Akhirnya Maura kembali lagi ke Kota B setelah 1 minggu tinggal dikediaman kakeknya. Ia baru saja tiba dirumahnya satu jam yang lalu. Hari ini toko bunganya belum dibuka karena Ia masih kelelahan setelah perjalanan panjang. Maura memilih menghabiskan waktunya untuk istirahat dan bersantai ria dirumahnya sebelum nanti malam pergi dengan Alice untuk bertemu dengan teman SMA mereka dulu.
Kini siang berganti malam, Maura tampak cantik dengan gaun kasual yang dikenakannya dengan make up natural di wajahnya semakin menambah kecantikannya. Ia sedang menunggu taxi di depan rumahnya. Tak lama kemudian taxi pesanannya sudah sampai.
Setibanya di rumah Alice, Maura langsung masuk kerumah Alice. Tadi Alice tidak bisa menjemputnya karena Ia belum bersiap-siap.
"Oh tidak...kenapa om Davin ada disini sih..Aku...aku harus bagaimana ini" batin Maura salah tingkah ditempatnya. Ia terkejut saat melihat Davin dan Cecilia sedang menonton film kartun diruang tengah.
"Sebaiknya Aku menunggu di luar saja" bantinnya. Ia belum siap bertemu dengan Davin karena kejadian kemarin.
"Maura.." panggil Davin membuat Maura menghela nafas. Baru saja Ia berbalik dan ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba Davin memanggilnya.
"Eh om Davin..Itu..itu..Aku...Aku ingin menemui Alice" ucap Maura gugup.
"Mommy..." timpal Cecilia turun dari pangkuan Davin. Tampaknya Ia sudah rindu sekali dengan Maura.
Ia berlari menghampiri Maura.
"Hap..dapat" ucap Maura menangkap tubuh Cecilia dan membawanya ke gendongannya. Cecilia langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Maura.
"Cecil mommy harum banget..." ucap Maura menghirup tubuh Cecilia.
"Cecil balu mandi mom.." balas Cecilia tersenyum. Maura berjalan menuju sofa dan duduk tepat di depan Davin. Maura dan Cecilia tampak asyik berbicara hingga Davin merasa diabaikan.
"Dad, Alice dan Maura pergi sebentar ya dad, kami ada janji dengan teman-teman satu kelas dulu," ujar Alice yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Dimana?" tanya Davin. Ia tidak tahu kalau mereka ternyata akan pergi. Itu artinya Maura tidak akan lama di rumahnya. Berkurang sudah kesempatannya untuk melihat wajah cantik Maura.
"Di Cafe langganan kami dad," jawab Alice. Dulu mereka memang sering datang ke tempat tersebut dan beberapa kali Davin mengantarkan Alice kesana.
"Ada laki-laki disana tidak?" tanya Davin.
"Ya adalah dad, gebetan Maura... memangnya kenapa," ujar Alice.
"Apaan sih kamu Alice..." ujar Maura melotot pada Alice. Hal itu sukses membuat Davin tidak suka. Ia tidak ingin siapapun mendekati Maura.
"Kan memang benar kalau Andrian ada disana...bukannya Dia itu ada rasa pada mu," ucap Alice santai.
"Hei..Dia itu suka sama kamu tau.." balas Maura.
"Hadeh...gini nih kalau punya teman yang gak peka akibat tidak pernah mengenal yang namanya pacaran" ledek Alice.
"Sudah...sudah..apa kalian tidak jadi pergi hm.." ucap Davin.
"Ya jadi dong dad, masa udah cantik begini gak jadi pergi. Ayo Maura.." ajak Alice.
"Kakak pergi dulu ya adik kecil paling kakak sayangi.." ujar Alice mencium pipi Cecilia. Membuat anak itu menganggukkan kepalanya.
"Om kami pergi dulu ya" ujar Maura memberikan Cecilia pada Davin.
"Mom...jangan pelgi..Cecil mau cama mommy" ucap Cecilia tidak ingin jauh-jauh.
"Mommy cuma sebentar aja kok...mommy janji" ujar Maura.
"Cecil mau mommy.." ujarnya mulai merengek.
"Mommy janji cuma sebentar saja..nanti mommy akan tidur sama Cecil disini," ucap Maura menunjukkan jari kelingkingnya. Cecilia lalu mengangguk.
"By sayang..mommy pergi dulu," ujar Maura mengecup kepala Cecilia.
"Jangan terlalu dekat-dekat dengan laki-laki siapa pun," bisik Davin pada Maura lalu pergi membawa Cecilia ke kamarnya.
"Maksudnya apa lagi coba.." batin Maura lalu berjalan mengikuti Alice.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
yumna
dah dpet peringtan km mom....🤣🤣🤣🤣
2025-01-17
0
🌸 Airyein 🌸
Buset om. Blm jadian udh berasa memiliki aje😭😭
2024-03-12
2
Dien
wah sudah dicap hak milik ya om
2024-01-03
1