Pengakuan

Setelah berhasil menyelesaikan misiku untuk acara penembakan mas Didi kepada kekasihnya selesai dan aku juga selesai menyanyikan lagu. Aku langsung mengumumkan kalo khusus hari ini aku memberikan minuman favorit resto ini dengan geratis sebagai perayaan ucapan selamat atas hari jadi manager resto ini dan kekasihnya yang sedang berbahagia. Dan aku pun ikut bergabung dengan mas Didi dan kekasihnya yang sedang berbahagia, kami mengobrol dan tertawa bersama sampai akhirnya ada seseorang yang menegur ku dan membuyarkan obrolan kami, kami pun melihat ke arah suara yang menegurku tadi bersamaan. "Mex...?" kataku yang terkejud ternyata orang yang menegurku adalah mexca, dia sudah berdiri di belakangku dengan senyum manisnya.

Setelah teguran mex itu membuat mas Didi yang sedikit posesif pada ku dia tiba-tida berdiri dan berpindah menghalangi aku dan mex. "Maaf anda siap?" Tanya mas didi pada mex dengan nada yang menyelidik. "Harusnya aku yang tanya siap anda, dan ada hubungan apa anda dengan dinda" kata mex dengan dingin. Mendengar itu aku dan kekasih mas Didi saling pandang, seolah sama-sama tau apa yang harus kami lakukan, kami pun berdiri bersamaan, dia memegangi mas Didi sedangkan aku menepuk mexca. "Dia adalah kakak ku". "Dia adalah adik ku" ucap ku dan mas Didi berbarengan dan alhasil itu membuat mexca lagsung memohon maaf pada mas Didi.

Setelah teragedi singkat itu kami pun duduk bersama dan berbincang bersama. Ku lihat mas Didi dan Mex sangat nyambung dalam pembicaraan mereka, mulai dari soal bisnis dan game mereka terlihat seperti sudah saling kenal sangat Lama. "Mex kamu sering datang ke cafe ini? Sekali-sekali datanglah ke resto kami juga, disana kamu akan suka karna kamu akan disuguhkan dengan nuansa dan suasana yang berbeda dari yang laennya" kata mas Didi menawarkan mexca untuk datang ke resto kami. "Tentu saja, saya sudah pernah kesana sekali. Dan akan sering kesana nanti" jawan mexca dengan sangat senang. Sedangkan aku dan kekasih mas Didi hanya bisa merhatikan mereka saja yang sedang asyik ngobrol.

Setelah obrolan yang meneyenangkan itu akahirnya mas Didi dan kekasihnya pamit, tinggal aku dan mexca. "Din jadi dia itu adalah kakak mu ya? Maaf tadi aku tak tau, aku sempat kesal padanya tadi karna salah paham" kata mexca padaku seperginya mas Didi. "Iya, dia adalah anak dari Om Bambang asisten ayahku dulu. Emangnya kenapa kamu kok salah paham sama mas Didi?" kataku sambil bertanya bingung padanya. "Karna kemaren aku melihat mu sama dia di jalan dan sedang berbincang dengan sangat akrb, tapi hari ini dia menyatakan cintanya pada wanita laen" jelas mexca pada ku dengan menunduk karna malau sudah salah paham sama hubungan ku dan mas Didi.

Kedatangan mas Didi dan juga mexca yang menemani ku, sejenak menghilangkan rasa sedihku karna mas Bram. "Din, kenapa dari tadi ku perhatikan kamu seperti sedang gelisah?" Tanya mexca pada ku dan itu membuyarkan lamunan ku. "Tidak papa, aku hanya capek saja" jawabku sambil senyum. "Jangan bohong, karna kamu gak pandai berbohong" jawab mexca sambil memegang dagu ku yang sontak membuat ku terkejud dan sepontan menghindar. "Maaf aku tidak bermaksud lancang, aku hanya ingin menghiburmu" kata mexca dengan raut wajah bersalah. "Maaf, tidak papa. aku juga tadi sepontan karna kaget" jawabku yang merasa sedikit bersalah.

Setelah itu kami berdua jadi diem dan merasa canggung. Kami sibuk dengan urusan kami masing-masing, aku menundukkan kepala karna merasa malu yang tadi tiba-tiba menghindar dari mexca. "Din, maaf sebenarnya aku gak suka kalo lihat wajahmu yang ditekuk begitu, aku lebih suka kamu yang selalu ceria" kata-kata mexca memecah kegeningan. "Maksud kamu apa?" jawabku yang merasa bingung dengan kata-kata mexca, aku takut salah paham dan salah tangkap dengan maksudnya. "Tidak papa, aku hanya ingin selalu bisa membuatku bahagia dan ingin selalu berada di sisimu saja din, apakah itu salah?" jawab mexca penuh dengan keyakinan. "Maaf tapi aku tak bisa" jawab ku singkat. "Aku tau, karna kita beda keyakinan. Aku bisa mengikuti mu din jika kamu mau, aki siap melakukan apa saja untuk mu" jawab mexca seraya meyakinkan aku. "Maaf, itu semua tak masalah bagi ku, tapi..." aku terdiam sejenak. "Kenapa din, tapi apa?" jawab mexca penasaran. "Ya, walo kamu sekeyakinan dengan ku, aku juga tidak akan bisa menerima mu, karna aku sudah menikah" jawabku, dan sepontan itu membuat raut wajah mexca berubah jadi sedih, terlebih saat kutunjukkan foto pernikahanku dengan mas Bram.

Aku menatap wajah sendu mexca yang entah kenapa aku jadi merasa bersalah seolah aku telah menghianati cintanya pada ku. Sedikit aneh emang tapi jadi lucu, Entah mungkin karna kami selalu dekat jadi ada perasaan yang aneh yang ku rasakan saat melihat wajahnya yang ditekuk sedih. Setelah berbincang secara canggung aku dan mexca pun berpisah saat ada telpon yang menghubungi dia dan mengharuskan dia cepat datang kelokasi.

Setelah kepergian mexca ada rasa nyeri di hati ku yang sulit untuk ku artikan. "Ya Allah apa yang aku rasakan ini? Ini salah dan gak benar. Ayo din kamu harus sadar kamu sudah menikah" gerutu ku dalam hati sepeninggal mexca. Setelah itu aku pun juga pergi, dan kembali ke rumah ku.

Mexca

"Ya, walo kamu sekeyakinan dengan ku, aku juga tetap tidak bisa menerima mu, karna aku sudah menikah". Kata-kata dinda terngiyan di ingatan mexca, dan itu membuat dia frustasi.

"Aaaaarrgg.! Sial, sial, sial. Kenapa...! Kenapa aku bisa keduluan. Siapa pria itu? Kamu benar-benar begok mex, kamu gak guna, kamu bodoh" cercahku dan ku maki diriku sendiri yang tak bisa mendapatkan gadis yang ku cintai.

Bandara LA

Ckiiiiiitt... Kres

"Aaaah.! Ya hancur". teriak seorang gadis. "Aduh bagaimana ini?" kata faris asistenku yang membuat ku terkejud karna dia mengirem dadakan dan berguman."Ada apa ris?" tanyaku heran. "Itu bos ada seorang gadis yang hampir saja terserempet" Katanya dengan panik. Ku lihat ada seorang gadis berambut panjang yang sedang jongkok di bawah mobil ku. Tapi belum juga aku sempat melihatnya dengan cermat dia sudah lari sepertinya dia sedang terburu-buru. Dan ku lihat Faris membawah sebuah ponsel yang sudah hancur dan dia bilang kalo ponsel itu milik gadis yang tadi lari. "Ganti jika ketemu sama dia" kataku singkat.

Setelah 1 minggu Faris membeli ponsel dengan model yang sama persis, dan dia juga sudah memperbaiki ponsel yang rusak, walo tak bisa diperbaiki secara utuh tapi ponsel itu bisa dibuka. Ku lihat isi galerinya dan entak kenapa aku merasa tertarik dengan gadis cantik yang ada dinponsel itu, sampai tanpa sengaja aku bertemu lagi dengan dia, tapi dia telah mengenakan jilbab, namun aku tetap mengenalinya karna wajahnya seolah telah terpatri di dalam hati dan ingatan ku.

Saat ini

Setelah meneriakkan rasa kesalku dalam hati, aku pun kembali ke rumah. Pikiranku sungguh tak tenang, aku terus saja gelisah seolah akan terjadi sesuatu entah apa itu. Rasa gelisah ku yang tak kunjung menghilang membuatku frustasi, dan aku memutuskan bekerja sendiri, aku mengatasi semua pekerjaan bahkan untuk perjalanan bisnis kulakukan sendiri. Aku keluar kota dengan ditemani Faris, 1 minggu aku berada di kota Bandung, 2 minggu di Malang, dan tetus berpindah untuk melihat dan mengecek sendiri semua cabang perusahaan, hingga tak terasa sudah 2 bulan aku sibuk dan tak berjumpa dengan Adinda, bahkan tak menelponnya sama sekali.

Aku menepis rasa rindu yang memenuhi dadaku, ku lawan semua perasaan yang menyesakkan itu. Ku habiskan semua waktu ku dengan bekerja dan bekerja. Sehingga perbuatan ku itu membuat mama dan keluargaku merasa kasihan dan bertanya pada ku tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ku akhir-akhir ini. Tapi aku tak menceritakan yang sebenarnya pada mereka karna aku gak mau kalo mama ku tau tentang masalah ku.

Pagi itu Faris menghubungiku dan mengatakan pada ku kalo ada masalah dengan cabang yang ada di Bandung, dan aku memutuskan untuk mengatasi dan menyelesaikan sendiri, karna jika aku tak ada kerjaan maka pikiranku akan terus tertujuh pada Adinda. Jadi aku selalu menyibukkan diri untuk memberi waktu pada diriku untuk menetralkan perasaanku pada Adinda, ya walo tak bisa hilang sepenuhnya setidaknya aku bisa menerima kalo dia telah bersuami dan menjadi milik orang lain.

Terpopuler

Comments

❣@Sha_Putrie❣

❣@Sha_Putrie❣

ceritanya menarik thor,tapi banyak sekali typo ya

2022-03-26

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

semoga mex sm adinda nikah thooor

2021-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!