2. BEFORE DISASTER

Setelah istirahat di rumatnya, Gilang pun kembali berkerja. Dan saat ia akan kembali ia, mendengar beberapa kali raungan mobil ambulan lalu lalang menandakan ada sesuatu yang aneh terjadi.

"Buset dah,.. ngiung-ngiung mulu dari tadi... sampe pengang nih kuping..!" gumat dalam otaknya menandakan ada yang aneh terjadi di sekitarnya. Sesampainya di tempat ia berkerja, dia melihat kedua temanya sedang menonton berita di handphone.

Yang mengabarkan bahwa, sedang terjadi wabah keracunan. Dimana hal itu terjadi karena air yang di konsumsi warga tersebut sudah tercemar, sebuah zat aneh yang berasal dari meteor yang jatuh masuk ke saluran penampungan air dan juga sungai.

"kemaren meteor ... sekarang keracunan, besok apaan wabah zombie??... Makin deket nih ke akhir jaman.." buka Acep pada mereka.

"Huss... jangan gitu lu!!!!.... Tar kejadian lu!!!.... jadi orang yang pertama jadi zombie..mampus lu!!.." ucap Fajar pada Acep.

"Tapi seru anjir... Bisa berasa maen game survival zombie... bener ga Gil??" ucap Acep, menyangkal ucapan Fajar dan malah balik bertanya pada Gilang.

"Kayanya nih anak kebanyakan maen game dah,... Lu klo bener ada zombie, bukan nya survival... Malah koid!!... Dah gue yakin .....dikira bunuh zombie gampang kaya di game..." jawab gilang sambil terus melanjutkan perkerjaanya.

"Gampang... tingal gini, sing.... sing...." sambil memperagakan mengibas ngibaskan balok kayu, yang malah terkena kaki Andi. Pemilik tempat dimana mereka ber tiga berkerja.

"sang...sing.... sang...sing sok-soan pengen ada zombie,.... Emang ini dimana hah??...." ucap Andi sambil mengelus ngelus pahanya, tanda ia kesakitan pasca tak sengaja terkena sabetan balok oleh Fajar.

"Dimana apanya,... jelas-jelas kita di Tasik boss..." jawab Fajar,.

"Dimana isi otak lo!!...," jawab serentak Gilang,Acep dan Andi dan di akhiri tertawanya mereka ber empat.

"Kerjaan dah sampe mana Gil??..." Tanya pembuka Andi, pada gilang sambil menyalakan roko di mulutnya.

"Baru aja segini nih... Paling lima puluhan yang udah beres,.... Tiga puluh baru di belah ma si Fajar,... Dua puluh lagi baru dikawatin si Acep....." Tutur Gilang pada Andi. Berusaha menjelaskan sudah sejauh mana mereka berkerja.

"Gue tadi dapet barang bagus,.... dari sodara gue. mo coba gue bikinin gantungan kunci bentuk ikan ah..." ucap Andi sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

Ternyata potongan meteor yang jatuh kemarin malam.

"Buset!!!... dapet dari mana tuh meteor??.... Mayan tuh,... dari pada lu bikinin gantungan motif ikan, mending lu jual!... Mahal tuh barang!..." Ucap Acep yang mencoba meraih meteor tersebut dari tangan Andi.

"Gob#ok!!...ngapain gue jual,!!.. Gue pengen dong kali-kali pake barang bagus. Gue jual,.. besoknya gue di tangkep yang ada,... Gue dapet dari sodara gue yang aparat,.. kan mayan lu mau pada buat gak sekalian???. Biar gue yang polain dah, Gil lu mau?.."

Tawar Andi, yang langsung di jawab gelengan kepala. Menandakan dia tidak mau.

"Lu Jar?" yang di jawab angukan oleh Fajar.

"lu mah.. pasti mau!!... Dah gue yakin seratus persen Cep... Polain tuh sekalian ama lu terus potong.... Awas kena tangan!!!" titah andi sekaligus himbauan agar dia tidak gegabah.

Namun, ketika mereka sedang fokus. tiba-tiba mereka dikagetkan suara teriakan acep dari arah belakang mereka. sontak membuat mereka menghentikan perkerjaan mereka, dan langsung mendatangi Acep.

Terlihat Acep sedang memegangi tanganya yang mengeluarkan cukup banyak darah.

"Dih..... lu kenapa Cep???" buka Andi sambil mematikan mesin pemotong.

"nih meteor patah,.. terus kena tangan gue,!.. anjir lahh... perih gini,!!." jawab Acep sambil menahan kesakitan di tanganya.

"Dah, sini obatin.... banyak debu tuh!!.. masih nempel di tangan lu,.. keburu lu jadi zombie tar ngigit,..." jawab canda Fajar sambil berusaha menuntun Acep.

Setelah di obati oleh Fajar, Acep pun terdiam sesaat dan kembali melakukan perkerjaanya. untuk memotong meteor tersebut yang langsung dilarang oleh Andi.

"Kerjain aja kerjaan lu aja sono,!!... biar ini gue yang kerjain!!.. tar kepotong jari lu,.. repot gue!!..." Titah Andi yang membuat Acep kembali melakukan perkerjaanya dan meningalkan Andi di ruang potong kayu.

Tak lama berselang, Andi kembali dari ruang potong kayu. membawa meteor yang sudah di potong untuk di bagikan kepada Acep dan Fajar.

"Nih satu punya gue... nih satu bentuk ikan bebas dah buat siapa,... satunya patah sama si Acep... Dah gue buang gak kepake soalnya,..." Tutur Andi pada mereka berdua.

"Buat si Acep aja tuh!!... kasian ngebet banget ampe berdarah darah gitu,..." Jawab Fajar pada Andi untuk memberikan meteor tersebut pada Acep.

Tak lama waktu menunjukan pukul empat sore. Menandakan jam kerja sudah usai, dan segera mereka beres beres untuk pulang kerja.

Setelah Gilang sampai rumah, ia sekilas melihat berita yang mengabarkan bahwa kasus keracunan di kotanya itu, diakibatkan oleh tercemarnya air. Dan sedang di dalami instansi terkait. Serta korban yang dilarikan kerumah sakit memiliki gejala yang sama yaitu kejang- kejang, serta di barengi dengan muntah cairan berwarna biru tua yang masih di teliti oleh paramedis.

"Buset!!...makin parah aja... sekarang, mana mulai banyak ambulan lalu-lalang di jalan. Moga aja ga sampe nyebar kesini,..." Gumatnya dalam hati, yang sebenarnya ia khawatir, karena rumahnya tidak jauh dari rumah sakit. dan juga ia khawatir dengan kesehatan keluarganya.

Terpopuler

Comments

mia sarfi

mia sarfi

semoga selamet

2022-11-03

0

Anisa Fitria

Anisa Fitria

bencana tingkat kota

2022-11-03

0

tintakering

tintakering

jadi bencana nasional😁

2022-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!