"Om..." ujar Maura saat Davin masuk ke kamarnya. Davin mengunci pintu dan berjalan menghampiri Maura sembari menampilkan senyum smirknya. Ia menuntun Maura duduk diatas pangkuannya.
"Aku menginginkanmu sayang.." ucap Davin merengkuh tubuh Maura lalu mengecup leher jenjang Maura berkali-kali. Ia menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh wanita itu yang menjadi candunya. Refleks kedua tangan Maura mere*as rambut Davin.
"Nghh..." lenguh Maura saat Davin mengelus paha mulus miliknya naik turun. Kini ciuman Davin beralih ke bibir menggoda Maura, membawanya kedalam ciuman yang lembut dan dalam. Davin melepas ciuman mereka hingga membuat Maura membuka matanya saat merasa kenikmatan yang dirasakannya hilang. Davin tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya lalu meraup kembali bibir Maura. Tangan kanan Davin perlahan lahan bergerak membuka 3 kancing teratas dress Maura dan menurunkannya hingga sebatas pinggang Maura. Lalu terpampanglah dua gundukan besar kesukaannya.
"Gede banget sayang...." ucap Davin menelan ludahnya. Ia tak sabar lagi untuk bermain-main disana. Mendengar perkataan Davin, Maura merona. Ia akui jika ukuran pay*u*ar*nya memang bisa dikatakan besar. Bahkan teman-temannya dulu iri melihatnya.
Davin mengelus lembut gundukan besar Maura yang masih dibalut oleh bra berwarna merah. Perlahan tangannya bergerilya dipunggung Maura lalu melepaskan pengait bra Maura dan melemparnya asal. Davin meraup rakus put*i*g Maura seperti bayi yang tidak minum Asi saja selama beberapa hari.
"Nghh...ahh..om jangan digigit" desah Maura saat Davin menggigit p*ti*ngnya.
"Aku gemas melihatnya sayang.." ucap Davin kembali mengulum ujung pa*ud*ra Maura. Tangannya tak tinggal diam ikut mer*mas gundukan Maura yang sedang menganggur. Maura menekan kepala Davin seakan meminta lebih lagi. Ia bergerak tidak karuan diatas pangkuan Davin.
"Kau membuat ku gila baby...." ujar Davin serak yang sudah dikuasai oleh gairah.
"Aku..sudah tidak tahan lagi..sentuh Aku om.." ucap Maura. Entah sadar atau tidak, kini keduanya sudah sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka. Davin membaringkan tubuh Maura diatas ranjang lalu menindihnya. Davin menuntun miliknya ke dalam milik Maura.
"Sabar sayang..ini sangat sempit," ucap Davin dan akhirnya miliknya tertanam disana. Ia mulai menggerakkan tubuhnya membawa Maura mengarungi kenikmatan yang tiada duanya.
"Ahh...uhh..nghhh..Aku hampir sampai" Desah Maura membuat Davin mempercepat gerakannya.
"Bersama Sayang.." ujar Davin hingga....
"DADDY......." teriak seseorang dengan kuat.
"Alice...kenapa kamu berteriak," ucap Davin bangun dari tidurnya.
"Siapa suruh daddy tidak bangun-bangun. Aku sudah mencoba membangunkan daddy dengan baik. Tapi daddy tidak bangun dari tadi. Terpaksa Aku berteriak dan daddy akhirnya bangun juga. Apa daddy tidak tahu ini sudah jam berapa?" Tukas Alice menunjuk jam dinding yang ada di kamar Davin.
"Astaga kenapa kamu tidak membangunkan daddy lebih awal," ujar Davin melihat jarum panjang jam mengarah ke angka 8.
"Ya mana Alice tau. Biasanya daddy bangun cepat. Tadi Alice mau sarapan, cuma daddy gak turun turun dari kamar, makanya Alice masuk ke kamar daddy," pungkas Alice.
"Udah ahh..Alice turun dulu, Alice udah lapar," ucap Alice lalu pergi meninggalkan Davin di kamarnya.
Davin menyibak selimutnya dan melihat benda pusaka miliknya yang masih berdiri.
"Astaga...bagaimana bisa Aku bermimpi se liar itu dengan Maura..." gumam Davin.
"Oh sh*it..aku harus segera menuntaskannya ...ini terasa sakit sekali," ucapnya lalu masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
yumna
mimpikah.....😀😀😀
2025-01-17
0
💕Bernadet Wulandari💕
mimpi om duda emang beda ya.
2023-03-10
1
Alexandra Juliana
Hadeuh Alice membuyarkan mimpi Daddy...Untung diteriakin klo nggak, bakalan basaahhh tuh Daddy..😅😅
2023-02-04
0