Pernikahan

Om Bambang : "Halo Dinda kamu dimana sekarang?"

Dinda : "Ya Om halo, Dinda lagi di resto. Apa ada hal yang penting Om?"

Om Bambang : "Cepat pulanglah ada sesuatu yang harus dibicarakan, tapi bukan hal buruk jadi kamu tak usah tergesah-gesah pelan-pelan saja menyetirnya

Dinda : "Baiklah Om, Dinda langsung pulang sekarang

Setelah mengangkat telon dari Om Bambang aku ijin pada pegaweku untuk segerah pulang, karna ku yakin itu adalah kabar yang penting karna dari nada bicaranya sudah kedengaran kalo bukan kabr yang biasa saja.

Setelah sampai di rumah ku, aku terkejud kenapa semua orang berkumpul di rumah ku. Ada Om Bambang, tante Anik dan om Anton, serta mas Bram yang terlihat raut wajahnya sedikit kesal.

"Assalamu'alaikum" salamku pada semuanya saat aku memasuki rumah ku. Dan di sambut dengan jawaban salam dari semua orang yang ada disitu.

Pokok masalah dan pembahasan malam itu adalah hari ditetapkannya pernikahan ku dengan mas Bram. Rupanya semuanya sudah disiapkan oleh tante Anik dan om Anton, aku yang berusaha untuk mengatakan pendapat supaya semuanya dikembalikan pada mas Bram selaku orang yang akan menikahiku malah di elak oleh mas Bram agar aku tak pempersulit jalannya hal yang sudah ditetapkan dan direncanakan. Mendengar itu aku menerima dan mencoba untuk mengerti dan menjalani semuanya.

Ting tong...

"Dinda kok tumben kesini? Biasanya lewat telpon saja. Ayo masuk" tegur om Eko yang melihat ku berdiri didepan pintu rumahnya. "Apakah aku dilarang datanga om Eko?" jawabku sambil berjalan masuk.

Rumah ini masih tetap seperti dulu, saat aku masih SMU dan sering maen kesini. Tak ada yang berubah semuanya sama, hanya saja foto yang digantung ada tambahan mulai ada foto perbikahan Yulia dan Om Eko, juga foto kelahiran anak mereka Oni.

"Bunda....Oni kangen sama bunda, kenapa bunda gak pernah datang ke rumah Oni, kalo Oni ikut mama ke Butik bunda juga gak ada disana" adu Oni yang emang dekat denganku dan Yulia memberi nama panggilan ku untuk putranaya ini bunda. "Oh ho...benarkah itu? Tapi kenapa sudah sore begini Kesayangan bunda masih belepotan?"

"Kenapa langsung kesini, aku bisa mengantarnya ke butik" jawab Yulia yang sedang berjalan sambil membawah wadah makanan. "Oni gak mau makan, uda kenyang" jawabnya sambil bersembunyi di samping ku. "Ooo....jadi lari-lari dari mama karna gak mau makan iya?" kulihat anak kecil Yang menggemaskan itu menganggukkan kepala dengan cepat. "Apa mau makan es krim?" tanyaku dan disambut dengan mata yang berbinar. "Kalo gitu harus habiskan dulu makanannya, mandi baru bisa makan es krim". Seketika dia lari kepelukan mamanya, menghabiskan makanannya dan mandi.

Aku menceritakan maksud kedatanganku ke rumah Om Eko dan Yulia. Mendengar cerita dari ku Om Eko seperti merasa ibah padaku dan dia memintaku untuk menguatkan hati. Karna pernikahannya dengan Yulia awalnya juga berawal dari perjodohan antara Om dan keponakan angkat. Mendengar kata-kata dan nasehat dari Om Eko aku pun berfikir mungkin ini emang jalan nya bagiku.

Ijab Kabul dan Resepsi

"Bagaimana para saksi. Sah?" Kata pak penghulu yang memimpin jalannya pernikahanku bersama mas Bram. "Sah..!" teriak semua orang yang hadir menyaksikan ijab Kabul pernikahanku. "Ya Allah, Ya Rabb aku telah menjadi seorang istri sekarang, semoga aku bisa menjaga rumah tanggaku dengan baik kedepennya" batinku setelah mendengarkan kata sah dari semua orang.

Pada hari pernikahan itu aku tak mengundang banyak orang, hanya teman dekat, para pegawe dan juga teman-temannya mas Dido dan mas Didi. Namun dari pihak mas Bram hampir semua keluarga besarnya dan para kolega Om Anton diundang semuanya.

Aku yang sedari siang sudah dirias dan stay di pelaminan mulai merasa capek karna terus berdiri untuk memberi salam pada semua tamu undangan yang hadir. Ku lirik mas Bram yang juga sama sibuknya dengan ku memberi salam pada para tamu yang datang dan juga kolega ayahnya membuatku kasian pasti dia juga capek sama seperti ku.

Aku tersenyum dan berbisik pada hatiku, aku bahagia dan aku akan menahan rasa lelah dan letih ini Demi menemani mas Bram orang yang saat ini telah sah menjadi suamiku.

Dan akhirnya acara itu pun selesai tempat pukul 10 malam. Semua undangan dan keluarga yang dekat pada pulang ke rumah mereka sendiri, dan keluarga yang jau menginap dan baru pulang besoknya.

Aku memasuki kamar pengantinku dengan Mas Bram, kukihat kamar itu dihias dan didekor dengan sangat bagus dan indah. Taburan bunga mawar, melati dan sedap malam membaur menambah semerbak keromantisan malam itu. "Bagus ya mas, bagus dekornya dan wangi bunganjuga menyebar keseluruh sudut kamar ini" kataku saat memasuki kamar itu bersama mas Bram.

Aku lepasin semua aksesoris yang menempel padaku, walo dengan susah paya karna aku masih malu untuk meinta tolong pada mas Bram untuk membantuku. Setelah selesai semua kulihat mas Bram yang sedang merebahkan tubuhnya dan ku ajak dia untuk menunaikan sholat bersama. "Mas ayo sholat dulu setelah itu bisa itirahat dengan tenang" ajakku sambil menyentuh bahunya. "Apa sih mau sebenarnya. Apa kamu gak lihat kalo aku sedang capek hah? Sholat saja sendir jangan urusin aku" jawabnya sambil menepis dan menampel. tanganku. Sakit dan terkejud aku melihat perlakuannya padaku.

Aku bangkit darintempat tidur dan menuju kamar mandai, ku bersihkan tubuhku, ku guyur dan ku hilangkan rasa letih dan lelahku. Kugunakan mukenahku dan aku mulai menunaikan sholat ku. Setelah selesai sholat kulihat mas Bram tidak ada ditempat entah dimana dia berada,ku cari dan ku temukan dia sedang menerima telpon dari seseorang dan ku dengar dia bicara dengan nada yang sangat lembut, aku ingin menegurnya namun ku urungkan karna aku gak mau nanti dianggap orang yang suka ikut campur walo dengan suami sendiri, karna kami masih belum kenal dengan baik.

Aku pun kembali masuk ke kamarku dan merebahkan tubuhku yang sudah tak sanggup menahan rasa lelah dan ngantuk Yang amat sangat dan mataku perlahan mulai tertutup serta terlelap dalam buaian mimpi.

Pagi hari semua sanak saudara sudah pada bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, aku yang sibuk dengan mereka tak memperhatikan mas Bram sedari pagi, dan aku pun tak sadar kalo sebenarnya mas Bram tidak ada di rumah sejak dari pagi.

Setelah semua urusan selesai aku mulai mencari suamiku itu dan aku lupa untuk minta nomor ponselnya, jadi aku tak bisa menghubungi dia serta tak tau dia pergi kemana sebenarnya. Saudara yang menanyakan dan mencarinya tak bisa ku jawab karna aku emang tak tau dimana keberadaan suamiku itu.

"Apa-apaan ini semua, kemana mas Bram pergi dan kenapa dia tak bilang pada ku. Kan aku jadi gak tau harus jawab apa pada pertanyaan saudaranya yang menanyakan keberadaannya" gerutuku dalam hati yang sedikit merasa malu karna tak bisa jawab saat ditanya dimana suamiku.

Sore itu setelah semua saudara telah pulang, ku lihat mas Bram datang dan dia terlihat sangat kesal, bahkan diantak menjawab sapaanku yang menanyakan dari mana dia dan kenapa pergi pagi-pagi sekali. Dia melewatiku begitu saja menuju kamar kami dan kulihat dia mandi lalu merebahkan tubuhnya.

Ku pikir pasti dia sedang ada urusan dan emang gak bisa ditunda, ku buarka dia tidur. Aku kembali keluar kamar aku masak untuk makan malam dengan dibantu bik Sum. Ini adalah kegiatan dan pengalaman pertamaku memasak untuk orang yang telah menjadi suamiku.

"Mas bangunlah sudah magrib, sholat dulu apa mas sudah sholat asar tadi? Mas, mas Bram bangunlah" ku goyang-goyang tubuh suamiku yang terlihat sangat letih dan telah terlelap itu. Karna dia tak menyahutku makan aku pun menggoyang tubuhnya sedikit lebih keras lagi supaya dia terbangun. "Hai. Tidak bisakah kau untuk tidak menggangguku, apa kerjamu hanya bisa mengganggu tidurku. Belum cukupkah kau mengganggu hidup ku" bentaknya pada ku dengan nada dan suara yang keras serta tepisan tanganku dengan kasar. Sakit rasanya hatiku di bentak seperti itu, padalan aku hanya berusaha untuk membangunkannya supaya melakukan sholat.

Sepergian mas Bram ke kamar mandi, ku pegang dada ku yang terasa sedikit nyeri dan sesak disana, ku tahan agar air mataku tak jatuh, namun apa dayaku karna aku hanyalah seorang wanita yang sejatinya memiliki hati yang lembut dan juga rapuah, sekuat apa pun aku menahannya tetap saja bulir bening itu mengalir dengan tanpa perintah.

Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!