Akane menatap tajam kepada Kaoru.
"Bertukar informasi?" tanya Kaoru.
"Huh! Tidak usah berpura-pura. Aku sudah tahu trik ini. Kalian pasti akan berkhianat bila sudah mengetahui tentang kemampuan khususku!" kata Akane.
Akane terus berceloteh, namun tiba-tiba Kaoru menyanggah perkataannya..
"Itu tidak benar."
"Hm? Jadi kau memutuskan untuk berbohong? Asal kau tahu saja, aku takkan termakan oleh jebakanmu!" kata Akane dengan dingin.
"Saya mengetahuinya."
DEG
Kedua gadis kembar itu seketika terkejut dan tidak dapat bereaksi.
"Saya mengetahui kemampuan khusus kalian berdua dengan detail. Begitu pula Saoru-niisan." ucap Kaoru.
"Apa--mana mungkin? Sekarang kamu hendak menggertak kami?!" seru Akane.
"Berisik. Gadis satu ini selalu saja berbicara dengan suara yang membuat telinga orang lain pecah. Lihat, beginilah tingkah calon pahlawan yang hendak kita kawal itu. Apakah kamu masih dapat mempercayai mereka, Kaoru?"
Lelaki itu..! mata Akane membelalak.
Saoru muncul secara tiba-tiba, entah darimana dan sejak kapan.
"Niisan!" Kaoru menegur kakaknya lagi, namun sedetik kemudian mendesah karena tidak bisa membantah perkataannya.
"Dua orang gadis ini tidak mempercayai kita. Mana mungkin kita dengan bodohnya membeberkan informasi dan membantu mereka?" Saoru berbicara santai dan menyindir.
"Niisan.."
"Tuh, kan! Kalian memang menginginkan informasi dari kami! Dalam hidup, kita memang tidak boleh mempercayai orang lain dengan mudah. Sekarang bersiaplah, aku akan membunuh kalian." ucap Akane tiba-tiba.
"Akane!" seru Akiha.
"Diam! Kau merepotkan sekali. Kau hanya akan membebani diriku bila kau terus menghalangiku, Akiha!" bentak Akane.
"Akane.." Akiha terlihat sedih dan takut.
Saoru menatap pada raut wajah Akiha yang panik dan tidak berdaya, lalu matanya memandang lurus-lurus dan tajam kepada Akane.
"Bersiaplah! HYYYAAAAYAAA!!"
Tiba-tiba, aura mengerikan memancar dari tubuh Akane. Mata Akane dan Saoru saling menatap dengan ekspresi dingin, namun sangat berbeda.
Sorot mata Saoru hanya terlihat jengkel, sementara kilat mata Akane.. amat mengerikan dan tidak seperti manusia biasa.
"Apa kau monster?"
DEG
"Apa?!" Akane tersentak oleh perkataan lelaki itu.
"Akane.." tubuh Akiha gemetar.
"Hm.. Akane. Tidak seharusnya kau menggunakan kekuatanmu itu di hadapan saudarimu, terlebih lagi di dalam rumahmu sendiri. Apa kau ingin menghancurkan rumah ini?" kata Saoru, masih dengan santai dan tidak takut sedikitpun.
"Huh! Kau masih bisa berlagak santai dan sombong karena belum mengetahui kekuatan asliku!" kata Akane dingin.
Mata itu..!! tubuh Akiha semakin gemetaran, wajahnya sedih karena sangat mengkhawatirkan Akane.
"Cih! Kau bahkan tidak memikirkan saudari kembarmu sendiri." ucap Saoru.
"Apa?!"
Mata Akane.. pupil itu.. mata yang pernah membunuh beratus-ratus orang.. Akankah ia tergoda untuk membunuh seseorang lagi di hadapan saudarinya?
Mata Akane benar-benar berubah. Tanpa aba-aba, ia pun segera menyerang.. gerakannya cepat.. ekspresi wajahnya berbeda.. auranya seperti hendak membunuh siapapun.. tidak seperti Akane yang biasanya.. ia sangat mengerikan. Benda-benda yang berada di dalam rumah itu seperti terbang dan terhempas tidak karuan.
"Akane!!" Akiha menangis keras.
Seketika, Akiha menutup matanya. Ia hanya dapat gemetaran, lalu melompat ke arah serangan yang dilayangkan Akane ke arah Saoru. Ia hanya berharap Akane akan segera menghentikan serangan itu melalui kesadarannya sendiri.
GRUSAAKKK
Suara gesekan kaki yang kuat di lantai rumah itu membuat Akiha semakin ketakutan. Meskipun bahan rumah itu cukup baik untuk menangkal kerusakan, tetap saja rumah itu takkan mungkin dapat menahan serangan-serangan mereka. Bisa saja rumah itu roboh dan menewaskan mereka semua.
Akiha tahu pasti bahwa lelaki itu sangat kuat. Lelaki itu telah mengalahkan musuh yang bahkan tidak dapat dikalahkan oleh Akane. Ia tidak ingin terjadi apapun pada salah satu pun dari mereka.. terutama Akane.
Namun, saudarinya itu tidak berhenti menyerang... Sudah selesaikah? Tidak dapatkah Akiha melindungi saudari kembarnya itu?
SAAATTT
Tiba-tiba, semuanya membeku. Seolah waktu dan tubuh mereka telah berhenti bergerak.
Namun, Akiha masih dapat menggerakkan seluruh tubuhnya dan matanya melihat ke arah Akane dengan perlahan. Lalu..
Ia langsung terperanjat dan terkejut bukan main ketika matanya saling bertemu pandang dengan kedua mata Saoru yang bergerak dan juga berubah merah, seperti Akane.
Tidak. Mata lelaki itu berbeda. Sorot mata dan bagian matanya yang berubah warna itu sama sekali berbeda dengan Akane.
Iris matanya yang merah itu masih terlihat indah. Selain itu, tatapan matanya tidak berubah. Seolah, ia hanya berubah menjadi makhluk yang jauh lebih kuat dan misterius...
Situasi ini amat tidak biasa dan menakutkan bagi Akiha. Kini, apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu?
"Akiha."
DEG
"Kau.. masih dapat bergerak?" tanya Akiha dengan tubuh yang bergetar hebat.
".. Ternyata kau memiliki kemampuan seperti ini?" ucap lelaki itu dengan ekspresi yang tidak terbaca.
"Apa.. kau akan membunuh kami?" tubuh Akiha sangat bergemetar, kakinya lemas dan..
BRUKK
"?!"
"Kumohon..! Jangan bunuh saudariku! Aku tahu bahwa aku sangat lemah dan tidak berguna. Namun, aku hanya ingin melindungi Akane. Aku hanya ingin keluargaku satu-satunya ini hidup.. Apakah hal itu begitu mustahil? Apakah aku harus membiarkan seluruh keluargaku meninggal?!" Akiha menangis tersedu-sedu dan berseru memohon kepada Saoru, bahkan ia rela berlutut kepada lelaki itu.
"..."
"Kumohon.. bunuh saja aku.. Tolong jangan bunuh saudariku." tangisnya, sambil melingkarkan kedua lengannya pada salah satu kaki lelaki itu.
Lelaki itu menatapnya sejenak, kemudian berkata; "Baiklah."
"Eh? Apa kau akan--"
"Benar. Aku tidak akan membunuhmu, termasuk saudarimu." jawab Saoru.
"Su--sungguh?"
"Berdirilah." kata Saoru sambil membantu gadis itu berdiri. Entah mengapa suara datar itu terdengar lembut bagi Akiha.
"Hiks.. terima kasih.. Saoru-kun."
Saoru sedikit terkejut mendengar gadis itu memanggil namanya.
"Tidak perlu menangis. Aku sudah mengerti." ucap Saoru pelan, lalu ia menyentikkan jarinya dan dengan sekejap semuanya kembali seperti semula.
"?!!" Akane dan Kaoru kembali bergerak.
Akane amat kebingungan karena melihat Saoru yang menompang tubuh Akiha yang telah pingsan. Sementara Kaoru hanya menatap mereka dengan biasa dan tidak terpengaruh sedikit pun.
"Kauu!! Apa yang telah kau lakukan pada saudariku?!!" amuk Akane, hendak menyerang Saoru lagi.
"Tunggu, Akane-san!" seru Kaoru.
Langkah Akane terhenti. Ia menatap tajam kepada Kaoru.
"Akane-san.. Saoru-niisan hanya menolong Akiha-san. Tadi Akiha-san amat syok dan ketakutan. Oleh karena itu--" jelas Kaoru.
"Percuma saja. Gadis sepertinya tidak akan menjadi pengganti Kurosawa Aoi." sanggah Saoru.
"Niisan..?" ucap Kaoru.
"Gadis itu berbeda dengan saudari kembarnya yang rela berkorban demi dirinya, sementara dia dengan bodoh dan egoisnya membiarkan iblis dalam darahnya menguasai dirinya. Itu berarti dia telah memutuskan untuk mati bersama dengan saudarinya. Akane Nomozaki. Mulai detik ini, kami hanya akan mengakui Akiha-sama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Putu Ayu
Cara tulisnya seruu
2020-04-27
1
Janice Tan
Kerennn thorr. Bhs jepangmu lancr yah?
2020-04-27
1
Tochigi Akira
Bagusss tambahin duel para tokohnya thor 😁
2020-04-25
1