Bab 8 : Menggoda

1 Minggu Kemudian

Maura saat ini sedang berada di Kota S, di tempat tinggal kakeknya. Sudah satu minggu lamanya Ia berada disini, mommynya merindukannya sehingga Ia pulang untuk beberapa saat.

"drrrtt...drrttt...".

"Maura..kamu dimana sayang, ponselmu berdering, sepertinya ada panggilan masuk," panggil Helen ibu Maura yang sedang mencuci piring. Mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya.

"Iya mom, sebentar...." ucap Maura lalu menghentikan kegiatannya yang sedang merapikan gorden rumah.

Maura kemudian berjalan menuju meja makan dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada panggilan dari nomor baru.

"Halo.." ucap Maura.

"Halo Maura, ini om Davin. Maaf menghubungimu malam-malam begini. Om dapat nomor kamu dari Alice," tukas Davin.

"Siapa Maura?" tanya Helen.

"Daddynya Alice mom," bisik Maura.

"Oh iya om, ada apa om?" tanya Maura sembari berjalan menuju kamarnya. Setibanya di kamar Ia melepaskan kimono nya hingga menyisakan gaun satin bertali kecil yang menampilkan kulit mulusnya.

"Emm..begini, Cecilia ingin berbicara dengan mu, sejak tadi Ia menangis. Om tidak bisa mendiamkannya, Alice juga sedang ke rumah temannya" ucap Davin. Ia tidak tau jika Maura ternyata tidak ada di Kota B. Ia baru tau karena baru saja Ia menghubungi putrinya dan mengatakan Maura ada di kediaman kakeknya. Biasanya kalau Cecil rindu, Ia akan melakukan panggilan Vidio.

"Berikan saja ponselnya pada Cecil om" ucap Maura.

"Halo mom..Cecil lindu mom" ujar Cecil cadel. Ia belum bisa berbicara dengan baik.

"Mommy juga rindu Cecil, sabar ya sayang besok mommy pulang kok. Jangan nangis-nangis dong..nanti wajah cantiknya berkurang" balas Maura.

"Hole..mommy pulang..." teriak Cecilia gembira.

"Ya sudah, Cecil sebaiknya tidur..ini udah malam. Jangan buat daddynya begadang karena kamu ajak bermain boneka ya sayang.." ujar Maura.

"Oke mom...Cecil cayang mommy" .

"Mommy juga sayang Cecil. Good night baby girl"

Ujar Maura.

"Terimakasih ya Maura.., maaf sudah merepotkan mu" ucap Davin.

"Sama-sama om, Aku tidak merasa direpotkan kok, om tenang saja. Om juga tidur saja, besok pasti om ke kantor. Jangan terlalu sering begadang karena urusan kantor, jaga kesehatan om" ujar Maura yang membuat hati Davin bergetar hebat hanya karena merasa Maura perhatian padanya.

"Terimakasih karena sudah perhatian, good night honey" ucap Davin tidak sadar dengan ucapan terakhirnya yang keluar begitu saja dari mulutnya.

"Maksudnya om" ucap Maura ditempatnya yang tampak salah tingkah.

"Eh maksud om, semoga mimpi indah. Bye" Davin langsung mematikan panggilannya. Maura tampak geleng-geleng kepala sembari tersenyum.

"Apa Aku tidak salah dengar ya..tapi kenapa jantungku berdetak begitu hebat sekarang" gumam Maura memegang jantungnya.

"Tidak..tidak Maura..kamu salah..kamu tidak mungkin kan jatuh cinta dengan ayah sahabat mu sendiri," ucapnya membaringkan tubuhnya di kasur.

"Tapi kenapa tiap kali Aku berdekatan dengannya jantungku selalu seperti ini. Astaga Maura.." monolognya menepuk nepuk pipinya tidak yakin dengan hatinya.

"Drrtt..drrrtt..." ponsel Maura bergetar. Maura mengambil ponsel yang ada disampingnya lalu membalikkan badannya hingga Ia dalam posisi telungkup saat ini.

"Oh My God, ke...kenapa om Davin melakukan panggilan vidio. Bagaimana ini...Apa Aku harus mengangkatnya..." gumamnya. Ia bingung harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini. Akhirnya Maura mengangkat panggilannya. Ia sedikit mengangkat kepalanya dengan kedua tangannya menahan bobot tubuhnya.

"Halo om.." ujar Maura dengan suara yang pelan.

"Kamu tidak sedang menggoda ku kan.." tukas Davin membuat Maura mengerutkan kedua alisnya. Davin merasa menang banyak karena bisa melihat benda kesukaannya itu. Ingin rasanya Ia segera meraup dan memainkannya.

"Menggoda bagaimana, memangnya apa yang salah dengan ku," batin Maura hingga akhirnya Ia menyadari jika posisinya yang seperti itu menampilkan payu*da*ranya yang menyembul. Reflek Iya mengambil bantal dan menutupinya. Demi Tuhan, Ia sangat malu sekarang. Kalau saja Ia punya uang sekarang, Ingin rasanya Ia melemparkan ponselnya saat ini. Pantas saja Ia merasakan tatapan yang sangat sulit diartikan dari mata Davin.

"Itu...itu..kenapa om menghubungi ku lagi.." ujar Maura mencoba menetralkan suasana kembali.

"Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja. Good night.." ujar Davin lalu mematikan ponselnya.

"Dasar aneh.." gumam Maura memegangi wajahnya yang terasa panas.

"Bodoh.....bodoh kamu Maura...bisa-bisanya kamu tidak tau apa yang kamu pakai," ucapnya menepuk nepuk pipinya. Iya yakin setelah kejadian ini, Ia pasti segan bertemu dengan Davin.

Terpopuler

Comments

yumna

yumna

kejar terus om duda...🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-17

0

Rea Sitta

Rea Sitta

si daddy .. nenyala 🩸

2024-09-29

1

dita18

dita18

udh kyk ABG labil aja Daddy Davin nya /Facepalm//Facepalm/

2024-01-28

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kembali
2 Bab 2 : Rumah Alice
3 Bab 3 : Mommy
4 Bab 4 : Serasa seperti ibu
5 Bab 5 : Hati bergetar
6 Bab 6 : Rumah Maura
7 Bab 7 : Mimpi
8 Bab 8 : Menggoda
9 Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10 Bab 10 : Cecil mau susu
11 Bab 11 : Mengantar Alice
12 Bab 12 : Tidak ada penolakan
13 Bab 13 : Pulang lebih cepat
14 Bab 14 : Alasan
15 Bab 15 : Daddy pulang
16 Bab 16 : Gagal bertiga
17 Bab 17 : Taman hiburan
18 Bab 18 : Menghubungi Alice
19 Bab 19 : Suara petir
20 Bab 20 : Terbayang
21 Bab 22 : Kejutan
22 Bab 21 : Ponsel berbunyi
23 Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24 Bab 23 : Suka Sama Kamu
25 Bab 24 : Jadian
26 Bab 25 : Jalan-jalan
27 Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28 Bab 27 : Membangunkan Maura
29 Bab 28 : Makin besar
30 Bab 29 : Serasa punya istri
31 Bab 30 : Masa lalu
32 Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33 Bab 32 : Menagih janji
34 Bab 33 : Beautiful and sexy
35 Bab 34 : Hadiah
36 Bab 35 : Kamar Davin
37 Bab 36 : Setuju
38 Bab 37 : Wedding day
39 Bab 38 : Mengganggu
40 Bab 39 : Nikmat bukan
41 Bab 40 : Membuat adik
42 Bab 41: Tanda merah
43 Bab 42 : Pregnant
44 Bab 43 : Manja
45 Bab 44 : Ingin memakanmu
46 Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47 Bab 46 : Khawatir
48 Bab 47 : Rumah sakit
49 Bab 48 : Menidurkan Devan
50 Bab 49 : End
51 Bab 50 : Extra part 1
52 Bab 51 : Extra part 2
53 Bab 52 : Extra part 3
54 Pengumuman
55 New Novel
56 Bab 54: Extra part 4
57 Bab 56: Extra part 5
58 Karya Baru
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 1 : Kembali
2
Bab 2 : Rumah Alice
3
Bab 3 : Mommy
4
Bab 4 : Serasa seperti ibu
5
Bab 5 : Hati bergetar
6
Bab 6 : Rumah Maura
7
Bab 7 : Mimpi
8
Bab 8 : Menggoda
9
Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10
Bab 10 : Cecil mau susu
11
Bab 11 : Mengantar Alice
12
Bab 12 : Tidak ada penolakan
13
Bab 13 : Pulang lebih cepat
14
Bab 14 : Alasan
15
Bab 15 : Daddy pulang
16
Bab 16 : Gagal bertiga
17
Bab 17 : Taman hiburan
18
Bab 18 : Menghubungi Alice
19
Bab 19 : Suara petir
20
Bab 20 : Terbayang
21
Bab 22 : Kejutan
22
Bab 21 : Ponsel berbunyi
23
Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24
Bab 23 : Suka Sama Kamu
25
Bab 24 : Jadian
26
Bab 25 : Jalan-jalan
27
Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28
Bab 27 : Membangunkan Maura
29
Bab 28 : Makin besar
30
Bab 29 : Serasa punya istri
31
Bab 30 : Masa lalu
32
Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33
Bab 32 : Menagih janji
34
Bab 33 : Beautiful and sexy
35
Bab 34 : Hadiah
36
Bab 35 : Kamar Davin
37
Bab 36 : Setuju
38
Bab 37 : Wedding day
39
Bab 38 : Mengganggu
40
Bab 39 : Nikmat bukan
41
Bab 40 : Membuat adik
42
Bab 41: Tanda merah
43
Bab 42 : Pregnant
44
Bab 43 : Manja
45
Bab 44 : Ingin memakanmu
46
Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47
Bab 46 : Khawatir
48
Bab 47 : Rumah sakit
49
Bab 48 : Menidurkan Devan
50
Bab 49 : End
51
Bab 50 : Extra part 1
52
Bab 51 : Extra part 2
53
Bab 52 : Extra part 3
54
Pengumuman
55
New Novel
56
Bab 54: Extra part 4
57
Bab 56: Extra part 5
58
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!