14. SEE HELL IN ROOM

“Janji ya,pulang sama kak Ismira” sambil mengajungkan jari kelingkingnya meminta gilang untuk berjanji karena sekarang mungkin hanya Gilang orang yang bisa ia percaya.

“Nih.. dek buat jaga-jaga kalo mereka macem-macem.” sambil memberikan beberapa botol bertuliskan ledakan ketangan yukky kecil.

Lantas ia berdiri dari berlututnya, dan membuka pintu namun ia sudah di tunggu oleh wildan dan agan lengkap dengan perlengkapan.

“Yo..”

ucap sambut Wildan sambil duduk menyilangkan kakinya di kursi.

“Kita ikut buat mastiin apakah cewe itu, orang yang lu cari apa bukan.”

ucap Agan sambil mematikan rokoknya. Sesaat Gilang khawatir dengan keadaan gadis itu karena sudah tidak ada yang menjaga.

Namun yukky dengan yakin memeluknya dari samping sambil berucap.

“balik lagi ya kak..”

Yang membuat Gilang yakin dan segera duduk bergabung dengan mereka berdua dan menyusun rencana agar bisa masuk kedalam tempat itu.

Setelah semua rencana terbentuk, mereka mulai segera berangkat dan yukky yang mulai menaiki lantai dua tak lupa membawa tiga jenis drone, untuk menjadi pengawal sekaligus yang membukakan jalan masuk bagi mereka bertiga, dan Gilang yang di beri alat komunikasi oleh mereka berdua agar bisa berkomunikasi dengan mereka dan yukky.

“Kita mulai”

ucap Wildan sambil membuka pintu utama membiarkan Gilang dan temanya keluar dan segera menutup serta mengunci pintu rumah itu.

Segera drone terbang menuntun mereka agar terus menuju tempat yang di maksud. Dan setelah cukup dekat dengan tujuan, mereka bersembunyi di balik mobil yang terparkir di tepi jalan karena, di pintu masuk klinik tersebut di jaga oleh inang berukuran dua kali manusia normal terikat di tiang depan pintu masuk.

Sejenak Gilang berfikir bahwa ucapan temanya itu benar, segera Wildan dan Agan bersiap dengan panah mengarahkan pada monster tersebut dan menembaknya. dan sukses Mengenai satu dari dua inang itu.

segera Gilang menyuruh Yukky untuk menjatuhkan bom asam yang dibawa dronenya yang tepat mengenai kepala inang itu. Dan melelehkan kepalanya, sesaat mereka berdua terkejut, namun Gilang segera menyuruh mereka menembak dan membidik kepala monster itu dan berhasil membunuhnya.

mereka bertigapun segera memasuki klinik tersebut, Setelah pintu terbuka tercium bau darah yang kuat. serta suasana mencekam, karena bangsal itu cukup gelap dan banyak mayat yang bergelimpang mulai di kerubuni lalat.

“anj#ng bau banget,”

ucap Agan sambil mengibaskan tanganya tanda bahwa ia merasa sangat tindak nyaman.

“dek masuk!!..”

ucap Gilang menekan alat komunikasinya untuk menyuruh Yukky memasuki kedalam dengan dronenya memastikan apakah tidak ada inang yang berkeliaran.

terdengar drone mendekati mereka dan mulai masuk sambil membawa botol bertulisan peledak melewati mereka dan mulai menuntun mereka, namun saat di pertigaan ruangan mereka di kejutkan dengan suara ledakan yang cukup keras dan seperti ada barang besar jatuh.

“Duarrr..”

"Dugh...."

Suara benda jatuh, dan ledakan yang sedikit menyinari pertigaan bangsal tersebut.

“kak.... bahaya mereka bisa nempel di tembok!!.. ”

Ucap Yukky panik karena sesuatu menyerang dronenya , yang menyebabkan terpecahnya bom yang di bawanya dan meledakan dronenya.

Sontak mereka terdiam sesaat karena mendengar ucapan itu namun, ketika mereka akan pulang dan membatalkan rencana. Mereka mendengar suara raungan yang cukup keras, terdengar dari arah pintu masuk yang membuat mereka bersembunyi di sebuah ruangan.

Setelah masuk ruangan tersebut mereka mengintip keluar dan melihat beberapa monster seperti kucing, itu masuk dan memakan satu persatu mayat di dekat pintu masuk.

“Wil. Gimana ini kita kejebak di dalem sini”

ucap panik Agan yang mulai ketakutan karena satu satunya akses masuk mereka terhalang oleh beberapa monster.

“Tenang gan tenang!!.. Kita ga bakal mati!!..” ucap Wildan sambil mengoyang goyangkan badan temanya.

“satu satunya cara kita bisa selamat adalah bertarung sama mereka..”

sambut Gilang sebari mengeluarkan katana kecilnya dan beberapa botol plastik dan, segera membuka pintu dengan perlahan serta mengelindingkan botol tersebut yang langsung mengeluarkan asap cukup pekat. Ya langsung di manfaatkan untuk mereka melarikan diri.

Setelah masuk semakin dalam, dan dirasa cukup aman. mereka berhenti di depan pintu seperti ruang untuk oprasi yang anehnya, ada cahaya lampu yang hidup di dalam ruangan itu. namun dari dalam terdengar seperti ada suara pria meminta tolong.

"Tolong, tolong bunuh gue"

sayup sayup terdengar dari dalam yang lantas, mereka memberanikan untuk membuka pintu itu dan alangkah terkejutnya mereka karena mendapati pria terikat di kasur dengan posisi berdiri ditegah-tengah ruangan.

namun kondisi orang itu sangat tragis, Karena perutnya sudah robek dan badan yang memanjang layaknya cicak, serta kaki yang jadi lebih pendek dan terlihat memiliki ekor

“Astaga Ikbal....”

ucap wildan mengetahui bahwa pria yang terikat itu adalah temanya, mereka pun langsung masuk dan berniat melepaskan orang itu namun di hentikan olehnya.

“please bunuh gue Wil, gue ga mau berubah jadi ‘gagaran’".

Ucap pria itu meminta Wildan untuk segera membunuhnya, nampak wildan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Karena perubahan yang terjadi dengan badan temanya itu.

“Gak... gak mungkin kenapa semua jadi gini!!..”

ucap wildan terduduk lemas di hadapan teman temanya.

“Kita Dibantai, dan sisa squad kita di rubah jadi objek percobaan dokter yang namanya Gia."

ucap pria itu menjelaskan kenapa ia bisa tertangkap dan berakhir menjadi setengah monster seperti ini.

“gue cuma nitip pesen sama bini gue, gue sayang dia. please bunuh gue wil.”

Ucap pria itu memohon kedua kalinya untuk mengakhiri hidupnya, Lantas Agan dengan berat hati mengarahkan anak panahnya kearah kepala pria itu namun di hentikan oleh Gilang. Yang memintanya menahan dulu tembakan karena ingin menanyakan sesuatu.

“sebelum masuk kesini terus di ubah lu liat cewe ga dibawa kesini??”

Ucap tanya kikuk Gilang yang di jawab dengan senyuman dan tawa kecil oleh pria itu.

“gue ga liat Cuma, gue denger beberapa kali jeritan cewe dari atas”

ucapnya sambil melihat ke atas ruangan, lantas Gilang menurunkan tanganya dan berjalan mendekati pria itu.

Dam memberikan botol kaca bertuliskan 'bom ledak' dan memintanya untuk menggit botol itu.

“makasih infonya. gigit, ini bisa buat ngeledakin kepala lu dengan cepet.”

ucap lirihnya karena kasihan namun tak bisa membiarkan pria itu hidup lebih lama. dan memasangkan botol itu di mulut pria itu, dan mulai meningalkanya dan berjalan menuju Wildan dan Agan yang Sudah bersiap mengakhiri penderitaan pria itu.

Lalu suara ledakan pun terdengar dan membuat pria itu meningal dengan posisi tampa kepala.

setelah melihat temanya meningal Wildan masih terduduk lemas dan segera menangis dan mengumpat.

“Gue bales kematian squad lu!!.. gue bikin orang itu liat neraka di matanya!..” umpat Wildan mendirikan badanya dan berjalan mendekati mayat temanya.

“Ayo kita bikin neraka di sini”

ucapnya sambil dengan raut wajah mengebu gebu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!