Anton dan Aisyah sudah sampai dirumah, Mira yang melihat mereka tampak mesra merasa terbakar cemburu, Mira mengepalkan tangannya melihat suami istri itu masuk kedalam rumah. Aisyah duduk di sofa dan tersenyum melihat suaminya yang memasukkan koper milik Aisyah kedalam kamar.
Kemudian Mira keluar dari kamarnya, dan berpura-pura menangis sedih. Di berlari dan langsung memeluk Aisyah yang duduk.
"Mba Aisyah, maafkan aku yang sudah membuatmu pergi dari rumah ini, " ujar Mira yang pura-pura akting agar suaminya tidak marah padanya.
"Sudah aku maafkan, Mir. Sudah berdirilah kasihan babynya." Kata Aisyah.
"Tapi aku sudah menyakitimu, jujur aku merasa bersalah padamu. Bahkan ketika kamu pergi, mas Anton sangat marah padaku." Ujar Mira mulai dengan dramanya.
"Sudahlah, Mir. Kita jangan di bahas lagi, aku lelah mau istrahat," kata Aisyah.
"Sekali lagi maafkan, mba." Kata Mira yang menghapus air matanya.
"Aisyah,sayang ayo kita istirahat?" kata Anton yang menghampiri Aisyah dan menggandeng tangannya berjalan menuju kamarnya.
Mira terlihat sangat emosi dan dia pun masuk kembali ke kamarnya. Di kamar Mira berteriak, merusak semua barang yang ada di meja rias dan sangat marah melihat Anton yang begitu cuek padanya.
"Aku akan menyingkirkanmu, Aisyah. Lihat saja Anton akan bertekuk lutut mengemis cintaku." Kata Mira yang wajahnya sangat marah.
****
Seminggu berlalu, Mira masih dengan dramanya berpura-pura baik di depan Anton. Pagi itu Aisyah menyiapkan sarapan untuk suaminya dan juga dirinya. Mira membantu tapi hanya untuk mencari muka di hadapan Anton.
"Pagi, semuanya." Sapa Anton dengan senyuman yang mengembang.
"Pagi, abang," Aisyah pun membalas dengan senyuman yang manis.
"Pagi, mas," suara Mira yang terdengar pelan.
"Sayang, masak apa?" tanya Anton yang bergelayut di bahu Aisyah.
"Kesukaanmu,bang."
"Hmmm, pasti enak. Harum sekali dari baunya, " Anton mencondongkan wajahnya ke wajan.
"Sekarang, abang duduk manis di meja aku ambilkan piring ya," kata Aisyah yang mendorong tubuh Anton ke kursi.
"Siap, istriku. " Jawab Anton. "Mira, kamu harus belajar masak seperti Aisyah, jangan hanya tau shoping terus," kata-kata Anton sangat menohok di hati Mira.
Mira hanya tersenyum kecut, namun yang dikatakan Anton memang benar. Mira selalu menghabiskan waktunya shoping dan bertemu dengan teman sosialitanya. Anton memberikan kartu kredit yang tanpa batas, dan membuat Mira makin kesal.
"Sudahlah, bang.Wanita hamil itu butuh refresing dan tak boleh stress," ujar Aisyah yang tersenyum pada Mira, namun Mira membalasnya dengan terpaksa.
"Ini, makanlah biar di kantor bisa fokus kerja,"
Aisyah menyerahkan sepiring nasi goreng seafood kesukaan Anton, Mira hanya duduk diam dengan cemberut melihat keromantisan Aisyah dan Anton.
"Lihat, saja aku akan membuat Anton membencimu, Aisyah." Batin Mira yang mempunyai rencana busuk untuk menghancurkan Aisyah.
Mereka makan dengan tak ada suara, hanya suara dentuman sendok dan piring. Mira yang duduk di samping Anton lalu dia mencoba mengambil minum untuk Anton, tiba-tiba dengan sengaja kaki Mira menyentuh kaki Aisyah yang sedang menjulur kedepan sehingga Mira terhuyung akan jatuh. Untung Anton dengan sigap menangkap tubuh Mira.
"Mira!" Anton berteriak dan menangkap tubuhnya. "Kamu tidak apa-apa?"
"Mba Aisyah kamu sengaja ya kakimu dijulurkan kedepan agar aku dan bayiku jatuh." Kata Mira dengan marah.
"A-Aku, tidak sengaja. Abang..." Aisyah menatap suaminya, namun Anton dengan wajah marah mulai menuntun Mira duduk di kursi.
"Aku mau ke kamar, mas," kata Mira dan Anton membawa Mira ke kamarnya.
"Abang, " panggil Aisyah namun Anton tak peduli dan tak mendengarnya.
"Mas,temani aku ya. Kasihan babynya pasti syok karena mau jatuh." Mira dengan manja dan Anton mengangguk sambil mengangkat tubuh Mira ala bridal.
Aisyah hanya diam mematung di ruang makan, dia melihat Anton mengangkat Mira membuat Aisyah juga cemburu, mata Aisyah sudah mulai berkaca-kaca. Dalam hatinya pasti Anton akan memarahinya seperti seminar yang lalu.
"Sabar, Aisyah," gumamnya yang mencoba menguatkan hatinya sendiri.
Kemudian Anton keluar dari kamar Mira, dan menghampiri Aisyah yang masih berdiri di dekat meja makan. Jantung Aisyah seakan berdetak kencang melihat raut wajah Anton yang seperti singa kelaparan.
"Abang," panggil Aisyah dengan lirih.
"Kamu tahu Mira sedang hamil anakku, anakmu juga. Kenapa kamu tega membuat Mira jatuh?" tanya Anton yang mencengkram bahu Aisyah dan Aisyah hanya menundukkan kepala.
"Kamu boleh membenci Mira, tapi tidak bayi dalam kandungannya." Kata Anton. "Apakah kamu bisa hamil? Bahkan sampai sekarang saja kamu belum juga hamil? "
Aisyah menatap Anton, hatinya sakit seketika mendengar Anton berbicara dirinya tak kunjung hamil. Padahal Anton tahu Aisyah rutin setiap bulan kontrol ke dokter kandungan untuk memeriksakan dirinya bersama Anton.
"Kalau ada apa-apa dengan anakku, kamu yang akan bertanggung jawab, Aisyah,"
Airmata Aisyah menetes mendengar Anton mengancam dirinya, Anton melepaskan tangannya dan langsung mengambil tas kerjanya dan berangkat dengan wajah kesal.
Aisyah menangis sambil berjongkok dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Sementara Mira tersenyum penuh kemenangan dan merasa hatinya bahagia melihat Anton memarahi Aisyah.
"Rasakan itu, Aisyah," gumam Mira yang menutup kembali pintu kamarnya.
Aisyah masih menangis di dalam kamarnya, baru saja suaminya membuat dirinya bahagia, kini sudah menyakitinya lagi. Rasanya sakit sekali ketika Anton mengatakan masalah kehamilan.
****
Sore hari Anton datang dan Mira menyambutnya dengan manja dan menatap sinis pada Aisyah. Aisyah mencoba meraih tangan Anton namun Anton menepisnya. Aisyah terpaku melihat Anton berjalan sambil di gandeng tangannya oleh Mira. Aisyah hanya menarik nafas panjang. Sungguh tak sanggup lagi Aisyah berada di rumah ini.
"Mas,aku masak loh buat makan malam." Kata Mira yang membuka jas dan kemeja Anton. Anton pun hanya diam dan duduk di sofa kamar Mira.
"Mas mau mandi, aku sudah siapkan air hangat untukmu," ujar Mira yang menyimpan pakaian kotor suaminya.
"Malam ini aku tidur di sini," sahut Anton yang berjalan menuju kamar mandi. Mira pun tersenyum bahagia.
Kemudian dia keluar dan melihat Aisyah sedang menata makanan di meja makan. Mira tersenyum licik melihat Aisyah yang sedang sibuk dan tak melihatnya lewat. Lalu dengan sengaja Mira menjatuhkan pisau dan terkena kakinya.
"Awwww, " Mira meringis, darah keluar dari kaki Mira.
"Mira, kamu kenapa?" tanya Aisyah yang menengok kebelakang mendengar Mira berteriak.
Anton yang akan mandi mendengar teriakan Mira lalu keluar dan melihat Aisyah sedang memegang pisau yang dia ambil dari bawah. Anton melihat Aisyah seperti menodongkan pisau pada Mira.
"Aisyah! " Anton berteriak dan berlari menghampiri Mira yang sedang jongkok.
Mira mulai memainkan dramanya, seolah-olah dia sedang disakiti oleh Aisyah. Aisyah kaget mendengar Anton berteriak memanggilnya.
"Mas,lihat mba Aisyah ingin membunuhku. Untung aku tepis sehingga kakiku terkena pisau, lihat berdarah, mas." Kata Mira sambil menangis. Sedangkan Aisyah hanya bengong mendengar Mira memfitnahnya.
"T-Tidak bukan seperti itu,bang," ujar Aisyah. "Tadi aku mendengar Mira berteriak, dan ak... "
"Sudah, Aisyah kamu itu kenapa? Hah.."
"Bang, dengar kan aku dulu. Aku bisa jelaskan yang sebenarnya, " Aisyah mencoba membela dirinya.
"Aisyah, aku sudah katakan kamu boleh membenci Mira tapi tidak anakku. Dia anakmu juga, Aisyah." Kata Anton yang memeluk Mira yang masih dengan pura-pura menangis.
"Abang, Mira sudah mem.. "
"Stop, Aisyah. Aku tak mau dengar penjelasan apa-apa dari kamu, kamu itu sudah berubah. Kamu itu bukan Aisyah yang aku kenal dulu, yang tak pernah membenci siapapun."
"Abang yang sudah berubah, demi perempuan ini abang tega menyakitiku. Abang selalu memarahi aku yang jelas-jelas semua bukan salahku. Dan kamu Mira puas kamu membuat suamiku membenciku!" Aisyah yang meletakkan pisau diatas meja dengan keras dan masuk ke kamarnya sambil menangis.
Anton mengusap wajahnya dengan kasar dan dia tak tahu harus bagaimana menghadapi Aisyah dan Mira. Mana yang benar diantara dua istrinya itu. Mira tertawa dalam hatinya dan merasa puas sudah menjauhkan Anton dari Aisyah.
"Mas,sakit kakiku." Mira dengan manja yang memeluk pinggang Anton.
"Biar aku obati, kamu duduklah." Jawab Anton yang mengambil kotak obat dan mengobati luka di kaki Mira.
"Maafkan abang, Aisyah.Abang sudah menyakitimu," dalam hati Anton menyesalinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Evy
kayaknya Si Mira ini Psikopat...
2025-01-05
0
irwanda pratama
Kog ada y istri sebodoh aisyah..???
2024-05-29
0
Yunerty Blessa
pergi saja Aisyah tak ada gunanya kau tinggal lagi.. hanya sakit hati saja yang kau dapat..
2023-06-15
1