"Tolong siapkan makan siang untuk kami," ujar Davin pada pelayan yang ada di rumahnya.
"Baik Tuan, kami akan segera menyiapkannya," ucap pelayan lalu bergegas menuju dapur. Sementara itu Davin mengajak Maura untuk duduk di ruang tengah.
"Maura biarkan om mengantar Cecil ke kamarnya dulu," ujar Davin.
"Tidak usah om, biar Maura gendong saja. Toh sebentar lagi kita akan makan, jadi Cecil harus dibangunkan," balas Maura.
"Ya sudah, terserah kamu saja. Om hanya tidak ingin kamu kecapean menggendong Cecil terus," pungkas Davin.
"Tidak apa-apa kok om," tukas Maura.
"Dia manja banget sama kamu," ujar Davin menatap putrinya yang sedang tidur.
"Oh lihatlah mulutnya yang selalu terbuka jika sedang tidur," lanjut Davin terkekeh.
"Tapi Dia sangat imut kalau tidur seperti itu om," ucap Maura mencium bibir mungil Cecil.
"Tuan makanannya sudah siap," ujar pelayan menghampiri mereka. Tak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menyiapkan makanan, karena ada banyak pekerja di rumah Davin.
"Maura ayo kita makan dulu..." ajak Davin
"Baik om," ucap Maura.
Maura mengambil posisi duduk tepat di depan Davin. Makanan sudah terhidang di depan mereka. Maura lalu membangunkan Cecilia untuk makan siang.
"Sayang....Cecil..ayo bangun, waktunya makan siang nak," ucap Maura lembut menepuk nepuk pelan pipi Cecilia. Anak itu sedikit menggeliat namun tetap tidur.
"Cup..cup..cup..ayo bangun sayang.." ujar Maura mendaratkan ciumannya di pipi Cecil bertubi-tubi. Anak itu menggeliat lagi lalu mengucek matanya mencoba menetralkan penglihatannya.
"Mommy..." ucap Cecilia tersenyum saat melihat Maura saat membuka matanya.
"Iya sayang..ayo bangun. Kita makan siang dulu ya," pungkas Maura.
"Cecil mau dicuapi mom.." ujar Cecilia.
"Tentu saja sayang..mommy akan menyuapi mu," balas Maura sembari mengaduk aduk makanan Cecil agar cepat dingin. Semua itu tak luput dari pandangan Davin.
"Gimana tidak jatuh cinta coba melihatnya seperti itu," batin Davin senyum-senyum sendiri.
"Om...." panggil Maura.
"Om.." ucapnya lagi sedikit lebih keras.
"Eh..ya..ada apa.." pungkas Davin tersadar dari lamunannya.
"Kenapa belum makan om?.." tanya Maura.
"Iya ini om mau makan kok," pungkas Davin membawa sendok yang berisi makanan kedalam mulutnya.
*********
"tok...tok..tok.." Maura mengetuk pintu kamar Davin.
"Masuk.." ucap Davin dari dalam kamarnya. Dengan pekan Maura membuka pintu dan melihat Davin yang baru saja selesai mandi dan mengenakan baju rumahan miliknya.
"Om Maura pulang dulu ya.." ucap Maura. Ia sudah menidurkan Cecil terlebih dahulu sebelum Ia izin untuk pulang.
"Biar om yang mengantarmu pulang" ujar Davin mengambil kunci mobilnya.
"Tidak perlu repot-repot om. Maura pulang sendiri saja," ucap Maura.
"Tidak ada penolakan Muara, om akan mengantar mu," pungkas Davin. Kalau sudah begini Maura tidak mungkin menolaknya lagi. Akhirnya Maura pulang ke rumahnya diantar oleh Davin.
"Kamu tinggal bersama orang tuamu?" tanya Davin sambil mengemudi.
"Tidak om, dulu orang tuaku memang pernah tinggal disini sampai Aku kelas 3 SMA. Tapi setelah lulus, kakek sakit parah hingga akhirnya kami pindah ke rumah kakek. 3 tahun kemudian Aku kembali lagi ke kota ini dan membuka toko bunga sendiri. Daddy dan mommy tetap tinggal bersama kakek" ujar Maura.
"Jadi kamu tinggal sendirian ya.." lanjut Davin.
"Iya om.." balas Maura. Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Maura.
"Om tidak singgah dulu.." tawar Maura pada Davin.
"Lain kali saja..Aku takut kamu tidak bisa berjalan besok" ujar Davin pelan diakhir kalimatnya.
"Om bilang apa barusan," tanya Maura memperjelas.
"Om takut nanti Cecil bangun, jadi om langsung pulang saja," ujar Davin tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, hati hati dijalan om," ujar Maura membuka pintu mobil.
"Oke, bye..om pulang dulu," balas Davin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
mery harwati
Haish Davin, Maura gak bisa jalan kamu apain? Kamu siksa ya? 😂
2024-10-28
0
Silvi Vicka Carolina
beda 20 taun ama om ya
2024-07-01
0
Riska Desi
si om suka ceplas celpos klo ngomong
2024-04-16
0