6. DEAD DEAL WITH TROBLE

“Jadi mereka semua korban dari meteor jatuh??.. ko cepet sampe kota??... bahkan ke penjuru kota yang berlawanan dengan arah gunung itu...terus kelemahan mereka apaan?? Bahkan mereka masih bisa hidup. walau udah kebelah jadi dua.” Tanya Gilang sambil menyalakan rokok terakhirnya.

“Buat hal itu aku ga tau,.. mungkin kelemaan nya ada ketika mereka terbentur benda keras di area kepala persis kaya kemaren,.. pas kmu nabrak mereka Lang,...tapi itu baru asumsi aku. bisa aja ada hal lain yang lain.”

jawab Ismira menerangkan asumsinya bahwa untuk membunuh mahluk tersebut harus menghancurkan kepalanya.

Namun hal buruk pun terjadi dikala listrik padam yang membuat mereka sontak terdiam sesaat .

“Sial!!... mati listrik lagi..” sambil menyalakan korek di tanganya untuk menerangi, dan segera mencari hanphonenya untuk sumber cahaya.

namun Ismira memiliki phobia dengan kegelapan, yang langsung menerjang memeluk Gilang dengan erat karena ketakutan.

“Aku takut gelap Lang,.. jangan jauh jauh dari aku!!..” ucap ririh Ismira sambil mengencangkan peluknya.

“kamu ga berubah kan jadi monster!!?.. lepasin dulu Mi!!.. aku kece..kek”

jawab Gilang sambil mencoba membuka pelukan Ismira, dan mendorongnya. namun ia semakin menguatkan pelukanya, tanda ia tak ingin jauh jauh dari Gilang. yang membuat Gilang terjatuh dari duduknya.

“Ismi... Ismira sadar !!!!” ucap Gilang sambil menepuk nepuk pundak Gadis itu, menandakan ia sudah kehabisan nafas.

Membuat Gadis itu sadar, dan segera melepaskan peluknya dari leher Gilang. di barengi tarikan nafas panjang Gilang yang terasa kepala gadis, itu yang terus menempel di dada Gilang.

“janji jangan kemana-mana!!, aku takut!!..” rilih mulut Ismira.

“Gak bakalan Ismira,.. aku ningalin kamu!!..” ucap Gilang sambil balik memeluk gadis itu meredakan ketakutanya.

“Malem ini tidur di sini aja ya!!.. jangan di dalem aku takut tidur sendirian!!.. ” ucapnya memohon agar Gilang mau menemani ia tidur di ruang tengah. dimana yang ditolak oleh Gilang, karena ia canggung tidur dengan seorang wanita.

Ia terus menolak, namun Ismira terus memohon dan akhirnya ia luluh. serta menyuruh gadis itu untuk tidur terlebih dahulu, di temani cahaya flash handphone milik Gilang yang di arahkan kemukanya agar ia sedikit tenang.

Tak terasa pagi pun kembali menampakan dirinya. serta Ismira yang bangun dalam dekapan Gilang. Yang membuat ia merasa aman, karena Gilang benar menemaninya semalaman.

dan menjaganya sehingga ia tersipu malu. membuat ia sedikit mengencangkan pelukannya membuat Gilang terbangun.

“Mi,.. udah bangun ??” ucap kurang jelas Gilang yang sontak, mengagetkan Ismira sehingga melihat keatas. tepat muka Gilang yang sedang melihatnya sehingga ia tak sengaja membuat gilang mencium keningnya.

sehingga ia makin merasa malu, dan langsung membangunkan badanya serta melepaskan pelukanya. Dan meminta waktu ke Gilang untuk ke kamar mandi dan menyuruhnya untuk cuci muka.

Setelah mereka berdua selesai mencuci muka, Gilang memutuskan untuk keluar dari rumah itu. karena sudah tidak ada yang bisa di lakukan. serta meminta Ismira mengumpulkan semua barang yang di butuhkan.

“Mi..sekarang kita harus keluar!! kita ga bisa bertahan disini lebih lama lagi!!..” ujar Gilang meminta Ismira mengikuti kehendaknya untuk keluar dari rumah itu.

“Terus, kita mau kemana??” ucap binggung Ismira

“kemana aja,..sukur-sukur kita bisa masuk kota lagi!!..” Ucap ajak Gilang yang sedikit di tentangkan oleh Ismira karena, ia tahu di kota banyak rumah sakit yang menjadi tempat penampungan korban bencana, dan juga korban keracunan.

“Lang jangan ke kota deh!!.. di sana kan banyak rumah sakit, gimana kalo di sana banyak mahluk itu!!..” ucap ragu gadis itu yang seakan enggan ikut dengan rencana Gilang, namun di satu sisi ia takut di tinggal sendiri.

“Mi,..percaya aja sama aku, aku ga bakal ninggalin kamu sendirian!!!”

Ucap Gilang sambil mengelus kepala gadis itu. yang membuat ia yakin atas keputusan Gilang, dan segera mencari apa saja kebutuhan agar bisa keluar dari rumah itu.

Setelah di kumpulkan di ruang tengah. Terlihat beberapa potong baju, sepatu, jaket dan juga tas, serta beberapa sisa mie instan. dan beberapa alat tajam seperti pisau,golok juga beberapa buku dan solatape.

yang membuat Ismira sedikit kebingungan dengan adanya buku dan solatape di sana.

“Buat apa buku Lang??...” tanya pembuka Ismira yang langsung di jelaskan oleh Gilang.

“buat nahan gigitan mahluk itu, karena kita harus bertarung sedeket mungkin sama tuh makhluk, kalo kita kegigit kan ada kemunkinan buat kita ketular!!..”

Jawab gilang yang langsung membalut badanya dengan keretas dan solatape. Setalah selesai ia membantu Ismira memasang buku dan juga membalut nya dengan solatape. terlihat tanganya gemetar menandakan ia juga takut dengan keputusanya.

namun hal tersebut harus ia ambil karena tidak ada pilihan lain. Yang langsung dipeluk oleh Ismira untuk mencoba menenangkan kehawatiranya.

“Udah ga papa,...aku tau kok kamu juga takut, tapi ini jalan terbaik buat kita bertahan hidup,” ucapnya memeluk kepala gilang yang sedang membalut tanganya “Makasih ya Mi... maaf bikin kamu ngikutin aku.” ucap Gilang sambil membalas peluknya dan segera melepaskan peluknya.

di sertai gelengan kepalanya tanda ia menyetujui keputusan Gilang. Serta mengalungkan tanganya di leher Gilang serta menempelkan keningnya di kening Gilang.

“Jangan takut ya...aku ada di belakang kmu buat jagain satu sama lain!!” ucap bibir manisnya, dan langsung mencium kening Gilang dan sontak membuat Gilang kaget, dan segera melanjutkan membantu Ismira memasang buku di lenganya.

Setelah semua selesai. mereka pun bergegas menuju pintu keluar dan segera membuka penghalang pintu, serta mengamati sekitar apakah ada makhluk itu apa tidak.

Selelah merasa aman, Gilang langsung membuka pintu dan mencabut golok dari pinggangnya, dan keluar pertama kali serta menyuruh ismira untuk mengikutinya.

“ Aman ayo!! ” ucap pelan Gilang pada ia yang langsung di ikuti Ismira untuk keluar dari rumah itu sambil memegang pisau

“mau kemana kita sekarang??..” ucap tanya gadis itu.

“Cari mini minimarket Mi!!.. pertama kita butuh makanan, kedua butuh pakaian serta peralatan bertahan hidup, Ketiga kita cari tempat aman!!” ucap Gilang menerangkan kemana saja mereka harus mencari bahan untuk bertahan hidup.

Sekitar satu jam mereka mereka berjalan, mereka menemukan mini market yang sudah kosong. tampa pehuni namun banyak mayat bergelimpangan, serta motor yang di parkirkan di depan minimarket tersebut.

 Segera mereka berlari menuju tempat itu, dan Gilang mengambil sebuah tas kecil dari mayat yang membawa tas kecil lalu mengambilnya. Dan segera menuju  Ismira yang berjaga di depan pintu,  untuk masuk kedalam membawa bahan makanan sebanyak-sebanyaknya.

Setelah masuk mereka langsung berlari serta membawa bahan bahan yang sekiranya membantu mereka untuk bertahan hidup, Gilang langsung berlari mengambil lilin dan beberapa gas portable dan alat alat yang sekiranya membantu untuk bertahan hidup.

dan langsung menuju meja kasir untuk mengambil rokok, yang ia masukan ke tas kecil yang ia ambil dari mayat tadi. serta beberapa korek api untuk ia gunakan.

sedangkan ismira membawa beberapa botol air, dan juga berbagai jenis roti. disaat mereka sibuk mengambil barang barang, tampa di sadari ada satu mahluk mendatangi mereka dari pintu belakang yang terbuka berjalan menuju Ismira, yang tak sengaja terlihat oleh gilang dan segera berlari menuju monster tersebut untuk menyelamatkan Ismira.

Tak lama Gilang langsung berlari dan melompat. menerjang monster itu serta menendang monster itu hingga terpental mengenai etalase, dan segera menusuk kepala bagian belakang monster itu dengan goloķ yang ia pegang sehingga monster itu mati dalam keadaan berdiri.

dengan bekas golok yang menembus kepalanya, dan darah yang bercucuran dari kepala.

“kamu ga papa Mi??” tanya Gilang sambil mencabut golok dari kepala monster itu, dan mendekat ke arah Ismira. namun, monster itu kembali bergerak yang membuat Ismira Panik dan teriak “awas!!. ” yang dengan reflek Gilang berbalik dan melayangkan goloknya dan membuat kepala monster itu terpisah dari badanya.

Membuat Ismira akan berteriak karena baru saja melihat dengan matanya kejadian sadis, namun segera di tutup oleh tangan kiri gilang “jangan berisik!!.. atau kita mati!!..”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!