Tragedi kamar mandi

Setelah seharian aku habiskan waktuku bersama dengan mas Dido di cafe, aku pun pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang karna aku balik masih dalam waktu yang bisa dibilang masih sore dan jalanan juga masih rame orang berlalu lalang dan mondar mandir di jalanan.

Sesampaiya di rumah sudah pukul 20.30 malam, tapi baik mas Bram atau pun bak Monica masih belum pulang. Aku menghubungi mas Bram untuk menanyakan apakah mau dimasakkan atau tidak, tapi kata mas Bram agar aku tak perlu masak karna nanti mau pulang bawah makanann dari luar.

Aku yang menunggu mereka pulang tak terasa tertidur, dan saat aku terbangun karna bunyi hp, dan saat ku lirik jam di meja sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dan ternyata mereka sudah pulang tapi tak membangunkan aku yang lagi tertidur di sofa depan tv.

"Ya Allah sudah malam sekali, mau makan juga uda kemaleman, tau gitu tadi sebelum pulang aku makan dulu atau bikin mie instan" gerutuku yang melihat makanan di atas meja makan. Aku menyimpan semua makanan itu dalam lemari es, dan aku kembali kekamarku.

"Assalamu'alaikum Om, maaf tadi Dinda uda tidur Om. Ada apa ya Om kok tumben telpon Dinda malam-malam begini?" tanyaku setelah telponku tersambung dengan Om Bambang.

"Ya, wa'alaikumsalam sayang. Maaf Om telon kamu malam-malam, karna hp Bram gak bisa dihubungi. Ini tadi Om melihat ada orang jatuh dan ternyata itu papa mertua kamu. Jadi kalo bisa besok kamu lihat mertua kamu, emang gak parah tapi sepertinya dia terkilir. Om sudah mengantarkannya berobat dan pulang, kamu bilang sama Bram juga. Sudah sekarang kamu istirahat sana karna sudah malam" kata Om Bambang panjang lebar memberi tahu aku tentang mertuaku.

Pagi itu setelah aku selesai memanaskan makanan, aku langsung naik untuk membangunkan mas Bram yang sudah jam 6 pagi masih juga belum kelihatan batang hidungnya.

Sekitar 1 menit aku mengetuk pintu kamar mas Bram, akhirnya mereka bangun dan membukain pintu. Mereka masih terlihat kusut pasti baru saja bangun pikirku dalam hati.

"Maaf mas, Dinda mau ke rumah mama. Karna semalam Om Bambang telpon katanya Papa jatuh, Dinda mau melihatnya. Dan makanannya uda Dinda panasin, kalo gitu Dinda pergi dulu mas" kataku pada mas Bram yang baru saja bukain pintu.

"Assalamu'alaimum mas" ucap salamku sambil mencium punggung tangan mas Bram, dan aku langsung melangkah turun dan segera pergi ke rumah mertuaku.

Dalam perjalanan aku mampir ke kedai makan untuk sarapan dan membeli buah untuk mertuaku. Dan setelah sampai di rumah mertuaku aku melihat mama dan papa mertuaku ada tamu.

"Assalamu'alaikum" salamku saat sampai di depan pintu rumah mertuaku, dan kulihat mereka sedang mengobrol sama tamu mereka yang ternyata tukang urut yang sedang memijit kaki papa mertuaku.

"Wa'alaikusalam, loh sayang kok sudah nyampek sini pagi-pagi" jawab mama mertuaku yang terkejud milihatku sudah berdiri di depan pintu.

"Iya ma, semalem Om Bambang telpon Dinda katanya papa lagi ada musibah. Makannya Dinda langsung kesini. Apa papa ndak apa-apa ma?" kataku sambil melihat keadaan papa mertuaku yang sedang dipijit.

"Papa gak papa kok, cuma terkilir saja. Kemaren emang ketemu sama Bambang dan dianter ke klinik, orang gak apa-apa kok dibawah ke klinik" katanya sambil nahan sakit karna dipijit

"Papa kok bisa jatuh, ceritanya giman Pa? Papa jatuh sendiri atau tabrakan sama orang lain." tanyaku yang merasa penasaran.

"Jatuh sendiri, karna menghindari kucing yang tiba-tiba lewat menyebrang jalan" jawanya sambil meringis-meringis nahan sakitnya.

"Papamu kan emang gitu kalo naik motor ngebut, disuruh bawah mobil aja gak mau. Orang kalo motoran gak pernah bener" kata mama mertuaku dengan nada kesal sama kelakuan suaminya.

"Lah wong perginya deket ngapain bawah mobil ma?" jawabnya sambil memelas pada istrinya yang lagi marah.

Tak terasa perbincanganku sama mertuaku ternya sudah Lama, dari jam 8 pagi sampai siang hari.

Gedubrak brak...

"Aduh.!" pekik seseorang yang terjatuh di dalam kamar mandi yang aku sedang mandi, karna mau sholat dhuhur

"Loh mas Bram ngapain duduk di situ?" tanyaku yang melihat suamiku itu tersungkur di lantai kamar mandi.

Aku mengambil handuk dan ku lilitkan di tubuhku, lalu ku bantu suamiku bangun dan ku suruh dia keluar. Setelah mas Bram keluar aku menutup pintu kamar mandi lagi dan kalian ini aku menguncinya, dan ku lanjutkan aktifitas mandiku yang belum selesai.

Bram

30 menit sebelum kejadian

"Assalamu'alaikum Ma, Pa. Kenapa kok gak ngabarin Bram, kalo papa lagi sakit. Bagaiman kejadiannya Pa?" tanyaku pada orang tuaku, yang kulihat papaku lagi duduk selonjoran, sadangkan mamaku lagi makan camilan di sebelah papa.

"Wa'alaikumsalam. Emangnya kenapa? Kamu kan sibuk banget sama istri mudamu itu" jawab papaku

"Pa jangan bilang begitu Pa, dia adalah istri Bram juga" kataku membela

"Ya, papamu kan benar istri mudamu Bram, apanya yang salah?" sambung mamaku

Aku terdiam dengan kata-kata orang tuaku, karna sebenarnya yang mereka katakan gak ada salahnya juga, tapi aku gak mau mereka membanding-bandingkan kedua istriku.

"Lagian kamu kesini apa gak sibuk kamu? Kalo sibuk gak usah dipaksakan Bram, papa juga gak mau maksa kamu untuk kesini kok"

Entah kenapa kata papaku itu begitu menusuk dan seolah aku tak memperhatikan mereka, padahal aku selalu kesini setiap minggunya sama Monica, hanya saja mereka tak menerima kedatangan kami. Mungkin karna aku tak pernah membawah Dinda, jadi itu yang membuat mereka marah.

"Oh iya ma, bukankah tadi pagi Dinda kesini? Apa dia sudah peegi kerja" tanyaku karna aku tak melihat Dinda dan juga mobilnya

"Iya, dan buah yang kamu makan itukan darinya. Dia ada di dalam, mungkin lagi sholat" jawab mamaku

"Oh, Bram tak melihat mobilnya di depan" katanyaku sedikit bingung

"Mobil istrimu ada didalam, tadi dia bilang katanya mau menginap di sini" jawab papaku

"Ya sudah Bram masuk mau sholat dulu" aku beranjak ke dalam dan mau ke kamar mandi.

"Sholat di bawah saja, aku mau ke kamar mandi bawah juga biar gak capek naik turun" aku berjalan ke kamar mandi dengan tergesah-gesah karna uda kebelet.

"Deg, apa itu!?" aku perpaling dan mau keluar kamar mandi, karna tanpa sengaja aku melihat Dinda yang lagi mandi

Ooh

Tak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati cintamu (cintamu)

Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu

Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu

Aku bernapas untukmu, percayalah padaku

Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia

Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku

"Tunggu, kenapa aku menghindar, bukankah dia juga istriku. Dan dia juga halal untukku" gerutuku dalam hati, dan aku balik lagi masuk.

Aku yang ingin masum lagi ke kamar mandi dan melihat Dinda yang sedang mandi sambil bernyanyi malah terpeleset dan jatuh.

"Aduh.!" pekikku menahan sakit yang terjatuh karna terpeleset.

"Loh mas Bram ngapain duduk di situ?" kata Dinda dengan santai bertanya padaku yang sudah basah kuyup.

Ku lihat dia berjalan ke arahku, dia mengenakan handuk yang dililit di tubuhnya, dan membantuku berdiri, setelah aku berdiri dan keluar dari kamar mandi, Dinda balik ke dalam dan mengunci pintunya.

"Loh Bram, kenapa kok kamu basah kuyup begitu?" Tanya mamaku yang menatap aku dengan bingung

"Gak papa kok ma, tadi Bram kepeleset saja" aku langsung pergi ke kamarku di lantai dua, dengan tertatih karna kakiku terasa sakit saat dipakek berjalan.

"Ya Allah Bram, apa kamu gak apa-apa, tertatih begitu. Nanti mama panggilkan tukang urut yang tadi pagi ngurut kaki papamu" kata mama khawatir melihat aku yang tertatih dan sulit untuk jalan.

Saat sampai di kamar aku justru teringat sama pamandangan yang baru saja aku lihat, tubuh putih mulus, rambut hitam yang tergerai lurus dan basah, wajah tirus nan menawan.

"Masya Allah, apa yang sedang aku pikirkan sih, kenapa aku jadi memikirkan Adinda yang sedang mandi. Tapi dia lucu, mandi sambil bersenandung di bawah air shower dan melenggok-lenggokkan tubuhnya" aku berbicara sendiri dan tersenyum mengingat kelakuannya.

Setelah selesai mandi dan sholat dengan bersusahpaya karna kakiku semakin sakit, aku melihat mama masuk untuk mengambil baju kotorku yang basah kuyup tadi.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

jelas, bram nggak pernah membawa dinda ke rumah orangtuanya. bram kan nggak mau dinda yg jadi iatrinya, jadi nggak mau ke mana mana sama dinda.

2023-03-14

0

Arsuni Gustaf

Arsuni Gustaf

aduh...jangan sampai deh..dinda disentuh bram....rugi sekali.

2022-12-14

1

Diah Ratna

Diah Ratna

segera cerai,dinda

2022-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!