13. READY TO DIE

Setelah menyaksikan itu, lantas Gilang mendekati gadis kecil itu yang sibuk mengotak ngatik alat di telapak tanganya.

“ Dek. Tadi itu apaan?”

Tanya ia pada gadis itu menanyakan tentang beberapa botol yang sebelumya ayahnya buat.

“Gak tau kak.. tapi yang jelas jangan sampai pecah di badan!!.."

ucap gadis itu sambil berjalan mendekati Gilang.

“Yang jelas kita selamet dulu”

Tutur Gilang sebari memasukan katana kecilnya, Sesaat mereka memperhatikan anatomi makhluk itu. Yang yang sudah sedikit berubah dari bentuk manusia di bagian lenganya, karena mengeluarkan duri yang sangup merobek jaket dan memutuskan lilitan tali.

“sebenarnya mereka apaan??” ucap Gilang kebingungan.

“Evolusi”

ucap gadis itu membuat Gilang kebinggungan sesaat, dan menyuruh agar segera mereka kembali melanjutkan perjalananya.

Akhirnya menemukan rumah dan segera masuk serta memastikan apakah ada makhluk-makhluk tersebut apa tidak, namun setelah membuka beberapa ruangan mereka menemukan bekas makanan yang telah di gigit, dan beberapa lilin yang berceceran di salah satu kamar.

tak lama terdengar suara pintu terbuka dan suara dua pria mengobrol. Segera Gilang melihat Yukky di belakangnya dan menariknya untuk bersembunyi di balik pintu.

Setelah bersembunyi datang pria memasuki kamar tersebut. Dan segera Gilang menutup pintu serta menodong leher pria itu dengan pisau, namun pria itu segera membanting Gilang kelantai.

“anj#ng lu”

Ucap Gilang sambil memutar badanya dan mengangkat badan pria itu serta langsung membantingnya.

mendengar suara kegaduhan temanya bergegas memasuki kamar itu sambil tergesah gesah, dengan cara menendang pintu menyebabkan yukky tersungkur karena menahan pintu.

“aduh”

ucap lirih gadis itu yang sekarang sudah terduduk di belakang Gilang karena terpental, segera Yukky menembakan alat kejut yang ada di lenganya mengakibatkan teman prianya itu terkapar karena tersengat aliran listrik.

Melihat temanya terkapar karena hal tersebut, lantas ia menyerah dengan mengacungkan kedua tanganya. Tanda ia sudah tak ingin meneruskan pertengkaran itu.

“Ambil aja yang kalian mau... asal lepasin kami!!.."

ucap pria itu memohon ampun pada Gilang.

“Gue cuma butuh tempat berlindung, sama gue nyari seorang cewe!!.. Gue ga butuh barang barang lu!!..” ucap Gilang menjelaskan bahwa ia hanya butuh tempat berlindung dan informasi tengtang keberadaan Ismira.

“Gue bisa berbagi tempat berlindung sama lu, sama kalo lu mau gue bisa bantu nyariin orang yang lu maksud.” Ucap pria itu menjelaskan bahwa ia dan temanya bukan orang jahat dan menyebutkan namanya Wildan dan temanya itu bernama Agan dan mereka tergabung tim yang di sebut 'bar-bar king'

“Gue Wildan, itu temen gue agan kita dari kumpulan orang orang yang selamat dari wabah ini. kita dari Bar bar king sebuah unit khusus.”

tutur pria itu menjelaskan siapa mereka.

“Gue Gilang”

Jawabnya sambil menyodorkan tangan mengajak bersalaman dan di sambut baik juga oleh pria dan mereka memutuskan berdamai sesaat setelah semua keributan terjadi.

Setelah menolong temanya yang terkapar oleh sengatan listrik, Wildan segera mendatangi Gilang yang sedari tadi berada di kamar bersama yukky yang sedang mengisi daya dronenya.

“kalian dari mana alat alat kaya Gitu?” tanya pembuka Wildan pada Gilang dan Yukky karena mereka terlihat sudah sangat siap dan cukup terampil.

“semua barang ini punya dia”

JawabGilang sambil mengeluarkan asap rokok serta menawarkan rokok untuk wildan, namun di tolak karena ia tidak merokok. dan malah justru mengajak berbicara Gilang di luar.

“gue kaga ngerokok, gue pengen ngomong bentar ma lu Lang”

pintanya dan langsung mengiyakan ajakan itu. Setelah itu ia pergi terlebih dahulu, di susul Gilang yang menyuruh yukky untuk memgunci pintu dan melemparkan bom ledak yang sebelumnya ia letakan. Jika yang mengetuk pintunya bukan ia.

Segera ia keluar dan menutup pintunya untuk menyusul wildan, yang sekarang sudah duduk diruang tengah menunggunya. Segera ia duduk dan meminta wildan untuk segera berbicara. “ada obrolan apa?”

Tanya pembuka Gilang sambil menyenderkan tubuhnya pada tembok di belakangnya, Wildan pun mulai menanyai siapa mereka, dan sedikit bercerita tentang bagaimana ia dan temanya bisa sampai kerumah itu.

Tak lama teman wildan pun terbangun, dan segera akan menyerang Gilang namum di hentikan olehnya.

“Agan dia teman kita diem!”

ucap Wildan mengultimatum temannya agar tidak menýerang dan malah merusak perjanjian damai antara mereka. “Tapi bos,.. dia nyerang gue sampe ga sadar!!...”

Ucap Agan yang langsung di hentikan wildan selaku ketua, dan meminta Gilang untuk bercerita bagaimana ia bisa bertahan hidup dengan anak kecil dan bisa memiliki semua alat alat cangih.

Lantas Gilang bercerita tentang awalnya ia bertemu Ismira, dan kemudian bisa bertemu yukky  serta semua pertarunganya mulai melawan makhluk, monster, bahkan sesama manusia yang menyebabkan terbunuhnya ayah yukky. Dan sekarang berusaha mencari Ismira.

Mendengar cerita dari Gilang mereka menanyakan tentang, jenis apa saja yang di lawan Gilang serta sudah sejauh apa perubahan yang terjadi.

“kata lu tadi, pernah lawan inang yang lehernya ga bisa di tebas. Sama yang tanganya ada durinya kapan??...” tanya Agan kepada Gilang yang di jawab Gilang sekitar 3 jam yang lalu.

“Awalnya gue bisa nembus kerongkongan mulut mereka, Cuma setelah dia makan kepala temenya kerongkonganya keras!!..” ucap Gilang menjelaskan kembali bagaimana ia bertemu dengah makhluk sebelum bertemu mereka dan mereka serempak menyebutkan ‘inang’.

“mereka itu di sebut inang, sebutan buat manusia yang berubah dan yang lu lawan itu evo satu sama evo dua.” ucap wildan yang menuturkan bahwa mahluk mahluk itu di sebut inang.

“Evo?? Maksudnya,”

ucap Gilang kebinggungan karena baru mengetahui bahwa ada nama dan tingkatan pada makhluk makhluk itu.

“evo itu istilah buat inang yang sudah merubah sebagian angota tubuhnya, atau udah mengetahui kelemahan mereka dari memakan otak sesama yang di angap akan mati.”

ucap Agan menambahkan perkataan wildan. Dan mereka saling mengobrol, tak terasa waktu sudah malam saja, Gilang kembali ke kamar yukky untuk mengambil makanan serta air yang di bagikan untuk kedua teman barunya itu.

Setelah itu ia membagikan makanan, Gilang naik kelantai dua dan duduk sendiri di tempat seperti tempat menjemur pakaian, yang sudah tersedia kursi dan asbak dan nampaknya mereka berdua sering sekedar bersantai sesaat di tempat itu.

Saat Gilang sedang menyalakan rokoknya ia di datangi Agan dan juga wildan. yang membawa tiga gelas kopi untuk mereka nikmati bersama.

“dah.. kita temenin lu ngopi.”

Ucap ramah Agan sambil memberikan cangkir kopi. Sesaat mereka mengobrol kembali dan menanyakan apa yang Gilang akan lakukan jika berhasil menemukan Ismira, yang di balas gelengan kepala olehnya.

Lantas mereka berdua mengajak Gilang untuk ikut mereka ke tempat yang di sebut ‘shelter'.

"Kalo urusan lu udah beres, lu mau kan ikut kita ke ‘Shelter’ soal tempat tingal, jangan lu pikirin. kita bakal nyambut lu sama temen temen lu dengan ramah.” Ucap ramah wildan, serta Agan yang memberi tahu bahwa sebelum bertemu Gilang, ia melihat beberapa orang dan seorang gadis di bawa menuju sebuah klinik yang dijaga oleh inang yang di ikat layaknya untuk menjaga tempat itu.

“Gue pernah liat cewe yang ciri cirinya lu sebutin masuk ke klinik deket sini. Cuma buat masuk kesana pasti ga mudah”

tutur Agan menjelaskan pada Gilang sambil menunjukan tempat tersebut.

“besok gue kesana sendiri..!! Kalo gue sampe tengah hari ga balik, kesini Bawa aja anak itu ke tempat kalian!!..”

ucap Gilang meminta mereka jika ia tak berhasil kembali tolong bawa yukky bersama mereka berdua.

dan segera berdiri meningalkan mereka berdua.

Kesokan harinya Gilang sudah bersiap dengan peralatanya serta meminta Yukky menuntunya dari lantai dua untuk bisa masuk ke klinik yang di duga tempat Ismira berada “dek kaka berangkat dulu, doain kaka bisa bawa kak Ismira pulang” ucapnya sambil berlutut didepan gadis itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!