Waktu terus berjalan, Maura belum juga tidur. Padahal sebelum Davin datang ke kamarnya Ia sudah sangat mengantuk. Maura merasakan gerakan Davin yang semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Maura membuatnya sesak nafas.
"Om.." panggil Maura menekan lengan Davin dengan jari telunjuknya namun Tidak ada balasan dari Davin. Sepertinya Davin sudah tertidur pulas. Dengan perlahan Maura mencoba melonggarkan pelukan Davin ditubuhnya. Untung saja ia berhasil melakukannya, jika tidak bisa dipastikan Ia akan kehabisan nafas saat bangun besok pagi.
"Huh..kenapa om selalu membuat ku spot jantung sih," gumam Maura menatap wajah Davin yang tertidur pulas.
"Aishh..om ganteng banget sih..semoga saja nanti Maura dapat pria yang tampan dan baik seperti om. Atau om aja juga gak papa kok," batin Maura senyum-senyum sendiri.
"Ya ampun..Aku sepertinya sudah gila. Sadar Maura....sadar," batinnya lagi. Cukup lama Ia memandangi wajah Davin hingga akhirnya Maura tertidur.
************
Pagi harinya Maura bangun dengan posisi Davin yang masih nyaman memeluknya. Badannya terasa pegal karena semalaman ia tidak bisa bergerak dengan bebas. Davin seakan tidak ingin Maura berjauhan darinya. Bergerak sedikit saja Davin langsung mengeratkan pelukannya.
Maura melirik jam yang menggantung di dinding sudah menunjuk pada angka 6. Ia harus segera bangun untuk melakukan rutinitas paginya memasak dan membersihkan rumah. Dengan hati-hati, ia melepaskan pelukan Davin dari tubuhnya karena takut membangunkannya.
"Ya ampun anak mommy..., maafin mommy karena tidak memulukmu saat tidur sayang. Salahkan saja daddy mu yang manja itu," gumam Maura menatap Cecilia yang tidur pulas.
"Mommy masak dulu ya sayang," ucap Maura mengecup bibir mungil Cecilia. Ia lalu turun dari ranjang lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Sepertinya Aku masak sup saja untuk sarapan kami. Cecil kan suka makanan yang berkuah-kuah," gumam Maura mengambil bahan-bahan untuk membuat sup dari dalam kulkas. Setelah semua bahan-bahannya selesai, Maura kemudian memasak sup nya. Sembari menunggu sup nya matang, Maura membersihkan rumah.
Akhirnya pekerjaan Maura sudah beres. Kini Ia tinggal membangunkan Cecil saja. Maura masuk ke dalam kamarnya dan melihat Cecil yang sudah bangun.
"Mom.." panggil Cecilia merentangkan kedua tangannya agar digendong Maura. Sepertinya Ia belum menyadari keberadaan Davin.
"Putri mommy sudah bangun rupanya," ucap Maura menggendong Cecilia.
"Mom..nen..." tukas Cecilia sembari mengucek matanya dengan kedua tangannya. Maura langsung menuruti permintaan Cecilia. Ia duduk ditepi ranjang dengan posisi membelakangi Davin yang masih tertidur. Maura mengeluarkan satu gundukan miliknya dan mengarahkan p*ti*ngnya pada mulut Cecilia. Anak itu langsung saja menghisapnya. Meskipun ASI nya tidak ada, namun beberapa kali Cecil meminta m*ny*su padanya. Jika kemarin Maura masih merasa aneh dan risih saat Cecil m*ny*su padanya, tapi sekarang Ia sudah terbiasa dan merasa senang melakukannya.
"Anak daddy pagi-pagi kok udah minta n*en*n" ucap Davin tepat di belakang Maura. Spontan Maura langsung menutupi pa*uda*a nya dengan tangannya.
"Om ..su...sudah bangun," ucap Maura terbata.
"Dad....daddy pulang. Hole..." ucap Cecilia senang melepaskan pu*ing Maura. Anak itu mencoba turun dari pangkuan Maura dan berlari ke arah Davin. Maura merapikan kembali bajunya sebelum menoleh ke belakang.
"Cecil lindu daddy.." ucap Cecilia memeluk Davin yang bersandar di kepala ranjang.
"Daddy juga merindukan putri kecil ku ini," balas Davin mencium wajah Cecilia berkali-kali. Maura tersenyum melihat kedekatan anak dan ayah di depannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Zainab ddi
itu Davin main tidur dan peluk2 Maura aja
2022-09-03
1
Nur Azizah
💪💪
2022-06-08
0
ariasa sinta
13103
2022-05-15
0