Wanita itu malah berdiri mematung binggung dengan yang terjadi. dan malah berteriak membuat para manusia monster yang di sekitarnya berlari mendekat kearahnya.
"argghhhhh!!!..." Teriak cewe itu panik sekaligus kaget serta menutup matanya, pasalnya ia menyaksikan hal di luar nalar manusia normal pada umumnya ....
Lantas Gilang memajukan motornya dan menarik tangan wanita tersebut, "Cepet naik bodoh!!.. mau mati disini lu!!.." tutur Gilang berusaha menyadarkan wanita tersebut supaya segera naik motor yang di tungganginya.
"Ta-- tapi" ucap wanita tersebut sambil melihat kebelakang melihat manusia monster semakin mendekat ke arah mereka berdua.
"cepetan!!.. sebelum tuh monster ngedeket!!.." dan menarik paksa tangan wanita tersebut agar segera menaiki motornya supaya mereka segera meningalkan tempat itu.
Di perjalanan tampa tujuan tersebut. tak ada satupun kalimat terucap dari mulut mereka berdua. dan hanya terdiam ter tertegun, serta masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Namun Gilang memberanikan diri untuk berbicara dan meminta maaf atas perlakuan kasarnya. "mbak... maaf ya tadi gue kasar, soalnya gue binggung kenapa ini semua." Tuturnya sambil berusaha meminta maaf, karena ia bersikap kasar dengan memaksa wanita itu untuk naik motornya.
"I....iya... gapapa...." ririh wanita itu sambil terus tertegun di jok belakang motor yang ia tunggangi "mbak,... namanya siapa " ucap tanya Gilang mencoba untuk memecah keheningan yang sedang terjadi di motor itu.
"Is...Ismira kmu kenapa selametin aku??... Padahal kita ga kenal??...Kamu siapa??... " Tanya balik wanita itu.
"Aku Gilang,...aku tau seragam itu perawat rumah sakit kan??... sebenernya apa yang terjadi??... aku bingung, sekarang kita mo sembunyi kemana??..” Cecar pertanyaan Gilang, yang malah menyudutkan gadis yang bernama Ismira itu.
Merasa terpojok dengan pertanyaan Gilang, lantas gadis itu menangis tersedu sedu. Sambil bercerita tentang apa yang ia lihat dan dialami sebelum semua kejadian itu.
“Awalnya aku juga ga tau... Cuma mereka semua tiba-tiba kejang, dan berubah jadi gitu” ucap bibir manis gadis itu sambil menitikan air mata
“Sekarang kita kemana??...” tanya Gilang sambil terus berfikir keras ia harus kemana karena ia berasumsi semua daerah terkena dan terjadi hal serupa.
Namun gadis tersebut menyebutkan tempat, yang menurut dia bisa untuk bersembunyi. dari bahaya yang terus mengintainya. “Kita pergi ke daerah yang jauh dari rumah sakit!!.." ucap lirih gadis itu yang seperti menyembunyikan sesuatu.
Setelah sekian lama melaju tampak tujuan. Akhirnya bahan motor itu habis. dan Gilang pun menghentikan motornya, serta menyuruh gadis itu untuk turun dan ikut berjalan kaki.
“Mbak... kayanya motor kita mati. kita cari tempat aman aja dekat sini.. lagian udah jauh juga dari rumah sakit!!” Tuturnya sambil mengambil keresek yang ia bawa dari rumahnya.
yang hanya di balas angukan oleh gadis itu, tanda ia setuju dengan keputusan Gilang dan mulai mengikuti langkah kakinya.
Namun kesialan belum berakhir, tak kala mereka berdua melihat manusia monster itu sedang memakan perut seseorang di pinggir jalan.
lantas mereka menghentikan perjalananya, lalu sembunyi di balik rerumputan dan menarik lengan gadis itu untuk ikut bersembunyi.
“Sial!!... sampe sini juga tuh makhluk,.. mbak diem jangan banyak suara!!... kayanya mahluk itu peka sama suara.” Ujar Gilang pada gadis itu sambil terus mencari tempat lebih aman untuk sembunyi.
Namun tak lama berselang, ada seorang pria berteriak di dekat mereka. "Anj#ng kalian!!..." dan segera para mahluk itu berlari mendekati sumber suara tersebut.
Yang membuat Gilang dan gadis itu ikut panik dan berlari kembali ketempat awal mereka datang, dan segera memasuki rumah yang terlihat pintunya terbuka.
dan segera masuk serta menutup semua akses masuk kerumah itu, karena mereka takut makhluk itu menerobos masuk.
Setelah menutup semua akses masuk, mereka pun mulai mencari ke setiap ruangan siapa tau Makhluk tersebut ada di dalam rumah itu. dan ketika di rasa sudah di aman, mereka terduduk dan merasa bersyukur. masih selamat dari kejadian ini.
Gadis itu bertanya kenapa Gilang terus menyelamatkanya dari serangan mahluk itu, “Makasih ya... udah nyelametin aku.. padahal, kamu ga kenal siapa aku!!... tapi kamu kekeh nyelamatin aku.” Ucap terima kasih gadis itu pada Gilang.
“Udah gak apa apa kok mbak!!.. lagian kita yang masih bisa bertahan apa salahnya saling bantu.” ucap Gilang sambil menyalakan rokonya serta menawari air minum dari tubler nya.
“Air??” tawarnya yang langsung di ambil dan di minum gadis itu. “Buat sementara, kita aman selama kita bisa saling jaga satu sama lain!!. ”
tambah gilang sambil melihat layar handphonenya berusaha mencari bantuan namun nihil, pasalnya sekarang sinyal handphonenya sudah hilang.
“Mereka sebenernya korban dari jatuhnya meteor, sama pasien keracunan kemarin” ucap gadis itu sambil merapatkan lututnya dan memeluk erat kakinya.
“Dahlah,.. lebih baik embak istirahat besok. kita pikirin gimana caranya keluar dari keadaan ini!!..” menyuruh gadis itu untuk mengistirahatkan badanya.
"Jangan lupa matiin alarm hp!!... takutnya suaranya bisa ngundang mahluk itu, mereka peka sama suara."
tutur Gilang, sekaligus untuk memperingatkan pasalnya mahluk itu mungkin sangat tertarik dengan suara.
Dengan semua pengorbanan serta semua perjuangan Gilang, wanita itu pun mulai luluh dan mulai bisa menyesuaikan diri dengan Gilang. Dan mulai terbuka serta mulai bisa berbicara.
" makasih ya!!.. udah perhatian segitunya sama aku, padahal aku udah putus asa, dan ngerasa bakal mati." ucap gadis itu menegakan kepalanya menandakan ia telah sedikit demi sedikit menerima semua ini.
"Mbak ga kena cakar atau gigit kan??.." Tanya Gilang menanyakan keadaan gadis tersebut. Yang di balas gelengan kepala menandakan ia tidak terkena gigitan atau cakaran dari mahluk tersebut.
gadis itu berdiri dari duduknya dan berjalan mengarah pada Gilang.
“Jangan mangil embak,... nama aja gapapa”
Sambil mendekat ke arah Gilang yang sedang duduk termenung memegangi handphone nya.
Segera gadis itu mejulurkan tanganya tanda ia mengajak berkenalan karena sebelumnya ia hanya ditanya namanya saja
“kenalin, aku Ismira pangil aja Ismi. atau cukup mi kaya temen-temen ku “ Ucap ramah gadis itu, yang di sambut jabatan tangan oleh gilang.
“Kenalin Gilang..” ucap singkat Gilang sambil tersenyum.
“sekarang, kmu istirahat duluan aja!!.. biarin aku yang jaga, kunci aja dari dalem!! kalo kmu takut di apa apain aku.“
Ucap Gilang, yang sebenarnya ia masih menaruh curiga pada gadis itu. karena ia belum tau bagaimana penyakit menjadi monster bisa merubah manusia.
Tapi yang ia tau, ibunya menjadi seperti itu karna luka Gigitan kucing yang di duga terinfeksi.
segera setelah berkenalan gadis itu memasuki kamarnya dan mengucapkan selamat malam kepada Gilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments