Sore harinya Davin dan Cecilia pamit pulang. Cecilia sebenarnya tidak ingin jauh dari Maura, namun Davin merasa tidak enak hati jika Cecilia terus bersamanya dan membuat Maura tidak bisa mengurus toko bunganya. Davin pun memberi pengertian pada putrinya itu dengan alasan Maura harus menyelesaikan pekerjaannya supaya Maura bisa bersama mereka lebih lama lagi.
"Hari minggu kamu sibuk?" tanya Davin.
"Tidak om, ada apa?" balas Maura.
"Om mau mengajak mu untuk menemani Cecil ke taman hiburan" tukas Davin berharap Maura menerima ajakannya.
"Aku tidak kemana-mana kok om. Lagi pula hari minggu, toko ku juga tutup. Om kabari Maura saja besok perginya jam berapa," ucap Maura.
"Oke, secepatnya akan om kabari. Kalau begitu kami pulang dulu ya," pungkas Davin mengendong Cecilia yang tidur.
"Baik om, hati-hati di jalan," ujar Maura.
******************
Minggu, 10. 00 am
Ponsel Maura tiba-tiba berdering saat Ia sedang menonton televisi diruang tengah dengan secangkir jus ditangannya. Ia melirik ponselnya dan melihat ada panggilan dari Davin.
"Halo om.." ucap Maura.
"Satu jam lagi kami akan datang kesana ya.." ucap Davin.
"Oke om, Maura juga akan bersiap-siap dulu," balas Maura. Ia ingat dengan ajakan Davin tempo hari untuk membawa Cecil ke taman hiburan.
"Kalau begitu om matikan ponselnya dulu ya," ujar Davin mengakhiri panggilan mereka.
Maura melangkahkan kakinya berjalan menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa beberapa menit kemudian Maura sudah selesai mandi. Ia membuka lemarinya dan memilih gaun bermotif bunga berwarna kuning. Tak butuh waktu lama baginya untuk merias dirinya di depan cermin.
"Ting..nong.." terdengar suara bel rumah Maura berbunyi.
"Itu pasti mereka," batin Maura keluar dari kamarnya.
"Ceklek.."
"Andrian..." ucap Maura saat melihat Andrian di depan rumahnya.
"Hai...maaf tidak memberitahu mu atas kedatangan ku," ujar Andrian.
"Santai saja, tidak apa-apa kok. Ayo duduk dulu," balas Maura mengajak Andrian duduk di kursi teras rumahnya.
"Kamu cantik sekali hari ini, mau kemana?" tanya Andrian.
"Hari ini Aku mau pergi ke taman hiburan, menemani Cecilia adik Alice yang kami ceritakan kemarin" ucap Maura.
"Aku ikut ya dengan kalian.." pinta Andrian.
"Boleh kok, kamu mau minum apa biar Aku buatkan" tawar Maura.
"Eh..tidak usah repot-repot Maura. Aku baru saja minim sebelum datang kesini," ucap Andrian lalu sebuah mobil parkir di depan rumah Maura. Siapa lagi kalau bukan Davin.
Davin turun dari dalam mobilnya membawa Cecilia dalam gendongannya.
"Mommy..." ucap Cecil turun dari gendongan Davin. Hari ini Ia juga mengenakan gaun kuning bermotif bunga. Padahal mereka tidak ada janjian sebelumnya. Andrian menyadari jika anak kecil itu adalah adik Alice, karena saat pertemuan mereka kemarin Alice bilang padanya kalau Cecil memanggil Maura dengan mommy.
"Cantik banget anak mommy.., bajunya juga kok sama dengan mommy ya. Padahal kita tidak ada janjian sebelumnya" ujar Maura.
"Daddy yang pilihkan mom..." ujar Cecilia.
"Oh iya, ini Andrian om teman Maura dan Alice" ucap Maura mengenalkan Andrian. Seketika Davin teringan dengan percakapan mereka minggu lalu saat Alice dan Maura keluar bersama teman satu SMA mereka yang dulu. Alice menyinggung Andrian yang suka dengan Maura.
"Hai om, saya Andrian. Senang bertemu dengan om," ujar Andrian ramah menjabat tangan Davin.
"Saya daddynya Alice," balas Davin pada saingannya itu.
"Om..Andrian mau ikut ke taman hiburan bersama kita. Bisa kan om?" tanya Maura membuat Davin terkejut. Seperkian detik kemudian Davin kembali bersikap santai.
"Tentu saja bisa," jawab Davin tersenyum. Namun dalam hatinya ingin sekali menolak. Niat hati ingin bertiga, kini mereka jadi berempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Elly Rasmanawati
aaaahh gagal maning...
2024-09-29
1
⁷🇳🇮🇩🇦
gagal deh pergi bertiga eh jdi berempat
2022-07-10
0
heaven
pantesan gagal ternyata rivalnya ikut🤣🤣
2022-06-29
1