Bab II

Aisyah keluar dari kamar bersama Anton, dia melihat Mira yang sedang duduk sambil memandangi setiap sudut ruangan di rumah Anton dan istri tua nya. Aisyah yang melihat Mira hanya tersenyum, sepertinya dia bukan gadis dari golongan atas. Sepertinya dia perempuan yang baik dan dari keluarga biasa saja.

"Ekhemm.. " Aisyah mendehem membuyarkan lamunan Mira yang sedari tadi duduk menunggu drama suami dan istrinya itu selesai.

"Mira, ini Aisyah istri pertamaku. Aisyah ini Mira. " Kata Anton yang mengenalkan dua wanita yang sudah masuk kedalam hidupnya. Yang satu wanita yang sangat dia cintai, satu lagi wanita yang sedang mengandung anaknya.

"Namaku Aisyah. " Ucap Aisyah yang mengulurkan tangannya.

"Hai, aku Mira. " Balas Mira yang menyambut uluran tangan Aisyah dengan senyum.

"Mira, kamu tidur di kamar tamu saja. Karena dirumah ini hanya ada dua kamar, jadi kamu di kamar tamu saja. " Kata Anton yang menunjukkan kamar tamu yang ada di dekat ruang tamu.

"Baik, Mas. Terimakasih. " Jawab Mira yang berjalan menuju kamar tamu.

"Mir, maaf ya kalau aku tidak bisa menemanimu. " Kata Anton yang merangkul pundak Aisyah.

"Tidak apa, Mas. Aku juga terimakasih mas sudah baik sama aku. " Ucap Mira yang menarik kopernya masuk ke kamar tamu.

Aisyah mendongak menatap wajah suaminya, Anton tersenyum dan langsung menggiring Aisyah masuk ke kamarnya. Dari jauh Mira melihat pasangan suami istri itu masuk ke dalam kamar. Mira hanya bisa menarik nafas, berusaha tidak cemburu.

****

Pagi hari Aisyah sudah menyiapkan makanan di meja untuk sarapan suaminya. Aisyah juga sudah membereskan rumah dan memasak untuk makan siang. Mira yang keluar dari kamarnya merasa canggung melihat Aisyah yang sedang sibuk di dapur. Kemudian Mira mencoba mendekati Aisyah yang sedang membersihkan sisa dirinya memasak.

"Mba.. " Panggil Mira dengan lirih dan menahan nafasnya.

"Hei, sudah bangun. Ayo sarapan. " Kata Aisyah dengan lembut dan segera menyelesaikan cuciannya.

"Terimakasih, Mba. " Ucap Mira yang duduk di kursi dan mengambil piring serta lauknya.

"Sayang, kamu lihat dasi aku tidak? " Tanya Anton yang keluar sambil berjalan ke arah Aisyah.

"Aku sudah siapkan semua di kasur, Bang. " Jawab Aisyah.

"Ayolah, Sayang. Temani aku memasangkan dasinya. " Kata Anton dengan manja membuat Mira bersabar dengan kelakuan Anton. Mira tahu Anton tidak mencintainya, dan dia menikahi dirinya karena paksaan ibunya yang ingin mempunyai cucu.

"Sebentar ya, Mir. Abang Anton memang suka manja. " Kata Aisyah yang terkekeh dengan sikap suaminya itu.

"Iya, Mba. " Jawab Mira menahan rasa sakit di hatinya melihat Anton dan istrinya begitu mesra.

"Sabar, Mira. Ini baru permulaan, selanjutnya kamu yang akan disisi Anton bukan Aisyah. " Batin Mira.

Tak lama kemudian Anton keluar bersama Aisyah yang di rangkul pundaknya. Sambil bercanda mesra mereka berdua tertawa. Mira tak tahan lagi dengan sikap kedua pasutri itu. Lalu Mira menggebrak meja makan dengan keras sehingga Anton dan Aisyah menatap Mira yang menghentakkan kakinya dan berlalu meninggalkan mereka.

"Bang, kamu temui dia sebentar. Mungkin wanita hamil itu sensitif, rasa cemburunya besar. " Kata Aisyah yang mendorong suaminya ke kamar Mira. Anton menolak namun Aisyah memaksa Anton untuk menemui istri mudanya.

Anton membuka pintu kamar Mira dan melihat Mira duduk di tepi ranjangnya sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit.

"Boleh, Mas masuk? " Tanya Anton yang membuka pintu kamar Mira.

"Masuk saja. " Jawab Mira datar.

Anton masuk dan kemudian duduk di samping Mira. Mira membuang wajahnya ke sembarang arah dia tak melihat wajah Anton. Anton menarik nafasnya, melihat ke samping wajah istri mudanya yang dia nikahi 5 bulan yang lalu, dan sekarang sedang mengandung anaknya 4 bulan.

"Mira, kamu tahu untuk apa aku menikahimu? " Tanya Anton.

"Aku tahu, karena ibumu ingin seorang cucu. " Jawab Mira.

"Dan kamu tahu aku mempunyai seorang istri yang sangat aku cintai? " Tanya Anton lagi.

"Aku tahu, Mas. Kamu sudah mempunyai istri dan sangat kamu cintai, tapi apakah aku salah jika aku mencintaimu dan mengharapkan kamu juga mencintaiku, aku ini wanita bukan mesin pencetak anak, Mas. " Kata Mira dengan nada keras. Aisyah mendengar dari balik pintu kamar Mira.

"Aku tidak pernah memaksa kamu untuk membawa aku kerumah mu dan istrimu. Aku juga tidak mau di katakan merebut suami orang, tapi apakah akau salah jika aku mencintaimu. Aku juga istrimu, istri sah mu dan aku sedang mengandung anakmu, darah dagingmu. Seharusnya aku yang lebih kamu perhatikan bukan istrimu yang mandul itu. " Kata Mira.

"Cukup, Mira!!! " Anton mengeraskan suaranya hingga Mira terhentak kaget, begitu pula Aisyah yang tak pernah melihat Anton semarah itu.

"Aisyah tidak mandul, Aisyah masih bisa hamil dan walaupun dia mandul aku tetap mencintai Aisyah. Ingat itu, Mira. " Kata Anton dengan keras. Aisyah meneteskan airmata di balik pintu mendengar perdebatan Anton dan Mira.

"Kalau dia tidak mandul, seharusnya dia sudah hamil dong. Bukannya kamu malah menikah lagi. " Ujar Mira dengan mata yang tajam menatap Anton.

"Coba kamu si posisi aku, Mas. Siapa yang mau jadi istri kedua dari pria beristri seperti mu. " Kata Mira.

"Jadi sekarang mau kamu apa? Hah..? " Tanya Anton.

"Perlakukan aku seperti istri pertama, dan kamu harus adil dalam berbagi waktu, Mas. " Kata Mira yang ingin berkuasa menjadi yang pertama. Anton hanya diam dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Kenapa, tidak bisa? " Tanya Mira sedikit meledek.

"Aku akan bicara dulu dengan Aisyah. " Kata Anton yang keluar dari kamar Mira dan melihat Aisyah sedang berdiri di depan pintu kamar Mira.

Anton memeluk Aisyah dan mengecup keningnya lalu puncak kepalanya. Aisyah tak kuasa menahan tangisnya, Anton tahu perasaan Aisyah yang tak kuasa menahan hatinya yang sebenarnya tak ingin berbagi suami.

*****

Hari terus berlalu, Aisyah mulai menerima kehadiran Mira di anatara cintanya dengan Anton. Aisyah sadar ada bayi yang tidak berdosa di dalam rahim Mira. Aisyah dengan hati sabar dan ikhlas menerima Mira saat Anton mulai memperhatikan Mira dan belajar adil untuk istri mudanya.

"Mas, nanti siang mau aku masakin apa? " Tanya Mira yang bergelayut manja keluar dari kamarnya. Anton melirik Aisyah yang tengah membereskan rumah dan merapikan meja makan untuk sarapan.

"Aisyah.. " Panggil Anton melepaskan tangan Mira dan menghampiri Aisyah yang sedang menata meja makan.

"Iya, Bang. Ada apa? " Tanya Aisyah mendongakkan kepalanya menghadap Anton.

"Apa kamu akan pergi siang ini? " Anton berbalik bertanya pada Aisyah.

"Hmmm... Aku hanya ingin ke panti asuhan, Bang. " Jawab Aisyah. "Abang, izinkan bila aku ke panti. " Ujar Aisyah.

"Iya, sekalian kamu ajak Mira dia pasti bosan di rumah terus. " Kata Anton tersenyum.

"Tidak, aku hari ini mau belanja. Kebetulan make-up ku habis dan pakaianku sudah sempit. " Sahut Mira yang memeluk lengan Anton.

"Baiklah, aku pergi. " Kata Anton yang mengulurkan tangan pada Aisyah dan Mira.

Setelah Anton pergi, Mira mulai menunjukkan taringnya. Dia ke kamar dan membawa beberapa tumpuk baju kotor dan semua Mira simpan di mesin cuci yang sedang di cuci oleh Aisyah. Aisyah hanya menatap yak mengerti kenapa baju kotornya di letakkan di mesin cuci yang sedang dia kerjakan.

"Mira, kamu kan bisa mengerjakan sendiri. " Kata Aisyah.

"Maaf lagi gak mood. " Jawab Mira yang berlalu meninggalkan Aisyah. Namun saat Mira berjalan tiba-tiba kakinya tersandung lalu dia jatuh dan meringis merasakan sakit perutnya.

"Aduh, sakit.. " Ringis Mira.

"Mira, kamu kenapa? " Tanya Aisyah yang berlari dari dapur.

"Jangan sentuh aku, kamu sengaja ya agar aku jatuh dan membunuh bayi ini. Aargghhh.. Darah, bayiku. " Racau Mira.

"Kita kerumah sakit. " Kata Aisyah yang menelpon taksi online.

Mira sudah di bawa kerumah sakit, Anton langsung datang ketika Aisyah menelepon dan memberikan kabar.

"Kamu kenapa, Mira? " Tanya Anton.

"Mba Aisyah mendorong aku, Mas. " Bohong Mira yang menunjuk jarinya ke wajah Aisyah yang berdiri dekat ranjang.

"Aisyah, kamu mau mencoba membunuh anakku? Kenapa? Kalau kami tidak menyukai Mira jangan anakku. " Kata Anton yang tak membiarkan Aisyah berbicara memberikan penjelasan.

"Jelaskan, Aisyah!!" Kata Anton dengan marah dan wajahnya membuat Aisyah takut,

"Aku tidak melakukan apa-apa, dia terjatuh sendiri dan aku membawanya ke rumah sakit. " Kata Aisyah yang membela dirinya sendiri.

"Sudahlah, kamu itu bukan Aisyah yang aku kenal. Sekarang kamu pulang dan renungkan kesalahanmu. " Kata Anton yang mengusap perut Mira kemudian Mira tersenyum menang.

Aisyah pulang ke rumah dia sungguh merasakan sakit, baru pertama kali dia di marahi oleh Anton. Aisyah merasa Anton sudah berubah, Miralah yang sudah membuat Anton berubah.

****

Dua minggu kemudian

Anton semakin menjauh dari Aisyah dan Mira seperti sudah menguasai Anton dengan mengikatnya seorang anak yang ada dikandungnya. Anton sudah tak peduli lagi pada Aisyah, apalagi Mira selalu menyuruhnya seperti pembantu. Aisyah sudah tidak tahan dia ingin mengakhiri pernikahannya dengan Anton.

"Abang.. " Panggil Aisyah yang melihat Anton di ruang kerjanya Anton pun menoleh.

"Boleh, Aisyah masuk? " Tanya Aisyah lalu Anton mengangguk. Aisyah masuk lalu duduk di depan meja Anton.

"Ada apa? Cepatlah aku sedang sibuk. Belum lagi nanti Mira bangun dari tidurnya membuat aku tak bisa bekerja. " Kata Anton dengan dingin. Hati Aisyah terasa sakit, baru kali ini dia melihat Anton sedingin itu.

"Aku, ingin minta cerai darimu, Bang. " Kata Aisyah.

*Hai... Readers bagaimana kisah Aisyah?

semoga suka ya..

*Jangan lupa like, komen dan hadiah juga votenya..

*Salam 'ByYou'

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Itu lebih baik Aisyah... nanti akan ada jodoh yang lebih baik sesuai dengan hati mu yang ikhlas dan tulus...

2025-01-05

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

lepaskan Aisyah Anton,, kau kan sudah ada Mira

2023-06-15

1

Sukliang

Sukliang

harus minta cersi la

2022-12-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!