Setelah pulang dari Cafe, Maura memilih menginap di rumah Davin karena sudah janji pada Cecilia untuk menemaninya malam ini.
"Aku tidur di kamar Cecil ya. Nanti anak itu merengek kalau tidak aku temani," ucap Maura membersihkan make up nya.
"Oke deh, heran baget Aku sama Cecil. Bisa-bisanya Dia tidak tidur hanya untuk menagih janjimu. Padahal ini kan sudah jam 11," balas Alice geleng-geleng kepala.
"Tapi untung saja Dia dekat sama mu.." lanjut Alice.
"Memangnya kenapa kalau dengan perempuan lain?" tanya Maura.
"Aku tidak mau wanita-wanita yang daddy bawa kerumah ini dekat dengan Cecil. Mereka itu hanya pura-pura saja mencari perhatian dari Cecil supaya mereka bisa menikah dengan daddy. Untung Cecil orangnya pintar, jadi mereka tidak bisa mendapatkan hati daddy. Hanya mommy seorang yang bisa menempati hati daddy," ujar Alice membuat Maura terdiam. Ia tidak tau kenapa hatinya terasa sakit mendengar perkataan Alice.
"Lalu Aku?" tanya Maura.
"Ya bedalah..kamu kan tidak mungkin suka dengan daddy ku," balas Alice menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuknya.
"Hei..kenapa kamu bengong, Apa kamu suka dengan daddy ku?" tanya Alice membuyarkan lamunan Maura.
"Siapa juga yang suka sama daddy mu," balas Maura melempar tissue ke arah Alice.
"Siapa tau aja ya kan..hahahahha" ujar Alice tertawa.
"Sudah ah, Aku ke kamar Cecilia dulu," pungkas Maura lalu keluar dari kamar Alice.
"Ceklek.." Maura membuka kamar Cecilia dan melihat Davin ada disana juga sedang membacakan cerita.
"Mommy yeah.." ucap Cecilia senang. Maura kemudian berjalan menuju ranjang yang cukup besar milik Cecilia. Maura lalu duduk di tepi ranjang, mengusap rambut sebahu Cecilia.
"Biar Maura yang menemani Cecil om, sebaiknya om tidur saja," ujar Maura dengan senyuman hangat terukir di bibirnya.
"Sayang..kamu tidur dengan mommy Maura ya, daddy pergi dulu" ujar Davin beranjak dari tempatnya namun ditahan oleh Cecilia.
"Kenapa sayang hmm.." ujar Davin lembut.
"No dad, daddy tidur disini aja," ujar Cecilia.
"Kan sudah ada mommy sayang.." balas Davin menatap sekilas Maura yang terdiam kaku ditempatnya.
"No dad...kita tidul disini sama mommy," ucap Cecilia dengan suara cadelnya.
"Daddy mu ada urusan sebentar, jadi Cecil tidur berdua dulu dengan mommy ya sayang.." bujuk Maura.
"No mom, Cecil mau tidul sama daddy dan mommy," ucap Cecilia melipat kedua tangannya didepan dadanya. Menatap lurus ke depan. Ia marah pada Maura dan Davin.
"Baiklah..baiklah, daddy akan tidur disini," ujar Davin membuat Maura melotot padanya.
"Hore.." ucap Cecilia bertepuk tangan.
"Nanti kalau Dia sudah tidur om akan kembali ke kamar om kok," ujar Davin membuat Maura mengangguk.
Kini posisi mereka bertiga duduk bersandar di kepala ranjang dengan Cecilia berada ditengah-tengah Davin dan Maura.
"Mom..bacakan celita untuk Cecil dan daddy bial kami tidul," ujar Cecilia memberikan buku ceritanya pada Maura.
"Oke..kalau begitu mom akan baca cerita Cinderella saja," ucap Maura mulai membaca ceritanya. Davin hanya menatap Maura saat membacakan ceritanya.
Beberapa menit kemudian.
"Mom Cecil mau minum susu.." ujar Cecilia naik ke pangkuan Maura.
"Sebentar, dad akan ambilkan..." ujar Davin.
"Cecil mau nen mom..." ucap Cecilia membuat Maura tidak paham. Namun beda dengan Davin yang otaknya langsung mengerti maksud putrinya.
"Cecil mau nen*n..." ujar Cecil mencoba membuka kancing baju Maura.
"Apa.." ucap Maura kuat, refleks menahan tangan Cecil yang mencoba membuka kancing baju tidurnya. Mendengar suara kuat Maura, Cecil menjadi takut dan terdiam. Bagaimana mungkin Ia menyu**i Cecilia. Ia tidak memiliki ASI.
"Sayang, maafkan mommy sayang...jangan takut ya.." ucap Maura menyadari Cecilia yang ketakutan.
"Hiks...hiks..hiks.." Cecilia membenamkan wajahnya di dada Maura lalu menangis.
"Sayang maafin mommy, mommy tidak bermaksud untuk membentak mu.." ucap Maura mengelus punggung Cecilia.
"Cecil..jangan nangis lagi ya sayang, kamu mau minum susu kan, daddy akan buatkan sekarang ya.." ujar Davin membujuk putrinya. Namun tetap saja tidak ada artinya. Berulang kali mereka membujuk Cecilia, tetap tidak berhasil.
"Huh..om bisa tidur dengan posisi membelakangi kami " pinta Maura. Davin yang tidak paham mengapa Maura memintanya tidur membelakangi mereka hanya diam mengikuti perkataan Maura saja.
"Anak mommy mau nen*n ya.." ujar Maura membuka kancing teratas baju tidurnya. Sebenarnya Ia malu melakukannya, apalagi disana ada Davin. Tapi demi Cecilia Ia mencoba menahan rasa malunya.
"Sayang..liat mommy dong. Jangan nangis lagi ya.." ujar Maura mengusap air mata Cecilia. Ia kemudian mengeluarkan salah satu gundukan besar miliknya dari balik bra nya lalu mengarahkan pu*t*ingnya ke mulut mungil Cecilia. Maura merasakan sengatan aneh dalam tubuhnya saat bibir mungil itu menyentuh P*t*ing pay*u*aranya. Anak itu langsung saja melahapnya rakus seperti ada ASI yang keluar dari sana. Sedangkan Davin ditempatnya sedang panas dingin.
Maura mengamati Cecilia yang sedang asyik menyusu padanya, tangannya menepuk nepuk bokong berisi Cecilia. Sementara tangan Cecil berkelana di wajah Maura.
"Om...apa om sudah tidur?" tanya Maura. Ia sudah menutup Cecil yang sedang menyusu dengan selimut.
"Apa ada sesuatu?" tanya Davin bangun dan menatap Maura.
"tidak ada kok om, sebaiknya om kembali ke kamar om saja. Cecil sudah tidur kok" ucap Maura.
"Ya sudah, om pergi dulu. Terima kasih untuk kebaikan mu" ujar Davin lalu pergi.
Setelah kepergian Davin, Maura mengubah posisinya agar Dia bisa tidur sembari menyusui Cecilia.
Melihat Cecil yang sepertinya sudah tidur nyenyak, Ia menarik pu*ti*gnya dari mulut Cecil. Namun anak itu seketika menggeliat dan mencari cari sesuatu.
"Kamu lucu banget sayang..." gumam Maura terkekeh mengarahkan kembali nipplenya pada Cecil hingga matanya mulai mengantuk lalu tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
yumna
awss kmu d terkam om dady maura
.🤣🤣🤣
2025-01-17
0
🌸 Airyein 🌸
Awas ketiduran ntar ke intip si om
2024-03-12
1
🌸 Airyein 🌸
Ya ampun emang boleh komennya bikin ngakak gini woiiilah 😭
2024-03-12
2