3 Minggu sudah Maura selalu datang ke rumah Alice karena Cecilia yang selalu memintanya. Hampir tiap malam Ia menginap disana untuk menemani Cecilia tidur. Hari ini Maura ikut mengantarkan Alice ke bandara. 1 minggu lagi Alice akan kembali kuliah setelah libur semester. Ia pulang lebih awal karena ada beberapa hal yang harus diurusnya disana.
"Dad, Alice pergi. Alice akan merindukan daddy," ucap Alice memeluk Davin dengan mata berkaca-kaca.
"Daddy juga akan selalu merindukan putri manja daddy ini. Semangat belajarnya ya sayang," balas Davin mengusap punggung putrinya itu.
Alice menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Cecilia yang duduk di stroller nya.
"Kakak pergi dulu ya sayang, Kakak pasti akan selalu merindukanmu, adik ku yang paking menggemaskan," ucap Alice mencubit gemas pipi gembul Cecilia.
"Cecil sayang kakak.." ujar Cecilia.
"Kakak juga sayang Cecil," balas Alice mencium pipi Cecil.
"Aku titip Cecil dan daddy ku sama kamu ya," ujar Alice memeluk Maura.
"Sip.." tukar Maura membalas pelukan Alice.
"Kamu memang sahabat terbaik ku," ucap Alice.
Tak lama kemudian Alice pun berangkat, Maura dan Davin lalu kembali ke rumah.
"Apa kamu sudah lapar?" tanya Davin pada Maura yang sedang asyik mengobrol dengan Cecilia. Davin sebelumnya melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan angka 1 dan menyadari jika saat ini waktunya untuk makan siang.
"Sedikit om, tapi Aku yakin Cecilia pasti sudah lapar saat ini. Biasanya jam makan siangnya di jam ini" balas Maura.
"Kita akan cari restoran di dekat sini saja," balas Davin.
"Mom..Cecil mau nen.." ujar Cecilia membuat Maura seketika salah tingkah. Ini kali ke empat anak itu meminta hal seperti itu padahal Maura tidak punya ASI. Maura sih mau saja. Tapi ini kan di dekat Davin. Ia gugup untuk melakukannya.
"Berikan saja, anggap saja om tidak ada disini. Om janji tidak akan melihatnya," ucap Davin seakan tau isi pikiran Muara.
"Mom..." panggil Cecilia meraih kancing baju Maura.
"I...iya sayang, sebentar..." ujar Maura gugup membuka kancing bajunya dan mengeluarkan benda bulat miliknya lalu mengarahkannya ke mulut mungil Cecilia.
"Cecil...jangan tidur dulu ya. Sebentar lagi kita akan makan siang. Mommy tidak mau kamu tidur dengan keadaan perut yang lapar," ujar Maura menepuk pelan bokong Cecil. Anak kecil itu lalu mengangguk sembari menyusu.
Maura terlihat beberapa kali mengecup pipi gembul Cecilia karena gemas melihat anak itu sedang menyusu padanya. Hal itu tidak terlewatkan oleh Davin. Mulutnya saja yang berkata tidak akan melihatnya, tapi nyatanya tidak. Ia tetap melirik Maura sesekali dan parahnya lagi sesuatu dibalik sana sudah mengeras hanya karena Ia melihat bongkahan besar milik Maura. Ia berharap Maura tidak melihatnya, mau ditaruh dimana mukanya coba.
"Astaga...Cecil malah tidur..." ujar Maura melihat Cecilia yang sudah tidur pulas dengan mulut yang masih menghisap ****** Maura. Sontak Davin menoleh ke arah Maura.
"Eh maaf..om tidak sengaja.." ujar Davin kembali fokus ke jalan.
"Tidak apa Om. Sebaiknya kita makan di rumah saja. Cecil sudah tidur," pungkas Maura. Baru beberapa menit saja anak itu sudah tidur.
"Baiklah.." ucap Davin.
Setibanya di rumah Davin dan Maura berjalan memasuki rumah dengan Cecilia yang masih tidur pulas di gendongan Maura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
yumna
dady selalu liat 🤣🤣🤣🤣
2025-01-17
0
🌸 Airyein 🌸
Om janji tidak akan melihatnya. AFFH IYH??
2024-03-12
1
MFay
oh novelnya bikin baper 🫣
2024-01-03
0