Bab 6

Akane tidak terkejut mendengar perkataan Saoru, ia hanya menatapnya sinis.

"Huh! Perkataan macam apa itu? Aku dan Akiha adalah saudari! Mana mungkin Akiha akan meninggalkanku demi menjalani hidup seperti itu?!" kata Akane dengan suara lantang.

Saoru dan adik perempuannya hanya terdiam.

"Kalian masih belum mengerti? Akiha akan memilihku dibandingkan siapapun atau apapun itu!" seru Akane.

"Hmm. Itu terserah Akiha-sama. Aku tidak ingin berbantah-bantah dengan orang bodoh sepertimu." ucap Saoru dengan santainya.

"Apa?! Kurang ajaaarr!!" lagi-lagi Akane terbakar emosi yang mengerikan.

"Akane!" seru Akiha tiba-tiba.

"Akiha..?" Akane langsung melihat ke arah Akiha yang telah sadar.

"Sudah.. cukup. Cukup, Akane. Aku tidak tahan melihatmu berbuat seperti ini." kata Akiha.

"Akiha, apa maksudmu?!"

"Aku tidak tahan melihat Akane terbawa emosi dan.. nafsu membunuh!" seru Akiha, dengan mata tertutup dan tubuh yang sedikit bergetar.

"Akiha.."

"Akane. Apa kamu sudah lupa pada kedua orang tua kita? Janji apa yang telah kamu pegang selama ini? Apakah kamu akan mengingkari janjimu dengan ayah dan ibu?!" Akiha berseru dan matanya terbuka kembali, kini wajahnya terlihat sungguh sedih.

"Akiha-sama.." ucap Saoru dan Kaoru.

"Saoru-kun. Kaoru-chan. Aku ingin berbicara berdua dengan saudariku. Bisakah kalian meninggalkan kami?" tanya Akiha, seraya menoleh ke arah dua orang itu.

Mereka pun mengiyakan, lalu meninggalkan rumah itu.

"Akane. Kamu belum menjawab pertanyaanku." ucap Akiha.

"... Rupanya kamu sudah memilih orang asing daripada saudarimu sendiri, Akiha."

"Akane! Mengapa kamu tiba-tiba berkata seperti ini? Apakah pengorbanan dan usahaku selama ini tidak berarti apapun bagimu?!" ucap Akiha marah.

"Pengorbanan? Usaha? Huh! Jangan berlagak, Akiha! Selama ini kamu selalu kulindungi seperti orang lemah yang merepotkan! Kita hanya terikat karena kita bersaudari dan hanya memiliki satu sama lain. Namun, ketahuilah! Selama ini aku telah bersabar dan berusaha untuk menerimamu! Walaupun kita saudari kembar, kau dan aku sangat berbeda! Kau adalah orang lemah yang ditakdirkan untuk mati, sedangkan aku adalah orang kuat yang akan menaklukan dunia ini!"

"Akane! Bukankah kita telah berjanji untuk berjuang bersama? Kemana janji itu sekarang?!" Akiha berseru dengan hati pedih.

"Huh. Kau memang bodoh. Kapan kau akan belajar, Akiha?" kata Akane sinis.

"Akane.." Akiha mulai meneteskan air mata.

"Akiha. Meski kamu terlahir lebih dahulu dariku, kamu tidak akan pernah bisa melampaui ataupun menjadi setara denganku! Dengar, keberadaanmu hanya mengganggu bagiku! Aku dapat hidup tanpamu yang lemah dan menghalangiku!" kata Akane, dengan kasar dan kejam.

"Aka..ne.." Akiha menangis, hatinya amat terluka.

"Lebih baik aku membunuhmu saja. Mungkin kau juga akan berkhianat seperti kedua orang tua kita!"

DEG

Mata Akiha membelalak. Ia amat terkejut dan syok oleh ucapan Akane.

"Akane.. kamu.." ucapnya terbata-bata.

"Benar. Akulah yang membunuh kedua orang tua kita. Mereka sangat lemah dan mengganggu, seperti dirimu!"

"Hhaaaah!!" Akiha terperanjat ketakutan.

Tubuh Akiha langsung lemas dan ia terduduk di atas lantai.

"Akiha. Kau selalu naif dan bodoh. Alasanku untuk terus berpura-pura sebagai saudari dan membiarkanmu hidup adalah karena aku ingin memanfaatkanmu. Karena kamu lemah dan berwajah sama denganku, akan lebih mudah untuk memancing banyak orang-orang buas yang hendak memangsamu. Bukankah itu menyenangkan? Aku dapat membunuh lebih banyak lagi orang untuk mengukur kemampuanku!"

"Akane..!" Akiha menangis dan gemetar hebat.

"MATI KAUUU!!" seru Akane, hendak menghabisi saudarinya sendiri..

DUAKKK

Tiba-tiba, sebuah pukulan dari Kaoru mengenai bagian perut Akane dengan telak. Gadis itu langsung pingsan.

Sementara itu, Akiha meringkuk di lantai dan terlihat amat terpukul.

"Akiha-sama.."

"Pergi! Pergi kalian semua!! Aku takkan mempercayai siapapun lagi! Huhu.. Per--" Akiha menangis meraung-raung, lalu..

GYUTTT

Kaoru dan Akiha sama-sama terkejut.

"Niisan.." ucap Kaoru.

Pemuda itu memeluk Akiha dengan erat, seolah gadis itu memerlukannya.

"Akiha-sama.." Kaoru hanya dapat menatap Akiha dengan perasaan sedih yang bercampur aduk dengan amarah.

"Huhuhuhu.. Aku tidak membutuhkan siapapun. Aku tidak akan mempercayai siapapun. Aku ingin mati saja!" tangisnya pilu dalam pelukan Saoru.

"Akiha-sama.. Tolong jangan berkata demikian!" kata Kaoru.

"Percuma.. aku sudah kehilangan tujuan hidupku. Aku memang tidak berguna.. aku ini.. lemah." ucap Akiha dengan hati hancur.

"Akiha." ucap Saoru dengan sigap, sebelum Kaoru sempat menyebutkan nama gadis itu.

"Percuma.. hikss..."

"Akiha, dengarkan aku. Mulai hari ini, aku akan menjadi kakakmu. Kamu tidak sendirian, jadi jangan khawatir." kata Saoru.

"Percuma saja..! Kalian pasti berbohong soal memerlukan aku! Kalian pasti akan membuangku!!" seru Akiha dengan tangisan yang pahit.

"Akiha. Itu tidak benar. Akan kuceritakan tentang latar belakang kami berdua, sebelum kami diutus untuk melindungimu." sanggah Saoru.

Akiha masih menangis, namun Saoru melanjutkan perkataannya.

"Kami tidak berbeda denganmu, Akiha. Keluarga kami dibantai oleh klan kami sendiri.. lalu, kami kabur dari desa kami.. dan berkelana tanpa tujuan. Setelah itu, banyak sekali hal yang terjadi. Demi bertahan hidup, aku dan Kaoru terus-menerus memperkuat diri dan tidak mempercayai siapapun. Namun, kami bertemu dengan guru-guru yang hebat pada saat kami berkelana dan akhirnya menemukan arti hidup kami."

"Saoru-kun.." sambil terisak, dengan perlahan Akiha menatap wajah Saoru.

"Namun, kamu sedikit berbeda dengan kami. Kamu masih dapat menemukan arti hidup dengan melindungi saudari kembarmu, meski kamu tidak mampu. Kami tidak demikian.. karena sama-sama kuat dan memiliki kemampuan khusus, sebelumnya kami tidak pernah mengkhawatirkan atau mempedulikan satu sama lain. Selain itu, sejujurnya kami juga sempat sedikit membenci satu sama lain."

"Saoru..kun?" ucap Akiha pelan.

"Dulunya, kami berdua adalah orang-orang terkuat dan ditakuti oleh klan kami. Namun, suatu hari mereka berhasil menjebak kami. Kedua orang tua kami ditangkap dan dibunuh secara sadis dan kejam.. dunia ini memang tidak adil! Dunia ini telah menjadi busuk dan memuakkan.. Yang lebih parah adalah.. sejak kecil aku dan adikku sama sekali tidak dekat, karena terlibat dalam perselisihan dan masalah ahli waris keluarga." kata Saoru dengan ekspresi tenang dan lebih serius.

"Kami selalu dihasut untuk saling membenci satu sama lain dan.. saling membunuh." tambah Kaoru.

"Eh..?" Akiha terkejut.

"Akan tetapi, kami berhasil melewati masa-masa runyam dan tragis itu. Kau tahu mengapa?" tanya Saoru kepada Akiha.

"Me--mengapa? Apa alasannya?"

"Karena aku memutuskan untuk berani mengambil langkah dan mematahkan kebencian itu." kata Saoru.

"Itu karena niisan berinisiatif untuk pertama kalinya berbicara denganku. Saat itu, aku selalu menganggap bahwa keberadaan niisan mengancamku. Namun, aku melihat senyuman dan caranya memperlakukan orang lain di sekitarnya. Memang, dia bukan orang yang sangat baik atau enak diajak bicara. Walaupun demikian, perlahan-lahan aku dapat merasakan ketulusan hatinya. Bagaikan kutukan, keturunan bersaudara dan bersaudari klan kami selalu saling bersaing dan berbuat tidak senonoh, serta saling merenggut nyawa. Orang-orang bodoh yang haus akan kekuasaan, kekayaan, dan semua yang amat egois." Kaoru menambahkan penjelasan Saoru dengan lebih kompleks dan khas dirinya.

"Dengan kata lain, kami memilih untuk saling percaya dan menerima satu sama lain. Bukan semata-mata karena kami membutuhkan kekuatan satu sama lain, namun karena ikatan kami yang sesungguhnya." ucap Saoru dengan ekspresi wajah yang serius, namun terdengar lembut.

"Itu.. karena kalian adalah kakak beradik.." ucap Akiha pelan.

"Akiha-sama. Ikatan kami yang sesungguhnya bukanlah hanya kakak beradik." ucap Kaoru.

"Eh?" Akiha terkejut.

"Ikatan kami yang sesungguhnya telah ditetapkan oleh dewa langit, yaitu untuk menjadi pengawal Akiha-sama dalam mengubahkan kebiadaban manusia. Oleh karena itu, kami jauh lebih mempercayai Akiha-sama dibandingkan siapapun dan situasi apapun." jelas Kaoru.

"Kami rela mati untukmu, Akiha. Kamulah yang dapat membuang kami jika tidak lagi memerlukan kami. Itu juga bagian dari takdir kami." kata Saoru, dengan senyuman yang langsung memikat hati Akiha.

"Itu.. tidak mungkin bisa.. kulakukan." kata Akiha dengan wajah merona dan tertunduk.

"Akiha-sama." ucap Kaoru.

"Mmm.. Saoru-kun.. bisakah kau melepaskanku sekarang?" kata Akiha pelan, dengan malu-malu dan jantung berdebar yang membuatnya pusing.

"Ah, tentu. Maaf, Akiha." jawab Saoru.

"Aku mengerti. Mulai sekarang, aku juga akan menerima kalian berdua. Bukan sebagai pengawal, melainkan sebagai keluargaku. Kalian boleh memanggilku Akiha, tidak perlu merasa sungkan lagi. Kita akan melakukan misi seperti apapun bersama-sama, bila kalian setuju denganku."

Saoru dan Kaoru gantian dibuat terkejut oleh perkataan Akiha.

"Bila kalian belum pernah mengetahui rasanya memiliki sebuah keluarga, maka mulai saat ini kita dapat membentuk keluarga itu. Bagaimana menurut kalian?" kata Akiha dengan riang.

Ekspresi ceria dan ucapan Akiha itu membuat Saoru dan Kaoru tertegun dan terpana.

Seketika, seulas senyuman tersungging di bibir mereka masing-masing. Mereka menatap Akiha dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.

"Begitu pula dengan kami berdua. Kami akan membuatmu merasa diakui dan dilindungi dengan sekuat tenaga. Kamu berharga, Akiha." kata Saoru.

DEG

Wajah Akiha merona. Beberapa detik kemudian, ia menjawab dengan senyuman; "Terima kasih. Namun, aku juga akan menjadi kuat. Mulai saat ini, aku takkan menjadi seorang pengecut, supaya kita bertiga dapat saling melindungi."

Mereka bertiga tersenyum ramah. Mungkin dewa langit memang telah mentakdirkan Saoru dan Kaoru untuk bertemu dengan Akiha, dengan suatu rencana yang sebelumnya tak dapat mereka mengerti dengan baik. Gadis polos bernama Akiha ini mungkin jauh lebih mengagumkan dibandingkan yang dapat mereka bayangkan saat ini. Mereka sangat tergerak oleh perkataan gadis itu. Mereka pun berjanji dalam hati mereka untuk selalu setia kepada Akiha, mulai saat ini hingga seumur hidup mereka.

Terpopuler

Comments

Clara Song

Clara Song

Penulisan nya bagus, aku jadi bisa bayangin ada di dlm dunia novel 😁

2020-04-27

1

❄ Frozen Fountain ❄

❄ Frozen Fountain ❄

Kerennnn 😎

2020-04-27

1

Isabella Tarumajaya

Isabella Tarumajaya

😱😱😍😍😍😍😍
- Speechless -

2020-04-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!