"Akiha. Kami membutuhkanmu sebagai pemimpin kami untuk berperang melawan musuh, serta klan-klan yang membelot." kata Daichi, seorang anggota klan Nomozaki, salah satu klan yang telah lama melayani pemimpin desa.
"Apa maksudmu, Daichi-senpai?" tanya Akiha.
"Akiha, kau adalah gadis yang cerdas. Kurasa kau sudah mendengar dan mengerti maksudku." ucap Daichi, seraya hendak meninggalkan Akiha seorang diri di dalam ruangan yang akan dihadiri oleh pemimpin desa.
"Tunggu, Daichi-senpai!" seru Akiha.
"Ada apa lagi, Akiha?" tanya Daichi, tanpa berpaling menghadap ke arah Akiha.
"Senpai.. apakah ini adalah sebuah gurauan? Mana mungkin aku, seorang yang lemah dan tidak berguna ini menjadi seorang pemimpin perang?" kata Akiha dengan wajah serius dan tegang.
"... Tunggulah di sini. Pemimpin desa akan segera menjelaskannya kepadamu." jawab Daichi, sambil melangkah keluar dan menutup pintu tanpa menanggapi Akiha yang memanggil-manggil dirinya.
Wajah Akiha memucat. Ia berpikir dan berusaha untuk menenangkan diri. Ia yakin bahwa pemimpin desa akan mendengarkan permohonannya, karena pemimpin desa yang bernama Ijime Morikawa itu amat baik dan sabar.
Ia ingin segera mendengarkan perkataan beliau, memohon, dan pergi dari tempat itu. Akiha amat mengkhawatirkan Akane yang sedang terbaring di kasur seorang diri di rumah.
Tak lama kemudian, pemimpin Ijime, atau disebut juga Ijime Meishu pun tiba di depan pintu ruangan pribadi yang dijaga secara ketat tersebut.
Ia pun melangkah masuk dan duduk di hadapan Akiha.
"Akiha. Kau telah tiba rupanya. Sudah lama kita tidak bertemu." katanya dengan senyuman ramah.
"Meishu-sama.. bagaimana mungkin saya menjadi seorang pemimpin perang? Bukankah anda tahu bahwa saya adalah yang terlemah dan berasal dari klan yang paling tidak dibutuhkan di desa ini?" kata Akiha, meluapkan segalanya secara terus terang.
"Hmm.. Akiha. Bukankah Daichi juga berasal dari klan Nomozaki? Klan yang sama denganmu." ucap pemimpin desa yang telah tua tersebut dengan sabar.
"Namun, Meishu-sama.. saya adalah yang terlemah dari klan Nomozaki, berbeda dengan Daichi-senpai yang kuat dan berani.." kata Akiha.
"Akiha. Aku tidak pernah memilih orang-orang yang terkuat untuk menjaga desa ini, melainkan orang-orang yang mau bekerja sama memulihkan kedamaian desa ini." ucap pemimpin desa.
Mendengar perkataan sang Meishu, Akiha tertegun sejenak. Ia memang terpana oleh perkataan tersebut, namun kesadaran langsung membuatnya melawan; "Namun, Meishu-sama.. saya tidak berani.. Terus terang, saya adalah seorang penakut. Saya takut akan kehilangan seluruhnya... keluargaku satu-satunya."
Raut wajah Akiha menjadi sedih dan terkulai. Ia menundukkan kepala dengan kecewa pada dirinya sendiri.
"Akiha. Tidak tahukah kamu bahwa kamu memiliki sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang lain?" kata Ijime Meishu.
Akiha mengangkat kepalanya secara perlahan dan mulai menatap wajah pemimpin itu dengan ragu-ragu.
"Akiha. Aku telah mengamati kedua orang tua, dirimu dan saudarimu sejak kalian berdua belum lahir. Jadi, aku tidak akan pernah memaksakan apapun kepadamu. Namun, kali ini sungguh berbeda, Nak.."
"Berbeda?"
"Benar. Kau telah dipilih oleh utusan yang tertinggi untuk menjadi seorang pahlawan. Bukan hanya demi desa ini, melainkan untuk seluruh dunia. Akiha, kamu adalah pilihan dewa langit untuk menggantikan pahlawan dunia kita yang sebelumnya."
Kedua mata Akiha membelalak karena amat terkejut. Ia pun berkata pelan; "Pahlawan.. maksud anda.. Aoi?"
"Benar. Kurasa cerita itu telah sampai pada generasimu. Dalam beberapa generasi sebelumnya, sebelum dunia ini berubah menjadi begitu kejam, seorang pahlawan dipilih langsung oleh dewa langit untuk menghentikan kejahatan dan keserakahan manusia. Pahlawan itu adalah seorang wanita pemberani yang bernama Aoi. Seorang yang telah membentuk klan terkuat di dunia saat ini, yaitu klan Kurosawa."
"Klan Kurosawa..?" ucap Akiha.
Sang Meishu mengangguk, lalu menjawab; "Benar. Klan Kurosawa adalah klan yang tertua dan dikenal menguasai berbagai kemampuan khusus yang diwariskan oleh Aoi Kurosawa."
"..." Akiha terdiam.
"Namun, kini klan itu berubah menjadi angkuh dan sulit diatur. Jadi, kami tidak dapat meminta bantuan mereka. Kami dengan terpaksa harus menemui utusan tertinggi.. dan utusan tertinggi mengatakan sesuatu yang sangat penting untuk kau dengar." tambah sang Meishu.
"Sesuatu yang sangat penting? Apakah itu, Meishu-sama?"
"Kamu telah dipilih oleh dewa langit untuk menjadi pengganti Aoi Kurosawa dan membawa damai bagi seluruh dunia ini. Kamu akan bertemu dengan orang-orang yang telah diutus untuk menuntun dan menolongmu demi mencapai semua itu. Kamu tidak perlu merasa takut, sebab kamu juga akan diperlengkapi dengan berbagai atribut. Begitulah kata utusan tertinggi kepada kami." jawab sang Meishu.
"Atribut..?"
"Soal itu aku juga tidak begitu mengerti. Namun, aku yakin bahwa kamu sebenarnya adalah seorang yang istimewa, Akiha." kata Meishu dengan senyuman ramah yang selalu diperlihatkannya kepada Akiha, setiap kali bertemu dengan gadis muda itu.
Akiha tidak dapat berkata-kata. Ia hanya merenungkan semua perkataan sang pemimpin desa.
"Akiha. Aku tidak akan memaksakan dirimu untuk menjadi pemimpin perang, karena sejak semula itu adalah keinginan Daichi. Setelah ia mendengar lamaran utusan tertinggi mengenai dirimu itu, cara pandang Daichi tentang dirimu memang berubah. Daichi tidak menganggapmu lemah. Ia berkata kepadaku bahwa kamu pasti akan menjadi seorang gadis yang kuat, bahkan melampaui dirinya."
Akiha pun berpikir dalam batinnya; Benarkah itu, Daichi-senpai? Benarkah aku dapat menjadi kuat dan.. mengubahkan dunia ini seperti Aoi Kurosawa?
"Kekuatan itu pasti kelak akan kau dapatkan. Namun, misi yang besar ini harus bermula dari keberanian dan perkenanan dirimu, Akiha. Kamu selalu berkata bahwa kamu ingin melindungi keluarga dan orang-orang yang penting bagimu. Ini adalah kesempatan yang hampir mustahil terulang lagi bagimu, Akiha. Namun, apakah kamu bersedia?" tanya Ijime Meishu.
"Saya.. saya.." Akiha masih saja merasa ragu pada dirinya dan ingin menolak, namun--
"Kumohon, Akiha. Hanya kamulah yang dipilih oleh dewa langit untuk melindungi semua orang. Kamu akan menjadi seorang pahlawan yang hebat." ucap Meishu.
Akiha merasa bingung. Awalnya, dirinyalah yang ingin memohon kepada sang Meishu. Namun, kini situasi menjadi berbeda dan terbalik.
"Bukankah kamu ingin melindungi Akane yang diincar oleh berbagai penjahat yang menginginkan kemampuan khusus yang hanya dimiliki olehnya?"
DEG
Perkataan itu mengenai benak Akiha dengan telak. Selama ini, ia telah berusaha keras untuk merahasiakan tentang kemampuan khusus yang dimiliki oleh Akane.
Tidak boleh ada orang yang mengetahuinya, sebab hal itu akan sangat membahayakan Akane. Namun, kini sang Meishu telah mengatakannya.
"Bagaimana anda.."
"Kemampuan khusus Akane juga dikatakan oleh utusan tertinggi. Namun, tenang saja. Hanya aku yang mengetahuinya. Aku berjanji untuk merahasiakannya, bila kamu bersedia untuk menggenapi takdirmu." wajah Ijime Meishu berubah serius, sehingga Akiha semakin tidak dapat berkata-kata dan sepertinya harus patuh.
"Saya..." tangan Akiha bergetar, sambil berusaha untuk mengatakan sesuatu.
"Aku tidak ingin mengkhianatimu, Akiha. Terlebih lagi, aku akan membantumu. Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, bila aku berhasil membujuk lebih banyak lagi orang dari klan-klan desa kita."
"Baiklah. Bila semua ini demi keselamatan Akane, maka saya bersedia." jawab Akiha pada akhirnya, setelah berpikir dengan berat.
Sang Meishu terkejut, kemudian kembali berkata dengan senyuman ramah; "Tidak usah khawatir, kami akan membantumu. Kamu tidak sendirian dan Akane pasti akan selamat."
"Terima kasih, Meishu-sama." ucap Akiha dengan hormat.
"Terima kasih juga, Akiha." balas Meishu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Gula Lina
Bagus banget thorr 😆
2020-04-27
1
lonceng merah
Hebatt aku jd serius bacanya kok bs kreatif bangett 😍😍
2020-04-27
1
Zahara D
🥺ohh sukaaaaa bangett 💕
2020-04-27
1