Hari ini, Kaoru berkata bahwa ia ingin menemui gurunya dan pergi seorang diri ke desa Kaze, yang terletak di negeri tetangga. Akiha pun merasa bosan dan terpaksa mencari Saoru.
"Saoru-kun." panggil Akiha.
"Hm? Kenapa kau mengikutiku?" tanya Saoru dengan ekspresi jutek seperti biasa.
"Aku ingin bertanya padamu." jawab Akiha.
"Bertanya? Tidak perlu, latihan kedua ditiadakan." kata Saoru, sambil berpaling muka.
"Eh?! Tidak mungkin. Kenapa ditiadakan?" ucap Akiha sedikit tidak puas.
"Kenapa? Bukankah kau senang?"
"Se--senang? Aku ingin berlatih denganmu.. maksudku berguru denganmu!" tegas Akiha.
"Hmm. Kalau begitu, akan kukabulkan permohonanmu." kata Saoru.
"Eh?! Benarkah?" kata Akiha girang.
"Kalau kau lolos dalam tantangan yang kuberikan kepadamu, baru aku akan mengajarimu."
"Tantangan?"
"Kau harus bisa mengalahkan musuh yang akan kusediakan. Jangan bilang kau akan kalah?" kata Saoru dengan santai dan mengejek.
"Be--belum tentu! Tapi, musuhku seperti apa?" balas Akiha spontan.
"Musuh bayangan."
"Bayangan..?"
Saoru mendesah, lalu berkata; "Apa kau sudah lupa pada musuh yang kukalahkan waktu aku menyelamatkanmu dan saudarimu?"
"Ah.." setelah berpikir sejenak, Akiha langsung mengingatnya.
"Musuh itu akan menjadi lawanmu. Katakan kepadaku bila kau siap."
"Musuh bayangan.. berarti musuh palsu?" ucap Akiha, ingin memastikan.
"Benar. Namun, musuhmu yang saat itu kukalahkan adalah musuh asli." kata Saoru.
"Musuh asli?! Siapa dia?"
"Kouta Hyuuji. Dia adalah pemimpin dari klan yang dihabisi oleh Akane." ulas Saoru.
"Hyuuji..? Akane? Tapi, kapan dia bertemu dengan Akane selain hari itu?" tanya Akiha.
"Setelah mengalahkan orang itu, aku mendesaknya untuk mengatakan alasan dan tujuannya menyerang kalian berdua. Meskipun aku tahu bahwa pasti ada banyak sekali orang jahat yang akan mengincar dua orang gadis lemah dan bodoh seperti kalian."
"Saoru-kun..!" Akiha ingin mendengarkan penjelasan Saoru, sehingga ia menahan diri dengan geram.
"Lalu, apa yang dikatakan oleh orang itu?" tanya Akiha penasaran.
"... Dia bilang Akane membunuh hampir seluruh anak buahnya yang berjumlah 142 orang."
"Apa..?"
"Lalu, 3 orang sisanya yang tertinggal saat mereka menyerang desamu, terkejut bukan main dan melaporkannya kepada Hyuuji Kouta."
"Tiga orang yang tertinggal? Kenapa mereka bisa tertinggal?"
"Orang bernama Kouta itu memberi 3 orang tersebut misi lain, sebelum bergabung dengan anggota klan yang lain."
"Misi?"
"Hmm.. kau ini cerewet sekali. Mana mungkin aku mengetahui semuanya?" kata Saoru, dengan ekspresi wajah sirik.
"Saoru-kun, aku hanya bertanya karena aku merasa semua ini penting." jawab Akiha dengan menahan emosinya, tangannya terkepal di samping tubuhnya, seperti ingin meninju lelaki itu.
"Kini, pertanyaanmu sudah kujawab. Bersiaplah untuk melawan musuh bayanganmu nanti." ucap Saoru.
"Tunggu!"
"Ck." Saoru menoleh dengan ekspresi wajah masam.
"Saoru-kun~~ ajari aku. Kumohon~~"
Tiba-tiba, Akiha memohon kepada Saoru dengan gaya yang tidak seperti biasanya.
"Heh?"
"Saoru-kun~~ Ayolah, Saoru-kun yang tampan." goda Akiha, dengan jurus manja-imutnya.
"Kamu ini kenapa, sih?" Saoru sedikit tergoda, namun ia mendorong gadis itu dengan cepat, lalu menghilang begitu saja.
"Cih, dasar! Saoru-kun ini sebenarnya laki-laki atau bukan, sih?! Dasar tidak pekaa!!" omel Akiha.
Sementara itu, di suatu tempat..
"Cih.. apa sih maunya? Dasar gadis bodoh." ucap Saoru yang bersembunyi, wajahnya sedikit tersipu.
"Saoru-kunnn!!" panggil suara Akiha.
"Celaka. Kok dia bisa sampai keluar kuil?" kata Saoru, lalu cepat-cepat pergi.
"Saoruu-kunnn!!" Akiha terus-menerus mencari Saoru.
Ia terus berjalan hingga memasuki hutan dan memanggil nama pemuda itu berkali-kali, dengan pantang menyerah. Meskipun ia tahu bahwa Saoru mungkin saja tidak berada di dekat sana.
Oleh karena kewajiban khusus Saoru adalah melindungi Akiha dari serangan musuh yang tiba-tiba, pemuda itu sengaja menempatkannya di dalam kuil. Kini, pemuda itu jadi tidak dapat pergi terlalu jauh.
Beberapa saat kemudian, sebelum Saoru hendak mengerjainya..
"Saoru-kun.." kata Akiha dengan putus asa, lalu berjongkok di atas rumput karena lelah mencari.
Saoru hanya mengamati gadis itu dengan jutek, lalu mendesah.
"Saoru-kun.. apa kamu begitu membenciku?" ucap Akiha pelan.
Seketika, Saoru langsung berpaling ke arah Akiha dan melihat ekspresi wajah sedih gadis itu.
"Oi." panggil Saoru, yang akhirnya memutuskan untuk muncul.
"Ng?" ucap Akiha, sambil menengokkan kepalanya ke atas.
"Sedang apa kau, gadis bodoh?"
"Sa--Saoru-kun!" mata Akiha berkaca-kaca, lalu gadis itu mendadak memeluk Saoru.
"Oi, apa-apaan kau?!" seru Saoru.
BLETAKK
Saoru meronta-ronta, lalu tangannya tidak sengaja menepis dan mengenai kepala Akiha.
"Aduh.." rintih Akiha, sempoyongan.
GREPP
Saoru secara rifleks meraih kedua lengan gadis itu, lalu bertanya; "Akiha, kau tidak apa-apa?"
"Sakit... hikss.." tangis Akiha.
"Eh.."
Tiba-tiba, Saoru merasa amat bersalah. Ia amat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Sudah.. jangan menangis. Maafkan aku." ucapnya pelan.
"Saoru-kun benar-benar kejam dan dingin. Hiks.. hiks.. Apa salahku? Aku hanya tersesat karena mencari Saoru-kun.." tangis Akiha.
"Oi.. jangan menangis.." lalu, tanpa berkata-kata lagi, Saoru mendekap tubuh gadis mungil itu.
Gadis itu begitu lemah dan wangi. Tanpa sadar, wajah Saoru sedikit merona. Ia mengelus kepala gadis itu tepat pada bagian yang terkena pukulan tidak disengajanya.
"Sudah, jangan menangis. Aku tidak tahu bahwa kau serapuh ini." ucap Saoru, sambil terus merangkul gadis itu.
"Sakit.. Saoru-kun.. hikss.."
"Akiha?"
Gadis itu pingsan.
"Oi, Akiha?!" seru Saoru dengan panik.
Beberapa saat kemudian..
"Ng..?" ucap Akiha pelan.
"Sudah sadar?"
"Saoru..kun..?"
Seketika, wajah Akiha amat merona karena lelaki itu bertelanjang dada.
"Ini, makanlah." kata Saoru, sambil memberi gadis itu setusuk jagung bakar.
"Eh?" Akiha pun langsung sadar bahwa ia berada di dalam kamar Saoru.
"Kali ini jagungnya sudah tidak panas, makanlah." kata Saoru.
"Ba--baiklah.." ucap Akiha dengan wajah amat merona, sambil menerima jagung itu dan menggigitnya pelan.
"Tidak kusangka, kepalamu akan bengkak dengan sekali pukul. Ternyata kamu lemah sekali." ucap Saoru dengan nada santai.
"Eh?!! Itu kan gara-gara Saoru-kun! Saoru-kun benar-benar-----aduh!"
"Oi, jangan bergerak terlalu banyak. Kau habis cedera."
"Itu kan gara-gara Saoru-kun." kata Akiha dengan wajah cemberut.
"Iya, iya. Maafkan aku, karena aku bukan seorang kesatria lembut atau apapun itu."
"Eh?"
"Diam dan makanlah."
Akiha sedikit tersipu. Apakah lelaki ini sedikit mengkhawatirkannya?
"Saoru-kun. Kamu juga harus makan secara teratur. Meskipun kamu kuat, jangan lupa untuk menghargai tubuhmu." ucap Akiha tiba-tiba.
Saoru memang sering berlatih dan pergi kesana-sini. Namun, karena jarang melihat pemuda itu makan, Akiha jadi sedikit memikirkannya.
"Berikutnya, aku yang akan memasak untukmu." kata Akiha dengan senyuman.
"Eh.."
Untuk pertama kalinya, gadis itu terlihat manis dan lemah lembut. Senyuman itu, perkataan itu, belum lagi ketika mengingat harum tubuh gadis itu..
"Tidak perlu!!" sentak Saoru tiba-tiba.
"Eh? Kenapa?" tanya Akiha dengan ekspresi wajah memelas.
"Cih.. hentikan! Kau membuatku malu!"
"Apa?" ucap Akiha bingung.
"Diam!" bentak Saoru, lalu keluar dari kamarnya.
"Saoru-kun?" Akiha semakin kebingunan, lalu ia menaikkan bahu dan dengan cuek menyantap beberapa jagung bakar yang disediakan oleh Saoru di atas piring itu.
"Sial.. seharusnya aku tidak membawanya masuk ke dalam kamarku." gerutu Saoru, dengan wajah tersipu sambil memeras rambutnya sendiri.
Walaupun merasa canggung, Saoru mau tidak mau harus menerima kehadiran Akiha dalam hidupnya. Selain itu, gadis itu begitu mirip dengan seseorang yang pernah dikenalnya.
"Kenapa bisa seperti ini? Padahal aku tidak ingin jadi tertarik padanya." gumam Saoru kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
🍮🍙 Shinya 💽🎌
面白いと魅惑的な物語。🎎 🎁 😄
2020-04-17
1
YG Olivia
Bagus sekali cerita ini. Baru ya pink?
2020-04-10
1
Zara Pizz
sesuai harapan, cerita ini bagus bgt plus kocak🌹🤗 semangat pinky
2020-04-10
1