Bab 12 : Tidak ada penolakan

"Tolong siapkan makan siang untuk kami," ujar Davin pada pelayan yang ada di rumahnya.

"Baik Tuan, kami akan segera menyiapkannya," ucap pelayan lalu bergegas menuju dapur. Sementara itu Davin mengajak Maura untuk duduk di ruang tengah.

"Maura biarkan om mengantar Cecil ke kamarnya dulu," ujar Davin.

"Tidak usah om, biar Maura gendong saja. Toh sebentar lagi kita akan makan, jadi Cecil harus dibangunkan," balas Maura.

"Ya sudah, terserah kamu saja. Om hanya tidak ingin kamu kecapean menggendong Cecil terus," pungkas Davin.

"Tidak apa-apa kok om," tukas Maura.

"Dia manja banget sama kamu," ujar Davin menatap putrinya yang sedang tidur.

"Oh lihatlah mulutnya yang selalu terbuka jika sedang tidur," lanjut Davin terkekeh.

"Tapi Dia sangat imut kalau tidur seperti itu om," ucap Maura mencium bibir mungil Cecil.

"Tuan makanannya sudah siap," ujar pelayan menghampiri mereka. Tak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menyiapkan makanan, karena ada banyak pekerja di rumah Davin.

"Maura ayo kita makan dulu..." ajak Davin

"Baik om," ucap Maura.

Maura mengambil posisi duduk tepat di depan Davin. Makanan sudah terhidang di depan mereka. Maura lalu membangunkan Cecilia untuk makan siang.

"Sayang....Cecil..ayo bangun, waktunya makan siang nak," ucap Maura lembut menepuk nepuk pelan pipi Cecilia. Anak itu sedikit menggeliat namun tetap tidur.

"Cup..cup..cup..ayo bangun sayang.." ujar Maura mendaratkan ciumannya di pipi Cecil bertubi-tubi. Anak itu menggeliat lagi lalu mengucek matanya mencoba menetralkan penglihatannya.

"Mommy..." ucap Cecilia tersenyum saat melihat Maura saat membuka matanya.

"Iya sayang..ayo bangun. Kita makan siang dulu ya," pungkas Maura.

"Cecil mau dicuapi mom.." ujar Cecilia.

"Tentu saja sayang..mommy akan menyuapi mu," balas Maura sembari mengaduk aduk makanan Cecil agar cepat dingin. Semua itu tak luput dari pandangan Davin.

"Gimana tidak jatuh cinta coba melihatnya seperti itu," batin Davin senyum-senyum sendiri.

"Om...." panggil Maura.

"Om.." ucapnya lagi sedikit lebih keras.

"Eh..ya..ada apa.." pungkas Davin tersadar dari lamunannya.

"Kenapa belum makan om?.." tanya Maura.

"Iya ini om mau makan kok," pungkas Davin membawa sendok yang berisi makanan kedalam mulutnya.

*********

"tok...tok..tok.." Maura mengetuk pintu kamar Davin.

"Masuk.." ucap Davin dari dalam kamarnya. Dengan pekan Maura membuka pintu dan melihat Davin yang baru saja selesai mandi dan mengenakan baju rumahan miliknya.

"Om Maura pulang dulu ya.." ucap Maura. Ia sudah menidurkan Cecil terlebih dahulu sebelum Ia izin untuk pulang.

"Biar om yang mengantarmu pulang" ujar Davin mengambil kunci mobilnya.

"Tidak perlu repot-repot om. Maura pulang sendiri saja," ucap Maura.

"Tidak ada penolakan Muara, om akan mengantar mu," pungkas Davin. Kalau sudah begini Maura tidak mungkin menolaknya lagi. Akhirnya Maura pulang ke rumahnya diantar oleh Davin.

"Kamu tinggal bersama orang tuamu?" tanya Davin sambil mengemudi.

"Tidak om, dulu orang tuaku memang pernah tinggal disini sampai Aku kelas 3 SMA. Tapi setelah lulus, kakek sakit parah hingga akhirnya kami pindah ke rumah kakek. 3 tahun kemudian Aku kembali lagi ke kota ini dan membuka toko bunga sendiri. Daddy dan mommy tetap tinggal bersama kakek" ujar Maura.

"Jadi kamu tinggal sendirian ya.." lanjut Davin.

"Iya om.." balas Maura. Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Maura.

"Om tidak singgah dulu.." tawar Maura pada Davin.

"Lain kali saja..Aku takut kamu tidak bisa berjalan besok" ujar Davin pelan diakhir kalimatnya.

"Om bilang apa barusan," tanya Maura memperjelas.

"Om takut nanti Cecil bangun, jadi om langsung pulang saja," ujar Davin tersenyum.

"Baiklah kalau begitu, hati hati dijalan om," ujar Maura membuka pintu mobil.

"Oke, bye..om pulang dulu," balas Davin.

Terpopuler

Comments

mery harwati

mery harwati

Haish Davin, Maura gak bisa jalan kamu apain? Kamu siksa ya? 😂

2024-10-28

0

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

beda 20 taun ama om ya

2024-07-01

0

Riska Desi

Riska Desi

si om suka ceplas celpos klo ngomong

2024-04-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kembali
2 Bab 2 : Rumah Alice
3 Bab 3 : Mommy
4 Bab 4 : Serasa seperti ibu
5 Bab 5 : Hati bergetar
6 Bab 6 : Rumah Maura
7 Bab 7 : Mimpi
8 Bab 8 : Menggoda
9 Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10 Bab 10 : Cecil mau susu
11 Bab 11 : Mengantar Alice
12 Bab 12 : Tidak ada penolakan
13 Bab 13 : Pulang lebih cepat
14 Bab 14 : Alasan
15 Bab 15 : Daddy pulang
16 Bab 16 : Gagal bertiga
17 Bab 17 : Taman hiburan
18 Bab 18 : Menghubungi Alice
19 Bab 19 : Suara petir
20 Bab 20 : Terbayang
21 Bab 22 : Kejutan
22 Bab 21 : Ponsel berbunyi
23 Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24 Bab 23 : Suka Sama Kamu
25 Bab 24 : Jadian
26 Bab 25 : Jalan-jalan
27 Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28 Bab 27 : Membangunkan Maura
29 Bab 28 : Makin besar
30 Bab 29 : Serasa punya istri
31 Bab 30 : Masa lalu
32 Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33 Bab 32 : Menagih janji
34 Bab 33 : Beautiful and sexy
35 Bab 34 : Hadiah
36 Bab 35 : Kamar Davin
37 Bab 36 : Setuju
38 Bab 37 : Wedding day
39 Bab 38 : Mengganggu
40 Bab 39 : Nikmat bukan
41 Bab 40 : Membuat adik
42 Bab 41: Tanda merah
43 Bab 42 : Pregnant
44 Bab 43 : Manja
45 Bab 44 : Ingin memakanmu
46 Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47 Bab 46 : Khawatir
48 Bab 47 : Rumah sakit
49 Bab 48 : Menidurkan Devan
50 Bab 49 : End
51 Bab 50 : Extra part 1
52 Bab 51 : Extra part 2
53 Bab 52 : Extra part 3
54 Pengumuman
55 New Novel
56 Bab 54: Extra part 4
57 Bab 56: Extra part 5
58 Karya Baru
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 1 : Kembali
2
Bab 2 : Rumah Alice
3
Bab 3 : Mommy
4
Bab 4 : Serasa seperti ibu
5
Bab 5 : Hati bergetar
6
Bab 6 : Rumah Maura
7
Bab 7 : Mimpi
8
Bab 8 : Menggoda
9
Bab 9 : Jangan dekat-dekat
10
Bab 10 : Cecil mau susu
11
Bab 11 : Mengantar Alice
12
Bab 12 : Tidak ada penolakan
13
Bab 13 : Pulang lebih cepat
14
Bab 14 : Alasan
15
Bab 15 : Daddy pulang
16
Bab 16 : Gagal bertiga
17
Bab 17 : Taman hiburan
18
Bab 18 : Menghubungi Alice
19
Bab 19 : Suara petir
20
Bab 20 : Terbayang
21
Bab 22 : Kejutan
22
Bab 21 : Ponsel berbunyi
23
Bab 22 : Kedatang Alice tiba-tiba
24
Bab 23 : Suka Sama Kamu
25
Bab 24 : Jadian
26
Bab 25 : Jalan-jalan
27
Bab 26 : Hanya ada kamu seorang
28
Bab 27 : Membangunkan Maura
29
Bab 28 : Makin besar
30
Bab 29 : Serasa punya istri
31
Bab 30 : Masa lalu
32
Bab 31 : Dasar tukang cemberut
33
Bab 32 : Menagih janji
34
Bab 33 : Beautiful and sexy
35
Bab 34 : Hadiah
36
Bab 35 : Kamar Davin
37
Bab 36 : Setuju
38
Bab 37 : Wedding day
39
Bab 38 : Mengganggu
40
Bab 39 : Nikmat bukan
41
Bab 40 : Membuat adik
42
Bab 41: Tanda merah
43
Bab 42 : Pregnant
44
Bab 43 : Manja
45
Bab 44 : Ingin memakanmu
46
Bab 45 : Kamu mengintip ya?
47
Bab 46 : Khawatir
48
Bab 47 : Rumah sakit
49
Bab 48 : Menidurkan Devan
50
Bab 49 : End
51
Bab 50 : Extra part 1
52
Bab 51 : Extra part 2
53
Bab 52 : Extra part 3
54
Pengumuman
55
New Novel
56
Bab 54: Extra part 4
57
Bab 56: Extra part 5
58
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!