BAB XI

Anton membawa Aisyah ke rumah sakit sementara Mira yang takut Anton marah dia pulang kerumah mertuanya.Mira langsung masuk kedalam kamar Anton dengan wajah pucat pasi dan tangan gemetar, Mira meremas bantal yang dia peluk. Kemudian ibu mertuanya masuk dan melihat Mira ketakutan.

"Kamu kenapa, sayang?" tanya ibu Hana.

"Ibu," panggil Mira dan langsung memeluk ibu mertuanya.

"Ais-Aisyah, bu," ujar Mira dengan lirih dan matanya berkaca-kaca.

"Ada apa dengan Aisyah?" tanya ibu Hana.

"Tadi pagi, Mira mengikuti mobil mas Anton ke tempat kerja Aisyah dan Mira terus mengikutinya sampai mereka di rumah Aisyah yang mas Anton belikan untuk Aisyah. Mira marah bu, lalu Mira memukul Aisyah dan mendorongnya dan Aisyah pingsan dia mengeluarkan darah di kepalanya. Mira takut mas Anton akan marah bu, dia mengancam jika terjadi seseuatu pada Aisyah maka Mira akan diceraikan mas Anton bu," ungkap Mira yang menangis.

"Sekarang Anton dimana?" tanya ibu Hana.

"Mas Anton membawa Aisyah kerumah sakit bu," jawab Mira. "Mira takut bu, mas Anton memarahi Mira," lanjut Mira.

"Kamu tidak usah takut, Anton tidak akan berani memarahimu ataupun menceraikanmu. Kamu tenang saja biar ibu yang akan membelamu," ujar ibu Hana.

"Terimakasih, bu. Mira tenang sekarang, karena ada ibu," kata Mira memeluk ibu mertuanya.

****

Dirumah sakit Aisyah sudah di obati oleh dokter dan Aisyah masih belum sadar karena pengaruh obat bius. Ada beberapa luka yang harus di jahit karena akibat benturan yang terkena benda tumpul. Aisyah masih tergeletak di ranjang ruang perawatan, Anton menunggu Aisyah yang belum sadar. Faza datang karena Anton memintanya untuk menunggu Aisyah.

"Aisyah," panggil Faza yang langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis.

"Maaf merepotkan, kamu.Tolong jaga Aisyah dia masih belum sadar," kata Anton yang berdiri di samping ranjang.

Plak

Sebuah tamparan keras di pipi Anton yang Faza layangkan karena Faza kesal dengan kelakuan suami sahabatnya itu.

"Apa-apaan kamu," kata Anton yang memegang pipinya karena tamparan Faza.

"Tega kamu sakitin Aisyah seperti ini, kamu bilang mencintai Aisyah tapi apa kamu malah menikah lagi. Sadarkah kamu, kamu sudah membuat hidupnya hancur. Jika kamu sudah tidak mencintai Aisyah kembalikan dia pada kedua orang tuanya, jangan kamu siksa dia," kata Faza yang emosi melihat kondisi Aisyah.

"Dan satu lagi, Anton Lazuardi Aisyah itu perempuan baik.Dia tidak pernah membalas rasa sakitnya pada istri mudamu, dia lebih memilih semua orang menganggapnya pelakor daripada menyakiti orang lain," ujar Faza. Anton terdiam dan menatap istrinya yang sangat dia cintai.

"Aku akan menghubungi orang tuanya, kalau Aisyah sakit dan di rawat," ujar Faza.

"Jangan, Faza. Aku tidak mau orang tua Aisyah tahu rumah tanggaku dengan Aisyah," kata Anton yang memegang tangan Faza sewaktu akan menelepon orang tua Aisyah.

"Kenapa? Kamu takut keluarga Aisyah tahu kamu sudah menikah lagi hanya gara-gara Aisyah tidak bisa hamil," kata Faza yang melihat wajah Anton. "Sekarang kamu lebih baik pulang sebelum aku menelepon keluarganya untuk datang ke rumah sakit ini," lanjut Faza.

"Baik, aku pulang.Tapi tolong jaga Aisyah," ujar Anton.

Anton keluar dari ruangan Aisyah dan mencerna kata-kata Faza yang membuat Anton sedikit tersinggung dengan kata-katanya. Anton melajukan mobilnya pergi kerumah Mira, namun dia tak menemukan Mira disana. Tiba-tiba ponsel Anton berdering dan di lihatnya tertera nama ibunya.

"*Hallo, Assalamu'alaikum, bu," Anton mengucapkan salam pada ibunya.

"Kamu ada dimana?"

"Dirumah, bu,"

"Cepat kerumah sakit, Mira mengalami pendarahan,"

"Apa? Pendarahan, bu. Kok bisa,"

"Itu karena kamu membuatnya stres dan kurang di perhatikan,"

"Rumah sakit mana, bu?"

"Rumah sakit Anak Bunda, cepat datang,"

"Baik, bu*,"

Anton menutup ponselnya dan langsung mengambil kunci dan langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit ditempat dimana Aisyah dirawat juga. Anton berlari di lorong rumah sakit mencari kamar Mira.

"Anton," ibunya Hana memanggil Anton yang sedang bertanya di ruang perawat. Anton yang menoleh ke sumber suara lalu menghampiri ibunya,

"Bagaimana, bu. Apa bayi Anton baik-baik saja?" tanya Anton yang memegang bahu ibunya.

"Anakmu baik-baik saja, Mira juga baik-baik saja. Lebih baik kamu masuk dan lihat istrimu," kata ibu Hana.

Anton masuk kedalam dan dia melihat Mira terbaring lemah sambil menangis. Mira memang pintar mengambil hati ibu mertuanya, dengan berpura-pura mengalami pendarahan agar Anton tidak memarahi insiden tadi pagi.

"Kamu, baik-baik saja?" tanya Anton yang duduk di tepi ranjang.

"Mas, jangan ceraikan aku," ujar Mira yang memegang lengan Anton.

"Aku tidak akan menceraikanmu, karena kamu ibu dari anakku.Dan aku minta maaf sudah membuat kamu seperti ini," ucap Anton mengecup kening Mira.

*****

Dirumah sakit yang sama, Aisyah sudah sadar dan dia melihat Faza sedang tertidur di sofa. Aisyah mencoba bangun dari ranjang karena ingin buang air kecil.

"Aduh," Aisyah meringis memegang kepalanya menahan sakit. Faza terbangun dan melihat Aisyah yang ingin turun.

"Aisyah, kamu mau kemana?" tanya Faza yang membantu Aisyah duduk di kursi roda.

"Aku ingin buang air kecil, Za.Tolong aku," pinta Aisyah.

Faza membantu Aisyah dan mendorong kursi roda ke toilet. Aisyah masih merasa pusing kepalanya akibat benturan yang sangat keras. Setelah selesai Aisyah kembali duduk di kursi roda dan meminta Faza untuk jalan-jalan keluar.

"Za, abang Anton kemana?" tanya Aisyah.

"Ngapain sih kamu tanya laki-laki b*********k itu lagi," ujar Faza yang tiba-tiba kesal ketika Aisyah menyebut nama Anton.

"Za, di suamiku," kata Aisyah.

"Aku menyuruhnya pulang, aku gak mau dia terus nyakitin kamu terus, Syah," ujar Faza yang mendadak marah.

"Za, kita jalan-jalan yuk. Aku bosan dikamar terus," pinta Aisyah yang tersenyum membuat Faza pun tersenyum. Aisyah mampu menghilangkan amarah Faza.

Faza mendorong kursi roda yang Aisyah duduki untuk jalan-jalan ke taman rumah sakit. Kemudian Aisyah melihat Anton dan Mira juga sedang ditaman sambil menyuapi Mira makan. Faza juga melihat Anton sangt mesra dengan istri mudanya. Faza melihat Aisyah berkaca-kaca matanya, lalu Faza pura-pura melupakan sesuatu tertinggal dikamarnya.

"Aduh, aku lupa bawa ponsel. Kita balik lagi," ujar Faza yang memutar balik kursi roda kembali ke kamar.

"Nah, ini dia ponselnya," kata Faza yang pura-pura meletakkan ponselnya di nakas.

"Kita jalan-jalan lagi, Syah," ajak Faza berharap Anton dan istri mudanya sudah pergi.

"Aku mau tidur istirahat, Za," ujar Aisyah.

"Baiklah sini aku bantu," kata Faza dengan tulus. Faza membaringkan tubuh Aisyah di ranjang, Aisyah meneteskan airmata merasa sakit melihat Anton dan Mira sangat mesra.

"Hei, kenapa nangis?" tanya Faza yang tahu sahabatnya itu menangis.

"Abang Anton lebih menunggu Mira yang sedang hamil anaknya daripada menunggu aku yang tidak hamil," ujar Aisyah menghapus air matanya.

"Hei, sudah jangan kamu tangisi laki-laki seperti Anton. Di tidak pantas kamu tangisi, dia tidak pantas tangisi, sekarang kamu fokus untuk kesembuhanmu dulu."

"Sudah istirahat lah," kata Faza.

Aisyah memejamkan mata dan dua tertidur melupakan hsl yang menyakiti hatinya. Faza menyelimuti tubuh Aisyah yang sudah terlelap.

"Malangnya nasib mu, Syah," ucap Faza mengusap kepala Aisyah.

Terpopuler

Comments

Jumiah

Jumiah

se7 sma pendapat ,mba pramita sandra...

2023-06-27

0

Sukliang

Sukliang

dasar mira jalang murahan

2023-01-13

0

Cinta Suci

Cinta Suci

kasian km syah

2021-12-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!