Setelah sekitar setengah jam mereka bertiga berjalan, mereka sampai di depan rumah tempat semula mereka singgah.
Terlihat sekarang Ismira merasa berat untuk melangkah, karena dia serasa memiliki salah pada Yukky.Karena meningalkan dia dengan Gilang.
“udah buka aja M!!.. dia nunggu kamu..” ucap Gilang sambil menepuk pundak Ismira yang seakan memberi semangat padanya.
“tapi aku ngerasa bersalah, setelah semua ini aku ga sangup lang”
ucap sedihnya sambil menundukan pandangan, dan terlihat sangat menyesal atas kelakuanya dan engan memegang pintu yang menutup di depanya.
‘krekkk’
suara pintu di buka dari dalam, dan langsung terlihat Yukky dengan berlinang air mata berlari dan memeluk ismira. Menumpahkan semua sedihnya dan segera memeluknya erat-erat
“Kak ismi mengapa ningalin kita??..”
tangisnya sambil terus memeluk Ismira seakan tak ingin dipisahkan.
“maafin kakak dek,”.
ucap Ismira sebari balik memeluk Yukky.
“kita pulang Yukky”
Ucap Gilang sambil mengelus kepala Yukky dan menyuruhnya agar segera masuk ke rumah, dan membiarkan mereka beristirahat dan mengobati diri, pasca pertarungan yang hampir merengut nyawa mereka bertiga.
Sesudah Gilang membersihkan mukanya dari darah yang mulai menggering, dia melihat kaca di depannya dan terlihat sekilat mukanya yang berubah seperti gagaran dan di kepalanya tumbuh semacam tanduk seperti tanduk domba, dan matanya yang merah serta taring yang keluar dari mulutnya.
sontak dia terkejut dan segera mundur beberapa langkah sambil memegang mukanya.
“anj#ng, apaan tadi”
Gumatnya sambil melihat kembali wajahnya yang sekarang tampak normal. Segera dia mengelap wajahnya dan segera membuka bajunya dan segera membuangnya.
Setelah itu dia mendatangi Wildan yang sekarang sedang di rawat ala kadarnya oleh Ismira, yang terlihat sedang memegangi kakinya yang sebelumnya di gengam oleh gagaran yang ia lawan.
“Ini kayanya retak deh, buat sementara jangan dulu banyak di gerakin.”
Ucap Ismira sambil membalut kaki Widan yang terlihat sekarang agak bengkak.
“adu...duh sakit ini gara-gara gagaran tadi” ucap Wildan terbata bata meringis kesakitan.
Lantas Gilang duduk di samping Ismira dan di tawari kotak obat oleh Yukky yang ada didepanya.
“Nih kak,... siapa tahu mau ngobatin luka”
ucap mungil Yukky sambil menyodorkan sekotak obat, yang langsung di terima oleh Gilang yang lihat tangan kananya yang sebelumnya digunakan untuk melindungi mukanya dari ledakan.
namun, ada yang aneh karena tak ada satu pun serpihan kaca yang menempel atau, luka sedikitpun di tangannya. Padahal jarak dia dengan ledakan cukup dekat.
Lantas Ismira langsung meminta Gilang untuk menyodorkan tanganya yang terlihat baik baik saja.
“kenapa?.... ada yang aneh??..”
Tanya Ismira keheranan melihat Gilang yang terlihat terus melihat tanganya.
Lantas Ismira memegang tanganya dan menyayat tangan Gilang. Yang lantas membuat semua teriak dan sontak keluar darah cukup banyak, namun secara ajaib luka sayatan itu bisa menutup dengan sendirinya.
“Anj#ng... loh kok??...”
ucap Wildan keheranan melihat Tangan Gilang yang secara ajaib bisa sembuh dengan sendirinya.
“kayanya kata mereka bener, kalau aku bisa jadi nularin virus gagaran itu. tapi ajaibnya Gilang gak berubah, Cuma regenerasi, sama kekuatan fisik dia ningkat “
ucap Ismira sambil melepaskan gengaman tanganya dari tangan Gilang namun, Gilang langsung memegang wajah Ismira dengan tangan yang sebelumnya ia sayat dan tersenyum.
“Aku gak peduli sekarang aku apa, tapi kalau itu bisa ngelindungi orang yang aku sayang, ngapain aku harus nyesel? Aku sayang kamu Mi, dan aku gak nyesel sama pilihan aku”
ucap Gilang sambil menghapus air mata dimuka Ismira yang membuat ismira memeluknya dan menangis di pundak Gilang.
“aku takut, kamu mati atau berubah jadi salah satu dari mereka!!.. padahal kamu orang baik”
ucap terharu Ismira sambil terus memeluk pundak Gilang.
Melihat itu Wildan dan Yukky hanya bisa kaget dan kagum karena Gilang bisa menerima keadaan, yang mungkin bisa merubahnya menjadi gagaran. Namun dia menerimanya dengan lapang dada dan, tetap memilih untuk melindunggi orang-orang yang dia angap berharga.
“Seenganya lu masih berpikir buat ngelindungi kami ,dan mau berjuang sama sama!!. gua akan rahasiaain ini dari shelter kalau lo jadi ikut gue”
ucap Wildan yang masih kagum dan berusaha menerima Gilang jika kelak ia ikut bersama dirinya ke shelter.
Setelah semua selesai, Gilang naik ke atas dan segera menenangkan pikiranya. Yang dari tadi di paksa untuk menerima kenyataan.Bahwa sekarang dia seorang Hybrid manusia dan gagaran. Dan fakta bahwa Ismira adalah proyek zero, yang di maksud oleh mereka.
Tak lama datang Wildan sendiri dengan tertatih tatih dan membawa cangkir kopi dan sebungkus rokok. Serta segera duduk di samping Gilang sebari menawarkan Rokok yang sebelumnya milik temanya ke Gilang.
"Nih rokok peningalan si agan buat lu." ucapnya sambil tersenyum dan duduk di sampingnya.
“Wil, satu permintaan Gue yang jangan mereka tahu. kalau gue berubah jadi kaya mereka lu harus bunuh gue!!... dan pastiin mereka aman”
ucap Gilang yang menyuruh Wildan untuk membunuhnya jika dia berubah dan tidak terkendali seperti gagaran sebelumnya.
“ya gue terima permintaan lu lang, Cuma gue ingin lu jadi bagian dari squad gue nanti di shelter.”
Ucap wildan balik meminta Gilang agar mau jadi salah satu anggota squadnya. Lalu Gilang pun menyangupi permintaan Wildan untuk ikut ke shelter. Tempat yang wildan maksud dan menjadi salah satu anggota dalam squadnya yang di beri nama ‘bar-bar king’ itu.
Lantas Gilanh menanyakan sistem atau cara hidup di sana kepada Wildan, karena baru sekarang dia mengetahui ada sebuah perkumpulan para survivor yang bergabung dan bersatu. Menjadi sebuah tempat yang aman dan juga memiliki beberapa divisi squad
“Terus bagaimana caranya dapet tempat tingal di sana??.. Atau sistem hidup di sana??.. Kan air harus pake air botolan??.. Air sudah banyak yang tercemar.”
cecar pertanyaan Gilang yang di balas dengan wajah keheranan Wildan karena Gilang sempat mengucapkan sulit untuk mendapatkan air.
“hah?... botolan?? Lu mandi sama cuci muka pake aer botolan??..."
ucap keheranan Wildan mendengar pernyataan Gilang itu, yang di jawab angukan olehnya menyatakan bahwa yang di sebutkannya adalah kebenaran yang terjadi.
Lantas wildan tertawa terbahak-bahak yang membuat Gilang keanehan karena dia tak tahu maksud tertawanya wildan.
“Lang lang, aer sumur bisa di pake buat mandi!!.. kan tuh aer ga kena kontaminasi dari mana-mana lu ada-ada aja,”
ucap Wildan sambil terus tertawa sebari memegangi perutnya
“ya gue ga tahu, wil terus kalau tempat tingal bagaimana”
ucap tanya kembali Gilang yang lantas di jelaskan oleh Wildan jika shelter itu adalah perumahan di pesisir kota yang di kelilingi oleh tembok yang di dalamnya.
terdiri dari beberapa blok serta banyak rumah yang sudah mengunakan sumur tanah untuk sistem airnya, dan juga wildan menjelaskan tentang seluk beluk shelter pada Gilang dan meyakinkan Gilang. Jika mereka akan aman serta bisa hidup layak di sana.
“kalau lo ikut gue, lu bisa dapet rumah kosong di samping rumah yang gue, tapi biarin gue yang urus masalah tempat tingal lu!!.. Yang penting sekarang lu ikut sama gue ke sana”
ucap tegasnya sambil mematikan rokok di asbak meja sampingnya.
“Gue pengen ada temen yang bisa balas dendam kematian temen-temen gue. Gue gak bisa tidur tenang kalau gue belum bisa bunuh tuh dokter baj#ngan itu”
Ucap wildan yang nampaknya masih menaruh dendam atas kematian beberapa orang temanya terutama, Agan yang setia sampai ujung hayatnya.
“ya.. gue tahu ...gue juga punya alesan buat bunuh mereka karena ngerubah gue jadi kaya begini!!..mungkin Ismira hanya pelantara, gue mau cari tahu bagaimana caranya gue sembuh.”
ucap jawab Gilang sebari meminum kopi yang sedari tadi ada di atas meja menunggu untuk di minum.
Lantas merekapun memutuskan untuk turun dan segera memberi tahu Ismira dan Yukky bahwa besok akan pergi menuju shelter.
“Besok kita pindah Mi, dek siap siap aja, besok bakal jadi hari yang cape”
ucap tegas Gilang memberi komando kepada mereka berdua yang di jawab serentak “siap” menandakan mereka siap untuk melanjutkan kembali perjalanan.
“ada makanan gak, laper nih”
ucap wildan sambil memegangi perutnya.
“ada beras gak?? kalau ada tingal masak saja”
tanya Ismira yang langsung di jawab oleh Gilang yang menujukan jika beras dan perlengkapan masak ada di tasnya, dan Yukky yang mengajak Ismira untuk segera memasak bersama seperti saat di rumahnya dahulu.
“kak ismi dede bantuin ya”
ucap tawar yukky yang langsung di iyakan oleh ismira yang langsung mereka berdua menuju kamar dan menuju dapur untuk memasak makanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments