Bab 13 : Pulang lebih cepat

Pagi harinya, seperti biasa Maura disibukkan dengan aktivitas melayani pelanggan yang datang ke tokonya.

Ditengah kesibukannya, tampak seorang pria dengan stelan jasnya menggendong seorang anak kecil menghampiri Maura.

"Ekhemm.." Davin berdehem.

"Eh om Davin, Cecil.., kapan kalian datang?" tanya Maura yang terkejut melihat kedatangan Davin secara tiba-tiba.

"Baru saja..." balas Davin.

"Ayo om kita duduk di rumah saja," ujar Maura mengajak Davin masuk ke dalam rumahnya.

"Bella kakak titip toko sebentar ya," tukas Maura.

"Oke kak," balas Bella.

"Ayo silahkan duduk om, sebentar Maura akan buatkan minuman dulu," ujar Maura hendak pergi namun tangannya di tahan oleh Davin.

"Tidak perlu..om sebentar lagi akan pergi," pungkas Davin membawa Maura duduk di sofa.

"Om cuma mau minta tolong sama kamu. Tapi kalau semisal kamu tidak bisa, tidak apa-apa juga," ujar Davin.

"Minta tolong apa om.." balas Maura.

"Begini.., om ada urusan bisnis selama tiga hari ke luar kota. Jadi om ingin menitipkan Cecil padamu. Dia tidak mau ditinggal dengan pengasuhnya," tukas Davin.

"Ya sudah, biar Maura yang menjaganya om," ucap Maura.

"Terima kasih Maura, kalau begitu om pamit dulu ya.." ucap Davin menyerahkan Cecilia pada Maura.

"Daddy pergi ya sayang, jangan nakal sama mommy Maura ya .." ujar Davin memberi nasihat.

"Oke dad.." balas Cecilia. Sebelum pergi Davin mencium pipi Cecilia terlebih dahulu.

"Dad..mommy tidak di cium juga.." tanya Cecilia membuat keduanya terbelalak.

"Itu..daddy harus cepat pergi sayang..." ucap Maura, bagaimana pun juga hal itu tidak mungkin mereka lakukan.

"Cup...om pergi dulu," ucap Davin mengecup pipi Maura lalu pergi begitu saja, meninggalkan Maura yang terpaku ditempatnya. Davin tampak menyunggingkan senyumnya saat pergi. Tentu saja Ia memanfaatkan permintaan Cecilia. Dalam hatinya Iya berteriak senang karena putrinya itu seakan tau yang diinginkan daddynya.

"Apa Aku sedang bermimpi..." gumam Maura memegang pipinya yang sudah merona. Tanpa sadar sebuah senyuman terukir di bibirnya.

"Kenapa hatiku selalu bergetar hebat tiap kali Aku ada di dekatnya," batin Maura.

"Sayang...kita ke toko bunga mommy ya.." ucap Maura lalu dibalas anggukan oleh Cecilia, anak itu langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Maura.

"Cecil..." ucap Bella saat melihat Cecilia datang dengan Maura. Anak kecil itu tampak senang karena melihat Bella.

"Kapan Cecil datang kak?" tanya Bella karena disaat kedatang Davin, Ia sedang pergi mengantarkan pesanan.

"Pas kamu pergi mengantarkan pesanan bunga tadi.." balas Maura.

"Kak, biar Bella aja yang jaga toko. Kakak dirumah saja menjaga Cecilia," tukas Bella.

"Setidaknya kakak bisa membantu bantu sedikit sambil menjaga Cecil," ucap Maura.

***********

"Ting..tong..." saat Maura hendak tidur terdengar suara bel rumahnya berbunyi.

"Siapa yang datang bertamu di jam segini," batin Maura lalu berjalan menuju pintu rumahnya.

"Ceklek..." Maura membuka pintu dan melihat Davin yang berdiri tegak di depannya memegang jas nya yang sudah tidak terpasang lagi di badannya. Lengan bajunya digulung hingga sebatas sikunya dan dua kancing teratas bajunya terbuka membuatnya terkesan manly.

"Om..ke..kenapa om ada disini?" tanya Maura terbata.

"Memangnya tidak bisa?" tanya Davin mengangkat satu alisnya.

"Bu...bukan begitu. Maksudku bukankah seharusnya om pulang besok ya?" tanya Maura.

"Kamu tidak membiarkan ku masuk ke rumah mu?" tanya Davin.

"Eh, Si..silahkan om," ujar Maura.

"Pekerjaanku selesai lebih cepat, jadinya om pulang saja" tukas Davin menaruh tasnya dan jasnya diatas meja sofa.

"Apa om sudah makan, Maura akan menyiapkannya," ujar Maura berjalan mendekati Davin yang duduk di sofa.

"Akh...." pekik Maura saat Davin tiba-tiba menariknya hingga terjatuh dipangkuan Davin.

"Apa kamu sedang menggodaku hmm..." ucap Davin memeluk pinggang Maura yang menegang diatas pangkuannya. Maura tak sadar jika saat ini Ia hanya memakai gaun tidur berbahan satin dengan tali spaghetti. Hal itu mampu membuat sesuatu dalam diri Davin meronta ingin dibebaskan hanya kerena melihat tubuh Maura.

"O..om.., A..Aku tidak tau jika om yang datang," ujar Maura terbata. Ia tidak tau harus berbuat apa dengan posisi mereka yang seperti ini. Salahkan saja Davin yang bertamu di jam seperti ini. Maura mencoba bergerak tidak nyaman diatas pangkuan Davin.

"Shhh.., jangan bergerak-gerak seperti itu," ucap Davin meringis seperti menahan sesuatu. Ia semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Maura dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Maura, menghirup aroma tubuh Maura dalam-dalam.

"Om..ini..ini___" ujar Maura gelisah dipangkuan Davin.

"Biarkan seperti ini dulu..jangan bergerak gerak Maura, kamu membangunkannya.." ucap Davin meringis kala merasakan miliknya bangun. Refleks Maura membeku saat merasakan sesuatu dibawah sana menonjol. Tentu saja Ia tau itu apa, Ia bukanlah wanita polos yang tidak paham dengan masalah seperti itu.

Terpopuler

Comments

Nadia

Nadia

kan sdh suruh Bela jaga toko kok masih tanya kapan datang dan di bilang Bella antar bunga😮😮😮

2024-08-06

3

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

parah ....

2024-07-01

0

Meta Lia

Meta Lia

heeeeem

2022-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kembali
2 Bab 2 : Rumah Alice
3 Bab 3 : Mommy
4 Bab 4 : Serasa seperti ibu
5 Bab 5 : Hati bergetar
6 Bab 6 : Rumah Maura
7 Bab 7 : Mimpi
8 Bab 8 : Menggoda
9 Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10 Bab 10 : Cecil mau susu
11 Bab 11 : Mengantar Alice
12 Bab 12 : Tidak ada penolakan
13 Bab 13 : Pulang lebih cepat
14 Bab 14 : Alasan
15 Bab 15 : Daddy pulang
16 Bab 16 : Gagal bertiga
17 Bab 17 : Taman hiburan
18 Bab 18 : Menghubungi Alice
19 Bab 19 : Suara petir
20 Bab 20 : Terbayang
21 Bab 22 : Kejutan
22 Bab 21 : Ponsel berbunyi
23 Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24 Bab 23 : Suka Sama Kamu
25 Bab 24 : Jadian
26 Bab 25 : Jalan-jalan
27 Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28 Bab 27 : Membangunkan Maura
29 Bab 28 : Makin besar
30 Bab 29 : Serasa punya istri
31 Bab 30 : Masa lalu
32 Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33 Bab 32 : Menagih janji
34 Bab 33 : Beautiful and sexy
35 Bab 34 : Hadiah
36 Bab 35 : Kamar Davin
37 Bab 36 : Setuju
38 Bab 37 : Wedding day
39 Bab 38 : Mengganggu
40 Bab 39 : Nikmat bukan
41 Bab 40 : Membuat adik
42 Bab 41: Tanda merah
43 Bab 42 : Pregnant
44 Bab 43 : Manja
45 Bab 44 : Ingin memakanmu
46 Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47 Bab 46 : Khawatir
48 Bab 47 : Rumah sakit
49 Bab 48 : Menidurkan Devan
50 Bab 49 : End
51 Bab 50 : Extra part 1
52 Bab 51 : Extra part 2
53 Bab 52 : Extra part 3
54 Pengumuman
55 New Novel
56 Bab 54: Extra part 4
57 Bab 56: Extra part 5
58 Karya Baru
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 1 : Kembali
2
Bab 2 : Rumah Alice
3
Bab 3 : Mommy
4
Bab 4 : Serasa seperti ibu
5
Bab 5 : Hati bergetar
6
Bab 6 : Rumah Maura
7
Bab 7 : Mimpi
8
Bab 8 : Menggoda
9
Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10
Bab 10 : Cecil mau susu
11
Bab 11 : Mengantar Alice
12
Bab 12 : Tidak ada penolakan
13
Bab 13 : Pulang lebih cepat
14
Bab 14 : Alasan
15
Bab 15 : Daddy pulang
16
Bab 16 : Gagal bertiga
17
Bab 17 : Taman hiburan
18
Bab 18 : Menghubungi Alice
19
Bab 19 : Suara petir
20
Bab 20 : Terbayang
21
Bab 22 : Kejutan
22
Bab 21 : Ponsel berbunyi
23
Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24
Bab 23 : Suka Sama Kamu
25
Bab 24 : Jadian
26
Bab 25 : Jalan-jalan
27
Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28
Bab 27 : Membangunkan Maura
29
Bab 28 : Makin besar
30
Bab 29 : Serasa punya istri
31
Bab 30 : Masa lalu
32
Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33
Bab 32 : Menagih janji
34
Bab 33 : Beautiful and sexy
35
Bab 34 : Hadiah
36
Bab 35 : Kamar Davin
37
Bab 36 : Setuju
38
Bab 37 : Wedding day
39
Bab 38 : Mengganggu
40
Bab 39 : Nikmat bukan
41
Bab 40 : Membuat adik
42
Bab 41: Tanda merah
43
Bab 42 : Pregnant
44
Bab 43 : Manja
45
Bab 44 : Ingin memakanmu
46
Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47
Bab 46 : Khawatir
48
Bab 47 : Rumah sakit
49
Bab 48 : Menidurkan Devan
50
Bab 49 : End
51
Bab 50 : Extra part 1
52
Bab 51 : Extra part 2
53
Bab 52 : Extra part 3
54
Pengumuman
55
New Novel
56
Bab 54: Extra part 4
57
Bab 56: Extra part 5
58
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!