Bab 18

Sementara itu..

"Cepatlah, Shinichi!" seru seorang pria bertubuh pendek.

"Baik, Eiji-niisan." jawab seorang pria bertubuh tambun.

"Kalian lama sekali." kata Saoru.

"Saoru-sama!" ucap Shinichi dan Eiji secara bersamaan.

Saoru langsung bertanya kepada kedua orang pelayan yang memimpin pencarian Takumi.

"Sepertinya Tuan Takumi tidak berada di dalam desa." ucap Eiji.

"Darimana kau tahu itu?" tanya Saoru.

"Hmm.. karena tidak ada ular di sekitar sini." jawab Eiji.

"..." Saoru mengamati sejenak semak-semak di dalam hutan yang mereka lewati tersebut.

"Saoru-sama, sepertinya ular-ular itu telah menuntun Tuan Takumi kepada musuh."

".. Begitu."

"Benar, Saoru-sama."

"Eiji. Shinichi."

"Ya, Saoru-sama?" jawab keduanya secara bersamaan.

"Apakah kita dapat mengikuti ular-ular itu atau apakah kalian tahu harus kemana?" kata Saoru dengan santai dan cuek.

"Ah.. rupanya anda tidak tahu, Saoru-sama. Mereka sudah pasti keluar dari desa ini dan menuju ke tempat Ichizo Ken." kata Eiji.

"Ichizo.. maksudmu para bandit itu?" respon Saoru.

"Benar, Saoru-sama. Mereka adalah musuh Tuan Isanobu." jawab Shinichi.

"Aku tahu mereka adalah musuh Tuan kalian. Namun, bukankah mereka telah bersepakat untuk berdamai dengan desa kalian melalui Tuan Isanobu?" ulas Saoru.

"..." kedua anak buah Isanobu itu terdiam dan berpikir.

"Kalau begitu, sekarang beritahu tempat mereka kepadaku. Aku akan memastikannya sendiri." kata Saoru.

"Baik, Saoru-sama." jawab keduanya dengan kompak.

Mereka pun beranjak menuju kediaman Ichizo yang cukup jauh dari desa kecil Isanobu, yang bernama desa Ito itu.

Setelah kurang lebih 20 menit, mereka pun tiba.

"Kalian tunggu saja di luar sini. Aku akan masuk seorang diri." kata Saoru, seketika melihat bahwa para anak buah Isanobu telah kelelahan mengejar kecepatan Saoru.

Mereka pun menurut. Lalu, Saoru mulai melangkah mendekati tempat yang berupa tumpukan bebatuan besar itu.

"Siapa?" kata suara seorang lelaki.

"Aku adalah pengawal Tuan Isanobu, Saoru Shima." jawab Saoru dengan wajah serius dan tenang.

"Saoru Shima? Kau adalah anak dari Naoto Shima, benarkah itu?" kata suara itu.

Seketika, Saoru langsung dapat menebak siapa pemilik suara tersebut.

"Huh, rupanya kau. Keluarlah, Takumi." ucap Saoru.

SRATTTT

Tiba-tiba, seorang pemuda telah berdiri di hadapan Saoru sambil menodongkan sebilah pedang ke arahnya.

"Hmm. Jadi ini pedang ularmu, Takumi Matsu?" kata Saoru santai.

"... Kau. Rupanya kau memang tahu siapa aku." kata pemuda bernama Takumi itu, dengan wajah dingin dan mengancam.

"Apakah kau adalah kerabat Yukako Matsu?" ucap Saoru.

"Hmp. Untuk apa bertanya lagi? Tentu saja aku adalah kerabatnya. Sepupuku yang dibunuh oleh klanmu itu!!" tiba-tiba, pedang Takumi dengan cepat menebas ke arah Saoru.

SYATTT

Saoru dengan mudahnya menghindar, lalu..

TRINGGGG

Bilah pedang Takumi langsung bersentuhan keras dengan bilah pedang Saoru.

"Heh, inikah pedangmu yang terkenal itu, Toshiwake?" ucap Takumi sinis dan meremehkan.

DAKKK TRINGG TRINGG TRANNGG

Kedua pemuda itu saling menghindari tebasan pedang dan terus menyerang satu sama lain.

"Aku tak ingin membunuhmu, Takumi. Aku hanya perlu menyelamatkan Nonamu itu, lalu aku akan meninggalkan desa Ito untuk seterusnya." ucap Saoru.

"Huh, aku tidak perlu bantuanmu. Akulah yang akan menyelamatkan Himiko. Selain itu, akulah yang ingin membunuhmu!" seru Takumi.

"Tuan Takumi!!" seru Eiji dan Shinichi secara mendadak.

"Eiji dan Shinichi? Begitu rupanya. Pasti Tuan Shuhei menyuruh kalian untuk mencariku. Tenang saja, aku dapat merasakan bila bahaya mengancam Himiko." kata Takumi.

"Kau.." ucap Saoru.

"Aku memberinya sebuah kalung khusus yang terbuat dari energiku. Kalung itu dapat melacak bahaya dan lokasi Himiko. Hmp, bawalah kembali para pengawal Tuan Isanobu. Bila kau melakukannya, aku akan melupakan soal permusuhan kita untuk saat ini." kata Takumi kepada Saoru.

"Heh. Kau bicara apa, Takumi? Kau takut padaku?" ejek Saoru.

"Apa?!" Takumi mengamuk.

"Tu--tunggu, Tuan Takumi! Saoru-sama juga diutus oleh Tuan Shuhei untuk mengalahkan musuh! Dengan kata lain, Saoru-sama hanya datang untuk membantu anda!" sanggah Eiji dengan cepat.

"Cih! Anggap saja kau beruntung, Saoru Shima." ucap Takumi sambil memelototi Saoru.

Saoru hanya mendesah, lalu berkata; "Kau mirip sekali dengan yang diceritakan oleh Yukako."

"!! -- Apa katamu?"

"Yukako selalu berkata bahwa ia memiliki seorang kakak yang sangat berani. Seorang yang dapat mengendalikan ular sepertinya, namun jauh lebih menguasai kemampuan klan Matsu daripada dirinya. Tidak kusangka, orang itu adalah sepupunya yang sembrono." ujar Saoru.

"... Yukako.." ucap Takumi sambil mengingat sosok gadis itu.

"Gadis itu adalah cinta pertamaku, dan aku tidak pernah berencana untuk membunuhnya. Yukako terbunuh saat terjadi pembantaian dalam klanku." ujar Saoru dengan nada suara yang tenang dan biasa saja, namun menyiratkan keprihatinan.

".... Begitu." ucap Takumi pelan.

"Oleh karena itu, jangan seperti diriku yang kehilangan Yukako, kau harus berhasil menyelamatkan Nona Himiko!" sentak Saoru.

DEG

Takumi terkejut, lalu menjawab perlahan; "Ya."

"Kau takkan bisa mengalahkan musuh ini seorang diri. Musuh kali ini berbeda dengan musuh biasa." kata Saoru.

"!!"

"Kau akan membutuhkan bantuan. Musuh ini mampu menghancurkan kekkai dan menurut kerusakannya, musuh ini nampaknya adalah seorang ahli pedang tingkat tinggi." jelas Saoru.

"Benarkah..?" ucap Takumi terperangah, serta terlihat mengkhawatirkan kekasihnya.

"Tidak perlu takut. Sehebat apapun musuh itu, dia takkan dapat mengalahkan kita jika kamu bersedia untuk bekerja sama denganku." kata Saoru.

"... Baiklah." putus Takumi.

Akhirnya, kedua pemuda itu berangkat menuju lokasi Himiko yang sebenarnya. Dalam perjalanan..

"Apa yang terjadi pada Ichizo Ken dan para anak buahnya?" tanya Saoru tiba-tiba.

"Oh, orang sepertimu memang cukup hebat untuk menyadari hal seperti ini. Dia dan para anak buahnya telah dilumpuhkan." jawab Takumi.

"Dilumpuhkan katamu?"

"Benar. Penjahat itu mencuri senjata Ichizo Ken."

"Senjata apa itu?"

"Pedang Hobakari."

"Apa?!" Saoru terkejut.

"Benar. Pedang sehebat itu bisa dimiliki oleh Ichizo Ken yang lemah. Bukankah itu aneh?" kata Takumi.

"Tentu saja aneh. Kecuali.."

"Hm?"

"Kecuali bila ia memiliki rahasia atau mengenal seseorang yang mampu menggunakannya. Hmm.. Shizunami, lalu Hobakari.. tak kusangka dua benda legendaris itu dapat kudengar dalam sehari." ujar Saoru.

"Pedang legendaris?" tanya Takumi.

"Kedua pedang terkuat di dunia, terutama Shizunami." jawab Saoru.

"Apa kau mengenal seseorang yang dapat mengendalikan kedua atau salah satu pedang itu?" tanya Takumi.

"Kalau Shizunami, setidaknya aku bisa menghentikan lawan jika level pedangnya di bawah atau setara dengan empat. Kita tidak begitu beruntung, karena musuh ini mengincar pedang Hobakari yang tidak kukuasai." jawab Saoru dengan santai dan ekspresi juteknya.

"Kau ini! Bagaimana kau bisa sesantai ini?" bentak Takumi.

"Kekasih Himiko adalah kamu. Tentu saja, kamulah yang paling panik saat ini." balas Saoru.

"Huh!" geram Takumi.

"Tenang saja. Kita berdua tinggal berdoa agar kemampuan pedang kita cukup untuk mengalahkan musuh ini." kata Saoru dengan santai dan tidak terpengaruh sama sekali.

Setelah itu, mereka tidak berbicara lagi dan bergegas menuju tempat Himiko dibawa oleh musuh dengan kekuatan yang misterius itu.

Terpopuler

Comments

Vanessa

Vanessa

sempurna mei, aku baca smp hampir hbs dalam sehari hahahha

2020-04-27

1

해바라기 ☀

해바라기 ☀

Gilaaa seruu thor! Boleh kasih saran thor? Jadiin komik aja hehe

2020-04-25

1

Green 💚

Green 💚

Bagussss 😍😍

2020-04-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!