"Himiko-san!" seru Akiha.
Akiha dan Saoru memasuki ruangan pribadi Tuan Isanobu dan terkejut.
"Tuan Isanobu!" seru Saoru, lalu bergerak cepat ke arah seorang bapak tua yang tidak berdaya.
Tubuh pria tua itu diikat tali, mulutnya dibekap oleh penutup mulut, dan ia luka-luka.
"Saoru. Ukh---" ucap pria tua itu, setelah Saoru melepaskan tali dan penutup mulutnya.
"Tuan, tolong jangan menggerakkan tubuh anda. Saya akan segera mengobati anda." kata Saoru, sambil mengobati pria itu dengan sinar kuning yang keluar dari tangannya.
Akiha mengamatinya dengan takjub. Ia teringat pada Kaoru yang menolong Akane sebelumnya.
"Saoru.. putriku.. Himiko telah diculik." kata pria tua itu.
"Eh?!" seru Akiha.
"Jadi begitu, Tuan. Pantas saja kami mendengar suara benda yang pecah. Rupanya itu adalah jendela kamar ini." kata Saoru.
"Benar. Di seluruh rumah ini, hanya ruanganku yang memiliki jendela besar. Namun, kaca jendela ini amat besar dan tebal.. seharusnya tidak mudah bagi seseorang untuk menghancurkannya." balas pria bernama Isanobu itu.
"Mungkin bisa saja, bila musuh itu menggunakan teknik atau kemampuan khusus." ujar Saoru.
"Hmm.. namun, jendela ini didesain untuk menangkal serangan dan mengelabuhi musuh dengan penampilannya yang sederhana." balas Isanobu.
"Maksud anda?" tanya Saoru.
"Jendela ini didesain sebagai sekat yang amat kuat untuk menangkal kemampuan khusus penghancur atau perusak yang cukup berat. Seorang bernama Guru Sato yang telah membuatnya untuk kami, sehingga tidak mungkin ada orang yang akan dapat kabur dari jendela ini." jelas Isanobu.
"Kekkai." gumam Saoru.
"Kekkai?" tanya Isanobu.
"Benar, Tuan. Itu adalah semacam penghalang kasat mata yang hanya dapat dihilangkan atau dihancurkan oleh pengguna kekuatan dan kemampuan khusus." jelas Saoru.
"Kekkai.. apakah ada yang dapat menciptakan yang seperti itu?" ucap Akiha.
"Tentu saja. Namun, hanya orang-orang tertentu." jawab Saoru.
"Bagaimana denganmu, Saoru-kun?" tanya Akiha.
Saoru hanya menatap Akiha dengan ekspresi jutek dan terganggu.
"Eh?!" Akiha sedikit takut oleh ekspresi Saoru.
"Aku tidak bisa. Sebenarnya, hanya sedikit orang di dunia yang dapat membuat kekkai. Rupanya anda mengenal seorang yang hebat, Tuan Isanobu." ucap Saoru.
"Benar. Guru Sato memang amat hebat. Dia adalah seorang yang bijaksana dan selalu bertapa. Selain itu, dia sangat peduli pada orang lain dan mau membagikan ajaran mengenai hidup." ujar Isanobu.
Akiha dan Saoru sama-sama terkejut.
"Apakah beliau seorang biksu?" tanya Saoru.
"Entahlah. Namun, dia memang menjalani hidup yang amat berbeda dari orang biasa. Dia juga memiliki senjata terkuat, yaitu sebuah pedang yang terkenal." jawab Isanobu.
"Pedang?!" tanya Akiha dan Saoru secara bersamaan.
Isanobu mengangguk, lalu meneruskan; "Pedang legenda yang hanya dimiliki olehnya, bernama Shizunami."
Mata Saoru langsung membelalak terkejut.
"Pedang itu.. rupanya benar-benar ada." gumam Saoru.
"Eh? Memangnya sehebat apa pedang itu?" tanya Akiha.
"Pedang itu adalah pedang legenda yang hanya digunakan oleh utusan tertinggi. Pedang terkuat di dunia.. kukira tidak mungkin ada, karena aku juga belum pernah melihat rupa utusan tertinggi." jawab Saoru.
"Jadi.. orang bernama Guru Sato itu adalah.. utusan tertinggi?!" ucap Akiha, dengan suara lantang dan terbata-bata.
"Entahlah. Tapi, kemungkinan begitu." balas Saoru.
Isanobu hanya mengamati dan mendengarkan mereka dengan serius, lalu berkata; "Jika memang benar Guru Sato adalah utusan tertinggi, itu berarti dia adalah murid dari Kurosawa Aoi yang terkenal itu?"
"Benar, Tuan." jawab Saoru dengan anggukan kepala.
"Eh?!" seru Akiha terkejut.
"Lalu, gadis kecil yang cerewet ini sebenarnya adalah pengganti Aoi Kurosawa itu." tambah Saoru.
Isanobu terkejut, lalu tertawa.
"... Ke--kenapa kau selalu mengejekku, Saoru-kun?" kata Akiha, sedikit lemas dan amat kesal.
"Oleh karena itu.."
GREPP
"Saya akan selalu melindunginya."
Saoru menarik tubuh Akiha dan merangkulnya. Seketika, wajah Akiha merah padam dan jantungnya berdebar kencang.
"Oh, jadi begitu. Itu berarti, kamu mengatakan bahwa ke depannya kamu tidak akan dapat mengawalku, Saoru?" kata Isanobu dengan tersenyum ramah dan biasa saja.
"Benar, Tuan. Gadis kecil ini akan selalu menjadi incaran musuh. Namun, karena musuh anda kali ini bukan orang biasa, saya akan membantu hingga musuh itu tertangkap." balas Saoru, lalu melepaskan Akiha.
"Baiklah, aku mengerti. Tolong selamatkan putriku, Saoru." ucap Isanobu, sambil bersujud di hadapan Saoru dengan wajah menyentuh lantai.
"Tuan.. Mohon bangkitlah. Saya berjanji akan membawa kembali Nona Himiko. Mohon anda lebih tabah dan sabar menunggu." kata Saoru.
Kekhawatiran Isanobu terhadap nasib putrinya kini tersirat jelas, setelah Saoru menjelaskan mengenai kemampuan musuh yang tidak biasa.
"Apakah anda melihat wajah penjahat itu, Tuan? Sepertinya, para pelayan anda tidak berada di sini." tanya Saoru, dengan curiga setelah menyadari sesuatu.
"Ah! Aku telah memberikan signal kepada semua pelayan pria untuk memanggil Takumi." jawab Isanobu.
"Takumi? Siapa dia, Tuan?"
"Dia adalah kenalanku yang kuat dan masih muda, sepertimu Saoru. Selain itu, dia adalah kekasih Himiko." ujar Isanobu.
"Kekasih..?" ucap Akiha, lalu melirik ke arah Saoru dengan wajah iba dan mengejek.
"Apa?" ucap Saoru jutek.
"Dia adalah seorang pengendali ular, dan menguasai kemampuan khusus yang disebut jurus pemanggil siluman ular." kata Isanobu dengan ekspresi wajah kagum.
"Ular?!" Akiha terperanjat.
"Ular.. kalau begitu.. Namanya adalah Takumi Matsu?" ucap Saoru tiba-tiba.
"Benar. Bagaimana kamu dapat mengetahui nama lengkapnya? Lalu.. aku tidak dapat mengenali wajah penjahat itu, karena ia diselimuti oleh cahaya kuning yang amat terang." jawab Isanobu.
Saoru terlihat terkejut, lalu menundukkan wajah.
"Saoru-kun..?" ucap Akiha.
Saoru terlihat sedikit berbeda, seperti murung atau terganggu oleh perkataan Isanobu. Akiha pun merasa khawatir.
"Baiklah, Tuan. Saya akan mencari dan menangkap penjahat itu. Saya titipkan Akiha di tempat ini." kata Saoru, dengan cepat bangkit berdiri.
"Baiklah. Namun, pergilah bersama dengan Takumi. Aku ingin kamu selamat, Saoru." ucap Isanobu.
"Eh?! Apa maksudmu, Saoru-kun? Kau hendak meninggalkanku sendirian di sini?!" seru Akiha tidak terima.
"Baik, Tuan. Akiha, dengarkanlah perintahku. Bila kau ingin selamat, tetaplah di sini. Aku akan membuat bayangan untuk melindungi semua orang di tempat ini, jadi jangan keluar dari rumah ini. Kau mengerti?" kata Saoru, beralih kepada Akiha.
"Tapi, mengapa aku tidak boleh ikut?" ucap Akiha cemberut.
"Ck. Kau ini, belum mengerti juga? Musuh kali ini benar-benar nyata dan bukan sembarang musuh, melainkan musuh yang sangat kuat dan berbahaya. Ini tidak seperti latihanmu, dasar bodoh!" ucap Saoru dengan ekspresi wajah juteknya.
GRRRR
"Nona, tenanglah. Para pelayan wanita akan segera kembali. Saya akan menyuruh mereka untuk melayani anda." ucap Isanobu dengan ramah kepada Akiha.
"Eh.. anda tidak perlu berkata terlalu sopan kepada saya, Tuan Isanobu." kata Akiha, sedikit kikuk.
"Ah, tentu saja saya harus menghormati anda. Bukankah anda adalah pengganti Kurosawa Aoi yang hebat itu?" ujar Isanobu dengan senyuman ramah.
"Eh.." Akiha tidak dapat berkata-kata.
"Baiklah. Saya titipkan Akiha pada anda, Tuan." ucap Saoru, lalu menghilang begitu saja dari tempat itu.
Akiha langsung menggerutu kesal.
"Nona Akiha." panggil Isanobu tiba-tiba.
"Ya, Tuan Isanobu?" jawab Akiha.
"Apakah Saoru mengenal Takumi?"
"Eh, memangnya kenapa, Tuan?"
"Tidak, bukan apa-apa. Saya sudah lama hidup, jadi tidak sulit bagi saya untuk membaca perasaan atau pikiran seseorang melalui ekspresi wajah." ujar Isanobu.
"Eh.. anda hebat, Tuan Isanobu."
"Hahaha. Ini biasa saja. Namun, kurasa ada sesuatu diantara Saoru dan Takumi. Kuharap mereka dapat bekerja sama membawa putriku kembali." kata Isanobu.
"Tentu saja! Tuan tidak perlu khawatir. Saoru-kun adalah orang yang hebat dan kuat, mungkin lebih kuat daripada yang dapat dibayangkan oleh siapapun." ujar Akiha, menyemangati dan meyakinkan Isanobu.
Isanobu pun tersenyum ramah, lalu berserah kepada kedua orang pemuda itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
La Paz
Kerenn thor 😍😍😁
2020-04-28
1
Yulia Bagaswati
Luar biasa idemu thor ❤❤ trs semangat berkarya yaa
2020-04-27
1
Chihiro Satou
SERUU THOR MAKASIH UD NULIS & NYARANIN AKU UTK BACA CERITA LUAR BIASA INI 💘
2020-04-27
1