"Kalau begitu kita langsung pergi saja," ucap Maura.
"Kamu naik mobil sendirian tidak apa-apa kan Andrian, atau kita naik mobil yang sama saja," tanya Maura.
"Aku naik mobil ku saja, kamu sama om Davin saja," ujar Andrian. Mereka pun kemudian pergi ke taman hiburan.
Di dalam mobil Davin dan Maura tidak berbicara sama sekali. Maura hanya mengajak bicara Cecil saja. Keduanya bernyanyi di sepanjang perjalanan.
Setibanya di taman hiburan Cecil sangat senang, tidak sabar untuk turun dari dalam mobil.
"Mom..Cecil mau tulun.." ujar Cecilia gembira mencoba membuka pintu mobil.
"Sabar sayang...ini kita mau turun kok," ucap Maura membuka pintu mobil lalu turun.
Andria yang juga baru tiba datang menghampiri mereka.
"Dad ayo kesana..." ucap Cecilia menunjuk salah satu permainan yang ada disana.
"Oke sayang..ayo.." ujar Davin memegang tangan kanan Cecilia.
"Mom...pegang tangan kili Cecil juga dong," ujar Cecilia .
"Gemasnya anak mommy..." ujar Maura meraih tangan kiri Cecilia.
"Loh..tangan kakak siapa yang megang dong.." ujar Andrian pura-pura sedih.
"Kakak jalan cendili aja. Kakak kan udah becal, cecil masih kecil makanya harus dipegang bial Cecil gak jatuh," ujar Cecilia membuat mereka tertawa. Anak itu cukup pintar dalam berbicara. Davin membayar terlebih dahulu tiket mereka sebelum masuk.
1 jam kemudian
Cecil tidak ada lelahnya sejak tadi. Ia terus mencoba beberapa permainan sejak tadi.
"Dad, Cecil mau es klim itu," tunjuk Cecilia pada penjual es krim.
"Ya sudah, ayo..." Ajak Davin.
"Gendong..." ucap Cecil manja mengulurkan tangannya.
"Om, Cecil, sepertinya Aku harus segera pulang. Ada sedikit urusan," ucap Andrian.
"Yah...padahal kita masih 1 jam disini. Cepat sekali sih kamu pulangnya. Apa urusannya tidak bisa ditunda," pungkas Maura.
"Tidak bisa Maura, baru saja daddy ku menghubungi ku. Aku harus segera pulang," balas Andrian.
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan ya," ucap Maura.
"Kakak pulang dulu ya, ada sedikit urusan," ucap Andrian mengelus rambut Cecil.
"Oke kak, bye .." balas Cecil.
Setelah kepergian Andrian, Davin membawa Cecil dan Maura untuk membeli es krim.
"Cecil mau es krim rasa apa?" tanya Maura.
"Cecil mau rasa stobeli, anggur sama coklat. 3 mom," ujar Cecil menunjukkan 3 jarinya.
"Banyak banget sayang..nanti kamu sakit perut loh," ujar Maura.
"No mom...Cecil gak akan sakit pelut. Ia kan dad," timpal Cecil.
"Mommy betul sayang...itu terlalu banyak. Tadi kamu sudah makan manisan. Kalau perut mu nanti sakit, kamu tidak bisa lagi menaiki permainan yang lain," ujar Davin.
"Huh...oke deh. Cecil mau 2 bisa kan mom," ucap Cecil membuat Maura geleng kepala dengan tingkah lucu Cecil.
"Ya sudah..., om mau juga?" tanya Maura. Davin kemudian mengangguk.
"Mau rasa apa om?" tanya Maura.
"Samakan saja dengan mu," ujar Davin. Maura kemudian memesan es krim untuk mereka.
Maura mengajak Davin dan Cecil duduk di kursi taman.
"Geser dad, Cecil mau duduk di tengah," ujar Cecil saat Davin mengambil posisi duduk disamping Maura.
Cecil menikmati es krimnya sambil menggoyang goyangkan kakinya diatas kursi.
"Segarnya..." ujar Cecil memegang tenggorokannya membuat Davin dan Maura tertawa.
"Kamu lucu banget sih sayang, pengen mommy gigit," ujar Maura gemas melihat Cecilia.
"Dad cobain es krim Cecil dong," ucap Cecilia mendekatkan es krimnya ke mulut Davin.
"Wow...enak banget es krimnya," ucap Davin agar putrinya itu senang, padahal es krim mereka sama saja.
"Jelas dong dad, mommy coba juga ya," ujar Cecil mengarahkan es krim bekas gigitan Davin ke mulut Maura.
"Uh..enak banget es krimnya," ujar Maura.
Setelah menghabiskan es krimnya mereka kemudian mencoba permainan selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Zainab ddi
Adrian kayaky kesel deh
2022-09-03
0
ariasa sinta
11503
2022-05-15
1
DewiDewi
😀😃😄🤣😃😄😀😃😄
2022-05-01
0