16. FIGHT FOR NAME

“Ismira!..”

Ucap Gilang sambil hendak berlari namun di halangi oleh monter itu, dan segera mengajak ia untuk berduel.

“mau kemana lu??... Musuh lu disini!!.. Jangan meleng!!..“

sambil melayangkan tinjunya kearah muka Gilang, yang bisa di tahan namun membuat ia terlempar kembali ke belakang.

 “Nah kan dibilang jangan meleng.. kena kan.”

Ucap ledek monster itu sebari tertawa karena sukses mendaratkan pukulan telak. Yang membuat Gilang terlempar tepat mengenai tembok.

“Segini doang,.. orang yang katanya mau nyelamatin 'project zero’ lemah gini...” ucap monter itu melihat Gilang terlempar dan sekarang malah terkapar di hadapanya.

“Bangun!!...gue mau tau kekuatan lu” ucap monster itu memberikan waktu kepada Gilang untuk berdiri.

Sesaat Gilang tak sangup untuk berdiri, karena banturan tersebut cukup membuatnya sesak. Dan juga masih kaget. Karena baru pertama kalinya ia melihat, dan juga bertarung dengan mahluk setengah manusia yang masih memiliki kepintaran seperti itu.

ia teringat tentang bom yang ada di tas di dadanya, dan segera berdiri serta mengambil dan mendapatkan bom bertuliskan bom asam. Sambil tersenyum ia melihat bom itu dan segera memiliki rencana.

“ Gocha”

gumatnya sambil sedikit tersenyum kecil tanda ia sudah bersiap dengan rencananya.

Segera ia menarik katana kecil di belakang pingangnya dan mulai berlari menyerang monster itu.

“Mati lu mahluk sialan”

Ucap marahnya sambil melayangkan katanya yang bisa di tahan dengan lengan capit monster itu.

“Gini doang??”

ucap monster itu sambil seakan mengejek Gilang yang hanya memberikan serangan lemah itu.

“bacot!!!”

ucap Gilang sambil kembali melayangkan tinju kirinya yang masih bisa di tahan dengan tangan kiri monster itu

“masih meleng!!..”

Ucap mahluk itu, dan segera membalas serangan Gilang dengan memukul Gilang yang tepat mengenai wajahnya, hingga menyebabkan ia tersungkur untuk kedua kalinnya.

Namun sesaat mahluk itu bergerak mundur, dan nampak melihat lenganya ia melihat lengan kirinya. Dan baru menyadari bahwa sekarang tangan kirinya sudah menjadi setengah tulang dan banyak darah, juga kulit yang mengelupas.

Lantas, Gilang mulai berdiri dan sedikit tertawa. Berusaha menopang badanya dengan tangan kirinya.

“Heh... harusnya yang jangan meleng itu lu! moster baj#ngan!!..”

ucap ledeknya sambil menyapu debu di celananya.

“agrh...... sakitttt!!!!!...... itu kan kata yang lu mau??.. Percuma t#lol luka gini gak akan bikin gue kesalitan!!..”

ucap angkuh monter itu , sambil melihat Gilang yang sekarang berdiri memegang katananya.

Melihat kesempatan Gilang langsung kembali berlari dan meloncat sebari menebas monster itu. dan terjadi duel sengit terjadi antara mahluk itu dengan Gilang yang, berbuah berhasil mendaratkan sayatan di lengan kanan monster itu.

“kenapa??? Mulai sakit???”

Ucap Gilang sambil melayangkan katananya yang penuh dengan darah dari monster itu.

"Bang#at lu apain tangan gue”

Tanya monster itu, Sebari memegangi tangan kirinya yang sekarang mulai terlihat hanya tulang, dengan sisa kulit yang menempel di punggung tangan monster tersebut.

“Akhirnya lu ngomong juga..”

Ucap Gilang sebari bersiap untuk menyerang kembali.

Namun berbeda dengan Gilang yang sekarang sudah berhasil mengatasi monster lawanya, Wildan malah jadi bahan mainan mahluk itu.

“Ayo lari yang kenceng!..”

ucap mahluk itu sebari mengejar Wildan yang sekarang sudah ada di sampingnya.

“mati lu sekarang!!...”

ucap mahluk itu melayangkan tendangan lututnya yang tepat mengenai bagian perut wildan, membuatnya terhenti dan segera mendapat pukulan yang tepat mengenai pelipisnya membuat ia terlempar dan membentur tembok dengan cukup keras.

“Gini doang, kekuatan anggota squad elite??”

ucap monster itu pada wildan sebari berjongkok menunggu Wildan untuk bangkit dari tidurnya.

Tak lama wildan terbangun sambil sedikit tersenyum karena berhasil menusukan pisau ke paha monster itu.

“ternyata lo masih bisa berdarah ya???” ucap pembuka wildan sambil berdiri sebari melihatkan pisau di tangan kanannya yang sudah berlumuran darah.

sontak, monster itu pun melihat kakinya yang sekarang sudah terdapat luka sobek menganga cukup besar.

“heuh... luka seperti ini ga mempan ke gue yang bisa regenerasi”

ucap monster itu, namun hal yang sama terjadi monster itu nampak kesusahan untuk bangun dan luka di kakinya tidak beregenerasi kembali.

“kenapa susah bangun ya??”

ucap ledek Wildan sebari terus berjalan cepat dan segera berlari menerjang muka monster itu dengan lututnya.

Yang membuat hidung dan juga mulut monster itu patah dan mengeluarkan banyak darah.

“uhuk..

uhuk...

” lu apain kaki gue??..”

tanya monster itu yang sekarang balik terkapar dan mulai beregenerasi. Namun bukanya di jawab malahan ia kembali mendapatkan tendangan keras yang mendarat di dagunya mengakibatkan ia kembali tergeletak di lorong yang cukup gelap.

“karat, sesuai dengan kata si Oglost. Bahwa kalian memiliki regenerasi cepat dan juga badan yang masih bisa menerima rasa sakit.

Tutur Wildan sebari menginjak luka yang menganga di paha monster itu dan menusuk kakinya yang sebelah lagi, membuat sekarang monster itu tidak bisa untuk berdiri.

Malah sekarang menjadi bulan bulanan Wildan, yang sudah amat marah karena kematian teman temanya dan juga sahabat terdekatnya.

“Saatnya gue tunjukin  arti dari ‘squad elite’"

Sambil menghujamkan golok nya yang menembus perut monster itu, dan segera monster itu meregang kesakitan.

segera ia di pukul tangan kiri wildan yang kembali mendarat di wajahnya, namun segera di tahan oleh tangan kanan monster itu dan memukul wajah wildan dengan sisa tenaganya.

“Gue masih bisa berdiri bangs#t”

Ucap monster itu sambil mencabut golok yang sebelumnya menempel di perutnya dan benar saja golok yang tidak berkarat itu tidak membuatnya sakit dan bisa membuat ia beregenerasi dengan cepat.

Segera ia memotong kakinya yang kanan agar ia tidak merasakan kesakitan yang membuat ia susah bakit.

“Walaupun satu kaki, gue bisa ngebunuh lu manusia lemah!!..”

sambil memutuskan kaki kananya yang sudah banyak berlumuran darah dengan golok yang sebelumnya menancap itu.

Melihat kesempatan emas Wildan kembali berdiri dan segera mengeluarkan pisau, yang sebelumnya dia gunakan untuk merobek paha dari monster itu.

“Kita lihat siapa yang menang, kecepatan gerak atau kecepatan regenerasi??..”

sambil mengelap darah yang menyucur dari pelipisnya. Segera ia kembali berlari dan melompat ke arah mahluk itu, menenjang sebari mencoba menusuknya yang malah menembus telapak tangan kanan monster itu.

membuat ia mendapatkan pukulan yang mengarah ke rusuknya namun bisa di tahan kembali dan sukses mendaratkan tendangan yang tepat mengenai pinggang monster itu.

Tak berhenti di situ Wildan juga berhasil membanting monster itu kelantai. Dan segera menghujani wajahnya dengan beberapa pukulan, hingga menyebabkan monster itu mengeluarkan banyak darah yang membanjiri tangannya.

“Mati lu bang#at”

Maki wildan sambil terus memukuli wajah monster itu, dan segera mengakhirinya dengan membenturkan kepala monster itu ke lantai, dan menginjaknya hingga kepala belakang monster itu mengeluarkan banyak darah.

 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!