2 Minggu kemudian
Satu hari yang lalu Alice akhirnya kembali setelah menyelesaikan ujian semesternya. Ia juga sudah mengabari Maura dan mengundang Maura ke rumahnya. Hanya saja Maura tidak bisa datang semalam karena toko bunganya sangat ramai. Tapi ia sudah janji hari ini akan berkunjung kerumah Alice.
"Bella.., hari ini kita tutup lebih awal ya. Kakak ingin pergi ke rumah teman. Kakak sudah janji sore ini datang kerumahnya," ucap Maura menghampiri Bella.
"Baik kak," balas Bella. Mereka lalu merapikan kembali bunga-bunga yang ada disana sebelum tutup. Setengah jam kemudian pekerjaan mereka sudah selesai.
"Oh ya, ini ada makanan untuk kalian. Tadi kakak masak banyak. Sampaikan salam kakak pada ibu panti ya," ujar Maura memberikan rantang pada Bella.
"Terima kasih banyak kak. Bella akan sampaikan salam kakak pada ibu panti," balas Bella senang.
"Kalau begitu Bella pamit dulu kak," ujar Bella pamit pada Maura.
"Hati-hati dijalan," tukas Maura lalu dibalas dengan anggukan oleh Bella.
Setelah kepergian Bella, Maura langsung bergegas menuju kamar untuk bersiap-siap pergi ke rumah Alice. Ia berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Tak lama kemudian Maura sudah selesai mandi. Ia melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya dan memilih gaun kasual yang menurutnya nyaman untuk dipakai. Maura berjalan menuju meja rias untuk merapikan rambutnya dan memoles wajahnya dengan make-up natural. Merasa sudah rapi, ia lalu memesan taxi.
Setibanya di depan gerbang rumah Alice, Maura turun dari taxi dan menatap rumah besar dan megah yang ada dihadapannya. Tidak ada yang berubah dari bagian luar rumah tersebut sejak terakhir kali Ia datang kesana saat masih SMA. Alice memang sering mengajak Maura ke rumahnya saat daddynya bepergian karena urusan bisnisnya. Ia kesepian di rumah sehingga selalu mengajak Maura menginap di rumahnya. Alice sangat senang dan nyaman berteman dengan Maura ditambah lagi Maura memiliki sosok keibuan, maka dari itu Maura adalah sahabat satu-satunya sewaktu SMA.
Maura lalu menghampiri satpam yang ada disana.
"Pak, Alice nya ada di rumah kan?" tanya Maura.
"Nona Maura...bagaimana kabarnya. Nona tidak pernah lagi datang kesini. Nona Alice nya ada di rumah kok," ucap Satpam yang masih ingat dengan jelas wajah Maura yang dulu sering datang kerumah tuannya.
"Saya baik pak. Setelah lulus SMA, kelurga kami pindah ke rumah kakek, makanya Maura tidak pernah lagi datang kesini," ujar Maura.
"Kalau begitu saya masuk dulu ya pak," lanjut Maura.
"Silahkan Nona," balas satpam ramah.
"Bik, ada Alice di dalam?" tanya Maura pada salah satu pelayan di rumah Alice.
"Nona Alice ada di dalam kamarnya. Saya akan panggilkan Nona muda . Silahkan masuk dulu Nona" ucap pelayan ramah. Maura lalu masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ruang tamu.
Sembari menunggu Alice, Maura tampak sibuk membuka ponselnya untuk melihat media sosialnya. Tiba-tiba telinganya mendengar suara tawa yang kuat dari laki-laki dewasa dan juga suara anak kecil. Matanya berkelana mencari asal suara itu. Hingga netra nya menatap sosok pria yang sedang menggendong anak kecil menuju lift yang ada di rumah Alice. Maklumlah, keluarga Alice merupakan salah satu orang terkaya di kota mereka.
"Darimana mereka lewat? kenapa Aku tidak melihatnya tadi. Hmm..mungkin saja mereka dari ruangan lain tadi, hingga Aku tidak melihatnya. Tapi mereka siapa? Apa mungkin keluarga Alice ya," batin Maura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
ariasa sinta
14640
2022-05-15
0
Siti Solikah
seru
2022-05-10
0
NandhiniAnak Babeh
lanjuuut marathon dikit ya thor
2022-04-19
0