Bab 14

Sedari tadi, Kaoru mengamati Akiha yang bertingkah sedikit aneh.

"Akiha? Kau sedang apa?" tanya Kaoru akhirnya.

"Ah, Kaoru-chan! Aku sedang mengamati Saoru-kun. Hehehe." jawab Akiha.

"Saoru-niisan? Mengapa kau mengamatinya dari balik pilar ini?" tanya Kaoru tidak mengerti.

"Dia itu aneh sekali. Pagi buta dia sudah bangun, lalu berlatih ketika matahari terbit."

"Ng? Memangnya ada apa dengan itu?"

"Hm.. apakah dia tidak lapar?" kata Akiha dengan ekspresi wajah lapar yang konyol.

"Hph--hahaha. Akiha, kamu benar-benar lucu. Kukira ada apa.. ternyata hanya karena itu. Tunggulah, aku akan membuatkan makanan untukmu." kata Kaoru, seraya berjalan ke bagian belakang kuil untuk mengambil persediaan bahan makanan dan peralatan memasak.

"Ah, terima kasih, Kaoru-chan." wajah Akiha langsung berbinar dan bersemangat lagi, lalu mengikuti Kaoru.

"Kamu ingin makan apa, Akiha?" tanya Kaoru.

"Hm... apa saja. Aku suka sekali dengan masakan Kaoru-chan dan Saoru-kun. Kalian berdua pandai memasak. Selain itu, aku bahagia sekali karena kalian mau bersusah payah untuk perutku yang sering lapar ini.. hehe." jawab Akiha dengan terus terang.

"Begitu ya? Ngomong-ngomong, karena kamu paling muda diantara kita, mengapa kamu terus memanggilku Kaoru-chan?" ucap Kaoru tiba-tiba, sambil mempersiapkan makanan.

"E--Eh?! Maaf, maafkan aku---Kaoru--neechan!" respon Akiha dengan kalang kabut.

Kaoru tertawa kecil, lalu menambahkan; "Usiamu masih 18 tahun, sedangkan aku sudah berusia 22 tahun."

"A--ah! Ya, Kaoru-neechan!" ucap Akiha dengan sigap.

"Kalau kamu dapat menebak usia Saoru-niisan, aku akan memaafkanmu." ucap Kaoru.

"Eh?!" Akiha terkejut.

"Kalau tidak, kamu buat saja makananmu sendiri." ucap Kaoru, seraya berhenti menyiapkan makanan.

"Kaoru--neechan.." Akiha langsung lemas, namun beberapa detik kemudian, ia langsung membalas; "Baiklah! Hmm.."

"Kuberi kau 3 kali kesempatan." kata Kaoru, nampak sedang mencobai Akiha dengan serius.

"Eh..?!" Akiha langsung benar-benar lemas.

Kaoru menahan tawa, lalu berkata; "Jadi, berapa tebakanmu usia niisan?"

"Kaoru--neechan.. ini terlalu kejam.. hiks.."

"Dua puluh lima."

Tiba-tiba, suara Saoru mengagetkan kedua orang gadis itu.

"Nii--niisan?" Kaoru langsung menoleh, namun tidak dapat menemukan kakaknya.

"Dimana orang itu?" ucap Akiha, celingak-celinguk.

"Oi." kata Saoru, sambil melemparkan batu kecil yang mendarat tepat di hadapan Akiha.

"Di atas!!" seru Akiha.

Saoru tengah berdiri di atas atap sambil mengamati mereka dengan ekspresi wajah jutek seperti biasa.

"Niisan.."

"Kamu benar-benar aneh! Bukankah kamu sedang berlatih?" omel Akiha.

"Akiha. Mulai saat ini, kamu harus memanggilnya Saoru-niisan." kata Kaoru dengan nada suara biasa saja, namun terdengar seperti teguran bagi Akiha.

"Hiks.. Kaoru-neechan.."

"Kaoru. Untuk apa kau mengerjainya?" kata Saoru tiba-tiba.

"Niisan?"

"Hmm. Kamu belum mengerti rupanya."

"Eh?"

"Yang boleh mengerjainya cuma aku. Kau mengerti?" ucap Saoru dengan ekspresi wajah yang berubah misterius, lalu ia melompat turun dari atap itu.

"Huwaaa! Kau ini, mengagetkan saja! Mirip kucing." omel Akiha.

"Diamlah. Aku ini lebih mirip macan, bila kau macam-macam." balas Saoru.

GLEKK

Wajah Akiha langsung pucat, lalu ia berkata; "E--hehehe.. aku hanya bercanda. Saoru---niisan."

Kaoru hanya menundukkan kepala sejak beberapa saat lalu, sementara kedua orang itu saling berkata-kata.

"Tidak perlu memanggilku niisan. Kau boleh memanggilku Saoru-kun atau apapun itu." kata Saoru.

Sementara itu, Kaoru semakin tenggelam dalam perasaan negatifnya. Ia diam saja dan terus menundukkan kepala.

"Kalau begitu, Saoru-ojichan?" goda Akiha sambil meringis.

"Cih, paman katamu? Kau cari mati rupanya!" gertak Saoru.

"Huwaaaa!!" Akiha langsung menjerit dan berlari cepat, ketika Saoru hendak menangkapnya.

"Niisan."

"..."

Kaoru memanggil Saoru, lalu dengan perlahan menatap wajah kakaknya.

"Niisan. Mengapa kau selalu berbuat seperti ini kepadaku?" tanya Kaoru, dengan ekspresi wajah yang muram.

"Apa maksudmu?" balas Saoru dengan cuek.

"... Niisan.. apakah Akiha lebih berharga bagimu?"

"Ng?"

"Daripada aku.. apakah kakak akan memilih Akiha?"

Saoru hanya menatap adiknya tanpa terpengaruh sedikit pun. Ia mendesah, lalu berkata; "Bukankah itu sudah jelas?"

"Eh?!"

"Aku memang lebih memilih Akiha, dibandingkan orang berdarah dingin sepertimu." ucap Saoru, dengan ekspresi wajah yang tidak seperti biasanya.

Lelaki itu menatap tajam kepada Kaoru, seolah menusuk perasaan gadis itu. Wajah Kaoru langsung memucat, matanya tidak berhenti menatap kakaknya. Sorot mata yang dipenuhi luka masa lalu, serta kebencian terpancar dalam mata Saoru.

"Niisan.." ucap Kaoru pelan, sementara wajahnya amat pucat dan pikirannya dipenuhi penyesalan, serta tragedi di masa lalu.

"Sudah. Aku akan pergi dari sini. Lebih baik kau siapkan makanan untuk Akiha. Bila tidak, aku yang akan menyiapkannya." kata Saoru dingin.

"Ti--tidak.. aku yang akan menyiapkannya."

"Hmm. Kau istirahat saja. Wajahmu aneh. Bagaimana jika kau meracuni makanannya?" ucap Saoru.

"Niisan!!" amuk Kaoru tiba-tiba.

"..." Saoru hanya diam saja.

Kaoru menarik nafasnya dalam-dalam, sambil berusaha untuk menenangkan diri. Namun, nampaknya ia gagal memulihkan semangat dan keceriaannya. Tangannya terkepal di sisi tubuhnya, nafasnya menjadi pendek-pendek, dan matanya dipenuhi kekecewaan.

"Hmm. Baiklah, bila kau bersikeras. Hari ini aku akan memberi Akiha sebuah tantangan, setelah ia sarapan. Pastikan kau menyiapkan makanan untuknya. Kau akan tahu akibatnya, bila kau berani macam-macam padanya." ucap Saoru dengan nada suara dan wajah yang lebih dingin daripada biasanya.

"...!" Sebelum Kaoru sempat membalas perkataan Saoru, lelaki itu sudah lenyap dari hadapannya.

Gadis itu langsung terduduk di atas tanah sambil menundukkan kepala selama beberapa saat.

"Kaoru-chan? Eh! Maksudku Kaoru-neechan!" ucap Akiha, seraya melangkah pelan di hadapan Kaoru.

"Kau sudah kembali, Akiha?" kata Kaoru, tanpa menatap Akiha dan terus menundukkan kepala.

"Kaoru-neechan sedang apa?" tanya Akiha.

"Kamu tidak perlu memanggilku neechan. Panggil saja aku seperti sebelumnya." ucap Kaoru.

"Eh, tapi kenapa?" Akiha merasa bingung, karena diping-pong.

"Diam dan lakukan saja!!" bentak Kaoru tiba-tiba.

"Kaoru---chan..?" Akiha amat terkejut.

Sorot mata Kaoru berbeda dari biasanya. Saat ini, dapat dikatakan bahwa ia nampak lebih mengancam dibandingkan Saoru. Wajah yang terbakar amarah dan kedengkian. Entah apa yang membuat ekspresi wajah gadis itu begitu berubah.

Sejenak, Akiha seperti tidak mengenali wajah gadis itu. Kemudian, Akiha berkata; "Jangan marah, Kaoru-chan. Aku mengerti. Aku tidak akan melawanmu."

"Akiha.." sekejap, ekspresi wajah Kaoru yang amat tegang itu berangsur-angsur tenang kembali.

"Kaoru-chan adalah gadis yang baik dan keren. Oleh karena itu, kemarahan dan kekerasan itu sama sekali tidak cocok dengan Kaoru-chan." ucap Akiha dengan senyuman polosnya.

"Akiha.." mata Kaoru berkaca-kaca, lalu ia menangis.

"Kaoru-chan?!" Akiha langsung mendekati Kaoru dan merangkul gadis itu.

"Akiha.. hikss.. terima kasih. Kamu selalu mengatakan hal-hal yang ingin kudengar." tangis Kaoru.

"Kaoru-chan.." ucap Akiha pelan.

Akiha tidak menduga akan reaksi Kaoru, namun ia hanya terus menghibur gadis yang kini sudah seperti kakak perempuan baginya itu.

Kaoru-chan. Saoru-kun. Jangan khawatir. Aku pasti akan menjadi orang yang kuat seperti kalian. Setelah itu, aku pasti akan dapat membuat kalian berdua berbahagia setiap hari. Kakak-kakak yang kusayangi. batin Akiha dengan ekspresi wajah yang lembut.

Terpopuler

Comments

Chocolat Suki

Chocolat Suki

Bagus thor. Sayang pendek, lanjut yah thor

2020-04-28

1

Arianna Hussein

Arianna Hussein

Bagusss 😍😍☺

2020-04-17

1

Bapak ABG

Bapak ABG

Menarik sekali, cocok utk dibaca byk kalangan 👍

2020-04-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!