Hari sudah menjelang sore dan hampir semua permainan sudah Cecilia mainkan. Davin mengajak Maura dan Cecilia untuk pulang. Kini mereka sedang dalam perjalanan untuk pulang.
"Dad kita tidul di lumah mommy ya," ujar Cecilia dengan suara cadel.
"Bilang sama mommy dulu mau atau tidak, kalau daddy sih mau-mau aja," ujar Davin sembari fokus menyetir. Tentu saja Ia senang menginap di rumah Maura, kalau bisa tiap hari dan tidur disamping Maura.
"Mom..Cecil dan daddy tidul di lumah mommy ya," ujar Cecilia menatap ke atas melihat wajah Maura.
"Iya sayang..." ujar Maura.
"Hole..." pekik Cecilia gembira berdiri di atas paha Maura. Kedua tangannya dikalungkan di leher Maura.
"Opsss...hati hati baby..." ujar Maura menahan tubuh Cecil agar tidak jatuh.
"Mom..Cecil cayang mommy..." ucap Cecilia mengecup pipi Maura.
"Mommy juga sayang sama Cecil.." balas Maura mencium pipi gembul Cecilia.
"Dad, Cecil mau ngomong sama kak Alice. Hubungi kakak dong," ujar Cecilia pada Davin.
"Mau ngomong apa sayang?" tanya Davin mengambil ponselnya menghubungi Alice.
"Halo dad, ada apa?" tanya Alice.
"Adik mu ingin bicara," jawab Davin menyerahkan ponselnya pada Cecilia yang sudah duduk kembali di pangkuan Maura. Cecil menekan tombol untuk melakukan panggilan vidio.
"Hai sayang....gimana kabarnya, kakak udah kangen banget nih sama adik kakak yang satu ini," ucap Alice.
"Cecil baik kak," balas Cecil.
"Cecil mau bilang kalau kami pelgi ke taman hibulan," ujar Cecil.
"Oo...jadi Cecil mau pamer nih ceritanya.." ujar Alice tertawa.
"Cecil pergi cama mommy dan daddy," ujar Cecilia.
"Maura nya mana sayang.." tanya Alice. Cecil kemudian mengarahkan kamera pada Maura. Cecil bercerita cukup panjang dengan Alice hingga mereka sampai di rumah Maura.
"Kak, Cecil matiin ya, kami udah sampai lumah," ujar Cecilia.
"Oke sayang," balas Alice, panggilan vidio pun berakhir.
"Om istirahat aja dulu, Maura mau masak makan malam untuk kita," ucap Maura setelah mereka ada di dalam rumah.
"Kamu juga pasti lelah, nanti saja masaknya, atau kita pesan makanan saja biar lebih simpel," tukas Davin duduk di sofa.
"Tidak om, Maura tidak terlalu lelah kok. Om tenang aja," balas Maura lalu pergi menuju dapur.
"Mom, Cecil mau ikut masak," ucap Cecil mengejar Maura.
"Jangan sayang..kamu sama daddy aja. Mommy masaknya cuma sebentar kok," ucap Maura melarang Cecilia.
"No mom, Cecil mau ikut," ujar Cecilia.
"Ya sudah, tapi janji dulu kamu hanya duduk saja tidak boleh lari-lari," ujar Maura membuat Cecil mengangguk.
*****************
Setelah selesai makan dan mandi Maura bergabung dengan Cecilia dan Davin yang sedang menonton di ruang tengah.
"Cecil..pake jaket dulu ya sayang. Di luar hujan, biar kamu tetap hangat," ucap Maura membawa jaket tebal untuk Cecilia. Setelah mereka selesai makan malam hujan deras turun disertai dengan angin kencang.
"Om, pakai jaket daddy ku tidak apa-apakan?" tanya Maura menyerahkan jaket ayahnya.
"Terimakasih," ujar Davin menerima jaket yang diberikan Maura. Maura mengambil posisi duduk di samping Davin lalu memasangakan jaket Cecil.
"Mom nen.." ucap Cecil dengan mata sayupnya. Anak itu tampaknya sudah mengantuk.
"Om, Maura ke kamar dulu ya. Cecil sepertinya sudah mengantuk. Aku ingin menidurkannya dulu. Sepertinya dia kelelahan setelah dari taman hiburan tadi," ujar Maura meninggalkan Davin sendirian di ruang tengah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Ade Bunda86
Daddy juga pengen nen mom. hejejehhehe
2023-05-28
1
Wisye PalijamaTatiratu Liklikwatil
hujan lh bisa² tu belalai dady cari guanya😁😁😁
2022-08-24
0
Bunda Cayang
ceritanya terlalu ngawur,bukan suami istri tp tinggal serumah tidur bareng...klo novel bernuansa barat sih msh ok lah tp secara tmpt dn nama tokoh bkn orang luar jd gk nyambung
2022-08-21
1