Anton meradang rahangnya mengeras setelah menerima sebuah amplop berisikan foto-foto Aisyah dan Fattan. Anton menggebrak mejanya dengan keras, lalu dia menelepon sekretarisnya menanyakan keberadaan Fattan. Tapi sekretarisnya bilang Fattan sedang keluar meeting dengan klien di cafe ayo mampir.
"S****l, Fattan kamu cari masalah denganku," Anton yang marah dan kemudian langsung keluar dari ruangannya.
Anto langsung menuju cafe yang di katakan oleh sekretarisnya, namun sepertinya Fattan tidak ada. Anton melajukan mobilnya kerumah Aisyah ternyata mobil Fattan diparkir didepan pintu gerbang rumah Aisyah. Tanpa basa-basi Anton masuk dan langsung memukul wajah Fattan hingga mengeluarkan cairan berwarna merah di sudut bibirnya dan tersungkur ke lantai.
"Abang, ada apa?" tanya Aisyah yang membantu Fattan berdiri.
Plak
Anton menampar pipi Aisyah, Fattan yang tak terima Aisyah di sakiti oleh Anton langsung memukul Anton dan lalu keduanya terlibat perkelahian. Fattan yang tak mau kalah pun melawan Anton, keduanya memang jago beladiri karena dulu mereka berdua pelatih taekwondo sewaktu kuliah.
"Stop!" teriak Aisyah yang melerai dua laki-laki yang sudah berkelahi.
"Kamu aku pecat dengan tidak hormat, Fattan. Dan persahabatan kita putus," ujar Anton yang mengusap bibirnya yang berdarah.
"Siapa takut, aku tidak pernah takut dengan ancamanmu, Anton Lazuardi," kata Fattan dengan tegas.
"Bang Fattan, lebih baik abang pulang dulu. Biarlah Aisyah menyelesaikan masalah Aisyah dan abang Anton," ujar Aisyah.
"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Fattan yang memegang bahu Aisyah.
"Hei, istri orang jangan main pegang-pegang saja!" seru Anton dengan wajah yang penuh luka.
"Istri? Istri yang bagaimana maksudmu? Istri yang sudah kamu sia-siakan? Istri yang sudah kamu duakan cintanya?" tanya Fattan dengan nada yang meledek.
Anton tak terima dia bangkit lagi dari duduknya hendak memukul Fattan lagi, namun Aisyah menarik lengan Anton. "Lepas, kamu mau membela selingkuhanmu?" tanya Anton menatap tajam Aisyah yang pipinya merah karena tamparannya.
"Bang Fattan, Aisyah mohon pulang lah," ucap Aisyah yang menangkupkan kedua tangannya.
"Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku," kata Fattan yang keluar dari rumah Aisyah.
Anton menatap Aisyah dengan tajam seakan amarah dihatinya tak puas dengan apa yang sudah dia lakukan pada Aisyah. Anton menarik tangan Aisyah dan membawanya ke kamar, Anton memaksa Aisyah melayaninya. Dengan kasar Anton memperlakukan Aisyah seperti seorang J*******g yang sedang memuaskan n****u pelanggannya.
"Abang!" teriak Anton yang terus menghantam Aisyah dengan kasar.
Aisyah menangis dan merasa kesakitan karena perlakuan Anton pada tubuhnya, Anton duduk sambil mengisap rokok di tangannya. Dia melihat Aisyah meringis menahan sakit, Aisyah menarik selimutnya sambil menangis. Sungguh kejam perlakuan Anton pada dirinya, Aisyah tak pernah melihat Anton memperlakukan dia sekasar ini. Memang sudah berapa bulan ini Aisyah dan Anton tak melakukan hubungan suami istri, namun tidak seperti ini.
"Kenapa abang tega menyakiti Aisyah seperti ini?" tanya Aisyah dengan mata yang sembab karena sejak siang hingga sore menangis.
"Apa Fattan juga melakukan itu denganmu?" tanya Anton membuat Aisyah menggelengkan kepalanya.
"Abang menuduh Aisyah tanpa bukti, Fattan kerumah hanya ingin mengantarkan Aisyah berobat," jawab Aisyah.
"Bohong!" bentak Anton lalu menghampiri Aisyah yang masih di bawah selimut.
" Kamu sudah main-main ya sama abang,"kata Anton yang mencekal rahang Aisyah.
"Sakit, ahh," Aisyah meringis lalu melepaskan tangannya.
"Kamu selingkuh dengan Fattan dan kamu memberikan semuanya ini pada Fattan. Iya, hah!"
Plak
Aisyah menampar Anton dengan keras sampai wajah Anton bergeser ke samping, hingga mengeluarkan cairan berwarna merah di sudut bibirnya. Dengan mata yang terus meneteskan airmata, Aisyah turun dari ranjang dengan selimut yang dia gulung.
"Keluar, dari sini. Keluar!" Aisyah berteriak sambil menangis. Mendorong badan Anton hingga Anton terjatuh ke lantai, lalu Aisyah mengunci pintu kamarnya.
"Aisyah.. Aisyah.. Buka pintunya," kata Anton yang mengetuk pintu dengan keras.
Aisyah hanya menutup telinganya, lalu dia merosot jatuh ke lantai dan menangis, selama ini Anton tak pernah berbuat kasar pada dirinya. Anton begitu lembut dan penyayang bagi Aisyah, tapi semua sudah berubah Anton yang doa kenal sangat dia cintai dan dia puja telah berusaha menjadi sosok yang pemarah dan suka membentak bahkan tak segan memukulnya.
"Aisyah, abang minta maaf. Tolong buka pintunya, abang hanya cemburu melihatmu dengan laki-laki lain. Aisyah, buka pintunya," Anton terus mengetuk pintu.
Akhirnya Anton pulang dengan tak memaksa baju, dia hanya menggunakan boxer saja. Anton menarik nafas dan lalu menarik rambutnya dengan kesal dan marah. Anton memukul setir dan berteriak. Kemudian Anton menjalankan mesin mobilnya pulang.
******
Mira yang melihat suaminya pulang dengan hanya memakai celana pendek dan kaos oblong bingung apa yang terjadi. Untung saja di mobil ada celana pendek dan kaos oblong saja.
Anton masuk ke kamar Aisyah lalu menguncinya. Mira mengetuk pintu ingin bertanya ada apa, kenapa suaminya hanya memakai celana pendek dan kaos oblong saja.
"Aisyah..!" teriak Anton yang terdengar oleh Mira.
"Anton kenapa, Mir?" tanya ibu Hana yang mendekati Mira yang sedang berdiri didepan pintu kamar Anton.
"Sepertinya rencana kita berhasil bu," kata Mira.
"Mungkin saja Anton dan Aisyah sedang bertengkar, atau Anton baru saja menceraikan Aisyah," kata ibu Hana yang tersenyum kemenangan.
"Iya, bu. Mungkin mas Anton memergoki mereka berdua," Mira pun tersenyum.
"Mulai sekarang kamu satu-satunya nyonya Anton Lazuardi di rumah ini," ujar ibu Hana yang tertawa pelan.
"Dan anak ini adalah pewaris tunggal keluarga besar Lazuardi," lanjut ibu Hana.
"Ibu terimakasih sudah membantu Mira menyingkirkan Aisyah dan membuat mas Anton menjadi suami dan ayah seutuhnya bagi Mira dan anak ini," kata Mira yang mengelus perutnya dan memeluk ibu mertuanya.
Anton duduk di lantai menyandarkan tubuhnya di ranjang, dia terus mengisap rokok hampir dua bungkua. Anton merasa menyesal atas apa yang dia lakukan pada Aisyah, tapi semua sudah terlambat mungkin Aisyah membencinya yang sudah berbuat kasar padanya. Anton meremas rambutnya dan lagi-lagi dia berteriak memanggil nama Aisyah.
Sedangkan ibu dan istrinya sedang bahagia melihat hubungan anaknya dengan istri pertamanya hancur, dan bahkan akan berpisah. Mira terus mengelus perutnya dengan senyuman yang penuh kemenangan.
"Sebentar lagi ayah akan menjadi milik kita, sayang. Kamu sabar ya anakku," ujar Mira mengusap perutnya.
****
Aisyah masih menangis dan dia duduk di lantai, membayangkan hal yang terjadi siang tadi membuatnya merasa sakit hati. Aisyah kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Fattan.
"*Assalamu'alaikum, bang," sapa Aisyah dengan suara yang berat.
"Wa'alaikumsalam, Aisyah kamu menangis?" tanya Fattan yang mendengar Aisyah menangis.
"Bang, Aisyah mau bercerai dari abang Anton. Aisyah sudah tidak kuat dan sanggup lagi hidup dengannya," ujar Aisyah dengan tersedu-sedu.
"Baik-baik, kamu tenang dulu ya. Sudah jangan menangis abang akan ada untukmu,"ujar Fattan menenangkan Aisyah.
" Apa Anton memukulimu, Aisyah?"tanya Fattan.
"Tidak, hanya saja Aisyah diperlakukan dengan kasar dan sakit rasanya hati ini, bang," ungkap Aisyah.
"Oke, kamu tenang. Besok pagi abang akan bantu kamu mengurus perceraian kamu dengan Anton, sudah kamu jangan menangis lagi, ya. Abang akan selalu ada disamping kamu," kata Fattan yang membuat Aisyah lebih tenang.
"Terima kasih, bang," ucap Aisyah yang menutup ponselnya*.
Fattan merasa mendapat angin segar dan dia langsung menelepon pengacaranya untuk membantu mengurus perceraian Aisyah dan Anton. Fattan juga berharap dia bisa mendapatkan hati Aisyah, dan dia akan mencintai Aisyah sepenuhnm hatinya. Takkan dia sakiti seperti Anton.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Sukliang
1 kata t o l o l tuk mu sisyah
2022-12-30
1
Eka Rauf Ginting
𝚋𝚎𝚛𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚛𝚝𝚒. 𝚝𝚙𝚒 𝚐𝚔 𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒 𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒 𝚔𝚊𝚞 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑
2022-07-22
0
Atien Boenjamin
Aisyah berapa kali disakiti kok masih kuat ada perempuan seperti itu.jangan terlalu naif logika pakai.hidup masih panjang
2021-12-03
3