Bab 2

Malam harinya..

"Gahhh!!"

Akiha terbangun dari tidurnya dan mengamati saudari kembarnya yang berbaring di sampingnya.

"Akiha.. kenapa kamu bangun?" tanya Akane, dengan suara yang pelan dan lemah karena penyakitnya.

"... Aku bermimpi." jawab Akiha.

"Mimpi apa?"

"Bukan apa-apa, kok. Tidurlah kembali, Akane." kata Akiha dengan senyuman.

Namun, Akane mengetahui apa yang membuat saudarinya seperti itu.

Setiap malam, Akiha selalu merasa jauh lebih khawatir. Musuh dapat saja menyerang mereka pada saat mereka terlelap, sehingga Akiha menjadi lebih waspada dan terbangun-bangun dalam tidurnya.

"Akiha.. maafkan aku. Gara-gara aku kamu menderita.." kata Akane dengan sedih.

"Akane. Mengapa kamu berkata demikian?" Akiha terkejut.

"Aku tahu bahwa kamu mati-matian melindungiku agar tidak ada orang yang akan mencuri kemampuan khusus yang hanya dimiliki olehku."

Perkataan Akane membuat Akiha semakin terkejut dan hampir tidak dapat berkata-kata. Namun, ia berusaha menjawab; "Itu memang benar. Namun, kamu tidak membuatku menderita. Justru sebaliknya, keberadaanmu adalah alasanku untuk hidup, Akane."

"Akiha.." Akane menatap saudarinya, lalu meneteskan air mata.

"Akane, aku akan menjadi lebih kuat. Aku berjanji akan selalu melindungimu, karena kamu adalah satu-satunya orang yang berharga bagiku. Kita harus berjuang bersama hingga kamu sembuh dari penyakitmu!" kata Akiha, dengan senyuman yang bersemangat.

"Un, terima kasih, Akiha." balas Akane dengan senyuman manisnya.

Bagi Akane, Akiha juga merupakan orang yang sangat berharga dan dapat memberi kekuatan untuk terus melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Dua tahun lalu, di suatu sore, saat tubuh Akane masih baik-baik saja..

Di desa Shorai terjadi penyerangan di berbagai daerah. Orang-orang dengan wajah tertutup masker hitam membunuh setiap orang yang ada di hadapan mereka.

Saat itu, Akiha dan Akane yang tinggal di dalam hutan paling dalam sekalipun merasa ketakutan. Belum lagi, kedua orang tua mereka telah meninggal demi melindungi mereka dari musuh sebelumnya. Kedua orang tua yang mereka andalkan dan percayai.

Setelah sekian lama bersembunyi di dalam ruang rahasia di rumah itu, mereka tidak mendengar suara atau merasakan keberadaan musuh.

"Sepertinya para musuh sudah meninggalkan desa ini." kata Akane.

"Stt, jangan bersuara sekeras itu, Akane. Siapa tahu mereka sedang bersembunyi dan tiba-tiba menyerang saat kita lengah.." balas Akiha.

Mereka pun terus berdiam diri di ruang bawah tanah hingga tertidur, lalu..

Akane yang berpura-pura terlelap, tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari rumah agar dapat melihat keadaan dan mencari makanan dengan berburu karena persediaan makanan telah menipis, bila perlu ia juga akan bertarung melawan musuh.

Akiha, maafkan aku. Kali ini, aku sudah tidak dapat terus membiarkan kita hidup dalam ketakutan seperti ini. Ini saatnya bagiku untuk melindungimu dengan kemampuan khususku. katanya dalam hati, seraya meninggalkan rumah secara diam-diam.

Dengan berhati-hati dan cekatan, Akane berhasil mengumpulkan beberapa tanaman, air, serta menangkap ikan di sungai untuk persediaan makanan. Ia pun bergegas kembali ke rumah, namun--

Tiba-tiba, langkahnya terhenti oleh suara bergerasak dari balik semak-semak di sekelilingnya. Ia pun melangkah mundur dan tidak segera meninggalkan tempat itu.

Sedetik kemudian, ia telah dikepung oleh beberapa orang lelaki dengan wajah tertutup masker berwarna hitam.

"Oh, lihat. Ternyata mangsa kita kali ini adalah seorang gadis berambut hitam pendek yang manis." kata salah seorang pria bertubuh tinggi besar tersebut.

Para lelaki itu terlihat kuat dan memiliki aura yang sangat tidak menyenangkan.

"Bagaimana jika kita bersenang-senang dengan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum membunuh gadis ini?" kata salah seorang dari mereka, yang terlihat seperti pemimpin para lelaki itu.

"Diam! Orang-orang mesum dan rendahan seperti kalian tidak akan dapat menyentuhku sedikit pun! Akan kupatahkan kaki dan tangan kalian semua!" seru Akane.

"Oh. Ternyata gadis kecil ini juga bisa menggertak. Puh-ahahaha. Kalian dengar? Baru saja dia mengancam kita!"

"Diamlah kalian para lelaki kotor yang hanya dapat menyerang wanita! Aku akan segera melumpuhkan kalian semua!" bentak Akane.

Mereka pun langsung dalam kuda-kuda dan posisi menyerang satu sama lain. Tanpa dapat berkedip, serangan pertama pun dilancarkan oleh kedua belah pihak.

Lalu..

BLARRR

Semua lelaki tersebut terpental begitu saja, setelah sesuatu yang seperti sinar merah meliputi Akane.

"Sial.. Apa yang barusan itu?" kata pemimpin mereka, lalu ia terkejut ketika melihat bahwa sebagian dari anak buahnya telah dikalahkan dan berbaring tak berdaya di atas tanah.

"Kalian semua bukanlah tandinganku. Menyerah dan pergilah dari sini." kata Akane memperingatkan para lelaki itu.

"Jangan bercanda kau! Gadis kecil sepertimu mana mungkin dapat mengalahkan kami?! Kami adalah klan Hyuuji yang terkuat di desa kami! Kamu akan mati, gadis kecil!!" seru pemimpin tersebut, sambil mempersiapkan serangan kedua dengan kuda-kuda yang sedikit aneh.

"Hyuuji no naisho!" tiba-tiba lelaki itu berseru dan bergerak cepat menyerang Akane.

Akane hanya tersenyum mengejek, lalu menghindari serangan itu dengan mudah. Namun--

Lelaki itu tiba-tiba telah berada di belakang Akane, serta menampilkan senyuman jahat.

Celaka! batin Akane, lalu gadis itu dengan cepat menghindar dan hendak melakukan serangan keduanya.

Kali ini, suatu aura gelap yang mengecam lawan terpancar dari tubuh Akane. Seketika, serangan lelaki itu terhenti dan ia meraung kesakitan.

Mata lelaki itu tiba-tiba mengeluarkan darah. "U--UwAAAAAAaaa!" jerit lelaki itu dengan histeris.

Akhirnya, ia pun berkata dengan penglihatan yang telah rusak; "Nona, ampunilah kami. Tolong beri kami kesempatan kedua untuk meninggalkan tempat ini dengan damai."

Para anak buah yang tersisa pun gemetar ketakutan. Lalu--

"Boleh saja. Namun, aku harus membunuh semua anak buahmu yang tersisa." jawab Akane dingin.

Pemimpin itu terkejut, lalu berkata; "Me--mengapa begitu, Nona?"

"Aku berubah pikiran. Bila anak buahmu yang berjumlah lebih dari seratus orang ini tidak kubunuh semuanya, kalian pasti akan kembali ke desa ini dan menyerang lagi." kata Akane dengan sorot mata yang berbeda dengan sorot mata manusia biasa.

Warna pupil mata gadis itu yang semula hitam berubah menjadi merah seperti darah.

Para pria yang tadinya amat sombong dan meremehkan gadis itu kini gemetar hebat. Mereka amat ketakutan, serta ingin menjerit seperti melihat hantu.

"Ampuni kami, Nonaaa!!" seru para anak buah itu, dengan bersujud ke tanah.

"Sayang sekali. Aku tidak dapat mengampuni kalian yang telah membunuh banyak sekali warga di desa ini. Mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah. Selain itu, aku tahu betapa jahatnya niat kalian selanjutnya bila kalian kulepaskan saat ini." kata Akane dingin dan mengancam.

Lalu, tanpa bersuara lagi, malam itu Akane menghabisi semua lelaki yang berjumlah kurang lebih 140 orang itu. Sejak hari itu, para musuh bermasker hitam itu tidak pernah muncul lagi.

Namun, ada hal mengerikan dari kemampuan khusus milik Akane tersebut. Bila ia terlalu memaksakan diri dengan menggunakan berbagai kelebihannya, ia akan kehilangan jiwanya sendiri. Tak lain adalah, ia akan berubah menjadi seorang yang haus darah dan membunuh semua orang tanpa ampun. Apalagi, jika matanya berubah merah total.. ia akan menjadi seperti dewi maut perenggut nyawa.

Sejak lahir, gadis itu dinamai Akane oleh kedua orang tuanya karena suatu alasan. Gadis itu terlahir dengan mata yang pupilnya dapat berubah warna menjadi merah. Saat ia bertumbuh besar, kedua orang tuanya selalu melindungi dan menasihatinya agar tidak membiarkan 'sosok lain' dalam dirinya itu muncul.

Namun, kali ini Akane menggunakan kemampuan khususnya itu. Kedua orang tuanya memang sudah tiada dan tidak akan dapat mengetahui perbuatannya. Namun, Akane akan merasa menyesal setelah tersadar dan matanya kembali normal.

Dengan kedua mata yang dapat berubah warna itu, sejak lahir Akane memang ditakdirkan untuk memiliki dua sisi kepribadian.

Sifatnya yang ingin melindungi adalah sisi terangnya atau Yin, dan sifat ingin membunuhnya adalah sisi gelap yang disebut Yang.

Gadis itu dapat selalu mengalahkan musuh dengan mudahnya. Namun, ia tidak dapat memprediksi dan mengontrol kapan salah satu dari kedua sisi dalam dirinya akan muncul atau hilang secara bergantian.

"Akane!" suara Akiha seketika menyadarkan Akane dari lamunannya saat itu.

Ia telah kembali ke rumah dengan selamat dan berhasil membawakan persediaan makanan dan lain-lain.

"Akane.. mengapa kamu sampai bertindak sejauh ini?" tanya Akiha dengan wajah tertunduk.

"Akiha.." kata Akane pelan, seolah takut saudarinya mengetahui perbuatan yang telah dilakukan olehnya dan membencinya.

"Akane. Kamu pasti kesulitan mengalahkan musuh demi mendapatkan semua ini.. Kamu memang baik, Akane!" kata Akiha dengan senyuman manisnya.

"Akiha.." Akane terkesima, namun ia segera menambahkan dengan wajah sendu; "Akiha, kamu salah. Aku sama sekali bukan orang yang baik.. Aku bahkan tidak layak disebut sebagai seorang manusia."

"Akane. Kamulah yang salah." balas Akiha.

"Eh?"

"Kamu adalah gadis yang dipilih dewa langit. Aku tahu itu, karena sifat asli Akane memang sangat baik!" kata Akiha, menyemangati Akane.

"Akiha.." mata Akane berkaca-kaca.

"Akane. Jangan takut atau khawatir! Kamu benar-benar adalah seorang gadis yang baik, sekaligus sangat kuat. Kamu berbeda denganku atau siapapun. Biarpun orang lain takut padamu, bagiku kamu istimewa."

"Akiha.. tapi... aku bisa saja melukaimu."

"Tidak. Aku percaya. Akane pasti tidak akan berbuat seperti itu kepadaku dan orang-orang yang baik kepada Akane."

"Akiha... huhuhu.."

Hari itu, Akane menangis dan mulai belajar untuk menerima dirinya sendiri. Meski kedua orang tuanya juga telah sering menasihatinya, namun hanya Akiha satu-satunya orang yang dengan tulus menyayangi dan tidak takut kepadanya.

Akiha dan Akane adalah dua gadis kembar bersaudari yang memiliki sifat dan tingkat kemampuan yang berbeda. Namun, keduanya menjadi berani dan kuat karena memiliki satu sama lain.

Mereka tidak akan membiarkan musuh sekuat apapun merenggut nyawa salah seorang dari mereka. Bila harus hidup, mereka akan terus hidup bersama. Bila harus mati, mereka juga akan mati bersama. Begitulah prinsip mereka.

Terpopuler

Comments

Hannah

Hannah

Bagus sekali. Baru mulai baca smp ep ini. Mungkin perlu ditambah lanjutan dan idenya 😊 Aku percaya idemu authorku yg kreatif dan inovatif 😍

2020-04-28

2

Coke Jellies

Coke Jellies

Gilaaa bagus bangett 😍😍😜

2020-04-27

2

Blued

Blued

Jenius !!

2020-04-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!