1 Minggu Kemudian
Maura saat ini sedang berada di Kota S, di tempat tinggal kakeknya. Sudah satu minggu lamanya Ia berada disini, mommynya merindukannya sehingga Ia pulang untuk beberapa saat.
"drrrtt...drrttt...".
"Maura..kamu dimana sayang, ponselmu berdering, sepertinya ada panggilan masuk," panggil Helen ibu Maura yang sedang mencuci piring. Mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya.
"Iya mom, sebentar...." ucap Maura lalu menghentikan kegiatannya yang sedang merapikan gorden rumah.
Maura kemudian berjalan menuju meja makan dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada panggilan dari nomor baru.
"Halo.." ucap Maura.
"Halo Maura, ini om Davin. Maaf menghubungimu malam-malam begini. Om dapat nomor kamu dari Alice," tukas Davin.
"Siapa Maura?" tanya Helen.
"Daddynya Alice mom," bisik Maura.
"Oh iya om, ada apa om?" tanya Maura sembari berjalan menuju kamarnya. Setibanya di kamar Ia melepaskan kimono nya hingga menyisakan gaun satin bertali kecil yang menampilkan kulit mulusnya.
"Emm..begini, Cecilia ingin berbicara dengan mu, sejak tadi Ia menangis. Om tidak bisa mendiamkannya, Alice juga sedang ke rumah temannya" ucap Davin. Ia tidak tau jika Maura ternyata tidak ada di Kota B. Ia baru tau karena baru saja Ia menghubungi putrinya dan mengatakan Maura ada di kediaman kakeknya. Biasanya kalau Cecil rindu, Ia akan melakukan panggilan Vidio.
"Berikan saja ponselnya pada Cecil om" ucap Maura.
"Halo mom..Cecil lindu mom" ujar Cecil cadel. Ia belum bisa berbicara dengan baik.
"Mommy juga rindu Cecil, sabar ya sayang besok mommy pulang kok. Jangan nangis-nangis dong..nanti wajah cantiknya berkurang" balas Maura.
"Hole..mommy pulang..." teriak Cecilia gembira.
"Ya sudah, Cecil sebaiknya tidur..ini udah malam. Jangan buat daddynya begadang karena kamu ajak bermain boneka ya sayang.." ujar Maura.
"Oke mom...Cecil cayang mommy" .
"Mommy juga sayang Cecil. Good night baby girl"
Ujar Maura.
"Terimakasih ya Maura.., maaf sudah merepotkan mu" ucap Davin.
"Sama-sama om, Aku tidak merasa direpotkan kok, om tenang saja. Om juga tidur saja, besok pasti om ke kantor. Jangan terlalu sering begadang karena urusan kantor, jaga kesehatan om" ujar Maura yang membuat hati Davin bergetar hebat hanya karena merasa Maura perhatian padanya.
"Terimakasih karena sudah perhatian, good night honey" ucap Davin tidak sadar dengan ucapan terakhirnya yang keluar begitu saja dari mulutnya.
"Maksudnya om" ucap Maura ditempatnya yang tampak salah tingkah.
"Eh maksud om, semoga mimpi indah. Bye" Davin langsung mematikan panggilannya. Maura tampak geleng-geleng kepala sembari tersenyum.
"Apa Aku tidak salah dengar ya..tapi kenapa jantungku berdetak begitu hebat sekarang" gumam Maura memegang jantungnya.
"Tidak..tidak Maura..kamu salah..kamu tidak mungkin kan jatuh cinta dengan ayah sahabat mu sendiri," ucapnya membaringkan tubuhnya di kasur.
"Tapi kenapa tiap kali Aku berdekatan dengannya jantungku selalu seperti ini. Astaga Maura.." monolognya menepuk nepuk pipinya tidak yakin dengan hatinya.
"Drrtt..drrrtt..." ponsel Maura bergetar. Maura mengambil ponsel yang ada disampingnya lalu membalikkan badannya hingga Ia dalam posisi telungkup saat ini.
"Oh My God, ke...kenapa om Davin melakukan panggilan vidio. Bagaimana ini...Apa Aku harus mengangkatnya..." gumamnya. Ia bingung harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini. Akhirnya Maura mengangkat panggilannya. Ia sedikit mengangkat kepalanya dengan kedua tangannya menahan bobot tubuhnya.
"Halo om.." ujar Maura dengan suara yang pelan.
"Kamu tidak sedang menggoda ku kan.." tukas Davin membuat Maura mengerutkan kedua alisnya. Davin merasa menang banyak karena bisa melihat benda kesukaannya itu. Ingin rasanya Ia segera meraup dan memainkannya.
"Menggoda bagaimana, memangnya apa yang salah dengan ku," batin Maura hingga akhirnya Ia menyadari jika posisinya yang seperti itu menampilkan payu*da*ranya yang menyembul. Reflek Iya mengambil bantal dan menutupinya. Demi Tuhan, Ia sangat malu sekarang. Kalau saja Ia punya uang sekarang, Ingin rasanya Ia melemparkan ponselnya saat ini. Pantas saja Ia merasakan tatapan yang sangat sulit diartikan dari mata Davin.
"Itu...itu..kenapa om menghubungi ku lagi.." ujar Maura mencoba menetralkan suasana kembali.
"Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja. Good night.." ujar Davin lalu mematikan ponselnya.
"Dasar aneh.." gumam Maura memegangi wajahnya yang terasa panas.
"Bodoh.....bodoh kamu Maura...bisa-bisanya kamu tidak tau apa yang kamu pakai," ucapnya menepuk nepuk pipinya. Iya yakin setelah kejadian ini, Ia pasti segan bertemu dengan Davin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
yumna
kejar terus om duda...🤣🤣🤣🤣🤣
2025-01-17
0
Rea Sitta
si daddy .. nenyala 🩸
2024-09-29
1
dita18
udh kyk ABG labil aja Daddy Davin nya /Facepalm//Facepalm/
2024-01-28
2