Bab 15

Akhirnya, tiba saatnya bagi Akiha untuk menghadapi tantangan Saoru.

"Akiha. Apa kau sudah siap?" kata Saoru.

"Siap!" jawab Akiha.

"Hm? Kenapa kau begitu bersemangat?" tanya Saoru.

"Hehe. Karena lawanku hanyalah bayangan. Aku tidak perlu takut, bukan?" ucap gadis itu.

Saoru tersenyum menyeringai.

"A--apa? Bukankah itu benar?" kata Akiha, sedikit gugup.

"Tentu, kau benar. Namun, bisa saja kau terbunuh oleh para bayangan itu."

DEG

"A--apa?" ucap Akiha tegang.

"Aku hanya bercanda. Itu kalau kau benar-benar bodoh, sampai melukai dirimu sendiri." ujar Saoru.

"Apa?!" gerutu Akiha.

"Bersiaplah. Area pertarunganmu boleh dimana saja, asalkan tidak merusakkan kuil ini." kata Saoru.

Akiha tidak menjawab, ia hanya berusaha untuk menenangkan diri karena ini hanyalah latihan.

Kemudian, Saoru lenyap dari jangkauan mata Akiha.

Mata Saoru berubah merah, lalu..

"Kagemusha." ucap Saoru dari kejauhan.

Tiba-tiba, bayangan berwarna hitam bermunculan dari tubuh Saoru dan membentuk banyak sekali sosok yang mirip tubuh manusia raksasa.

"Celaka!" Akiha yang mengamati dari jarak beberapa meter, dengan cekatan langsung bersembunyi.

"Hmm.. pandai juga dia." gumam Saoru dari kejauhan.

Apa yang harus kulakukan? Aku benar-benar akan dikalahkan bila terus begini! jerit Akiha dalam hati, lalu ia mencoba mengintip dari balik tempat persembunyiannya.

DEG

Rupanya bayangan itu telah menyebar, cepat atau lambat ia pasti akan ditemukan!

Aku harus segera pergi dari sini! Namun, sebelum itu.. pikir Akiha.

"Ketemu!" seru bayangan itu.

EH?! Bayangan itu bisa mengeluarkan suara?! Akiha amat terperanjat, namun segera menenangkan diri.

Untungnya, Akiha tidak berhasil ditemukan, melainkan sebuah sapu berambut hitam yang menggantikannya. Ia sengaja menjatuhkan sapu itu agar menarik perhatian.

"Hmm.. pandai juga dia." ucap bayangan itu.

Akiha memang telah dilatih oleh Kaoru mengenai teknik bersembunyi dan mengelabuhi musuh. Kini, mungkin teknik berupa teori itu dapat menjadi andalan nyatanya.

Kenapa para bayangan itu bisa berbicara? Mengerikan sekali!! Aku harus bagaimana?! Ah, tunggu dulu.. batin Akiha.

Ia menyiapkan teknik kedua.

Tak lama kemudian--

"Hai, para bayangan bodoh!" suara Akiha terdengar, namun sedikit aneh dan berbeda dari biasanya.

"Hmm? Mau apa dia?" ucap Saoru masih dengan mata yang berwarna merah.

"Ayo, kejar aku! Aku yakin aku akan lebih cepat dari kalian semua!" seru gadis itu, seraya berlari cepat keluar dari kuil melalui jalan pintas dan memasuki hutan.

"Eh? Dasar bodoh." Saoru mengejeknya dari kejauhan.

Namun, Saoru langsung menyadari sesuatu. Pemuda itu pun tersenyum, lalu berkata; "Rupanya kamu bermain-main dengan para bayanganku, Akiha?"

Sementara itu, Akiha terus berpikir dan mengingat-ingat ajaran Kaoru.

Kemampuan bayangan ada empat macam.

*Ada yang dapat menghilang pada sinar matahari dan menyerang secara tiba-tiba.

*Ada yang dapat mengikuti bayangan musuh yang menggunakannya, lalu membesar dengan ukuran dan jarak tertentu.

*Ada yang berupa tubuh berwarna hitam yang sulit dimusnahkan dan tidak terpengaruh oleh cahaya atau bayangan lawan, sehingga hanya teknik tertentu yang dapat mengalahkannya.

*Ada yang berupa bayangan palsu, serta dapat dihilangkan dengan mudah bila lawan yang mengendalikan bayangan itu ditemukan atau melalui sesuatu yang dapat menghilangkan bayangan itu.

Akiha telah menghafal keempat eksistensi bayangan tersebut. Kini, ia merasa dirinya harus memastikan jenis bayangan apa yang digunakan oleh Saoru tersebut, sebelum ia dapat memikirkan cara untuk mengalahkannya.

"Yang pertama dan kedua sepertinya bukan. Bila itu jenis yang pertama, sejak tadi para bayangan itu pasti takkan menampakkan diri dan terus menyerangku. Lalu, bukan juga yang kedua, karena Saoru-kun tidak berada di sekitar sini." gumam Akiha.

Kalau begitu.. yang ketiga atau keempat? Celaka! Aku akan mati bila itu jenis yang ketiga! mendadak wajah Akiha menegang, namun ia tidak berputus asa.

"Ternyata, Saoru-kun benar-benar serius melatihku." ucap gadis itu, entah mengapa ia jadi lebih bersemangat.

Akiha mencoba melemparkan batu kerikil ke arah salah satu bayangan itu, namun ia gagal karena jarak mereka begitu jauh.

"Ukh.. apakah aku berlari terlalu cepat?" gumam Akiha.

Lalu, ia mencoba lagi. Ia menaiki sebuah pohon, lalu berusaha mengamati gerak-gerik para bayangan yang mirip gerak-gerik manusia itu.

Meskipun nampak seperti manusia yang bertubuh tinggi besar, Akiha tidak akan mengetahui sebesar apa kekuatan ataupun kemampuan bayangan itu tanpa memastikannya.

Akiha pun memberanikan diri untuk melemparkan sesuatu lagi kepada bayangan itu.

"Dasar bodoh. Jika terus begitu, mereka akan mengetahui lokasi persembunyianmu." ucap Saoru yang mengamati semua itu dari kejauhan.

Sementara itu..

KLOTAK

Tiba-tiba, sebuah ranting pohon yang panjang terjatuh di atas salah satu bayangan itu. Rupanya seekor monyet telah mematahkan ranting itu karena berkelahi dengan sesamanya. Bayangan itu dengan cepat menghindar, namun..

SRATT

"Itu dia!" Akiha langsung mengerti.

Tiba-tiba, gadis itu melompat turun dari pohon, lalu mencoba untuk memancing para bayangan itu.

"Hoi~! Aku di sini. Ayo, tangkap aku." panggil Akiha.

"Dasar bodoh.." ucap Saoru dari kejauhan.

Sementara itu di dalam kuil..

"Akiha.. apakah saat ini dia sedang berusaha untuk mengecoh para bayangan itu? Kuharap dia akan baik-baik saja." ucap Kaoru, mengkhawatirkan Akiha.

Lalu..

"Huwaaa!!" seru Akiha, sambil berlari kencang.

Para bayangan itu benar-benar mengejarnya. Gadis itu cepat-cepat menaiki pohon lagi.

"Hmm. Percuma saja. Kamu telah menyerahkan dirimu pada musuh, Akiha." ucap Saoru dengan ekspresi wajah jutek dan meremehkan.

Namun--

HUPP

Akiha memanjat hingga puncak pohon yang amat tinggi tersebut, lalu berdiri di atasnya.

Dari ketinggian tersebut, cahaya matahari yang menyinari punggungnya langsung menusuk ke arah para bayangan yang mengikutinya tersebut, dan..

SYUTTT

Para bayangan itu lenyap seketika.

"Eh..?" ucap Akiha dengan mata membesar, karena terkejut.

Saoru pun terkejut oleh usaha Akiha, lalu dengan sekejap ia telah berada di hadapan gadis itu.

"Selamat."

"?"

"Kamu lolos dalam tantangan ini, Akiha." ucap Saoru dengan senyuman yang langsung memikat gadis itu.

"Aku.. lolos?" ucap Akiha, masih bengong.

"Benar. Sekarang, turunlah dari pohon. Aku akan turun terlebih dahulu." jelas Saoru.

"Tu--tunggu!" panggil Akiha tiba-tiba.

"Apa?" tanya Saoru, sambil berpaling ke arah gadis itu.

"To--tolong bantu aku.. turun dari.. pohon ini." kata Akiha dengan kaki gemetaran, ia baru menyadari tingkah nekatnya itu.

"Hmp- hahaha. Kamu ini."

Tiba-tiba, tawa Saoru membuat wajah Akiha merona.

"U--uawaaaaa!!" tiba-tiba gadis itu terpeleset.

GREPP

"Saoru..kun.."

Saoru dengan tangkasnya menangkap tubuh Akiha, serta menangkup gadis itu dalam kedua lengannya yang kuat.

Wajah Akiha semakin merona.

"Dasar bodoh. Tindakanmu berbahaya sekali. Namun.." kata Saoru.

"Na--namun?" ucap Akiha, masih dengan wajah merona.

"Bagaimana caramu mengetahuinya?" tanya Saoru.

"Ah, itu.. saat ranting pohon tadi terjatuh. Bayangan itu memang menghindarinya, namun ia tidak dapat menyentuh ranting itu." jawab Akiha.

"Oh. Ternyata matamu jeli juga. Bukankah hal itu terjadi dalam beberapa detik saja? Berarti kamu terus-menerus memperhatikan bayangan-bayangan itu dari atas pohon?"

Akiha mengangguk, lalu berkata; "Seekor monyet telah menyelamatkanku."

Akiha menunjuk ke arah monyet yang terus bertengkar dan berpindah-pindah pohon itu.

Tiba-tiba, Saoru tertawa lepas.

"Eh? Apa yang lucu?" tanya Akiha dengan wajah cemberut.

"Kau pintar juga, Akiha."

DEG

"Eh.." wajah Akiha menjadi amat merah karena tersipu.

"Baiklah, sekarang kita kembali ke kuil. Jangan mengganggu para monyet itu." ucap Saoru.

"Saoru-kun.. kamu.."

"Ng?"

"Ah, tidak! Bukan apa-apa. Hahaha."

Saoru menggendong gadis itu hingga sampai di depan kuil, lalu menurunkannya.

Wajah Akiha masih merona, hingga ia bertemu dengan Kaoru.

Untung saja aku batal mengatakannya. Aku pasti diejek habis-habisan bila mengatakan bahwa Saoru-kun terlihat begitu mempesona.. batin Akiha, sambil sesekali menatap Saoru dengan wajah merona.

Terpopuler

Comments

Bakiak Jepang

Bakiak Jepang

Lanjutin donk thor

2020-04-25

1

yomama

yomama

Bagus semangat ya 💕

2020-04-10

1

MOonlighT

MOonlighT

Kelihatannya menarik saya akan mulai baca hari ini☺️

2020-04-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!