3. THIS IS THE DAY!!!

"A... bangun!.... dah siang,... dah jam delapan " ucap ibunya.

"Buset,.... kesiangan!!... gara-gara mabar ma si Fajar ampe subuh,...." gumatnya dalam pikirnya, menyalahkan Fajar teman kantornya. karena mengajak ia bermain game handphone sampai subuh.

Ia langsung berlari menuju kamar mandi, untuk mandi. Dan langsung mengunakan pakaian serta siap siap untuk berangkat kerja.

Namun di cegah ibunya untuk sarapan terlebih dahulu.

"Tuh makan dulu!... tar lemes di tempat kerja!!... " Titah ibunya sambil menyodorkan piring berisi nasi putih panas.

"Mah tuh tangan kenapa??... kok di plester gitu?..." tanya Gilang sambil menyuapkan makananan.

"Tadi,... mamah di jalan ketemu kucing lagi kejang kejang tengah jalan, mamah kepingirin malah di gigit ampe berdarah,..." tutur ibunya.

"Dih,... gajelas tuh kucing!.." jawab Gilang sambil berusaha mengunyah makananya, yang lantas di tegur ibunya karena berbicara sambil makan.

Setelah sarapan, ia langsung bergegas berangkat untuk kerja. Dengan jalan kaki dalam langkahnya, ia tak mendengar satupun suara kendaraan padahal, dia hanya terhalang satu rumah dari jalan raya.

"Sepi banget aneh???... perasaan sekarang hari rabu." Gumatnya, sambil terus berjalan. Ia melihat tetangganya di dalam rumahnya sedang memperhatikan burung dalam sangkar.

Dan mengikuti semua gerak gerik burung tersebut. lantas, ia kembali berjalan dan sampai di tempat kerjanya.

Ia pun membuka pintu dan menyimpan gembok di dekat pintu serta, segera beres-beres tempat kerjanya.

Tak lama berselang, datang Fajar menggunakan motornya. Yang langsung masuk ke tempat kerja, dan menyapa Gilang.

"Oii gil..!! ngopi lah diem diem bae lu!!.." sambut Fajar sambil menyimpan helmnya pada meja.

"Mana si Acep ga kesini??... sakitkah??.." Tanya Gilang pada Fajar, karena tidak biasanya dia datang sendiri. "sakit kata bini nya."

Jawab Fajar, sambil duduk didepan Gilang dan menyalakan rokok nya. "Masih ada ga??... gue mau dong sebatang!!... asem nih mulut,.." Pinta Gilang untuk di berikan sebatang rokok oleh fajar. Namun di tolak oleh Fajar.

Dikarenakan rokonya habis. dan malah menyuruh gilang untuk membeli rokok ke warung menggunakan motornya.

"ga ada babon!!.. abis roko gue... ini aja sisa semalem,!!.... Beli aja sono ke warung lo,!!... gue nitip kopi!!.. " ucap Fajar yang langsung menyodorkan kunci motornya pada Gilang.

"Dasar kisamak!!!..., yaudah,... gue balik dulu bawa roko ma kopi,.. kewarung emak gue!!.." ucap gilang sambil membawa kunci motor, dan segera berjalan menuju motor untuk segera membeli rokok dan juga kopi titipan temanya Fajar.

Dijalan menuju rumahnya, ia bertemu dengan Andi yang berjalan menuju tempat kerjanya. Namun, ada yang aneh Andi. Seperti menatap kosong jalanan dan terkadang sesekali menempelkan liontin nya pada kupingnya.

"Woy di!!... ngelamun mulu!!... kesambet apaan luh??..." yang di jawab hanya dengan angukan dan juga terus melaju menuju tempat kerja.

"Dih,.... aneh si Andi!!... napa tuh anak??..."

gumamnya, sambil terus melajukan motor menuju rumahnya.

sesampainya di rumah, ia langsung membawa. Satu bungkus rokok, sekantung cemilan, dan segera menyeduh kopi kemasan, serta tak lupa membawa gelas plastik untuk Fajar dan termos mini untuk kopinya. Serta menyimpan di motor temanya itu.

"Dah tingal tulis di buku bon hutang, tapi kok mamah kemana ya??.. ko ga ada di rumah??..."

Tanya dalam hatinya, tak lama terdengar seperti ada yang jatuh dari kamar neneknya. Lantas ia langsung mendatangi sumber suara tersebut.

Alangkah terkejutnya ia, ketika melihat neneknya sudah meregang nyawa. Dengan bagian leher di yang gerogoti ibunya, yang lantas membuat ia terkejut dan teriak " mamah!!!....kenapa!!...?" raungnya.

Otaknya gagal memproses apa yang ia liat. Sekujur badanya gemetar keras, melihat apa yang dilakukan ibunya ia tak percaya kejadian di depan matanya itu.

Sontak ibunya berbalik dan hendak berlari menuju gilang namun, ibunya terjatuh karena menginjak banyak darah di lantai dan kesusahan untuk berdiri. Yang dimamfaatkan untuk Gilang lari dari situ, pergi meningalkan ibunya.

Tak lupa ia menutup pintu roling dor warungnya, agar sedikit menghambat jika ibunya ingin mengejarnya, dan segera menaiki motor untuk pergi sejauh mungkin dari rumah itu.

Dalam otaknya, ia tak habis pikir tentang apa yang terjadi. Baru juga apa yang terjadi sekarang, banyak terdengar jeritan di mana-mana.

Menandakan hal yang terjadi bukan hanya dirumahnya saja, namun di sekitar area rumahnya juga terjadi hal demikian. sehingga ia memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya untuk menyelamatkan Fajar.

Sesampainya di tempat kerja. ia langsung masuk dan segera mengambil gembok yang ia simpan di dekat pintu dan, segera masuk kedalam untuk mencari temanya.

"Jar,!!... Fajar dimana lo??... " teriaknya memangil nama temanya, itu semakin masuk kedalam ia melihat ceceran darah di lantai dan mengikutinya sampai ke tempat pemotongan kayu.

Terlihat Andi yang sudah kehilangan satu tanganya, serta Fajar yang bersimbah darah dan terluka cukup parah berusaha untuk menyelamatkan diri dari Andi yang mencoba terus menggigit lehernya.

Sontak gilang pun berteriak memangil namanya "Fajar....!!!" namun ia justru mengagetkan fajar sehingga Andi menggit lehernya.

Gilang pun sontak mencoba mengambil sebuah balok kayu namun terlihat oleh fajar yang menyuruhnya untuk lari dari tempat itu.

"Lari goblok!!..." sambil terengah-engah Fajar, dengan sisa tenaganya menarik mesin pemotong kayu agar menimpa mereka berdua.

Supaya Gilang selamat dari Andi yang sudah menjadi seperti monster tersebut, dan alhasil mesin itu menimpa dan memotong mereka berdua.

Namun Andi masih hidup dan mengerang serta, berusaha menerjang Gilang namun segera Gilang menutup pintu ruangan tersebut. serta kembali berlari keluar untuk melarikan diri menuju tempat aman.

Namun baru saja beberapa menit melajukan motornya, sepanjang jalan ia melihat hal diluar nalar manusia normal. Seakan ia sedang bermimpi sangat buruk. hal-hal seperti mayat bergelimpangan, teriakan orang kesakitan, bahkan sampai pembunuhan pun terjadi.

Banyak orang yang berusaha melarikan diri namun, malah terkena macet sehingga menjadi makanan empuk bagi para manusia yang sudah berubah menjadi monster tersebut.

Lantas ia memutar jalanya, dan segera mencari tempat perlindungan seaman mungkin namun, saat ia akan memutar motornya dan hendak melarikan diri.

Ia melihat seorang wanita sedang di kejar - kejar oleh manusia monster yang akan mencoba memakanya. lantas Gilang melajukan motornya dan menabrak manusia monster tersebut hingga tersungkur dan jatuh ke aspal yang langsung di lindas oleh Gilang sampai kepalanya hancur dan darah mengalir dari arah kepala monster tersebut.

serta langsung melaju menuju wanita itu dan segera menyuruhnya untuk naik ke motor yang ia tunganggi.

"Cepet naik!!... sebelum lu mati di sini!!.." ucap Gilang menyuruh wanita itu untuk naik motornya dan sesegera mungkin meningalkan tempat itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!