19. NEW LIFE WITH TRUE LOVE

Setelah memasak, Ismira dan Yukky langsung membawa keluar hasil masak mereka dari dapur, dan terlihat alat seperti rankaian penuh dengan kabel di atas rice cookers di bawa oleh Ismira, dan Yukky yang membawa lauk pauk berjalan mendekati Gilang dan Wildan yang sudah menunggu mereka.

Lantas, Ismira menyuruh Gilang untuk membawakan piring di dapur yang lantas di iyakan oleh Gilang namun, saat dia hendak mengambil piring. dia merasakan pusing yang amat sangat dan juga tak lama terdengar suara piring pecah yang terdengar.

Terlihat Gilang yang sudah terkapar tak sadarkan diri.

“ astaga Gilang!”

ucap kaget Ismira, yang membuat mereka segera membantu memindahkan Gilang dari dapur menuju kamar tidur.

Ismira yang menyuruh mereka berdua untuk makan duluan, sementara dia mengurus Gilang yang tak sadarkan diri.

“Kalian duluan aja makan, biarin aku ngurus Gilang sendirian.”

Pinta Ismira pada mereka berdua, yang langsung meningalkan mereka di kamar berdua. Setelah pintu di tutup Ismira langsung menangis tersedu-sedu sebari memeluk Gilang, Yang sekarang sudah tak sadarkan diri.

“Aku tahu kamu orang baik..tapi mengapa harus kamu yang jadi korban.!!! Padahal aku udah mulai sayang. kenapa harus orang orang yang aku sayang,”

ucap sesalnya, sebari terus menyalahkan dirinya sendiri yang terus menerus memakan korban orang-orang yang dia cintai.

Dalam tidurnya, Gilang bermimpi melihat dirinya dalam bentuk gagaran menemuinya dan menyapanya yanh tengah duduk di atas tumpukan mayat, sebari bersandar di bawah tiang dan segera melompat kedepanya.

“yo Gilang, atau gue bisa sebut sisi manusia gue”

sapa ramah monster itu padanya sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan, yang langsung di tepis Gilang dan segera berteriak tepat di depan mukanya.

“Anj#ng lo, siapa ?? jangan sok akrab sama gue!!.."

ucap marah Gilang sambil menepis tanganya untuk berjabat tangan.

“Gue lo, tapi dengan versi lebih dari segalanya dari lo”

ucapnya, sambil mendudukan badan di atas tumpukan mayat.

“apa mau lo!!”

Perih Gilang sebari menarik kerah jaket monster itu sebari mengambil ancang-acang untuk memukul wajah monster itu.

“Lo akan tahu sendiri nanti.. sampe jumpa lagi nanti..”

ucap monster itu sebari menepuk pundak Gilang, yang membuatnya segera terbangun dari pingsan nya.

Saat dia membuka mata dia melihat Ismira yang tertidur di dadanya dengan posisi terduduk di lantai.

“makasih ya mi, udah ngejagain aku.” sebari menyibakan rambut yang menghalangi wajah cantiknya.

tak lama Ismira bangun dan segera memeluk Gilang sebari mengucapkan permintaan maaf karena sudah membuatnya seperti sekarang.

“Maafin aku!!!...aku ga tahu kalau kamu jadi kaya ini!!.. Aku ga mau kehilangan kamu, aku udah sayang ma kamu. Please!!!, Jangan berubah jadi apa yang aku takuitin.”

Ucap tangis Ismira sambil terus memeluk Gilang.

“Mi..jangan lepas dahulu pelukanya, biarin agak lama!!..”

pinta Gilang sambil balik memeluk Ismira, dan tak terasa air mata keluar dari mata Gilang. ia meminta itu agar dia tak terlihat ikut menangis oleh wanita yang kini sudah ada dalam dekapnya.

Segera dia menghapus air matanya, dan menarik pundak Ismira agar bisa melihat wajah cantiknya.

“Nah kan, keliatan cantiknya. Sekarang jangan nangis lagi ya!! maaf aku bikin kamu nangis kesekian kalinya.”

Ucapnya sambil menghapus air mata di wajah putihnya dengan ibu jarinya.

“janji ya... jangan ningalin aku atau Yukky lagi!!.. aku nerima kamu apa adanya kok, walaupun aku harus mati dengan cara apa pun, selagi itu demi kamu aku atau Yukky aku ikhlas”

Pinta Gilang sambil tersenyum, dan membetulkan rambut Ismira yang menutup wajahnya.

Sontak Ismira mencium bibir Gilang, yang membuatnya menindih tubuh Gilang. Terasa lembut dan juga basah bibir gadis itu masuk ke mulutnya dan juga napas dan wangi yang terasa mengenai wajah Gilang serta hidung Gilang.

Tak lama Ismira melepaskan pautannya, dan terlihat wajah yang berwarna merah padam tertunduk melihat wajahnya

“Mi aku sayang kamu, ga peduli kamu manusia atau apa pun yang mereka sebut.”

Ucap Gilang sebari membelai wajah yang memandangnya dari atas itu.

“Aku juga sayang kamu, apa pun yang terjadi”

balas gadis itu sebari menekan dagunya kepundaknya agar belain yang ada di wajahhnya tidak berakhir.

Sontak Gilang menarik wajah Ismira mendekat kepadanya namun, terdengar pintu yang terbuka dan wajah Yukky yang mengintip di balik daun pintu di barengi Wildan di atasnya.

Sontak Gilang mendirikan badanya, dan memeluk Ismira segera nenyuruh mereka berdua keluar dari belakang pintu, Untuk tidak sembunyi.

“Gue tahu kalian di sana, keluar sekarang!”

titah Gilang sebari memeluk Ismira yang tertahan di pundaknya.

Terlihat Yukky dan wildan membuka pintu dengan posisi tangan Wildan yang membekam dan menutup wajah Yukky karena agar tidak melihat dan menimbulkan suara.

“lanjut saja lang maaf ganggu, biasa anak anak suka iseng,“

ucap cengengesanya namun  tak lama Yukky menginjak kakinya hingga dia melepaskan tangannya.

“rasain jail sih, kak Ismi sama kak Gilang pacan ya”

ucap polos Yukky yang seakan tidak mengerti apa yang sebelumnya dia lihat. Sontak mendengar kata kata itu Gilang melepaskan pelukanya dan segera Ismira menutup wajahnya karena malu dengan apa yang anak gadis itu lihat.

namun Gilang langsung menjelaskan bahwa mereka berdua itu memang sepasang kekasih.

“Emang iya, Emang kenapa cantik ya??” goda Gilang pada Gadis kecil itu namun segera ismira menarik pipi gilang sambil mengerutu kepada Gilang.

“Anak kecil jangan di ajarin yang gituan!!..”

sambil menyuruh Yukky untuk masuk dengan melambaikan tanganya, dan wildan yang sudah berdiri lagi segera menanyakan mengapa dia bisa pingsan dan tak sadarkan diri.

“Lu kenapa lang??..”

tanyanya yang di jawab mungkin karena faktor kelelahan.

Segera Wildan menyuruh Yukky untuk mengambil piring dan lauk yang sebelumnya sudah mereka berdua siapkan dan menyuruh Gilang dan Ismira untuk makan

“kalian makan saja dulu... buat sekarang, biarin Gilang istirahat besok pagi kita berangkat”

ucap Wildan sebari menyalakan Rokok di tangan nya.

Setelah mereka berdua makan, Gilang  meminta agar dia istirahat  dan tidur di kamar sendirian. Serta menyuruhnya agar mengunci ruangan itu dari luar agar tidak ada kejadian yang dia takutkan, dan mengakibatkan orang lain dalam masalah.

“Tolong nanti kalau kalian bertiga keluar, kunci pintunya dari luar gue ga mau ngelukain kalian”

ucapnya yang seakan mengindikasikan bahwa dia bisa berubah kapan saja.

Mendengar hal itu pada awalnya Ismira menolak namun Wildan langsung memegang pundak Ismira sambil mengangukan kepalanya supaya dia menyetujui permintaan Gilang

“Udah gapapa...maksud Gilang baik, udah yu keluar”

Ucap pintanya sebari berdiri dari duduknya dan mencabut kunci pintu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!