7. SACRIFICE FOR YOU!!!

“Hmppmmn... hmppp... lepahisinn” Racau Ismira sambil memegangi tangan Gilang yang membekam mulutnya.

Terlihat Gilang gemetaran hebat, selelah ia memengal makhluk itu. pasalnya walau bukan lagi manusia tetapi badan dan juga penampilannya tetap layaknya manusia.

Namun segera ia di sadarkan oleh pukulan Ismira yang terus melayang mengenai tanganya menandakan gadis itu mulai kehabisan nafas.

“ya ampun..., Ismi kmu gapapa kan!!.. Maaf, aku kelewatan.” ucap Gilang meminta maaf serta membantu Ismira untuk berdiri tegak yang sedang batuk batuk pasca ia bekam dengan cukup keras.

“Aku gapapa kok... ayo lang keluar sebelum yang lain kesini!!..” ucapnya sanbil terus batuk batuk.

Merekapun keluar dari minimarket tersebut dan segera berjalan kembali untuk mencari alat alat untuk bertahan hidup.

Sambil berjalan menuju tujuan selanjutnya, kembali menanyakan keadaan Ismira. dan memutuskan untuk beristirahat sesaat sambil memakan perbekalan yang mereka ambil dari minimarket tadi.

“Mi... kita istirahat dulu bentar!!.. kasian kamu cape jalan. sama tadi aku bener bener minta maaf, sumpah ga niat buat nyakitin kamu!!..” tutur gilang yang kembali meminta maaf.

“udah gapapa Gilang,... aku tau kok kamu lagi panik abis bunuh monster itu. dah sekarang mah kita istirahat dulu.” Ajak gadis itu sambil duduk di atas beton jembatan. membuka tasnya setra mengeluarkan sebungkus roti serta botol air mineral.

“Nih Lang!!.. makan dulu,..jangan terus tegang gitu!!..” sambil menyodorkan roti ke arah Gilang yang kemudian di ambil lalu di makan olehnya.

setelah makan Gilang sedikit menjauh dari Ismira dan mengeluarkan bungkus roko dari tas kecilnya serta menyalakanya sambil menghisapnya.

Gilang mengatakan mereka harus cepat cepat menemukan tempat aman. karena hari sudah menuju sore dan sangan berbahaya jika melanjutkan perjalanan.

“Mi,..lanjut jalan yu!! keburu sore bahaya soalnya klo sampe malem di jalan, kita ga tau bahaya apa yang ngincer kita” ajak Gilang

“kemana kita sekarang??” ucap tanya Ismira sambil menurunkan badanya dari tembok beton

“kita cari barang outdoor buat bertahan hidup. kalo ga salah ada deket sini. masalahnya aku sering belanja kesana”

Ucap Gilang menuturkan rencananya. untuk menuju sebuah toko barang outdoor. karena selain aman, mereka juga bisa mengambil beberapa barang untuk bertahan hidup selama perjalananya.

Tak lama merekapun hampir sampai di toko tersebut. namun, Gilang segera menarik Ismira karena ia melihat ada dua makhluk itu di area toko dan segera bersembunyi.

“Sial!!.. ada dua di depan!!.. Gimana caranya biar bisa masuk kesana!!..” gumat Gilang dalam otaknya ia terus berfikir, bagaimana caranya agar bisa masuk kedalam toko tersebut.

Namun ia teringat dengan korek api yang ia bawa di tasnya. dan segera mengeluarkan korek tersebut serta melempar satu sejauh mungkin berlawanan dengan jalur masuk toko tersebut.

terdengar suara dentuman cukup keras. yang membuat makhluk itu berlari menuju sumber suara tersebut.

menjadi kesempatan untuk mereka berlari masuk kedalam toko tersebut.

Gilang terus melempar korek itu sejauh mungkin sehingga makhluk tersebut teralihkan oleh suara dentuman yang dihasilkan olehnya.

Namun saat berlari sekuat tenaga, Ismira terjatuh yang menyebabkan ia sedikit berteriak “ahh..aduk sakit!!..”

teriak kerasnya, yang segera membuat kedua makhluk itu melihat mereka berdua dan segera berlari menuju mereka.

Saat kedua monster itu berlari menuju mereka berdua. Gilang memutuskan untuk mengorbankan dirinya dengan cara menghadang kedua makhluk itu sendirian.

“Mi,... nih tas bawa cepet bangun!!..Lari ke dalem toko sekarang!!.. Sambil melempar tas yang ia gendong ke arah ismira.

“Tapi kamu gimana??” ucap tanya Ismira menandakan ia khawatir dengan keadaan Gilang.

Bukanya jawaban yang ia dapatkan, Gilang malah membentaknya. “ sekarang!!!!” yang membuat gadis itu berlari sambil memeluk tas yang sebelumnya di bawa oleh Gilang.

ketika ia berlari di belakangnya dan berpapasan di belakang Gilang samar samar ucapan lirih Gilang yang meminta maaf padanya. “Terus hidup mi!!.. maaf..”

Segera Gilang mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya, dan memegang nya dengan tangan kirinya. serta berlari menuju mahluk tersebut sambil berteriak.

“Mati lu anj*ng!!.. makhluk sialan!!..” menlayangkan golok di tangan kananya yang tepat mengenai leher mahluk itu namun tidak berhasil membuat kepala makhluk tersebut putus.

Yang langsung di lanjutkan dengan menendang dada mahluk itu dan berhasil memengal mahluk itu.

Namun ia hanya fokus pada mahkluk di depanya, dan tidak menyadari ada satu lagi mahluk yang datang kepadanya.

Sontak ia terkejut, ketika mahluk itu sudah ada di dekatnya, dan melayangkan lenganya. sontak ia segera melipat Tangan kirinya, untuk menyembunyikan kepala serta lehernya. dan bermaksud menahan serangan mahluk itu.

Namun ia terkena serangan tepat di bagian pelipisnya yang membuat ia terjatuh, dan tampa sengaja melemparkan goloknya.

sebelum monster itu menerjang lehernya, ia sempat menahan perut mahkluk itu dengan lututnya, sehingga ia bisa menahan dada makhluk itu agar tidak bisa menggit dirinya.

“Anj*ng..makhluk sialan!!.." umpat Gilang sambil terus berusaha menahan mahluk itu. yang meronta- ronta yang menindihnya.

ketika ia mulai kehabisan tenaga, dan mulai pasrah dengan keadaan. terdengar teriak Ismira Yanb segera menusuk leher makhluk itu.

Memberikan kesempatan untuk Gilang, menendang perut mahkluk itu agar terangkat sehingga mereka sukses memengal mahkluk itu.

“Mi!!..” ucap Gilang melihat gadis yang ia suruh untuk menyelamatkan diri itu malah balik menolongnya.

"Kamu gapapa??.. Darahnya kena muka kamu ga!?..” sambil membantu Gilang berdiri yang sudah berlumuran darah.

“Aman Mi, pas aku denger teriakan kamu, aku udah malingin muka ngejauhin dari darah..” ucap Gilang sambil berdiri dan melihat dirinya yang sekarang sudah penuh dengan darah.

Tak lama, mulai terlihat beberapa mahluk berlari dari kejauhan. yang membuat mereka berdua berlari secepat mungkin untuk memasuki toko.

Setelah masuk, mereka segera menutup roring door dan menguncinya dari dalam. sehingga mereka aman dari kejaran makhluk di luar.

Segera Gilang memecahkan kaca etalase toko dengan gagang goloknya. Dan langsung membawa senter yang langsung di gunakan untuk menerangi area sekitar.

dan memulai menyisir semua area tersebut. setelah merasa aman, mereka bersyukur tidak ada hal buruk terjadi kepada mereka.

“Sekarang kita aman... aku mau ganti baju dulu, sama bersih bersih bekas darah ini” ucap Gilang sambil berjalan mendekati Galon air dan mengangkatnya yang ia gunakan untuk mandi dan berjalan menuju kamar mandi.

Namun ia di tahan oleh Ismira yang memberikan handuk dan Pisau yang ia bawa.

“nih... jangan sampai baju yang penuh darah itu nyentuh luka di pelipis kamu!!.. takutnya itu bisa nyebarin virus!!.. ” ucapnya sambil terlihat khawatir pasca kejadian sebelum masuk toko itu.

Setelah Gilang mandi ia langsung keluar dan hanya mengunakan handuk yang melilit di pingangnya.Tampa ia sadari, Ismira melihat Gilang dari atas balkon dan segera menutup matanya.

“Gilang pake bajunya!!..” sambil menutup matanya dengan tanganya yang membuat Gilang teperanjak kaget, karena baru menyadari kehadiran Ismira di belakangnya.

"Eh... sorry!!... bentar 5 menit. tahan ya tahan!!..” ucap panik Gilang sambil berlari menuju rak baju.

Setelah menggunakan baju, ia langsung naik kelantai dua dan mendekati Ismira yang terus menutup wajahnya. serta menyuruh gadis itu untuk membuka matanya.

“Mi... dah beres.. buka aja tuh mata!!..” ucapnya yang keheranan melihat sebelah tangan gadis itu memegang kotak putih, yang ternyata kotak p3k.

“Sini duduk.. aku obatin luka kamu!!..” sambil mendudukan badanya yang di ikuti Gilang,

Setelah selesai Ismira langsung memeluk Gilang, sambil menangis sejadi jadinya. karena sangan ketakutan, saat Gilang mengorbankan diri untuk menjadi tameng hidup untuk dirinya.

“Gilang go#lok!!...Kenapa kamu ngorbanin diri!!.. gimana kalo kamu mati!!..” Ucapnya yang terus menangis sambil sesekali memukul punggung Gilang.

Lantas Gilang langsung memegang kedua pundak ismira dan menariknya kebelakang agar bisa melihat wajahnya yang kini tertunduk di barengi isak tangis.

“Mi....., makasih ya udah nyelamatin aku!!... dan sekarang malah perhatian ke Gilang. sampe mau ngobatin....”

ucapnya sambil tersenyum, yang langsung di cium oleh ismira dan membuat Gilang terdorong hingga terjatuh terlentang. dan langsung memeluk balik Gadis itu.

Setelah cukup lama berpaut, Gilang menghentikan pautanya karena perutnya berbunyi. tanda ia lapar dan merasa sangat malu dan canggung.

“Mi... aku lapar masih ada roti??.."

Sambil berusaha mengangkat gadis itu. dengan wajah yang memerah padam.

Namun ia malah di tertawakan oleh gadis itu , dan menyuruh Gilang untuk menunggu karena ia akan memasak di dapur untuk makan bersama.

 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!