Pagi harinya, seperti biasa Maura disibukkan dengan aktivitas melayani pelanggan yang datang ke tokonya.
Ditengah kesibukannya, tampak seorang pria dengan stelan jasnya menggendong seorang anak kecil menghampiri Maura.
"Ekhemm.." Davin berdehem.
"Eh om Davin, Cecil.., kapan kalian datang?" tanya Maura yang terkejut melihat kedatangan Davin secara tiba-tiba.
"Baru saja..." balas Davin.
"Ayo om kita duduk di rumah saja," ujar Maura mengajak Davin masuk ke dalam rumahnya.
"Bella kakak titip toko sebentar ya," tukas Maura.
"Oke kak," balas Bella.
"Ayo silahkan duduk om, sebentar Maura akan buatkan minuman dulu," ujar Maura hendak pergi namun tangannya di tahan oleh Davin.
"Tidak perlu..om sebentar lagi akan pergi," pungkas Davin membawa Maura duduk di sofa.
"Om cuma mau minta tolong sama kamu. Tapi kalau semisal kamu tidak bisa, tidak apa-apa juga," ujar Davin.
"Minta tolong apa om.." balas Maura.
"Begini.., om ada urusan bisnis selama tiga hari ke luar kota. Jadi om ingin menitipkan Cecil padamu. Dia tidak mau ditinggal dengan pengasuhnya," tukas Davin.
"Ya sudah, biar Maura yang menjaganya om," ucap Maura.
"Terima kasih Maura, kalau begitu om pamit dulu ya.." ucap Davin menyerahkan Cecilia pada Maura.
"Daddy pergi ya sayang, jangan nakal sama mommy Maura ya .." ujar Davin memberi nasihat.
"Oke dad.." balas Cecilia. Sebelum pergi Davin mencium pipi Cecilia terlebih dahulu.
"Dad..mommy tidak di cium juga.." tanya Cecilia membuat keduanya terbelalak.
"Itu..daddy harus cepat pergi sayang..." ucap Maura, bagaimana pun juga hal itu tidak mungkin mereka lakukan.
"Cup...om pergi dulu," ucap Davin mengecup pipi Maura lalu pergi begitu saja, meninggalkan Maura yang terpaku ditempatnya. Davin tampak menyunggingkan senyumnya saat pergi. Tentu saja Ia memanfaatkan permintaan Cecilia. Dalam hatinya Iya berteriak senang karena putrinya itu seakan tau yang diinginkan daddynya.
"Apa Aku sedang bermimpi..." gumam Maura memegang pipinya yang sudah merona. Tanpa sadar sebuah senyuman terukir di bibirnya.
"Kenapa hatiku selalu bergetar hebat tiap kali Aku ada di dekatnya," batin Maura.
"Sayang...kita ke toko bunga mommy ya.." ucap Maura lalu dibalas anggukan oleh Cecilia, anak itu langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Maura.
"Cecil..." ucap Bella saat melihat Cecilia datang dengan Maura. Anak kecil itu tampak senang karena melihat Bella.
"Kapan Cecil datang kak?" tanya Bella karena disaat kedatang Davin, Ia sedang pergi mengantarkan pesanan.
"Pas kamu pergi mengantarkan pesanan bunga tadi.." balas Maura.
"Kak, biar Bella aja yang jaga toko. Kakak dirumah saja menjaga Cecilia," tukas Bella.
"Setidaknya kakak bisa membantu bantu sedikit sambil menjaga Cecil," ucap Maura.
***********
"Ting..tong..." saat Maura hendak tidur terdengar suara bel rumahnya berbunyi.
"Siapa yang datang bertamu di jam segini," batin Maura lalu berjalan menuju pintu rumahnya.
"Ceklek..." Maura membuka pintu dan melihat Davin yang berdiri tegak di depannya memegang jas nya yang sudah tidak terpasang lagi di badannya. Lengan bajunya digulung hingga sebatas sikunya dan dua kancing teratas bajunya terbuka membuatnya terkesan manly.
"Om..ke..kenapa om ada disini?" tanya Maura terbata.
"Memangnya tidak bisa?" tanya Davin mengangkat satu alisnya.
"Bu...bukan begitu. Maksudku bukankah seharusnya om pulang besok ya?" tanya Maura.
"Kamu tidak membiarkan ku masuk ke rumah mu?" tanya Davin.
"Eh, Si..silahkan om," ujar Maura.
"Pekerjaanku selesai lebih cepat, jadinya om pulang saja" tukas Davin menaruh tasnya dan jasnya diatas meja sofa.
"Apa om sudah makan, Maura akan menyiapkannya," ujar Maura berjalan mendekati Davin yang duduk di sofa.
"Akh...." pekik Maura saat Davin tiba-tiba menariknya hingga terjatuh dipangkuan Davin.
"Apa kamu sedang menggodaku hmm..." ucap Davin memeluk pinggang Maura yang menegang diatas pangkuannya. Maura tak sadar jika saat ini Ia hanya memakai gaun tidur berbahan satin dengan tali spaghetti. Hal itu mampu membuat sesuatu dalam diri Davin meronta ingin dibebaskan hanya kerena melihat tubuh Maura.
"O..om.., A..Aku tidak tau jika om yang datang," ujar Maura terbata. Ia tidak tau harus berbuat apa dengan posisi mereka yang seperti ini. Salahkan saja Davin yang bertamu di jam seperti ini. Maura mencoba bergerak tidak nyaman diatas pangkuan Davin.
"Shhh.., jangan bergerak-gerak seperti itu," ucap Davin meringis seperti menahan sesuatu. Ia semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Maura dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Maura, menghirup aroma tubuh Maura dalam-dalam.
"Om..ini..ini___" ujar Maura gelisah dipangkuan Davin.
"Biarkan seperti ini dulu..jangan bergerak gerak Maura, kamu membangunkannya.." ucap Davin meringis kala merasakan miliknya bangun. Refleks Maura membeku saat merasakan sesuatu dibawah sana menonjol. Tentu saja Ia tau itu apa, Ia bukanlah wanita polos yang tidak paham dengan masalah seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Nadia
kan sdh suruh Bela jaga toko kok masih tanya kapan datang dan di bilang Bella antar bunga😮😮😮
2024-08-06
3
Silvi Vicka Carolina
parah ....
2024-07-01
0
Meta Lia
heeeeem
2022-09-13
0