"Maura," panggil Alice yang baru saja datang dari kamarnya. Maura lalu menoleh kebelakang dan melihat Alice. Ia kemudian bangkit dari sofa dan keduanya berpelukan melepas rindu. Ini kali pertama mereka bertemu langsung setelah 3 tahun lamanya.
"Kamu terlihat semakin cantik dan dewasa sekarang," ujar Alice setelah mereka melepas pelukannya dan duduk di sofa.
"Kamu terlalu tinggi memujinya," kekeh Maura.
"Aku serius tau, kamu terlihat berbeda dari yang kulihat saat kita melakukan panggilan vidio. Dilihat langsung lebih cantik," puji Alice. Ia memang mengakui kecantikan yang dimiliki Maura sejak mereka berteman.
"Thanks, kamu juga semakin cantik," ujar Maura.
"Oh..jelas dong. Itu tidak bisa dipungkiri. Hukum alam. Tahun berganti tahun kecantikan princess Alice akan selalu bertambah," balas Alice bercanda. Keduanya lalu tertawa.
"Kamu udah makan belum, Aku akan panggilkan pelayan untuk meyiapkan makanan," ujar Alice.
"Tidak perlu Alice. Aku masih kenyang. Sebelum kesini Aku makan dulu tadi," ucap Maura.
"Baiklah kalau begitu, tapi kalau kamu butuh sesuatu langsung katakan saja. Tidak perlu sungkan. Anggap saja rumah sendiri," tukas Alice. Maura lalu mengangguk. Keduanya lalu kembali bercerita tentang masa-masa SMA dulu hingga sekarang.
Ditengah-tengah keasyikan Maura dan Alice mengobrol seorang anak kecil menghampiri Alice.
"Kak Alice...." ucap anak kecil berusia hampir 3
tahun menghampiri Alice. Anak itu berlari sangking senangnya hingga ingin terjatuh. Alice dan Maura yang melihat itu refleks bangun dari duduknya. Untung saja seseorang segera menahan tubuh anak kecil itu.
"Hati-hati sayang, kamu hampir saja terjatuh," ujar laki-laki itu. Ia lalu menggendong anak kecil itu, kemudian berjalan menghampiri Alice dan Maura.
Maura terpana melihat ketampanan daddy Alice. Dulu Ia tidak pernah melihatnya. Ini pertama kalinya Ia melihat daddy sahabatnya itu. Tiap kali datang ke rumah Alice, daddynya tidak pernah ada di rumah.
"Lain kali jangan lari-lari Cecilia, kakak hampir spot jantung karena mu. Untung ada daddy," ujar Alice menghela nafas. Cecilia tersenyum menampilkan gigi susunya yang hampir tumbuh semuanya. Maura bingung melihat mereka. Dalam pikirannya penuh tanya.
"Siapa anak kecil imut ini? Apa ayah Alice menikah lagi? tapi Alice tidak pernah mengatakannya padaku. Dan lagi anak ini mirip dengan ayahnya Alice" batin Maura.
"Maura ini daddy ku, dad ini Maura yang pernah ku ceritakan pada daddy," ujar Alice.
"Hai..om, Aku Maura temannya Alice. Senang bertemu dengan om" ujar Maura sedikit gugup karena Davin menatapnya. Davin lalu menganggukkan kepalanya.
"Oh ya..ini Cecilia adik ku?" ujar Alice membuat Maura membulatkan matanya.
"A..adik?" tanya Maura.
"Dia sebenarnya anak uncle ku. Kembaran daddy. Setelah Cecilia berusia 2 bulan. Uncle dan aunty mengalami kecelakaan dan tidak bisa diselamatkan. Akhirnya daddy mengangkatnya jadi anaknya" jelas Alice.
"Emm..maafkan Aku, bukan maksudku untuk membuat kalian mengingat masa lalu," ucap Maura merasa bersalah.
"Hei..tidak apa-apa kok. Kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu," balas Alice paham dengan perasaan Maura.
"Cecil..ini teman kakak, namanya Maura," ujar Alice.
"Hai anak manis..senang bertemu dengan mu," ucap Maura mengelus lembut kepala Cecilia.
"Mom.." ujar Alicia. Maura melihat sekeliling, mengira Alicia memanggil wanita lain. Namun tidak ada siapa pun disana selain mereka. Maura mengira anak kecil itu hanya salah ucap saja. Alice dan Davin tampak heran karena Cecilia memanggil Maura dengan panggilan mom. Anak kecil itu tidak pernah sekalipun memanggil mom kepada orang lain.
"Mommy..." ucap Cecilia gembira merentangkan kedua tangannya agar Maura menggendongnya.
"Eh..Aku bukan mommy mu, panggil kak Maura saja ya," ucap Maura salah tingkah. Sekarang iya menyadari kalau anak itu memanggilnya mommy.
"Panggil kak Maura saja sayang. Dia sama seperti kak Alicia," ucap Alicia membuat Cecilia menggelengkan kepalanya. Matanya mulai berkaca-kaca karena Maura tidak mau menggendongnya.
"Princess, Dia bukan mommy. Dia itu teman kak Alice," ucap Davin mencoba memberi pengertian pada putrinya. Cecilia tetap menggelengkan kepalanya. Kini anak kecil itu menangis dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Davin. Alice dan Davin tampak mendiamkan Cecilia, namun anak itu tetap saja menangis. Akhirnya Maura turun tangan karena Alice dan daddynya tidak bisa membujuk Cecilia.
"Cecil.." panggil Maura mengelus punggung Cecilia.
Anak itu langsung menoleh pada Maura dengan pipi yang sudah basah karena air matanya.
"Mommy.." rengek Cecilia.
"Kemari..Cecil mau mommy gendong?" ujar Maura. Cecilia lalu mengangguk dan merentangkan tangannya. Maura kemudian mengambil alih Cecilia dari gendongan Davin. Benar saja, anak itu langsung saja diam. Alice dan Davin takjub melihatnya.
"Besok Dia mungkin akan lupa dengan panggilannya," ucap Maura.
"Kamu tau tidak. Dia itu tidak pernah seperti ini. Biasanya kalau bertemu dengan orang baru, Cecil tidak mau. Tapi dengan mu langsung seperti ini, bahkan memanggil mu mommy. Cecil sepertinya melihat aura keibuan dari dirimu. Sahabat ku ini memang the best" puji Alice.
"Maaf merepotkan mu Maura," ucap Davin.
"Eh..tidak apa-apa kok om," balas Maura.
"Ya sudah kalian lanjutkan saja mengobrol nya, daddy pergi dulu," ucap Davin. Setelah kepergian Davin, Maura dan Alice kembali berbincang-bincang dengan Cecilia di pangkuannya. Anak itu tampak senang jika bersama Maura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Sleepyhead
Dan gua juga selalu takjub, ini kali kedua nya gia baca karya lu thor. Karya yang gua baca selalu tersempil wanita tegar yang memiliki sense of mother, yang visa melunakan hati anak², cinta akan anak², penyayang, Dan gua merasa Author memiliki karakter yang sama di setiap pemeran wanita karya yang Author buat, Well this is amazed me 🥰 gudjuuuuuub thor.
2024-12-30
0
Alexandra Juliana
Apakah Maura suka sama ayahnya Alice? klo mrk berjodoh judulnya jadi ibu tiriku adalah sahabatku 😁
2023-02-03
9
Fay
lanjut baca
2022-09-02
0