merebahkan badanya untuk tidur.
Dalam tidurya, ia bermimpi tentang ibunya yang berlumuran darah serta sudah berubah seutuhnya menjadi monster tersebut. berdiri di ujung jalan sambil tersenyum kepada serta melambaikan tangan ke arahnya.
Membuat Gilang terbangun, dan berteriak cukup kencang. Sehingga Ismira datang dan mengetuk pintu kamar. untuk memastikan apakah ia berubah menjadi monster atau tidak.
"Lang???,.. Gilang kenapa?? Masih manusia??..” tanya panik serta polos ismira.
“ Aman Mi” jawab dari dalam kamar menandakan ia masih manusia. dan segera terdengar suara putaran kunci serta sosok Gilang membuka pintu.
“Kamu ga papa Lang??...” tanya pembuka Ismira sedikit khawatir sambil memundurkan badanya memberikan jalan Untuk Gilang berjalan.
“Aku cuma mimpi buruk Mi!! makasih ya udah jagain Aku selama tidur..” tutur Gilang sambil berjalan keluar dari kamar tidurnya.
“ya udah,...cuci muka sana!!.... sama makan, Aku udah masakin makanan di makan ya..”
ucap lembut Ismira sambil menepuk pundak Gilang menandakan ia benar benar khawatir dengan keadaan keadaanya.
yang hanya di balas angukan oleh Gilang. menandakan ia menuruti semua perintah gadis itu.
Setelah ia cuci muka, ia berjalan kembali menuju ruang tengah yang di sulap menjadi tempat makan oleh Ismira. yang sudah tersedia piring serta lauknya. dan meminta Gilang. membawakan nasi dari rice coker untuk di bawa keruang tengah
“Lang.. tolong dong, nasi di rice cooker bawa kesini!!..” ucap Ismira sambil membereskan piring di ruang tengah.
Gilang pun datang membawa rice cooker, dan segera duduk dan menyimpanya di hadapan Ismira.
“nah ayo,.. nunggu apa lagi?... ayo di makan!!..” ucap ramah Ismira yang segera memegang piring serta membuka rice cooker. dan segera bersiap untuk makan
Namun tidak dengan Gilang, yang masih terlihat ragu dengan makanan di depanya.
“lang kamu ga makan??” ucap gadis itu sambil melihat Gilang terduduk ter tegun di hadapannya,
“kamu dapet bahan masakan ini dari mana??...” tanya Gilang memastikan apakah bahan makanannya terkontaminasi atau tidak sama seperti air yang sebelumnya di ceritakan gadis itu.
“aman ko lang!!..dari kulkas sama lemari di dapur.." ucap manis dia sambil menuangkan nasi dan juga lauk pauk ke piring di hadapan Gilang agar mau makan bersamanya.
“Masih belum lapar sih," namun perutnya berbunyi. menandakan ia sangat lapar yang lantas di jawab senyuman oleh Ismira.
“Tenang,..ini aku masak pake air galon kok,..sesuai sama yang kmu tulis di keretas sebelum kamu tidur tadi. jadi aman!!.. nih buktinya, aku makan duluan!!..” sambil memasukan suapan pertama kemulut mungilnya itu.
Lantas Gilang pun mengikutinya makan, menyampingkan semua pikiran buruknya tentang, apakah dia bisa berubah atau tidak. karena makan makanan tersebut.
Selesai makan, mereka berdua membereskan bekas makan mereka. namun tak sengaja Ismira memegang tangan Gilang, yang malah membuat ia tersipu dan segera melepaskanya tanganya kembali serta berlalu meningalkan Gilang sendiri.
seusai dia menyimpan piring kotor, ia di kejutkan oleh Gilang yang sudah ada di belakangnya sedang memegang piring. lantas ia sedikit memarahi Gilang karena mengagetkanya, yang bisa saja ia berteriak dan mengundang mahluk itu datang.
“kamu bikin kaget aja!!... gimana kalo aku teriak!?...” sambil memegangi dadanya, tanda ia masih kaget dengan kemunculan Gilang yang mendadak itu.
“nih...aku bantuin bawain piring, maaf bikin kamu kaget.” ucap Gilang sambil menyimpan piring kotor.
serta mengucapkan terima kasih, karna sudah dibuatkan makanan walau ala kadarnya.
“makasih ya udah masak mi!!.. masakanya enak...” Ucap Gilang yang membuat gadis di hadapannya tersipu malu.
serta membuat muka putih gadis itu memerah padam menandakan ia sangan malu berhadapan dengan Gilang, untuk memecah suasana gilang bermasud menawarkan untuk membuatkan minuman hangat. untuk sekedar menemani cuaca yang kian larut.
“Mi.. mau kopi apa teh?.. Gilang yang bikinin.” tanya Gilang memecah keheningan
“Sini sama aku aja!!.. gapapa kamu tunggu aja di ruang tengah!!.. tar aku temenin ngobrol” jawab balik Ismira yang segera menyuruh Gilang kembali ke ruang tengah karena masih malu-malu kucing.
“yaudah,.. aku kopi aja ya” ucap Gilang sedikit keheranan melihat gadis di depanya.
Tak lama segelas kopi dan teh pun sudah ada di bawakan oleh Ismira, dan segera di suguhkan kepada Gilang.
“Nih kopinya Lang... mau ngomongin apa emangnya??”
Tanya ismira memulai pembicaan. dan mulai Gilang menuturkan isi pemikiranya tentang cara mereka menularkan Virusnya. Serta bukan hanya manusia saja yang bisa terkena virus tersebut, melainkan hewan juga bisa terjangkit virus tersebut.
dan sesekali mereka membicarakan kehidupan mereka masing-masing sebelum insiden mengerikan ini terjadi. yang di ketahui.
Bahwa Ismira sebenarnya itu hanya perawat mangang, yang tak tau menau tentang terjadinya wabah menyeramkan ini.
Karena kejadian ini hanya di urus oleh para senior-seniornya dan ia hanya sekedar di suruh untuk memeriksa keadaan pasien yang memiliki gejala dari balik jendela.
dan pernah sekali mendengar rumor bahwa, ada salah satu dokter di rumah sakit tersebut yang tergigit oleh pasien. dan langsung pulang seperti tidak terjadi apa-apa. Namun sampai sekarang dokter itu belum kembali ke rumah sakit dan menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments