Bab 14 : Alasan

Setelah selesai menyiapkan makanan, Maura memanggil Davin yang sedang menonton di ruang tengah.

"Om, makanannya sudah siap," ujar Maura. Davin berjalan menuju meja makan dan melihat masakan Maura yang sangat menggiurkan. Ia sudah menahan lapar sedari tadi.

"Terimakasih Maura," ucap Davin duduk di kursi.

"Maura tinggal sebentar ya om. Maura mau menyiapkan kamar tidur untuk om" ucap Maura lalu dibalas anggukan oleh Davin. Maklumlah, kamar itu tidak pernah ditempati lagi setelah sekian lama.Maura melangkahkan kakinya menuju kamar tidur daddy dan mommynya dulu ketika mereka masih tinggal disana.

Ia tampak mengambil sprei dari lemari dan memasangnya ke kasur.

"Loh, cepat banget makannya om," ujar Maura terkejut melihat makanan yang ada diatas meja sudah habis. Rasanya baru beberapa menit Maura meninggalkan Davin.

"Om udah lapar sekali dan juga karena masakan mu enak banget," ujar Davin menghabiskan air putih yang ada di gelasnya.

"Udah tau lapar tapi tadi malah main peluk-peluk," batin Maura menatap aneh pada Davin. Maura lalu merapikan piring-piring yang di atas meja dan membawanya ke wastafel.

"Biar om saja yang membersihkannya," ucap Davin membawa sebagian piring ke wastafel.

"Tidak usah om, Maura bisa sendiri kok. Om mandi saja. Maura udah menyiapkan perlengkapan mandi untuk om," ucap Maura.

"Tapi__"

"Udah sana om mandi saja," ucap Maura memotong perkataan Davin. Ia mendorong pelan tubuh Davin membawanya menuju kamar orang tuanya dulu.

"Om masuk saja ke dalam, nanti om tidur disini saja. Maura juga udah merapikan tempat tidurnya," ucap Maura membuka pintu kamar.

"Baiklah kalau begitu. Om ambil baju di mobil dulu," pungkas Davin. Untung saja bajunya ada di dalam mobilnya karena setelah urusan bisnisnya yang diluar kota selesai, Ia langsung menuju rumah Maura.

Tak lama kemudian Davin sudah selesai mandi, Ia merebahkan dirinya diatas kasur. Ia tampak memikirkan sesuatu, seperkian detik kemudian Ia tampak menyeringai.

"Ceklek.." Davin membuka pintu kamar Maura. Ia mendekat dengan langkah kaki yang pelan. Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat melihat Maura dan Cecilia tidur dengan posisi berpelukan. Mereka sudah seperti ibu dan anak saja. Perlahan Ia naik ke atas ranjang dan tidur di samping Maura. Terserah jika Maura marah saat bangun dan melihatnya disana, yang penting Ia bisa tidur di dekat Maura.

Davin melingkarkan tangannya di pinggang Maura dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Maura.

"Kenapa seperti ada yang memelukku" batin Maura membuka matanya dan melihat ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Rasa takut mulai menghampiri dirinya. Dengan pelan Maura memutar tubuhnya dan melihat wajah Davin tepat di depan wajahnya yang sedang menatapnya.

"O..om Davin.." ucapnya terbata.

"Oh astaga...maaf sudah membangunkan mu?" ucap Davin.

"Ke..kenapa om ada disini?" tanya Maura gugup. Bagaimana tidak gugup, wajah mereka begitu dekat ditambah lagi dengan Davin yang memeluknya.

"Om tidak bisa tidur disana, sejak tadi om sudah mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa juga. Mungkin karena ini pertama kalinya om menginap disini," ucap Davin berbohong. Siapa bilang Ia tidak bisa tidur. Itu hanya alasan saja agar Dia bisa tidur di kamar Maura.

"Maaf om terlalu lancang, Apa kamu marah? Kalau begitu om akan pergi," ucap Davin bangkit dari tidurnya namun ditahan oleh Maura.

"Maura gak marah kok om," ujar Maura merutuki mulutnya yang mengucapkan kata-kata itu.

"Oh astaga, dasar mulut sialan. Kenapa tidak membiarkan om Davin pergi sih," batinnya.

"Terimakasih," ucap Davin tertawa senang di dalam hatinya, menenggelamkan wajahnya di depan dada Maura. Refleks membuat Maura membeku dan spot jantung.

Terpopuler

Comments

mery harwati

mery harwati

Lha Davin juga pengen nyusu kayak Cheryl 😂

2024-10-28

0

Wina

Wina

Bisa aja ni mas duda

2024-10-16

0

Nartadi Yana

Nartadi Yana

ingat pak dude belum halal

2024-08-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kembali
2 Bab 2 : Rumah Alice
3 Bab 3 : Mommy
4 Bab 4 : Serasa seperti ibu
5 Bab 5 : Hati bergetar
6 Bab 6 : Rumah Maura
7 Bab 7 : Mimpi
8 Bab 8 : Menggoda
9 Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10 Bab 10 : Cecil mau susu
11 Bab 11 : Mengantar Alice
12 Bab 12 : Tidak ada penolakan
13 Bab 13 : Pulang lebih cepat
14 Bab 14 : Alasan
15 Bab 15 : Daddy pulang
16 Bab 16 : Gagal bertiga
17 Bab 17 : Taman hiburan
18 Bab 18 : Menghubungi Alice
19 Bab 19 : Suara petir
20 Bab 20 : Terbayang
21 Bab 22 : Kejutan
22 Bab 21 : Ponsel berbunyi
23 Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24 Bab 23 : Suka Sama Kamu
25 Bab 24 : Jadian
26 Bab 25 : Jalan-jalan
27 Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28 Bab 27 : Membangunkan Maura
29 Bab 28 : Makin besar
30 Bab 29 : Serasa punya istri
31 Bab 30 : Masa lalu
32 Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33 Bab 32 : Menagih janji
34 Bab 33 : Beautiful and sexy
35 Bab 34 : Hadiah
36 Bab 35 : Kamar Davin
37 Bab 36 : Setuju
38 Bab 37 : Wedding day
39 Bab 38 : Mengganggu
40 Bab 39 : Nikmat bukan
41 Bab 40 : Membuat adik
42 Bab 41: Tanda merah
43 Bab 42 : Pregnant
44 Bab 43 : Manja
45 Bab 44 : Ingin memakanmu
46 Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47 Bab 46 : Khawatir
48 Bab 47 : Rumah sakit
49 Bab 48 : Menidurkan Devan
50 Bab 49 : End
51 Bab 50 : Extra part 1
52 Bab 51 : Extra part 2
53 Bab 52 : Extra part 3
54 Pengumuman
55 New Novel
56 Bab 54: Extra part 4
57 Bab 56: Extra part 5
58 Karya Baru
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 1 : Kembali
2
Bab 2 : Rumah Alice
3
Bab 3 : Mommy
4
Bab 4 : Serasa seperti ibu
5
Bab 5 : Hati bergetar
6
Bab 6 : Rumah Maura
7
Bab 7 : Mimpi
8
Bab 8 : Menggoda
9
Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10
Bab 10 : Cecil mau susu
11
Bab 11 : Mengantar Alice
12
Bab 12 : Tidak ada penolakan
13
Bab 13 : Pulang lebih cepat
14
Bab 14 : Alasan
15
Bab 15 : Daddy pulang
16
Bab 16 : Gagal bertiga
17
Bab 17 : Taman hiburan
18
Bab 18 : Menghubungi Alice
19
Bab 19 : Suara petir
20
Bab 20 : Terbayang
21
Bab 22 : Kejutan
22
Bab 21 : Ponsel berbunyi
23
Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24
Bab 23 : Suka Sama Kamu
25
Bab 24 : Jadian
26
Bab 25 : Jalan-jalan
27
Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28
Bab 27 : Membangunkan Maura
29
Bab 28 : Makin besar
30
Bab 29 : Serasa punya istri
31
Bab 30 : Masa lalu
32
Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33
Bab 32 : Menagih janji
34
Bab 33 : Beautiful and sexy
35
Bab 34 : Hadiah
36
Bab 35 : Kamar Davin
37
Bab 36 : Setuju
38
Bab 37 : Wedding day
39
Bab 38 : Mengganggu
40
Bab 39 : Nikmat bukan
41
Bab 40 : Membuat adik
42
Bab 41: Tanda merah
43
Bab 42 : Pregnant
44
Bab 43 : Manja
45
Bab 44 : Ingin memakanmu
46
Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47
Bab 46 : Khawatir
48
Bab 47 : Rumah sakit
49
Bab 48 : Menidurkan Devan
50
Bab 49 : End
51
Bab 50 : Extra part 1
52
Bab 51 : Extra part 2
53
Bab 52 : Extra part 3
54
Pengumuman
55
New Novel
56
Bab 54: Extra part 4
57
Bab 56: Extra part 5
58
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!