Pagi harinya Maura sudah bersiap-siap untuk pulang. Ia membangunkan Alice karena wanita itu sudah berjanji akan mengantarnya pulang. Nyatanya sekarang sudah pukul 7 dan Alice belum juga bangun dari tidurnya.
"Alice...ayo bangun. Kamu sudah janji akan mengantar ku pagi ini" ujar Maura membangunkan Alice. Wanita itu hanya menggeliat sebentar lalu kembali tidur.
"Alice..." panggil Maura dengan kuat karena Alice tak kunjung bangun.
"Iya..iya...Aku akan mengantar mu" ujar Alice pasrah dan bangun dari tidurnya.
Toko Maura
Maura sedang sibuk melayani pelanggannya saat ini. Iya bersyukur karena selalu saja ada orderan bunga dari tokonya meskipun Ia masih baru membuka usahanya itu.
"Kak, ada orang yang ingin bertemu dengan kakak" ucap Bella menghampiri Maura.
"Siapa?" tanya Maura.
"Aku tidak kenal kak, tapi Dia datang bersama seorang anak kecil" jawab Bella.
"Apa mungkin itu Alice ya" batin Maura.
"Ya sudah, kamu jaga toko dulu ya, kakak menemuinya dulu" ujar Maura.
"Baik kak" balas Bella. Ia sangat suka dengan kepribadian Maura. Oleh karena itu, Iya sangat betah bekerja dengan Maura. Bella sudah menganggap Maura seperti kakak kandungnya saja apalagi Ia tidak punya siapa-siapa di dunia ini. Bella tidak mengenal siapa orang tuanya. Menurut pengakuan ibu panti, Ia ditemukan begitu saja di depan panti.
"Mommy.." ucap Cecilia gembira merentangkan kedua tangannya padahal jarak mereka dengan Maura masih jauh. Sepertinya anak itu tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Maura.
"Hai sayang..." ucap Maura menggendong Cecilia. Anak itu melingkarkan kedua tangannya dileher Maura.
"Kenapa kalian datang kemari" ujar Maura.
"Cecil ingin bertemu dengan mu, Dia merengek terus hingga membuat kepala ku pusing. Jalan satu-satunya agar Dia diam adalah membawanya kesini. Maaf mengganggu pekerjaan mu. Aku heran dengan adik ku yang paling imut ini, sejak bertemu denganmu, Ia selalu ingin bersama mu sampai lupa dengan kakaknya sendiri" ujar Alice mendaratkan bokongnya diatas kursi yang ada di depan rumah Maura.
"Ngomong-ngomong melihatmu seperti ini, kamu udah cocok banget jadi ibu-ibu" ucap Alice tertawa.
"Apaan sih..Masih muda begini kamu bilang cocok jadi ibu-ibu" balas Maura.
"Hei.. Aku serius tau, apalagi melihat mu menggendong Cecil seperti ini. Kenapa kamu tidak menikah saja dan membuat keponakanku yang imut-imut" ujar Alice membayangkan Maura sudah punya anak.
"Hmmm...mulai lagi deh halunya..." ucap Maura meninggalkan Alice di luar.
"Hei..tunggu dulu, kenapa tidak mengajak ku masuk" kesal Alice lalu berjalan mengikuti Maura dari belakang.
"Kalian sudah makan siang belum?" tanya Maura.
"Belum mom.." ucap Cecilia menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja belum, dari tadi kamu hanya merengek pada kakak saja" ujar Alice mencubit gemas pipi adiknya.
"Cecil sama kak Alice dulu ya, mommy mau masak makan siang untuk kita" tukas Maura lembut pada Cecil. Ia lalu memberikan Cecil pada Alice. Tadi pagi Maura hanya memasak makan siang untuknya dan Bella saja. Ia tidak tau jika Alice akan datang.
Tidak butuh waktu yang lama, Maura sudah selesai menyiapkan makan siang untuk mereka. Ia sudah biasa membantu mommynya saat memasak sejak duduk di bangku SMA. Masakannya tak diragukan lagi, dulu Alice bahkan sering memintanya agar membawanya bekal tiap hari karena Alice sangat suka masakan Maura.
"Ayo kita makan siang dulu, nontonnya dilanjutkan nanti saja" ajak Maura saat melihat Alice dan Cecilia tampak menikmati tayangan yang ada di televisi.
"Okay..." pungkas Alice lalu mematikan televisi.
"Aku panggilkan Bella sebentar" ujar Maura lalu berjalan menuju tokonya.
Setelah Bella datang, mereka pun mulai menyantap makan siang yang sudah terhidang di atas meja. Maura menyantap makanannya sembari menyuapi Cecilia yang ada di pangkuannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
💕Bernadet Wulandari💕
Alice nanti maura punya anaknya sama daddy kamu. 😂😂😂
2023-03-10
8
simbok
entar Maura jadi mommy nya Cecil beneran deh
2022-09-05
0
Nur Azizah
👍👍👍
2022-06-08
0