"silahkan masuk mas,... mbak,. jangan sungkan!! ."
Sambut pria paruh baya di hadapanya, "Yang ini,...mas siapa namanya??" Sambutnya sebari mengajak berjabat tangan, Yang di sambut jabatan tangan sambil memberi tahukan namanya Gilang dan gadis di belakang nya itu Ismira.
"saya pak Herdiansyah, pangil saja pak Herdi, kalian suami istri??.." tanya kembali pak herdi pada mereka berdua. Yang di balas oleh tutur lembut dan halus Ismira. "bukan pak cuma barengan aja."
yang di jawab "oalah,... pacaran toh, pantesan kompak!!.. ayo sini masuk " sambil mempersilahkan mereka masuk da duduk. setelah mengucapkan terima kasih, Datang anak pak Herdi sambil membawa drone. dan segera menuju dapur untuk membawa gelas air dan sebuah teko untuk di suguhkan.
“Silahkan di minum airnya,!! jangan sungkan sungkan.” Buka hangat pak Herdi sambil menuangkan air kedalam gelas. Yang malah membuat mereka sedikit berhati-hati, pasca melihat dua orang meninggal dengan cara di bunuh tepat di depan matanya.
“pasti kalian khawatir ya sama airnya??.. takut kena virus kan??..” Ucap pak Herdi sambil sedikit ketawa, dan segera meminum air tersebut, untuk membuktikan bahwa air itu aman dari virus itu.
Yang langsung di ikuti Gilang tanpa pikir panjang, dan Ismira yang sama mengikuti minum.
“Sini neng,.. kenalan sama Kak Gilang ma kak Ismira,!!” ucap pak Herdi melambai ke arah anaknya,
“kenalin saya yukky,.. biasa di panggil dek yukky..” ucap imut anak itu sambil bersembunyi di balik pundak ayahnya karena malu.
“Adek sini yuk, ama kak ismi..” sambil tersenyum, sebari menepuk nepuk tangan ke tempat si sampingnya agar mau duduk di sampingnya,.
“kak Ismi... kak.. Ismi serem gak di luar sana??...” tanya polos anak itu pada ismi. Yang dibalas dengan senyuman.
“Engga kok.., Cuma diluar gelap. Ga ada lampu..” ucap ramah Ismira menyembunyikan kenngerian dan betapa mencekamnya diluar pintu rumah.
“Pak,.. mohon maaf. Kenapa bapak nyelamatin kami? Padahal kita ga pernah ketemu??” Ucapan sama yang dilontarkan Ismira saat ia menyelamatkanya.
“Pasti kalian binggung??..Wajar sih,..” jawabnya sambil menyalakan rokok di mulutnya, dan menawari Gilang rokok.
“kalian nampaknya bukan orang jahat, kelihatan dari cara kalian saling jaga satu sama lain. ” Tuturnya menjelaskan alasan pak herdi menyelamatkan mereka berdua.
Mereka saling mengobrol satu sama lain, tentang keadaan di luar yang sudah sangat menyeramkan. serta bahaya yang bisa saja merengut nyawa setiap saat.
Tak terasa hari sudah sore menuju malam. Làntas pak Herdi menyuruh anaknya untuk memasak makanan. Lantas Ismira menawarkan diri untuk membantu memasak, dan mereka berdua pun memasak di dapur, meningalkan Gilang yang mengobrol dengan pak Herdi di ruang tengah.
Setelah masakan matang. mereka pun segera menyantap makanan tersebut. dan setelah selesai. Yukky dan Ismira memutuskan untuk tidur karena di ajak oleh Yukky untuk tidur di kamarnya .
Tak lama setelah para gadis itu masuk kamar. pak Herdi datang membawa dua cangkir kopi sambil menaruh kopi di hadapanya.
“Bapak temenin ngopi yah,..” sambil menyalakan rokok, mereka mulai berbicara tentang bagaimana ini semua terjadi. dan sesekali menceritakan kehidupan pribadi mereka berdua, yang di ketahui, bahwa istri pak Herdi tidak berhasil pulang saat berbelanja di supermarket, ketika wabah terjadi.
Setelah lama mengobrol, mereka memutuskan untuk istirahat dan Pak Herdi pun pamit untuk tidur di kamarnya.
Tak terasa sudah beberapa hari berlalu di rumah itu. sampai hal yang paling menakutkan terjadi. yaitu habisnya stok makanan, dan membuat mereka harus keluar dari dalam rumah itu, serta segera mencari sumber makanan yang ada di pertokoan dekat rumah itu.
“Lang.., besok kita harus nyari bahan makanan ke luar rumah!!.. ini makan malem kita yang terakhir!!..” ucap pak Herdi meminta Gilang untuk menemaninya keluar rumah, dan bertaruh nyawa karena harus memasuki area yang sangat berbahaya.
“aku ikut ya pak,... Cuma dek yukky gimana??..” ucap sepihak Ismira yang ingin ikut, namun sedikit ragu dengan keadan anak belasan tahun itu di rumah sendirian.
“Pergi aja kak,.. de yukky dah biasa ko di rumah sendiri. Kemaren-kemaren juga pas papah cari stok makanan keluar juga, dek yukky bantuin buat nunjukin jalan pake drone...” tutur anak itu menjelaskan bahwa ia cukup berani di rumah sendiri.
“Yaudah,...sekarang makan aja dulu. Besok kita berangkat pagi pagi banget!!..” ucap pak Herdi menyuruh ketiga orang itu. untuk menyantap makanan yang sudah ada di depan mereka.
Setelah selesai makan. mereka langsung memutuskan istirahat dan bersiap untuk hari esok.
Namun berbeda dengan Gilang. ia tak bisa tidur karena terus berfikir bagaimana caranya untuk tetap hidup dan kembali dengan selamat, segera ia membangunkan badanya dari posisi tidurnya. hendak merokok namun, sudah tidak ada. Tak lama namun ada tangan menyodorkan rokok dan korek, yang ternyata Pak Herdi.
“Nih lang,.. ada sebatang lagi!!..” tawar pak Herdi sambil duduk di samping Gilang, mereka pun mulai mengobrol merencanakan untuk bisa masuk dan keluar, dengan selamat dari tempat itu karena tempat itu.
“Pak,.. besok kalo terjadi hal buruk, Tingalin aja kita berdua. kita ga mau dek yukky kehilangan orang berharga buat kedua kalinya!..” sambil tertegun dengan permintaanya sepihaknya.
Namun Pak Herdi tidak berfikir demikian. “kita dateng bertiga, pulang juga harus bertiga!!... tapi kalo hal buruk, nitip si neng yukky ya... bapak tau kamu orang yang kuat sama baik.” Ucapnya sambil menepuk nepuk pundak Gilang.
membuat ia ragu dan bimbang. namun, juga ia tak punya pilihan untuk tetap berdiam diri. karena mereka di posisi yang sama-sama tak ingin kehilanggan hal yang berharganya. dan memberikan beberapa botol plastik bertuliskan 'asap serta sebuah spiker yang sudah di rangkai dengan handphone dan sebuah katana kepadanya
"Ini bom asap buatan bapak, udah tau pasti gunanya buat apa, sama ini spiker buat ngalihin perhatian mereka. kamu yang bawa ya lang!!..." tuturnya menjelaskan tentang fungsi dan kegunaan alat-alat tersebut.
Tak lama alarm jam menunjukan jam lima subuh, menandakan mereka harus bersiap untuk segera pergi ke luar. Segera Gilang mengetuk pintu tempat tidur Ismira dan yukky untuk membangunkan Ismira.
Setelah semua siap dan berkumpul di ruang tengah, dan semua telah siap. segera mereka berpelukan layaknya keluarga, dan saling memberi semangat satu sama lain agar tegar dan kuat. Segera Yukky naik ke lantai dua, dan menerbangkan dronenya. untuk mengcek apa kah ada mahluk atau monster di area tersebut.
setelah aman, ia menurunkan dronenya dan memberi isyarat dengan menganti warna lampu di baling balingnya dengan hijau. mengisyaratkan bahwa sudah aman, segera Gilang membuka garasi. dan segera menutup kembali pintu garasi itu, berharap untuk bisa kembali dengan selamat.
Selama perjalanan, mereka berhati-hati mengikuti arahan drone dari Yukky yang menuntun mereka. Setelah setengah jam berjalan mereka di hentikan drone Yukky, yang mungkin sudah mencapai batasnya untuk menuntun. segera pak Herdi mengeluarkan sepucuk keretas bertuliskan ‘kita pamit dulu neng.'
Sambil menyuruh Gilang dan Ismira melanjutkan perjalanan mereka, namun kembali pak Herdi mengeluarkan surat yang ia dekat kan pada drone, dan kemudian terbang untuk kembali. sambil pak Herdi berjalan memasukan sepucuk kertas itu ke dalam jaketnya, dan berjalan menyusul mereka berdua.
Setelah sekian lama berjalan. Mereka berhasil menemukan sebuah toko, namun ada satu makhluk di depan pintu masuk.
Sontak mereka bersembunyi di balik mobil yang terparkir tak jauh dari depan pintu.
“Kalian tunggu di sini,..biar Gilang lawan!!” sambil menghunuskan katana dan keluar dari persembunyiannya.
Tak lama Gilang keluar sambil menggesekan katananya kejalan, dan sesekali memukulkan ujung katananya ke benda di sekitarnya. sontak makhluk itu berlari tungang langgang menuju Gilang.
Segera ia mengangkat katananya, sambil berlari menuju mahluk itu serta menebasnya di area leher yang anehnya katana tersebut seolah tidak mempan. yang lantas mahluk itu ia tendang sekuat mungkin agar menjauh darinya.
Yang membuat mahluk itu terpental dan menabrak motor yang terparkir di depan toko tersebut. yang di manfaatkan untuk menusuk dada monter itu dengan katana, dan mencoba membakar mahluk tersebut dengan korek api. dan tak lama berkobar api yang cukup besar di badan mahluk itu.
Segera Gilang mencabut katananya dan memberikan isyarat aman untuk masuk kedalam, setelah mereka masuk toko yang gelap mereka menuju tempat bahan makanan dan segera mengambil sebanyak banyaknya, setelah selesai mengambil stok makanan mereka kembali berkumpul dan memutuskan untuk pulang.
“Udah semua kan... cepet kita pulang lagi” ucap Pak herdi sambil memperhatikan sekitar, setelah mereka keluar toko dan berjalan tiba-tiba Ismira di pukul dari belakang hingga tak sadarkan diri.
“heh...!! beraninya lu bawa stok di gudang kita!!..” ucap orang yang memukul Ismira sambil mengacungkan tongkat baseball yang terlihat ada noda darah.
“Anj#ng lu” sambil berlari kearah orang yang memukul tersebut namun, ia berhasil di hentikan setelah betisnya di terpanah. Dan menyebabkan ia tersungkur.
ketika akan hendak berdiri, Gilang terhenti ketika, katana yang ia pegang sekarang mengarah kelehernya. “nah... bisa diam akhirnya lu,..manusia sok jago!! .” ucap salah satu pria yang entah datang dari mana.
“Bangs#t lu!!...” sambil meludahi muka orang di depanya.
“Berani juga ya lu?!...” bentak pria itu, sambil menendang dagu gilang hingga tersungkur. dan segera menyetrum nya dengan alat kejut listrik, supaya ia pingsan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments